Catatan Harian

Blog EntryPekerja Kost, Naiklah Sepeda buat NgantorAug 7, '08 11:28 AM
for everyone

Konon jika saat mudik hari lebaran tiba, penduduk Jakarta mendadak kehilangan 8 juta penduduknya. Semuanya pergi keluar kota, pulkam alias pulang kampung. Membayangkan betapa besarnya jumlah itu, iseng iseng berpikir berapa banyak jumlah pekerja kantoran disini yang sebetulnya adalah pendatang dari luar Jakarta? Lantas berapa persen dari jumlah itu yang tinggal di Jakarta dengan ngekost?

Dikantor saya lantai 3, divisi news transtv, hampir separuh crew disini diisi oleh pekerja muda yg berasal dari daerah luar Jakarta. Mereka berdatangan dari daerah di Jawa Barat, Jateng, Jatim, Sumatra, Bali, dstnya. Sebagai anak daerah yg belum punya rumah tapi justru mencari makan di Jakarta yg segalanya lebih mahal, maka pilihan ngekost termasuk alasan masuk akal. Wilayah dibelakang kantor transtv yakni sekitar Tegal Parang, Mampang, hingga ke Kemang adalah wilayah kost mereka. Bertebaran dibeberapa titik. Tapi rata rata memang tidak jauh dari sini.

Kost pada umumnya memang tidak jauh dari kantor tempat bekerja. Jika ngekost atau ngontrak rumah tapi tinggalnya jauh sekali, maka itu justru gak efisien karena pasti habis waktu dijalan dan tentu saja menghabiskan ongkos transportasi dll. Hampir seluruh pekerja nge kost di Jakarta, menempati rumah penduduk yg ada disekitar kantornya mencari nafkah. Tidak jauh, kalau bisa malahan sedekat mungkin.

Masalahnya sekarang, tidak selalu rumah kost dan gedung kantor berjarak sangat dekat. Bahkan ada yg sejauh 1 atau 4 kilometer, lebih dan kurang. Ini artinya dipakai naik bajaj atau metromini, ojek,  jelas makan ongkos. Tapi jika setiap hari pulang pergi dengan jalan kakipun rasanya “mayan” bikin pegel otot kaki. Buat perempuan, yg suka pakai hak tinggi, jarak tempuh 2 kiloan rasanya spt neraka.

Sadar bahwa jalan kaki bukan pilihan ideal untuk pulang pergi, dan naik bajaj pun malahan bikin uang keluar terus. Maka membeli sepeda genjot untuk dipakai pulang pergi ngantor adalah salah satu pilihan masuk akal. Rumah kost mereka yg letaknya dikampung tetangga, dapat dilalui melewati jalan tikus dan gang hingga sampai didepan kantor. Artinya, memotong jalan raya bisa dihindari jika memang tdk perlu. Gang kecilpun bisa dilewati sepeda.

 
Saya termasuk getol menyarankan “geng anak kost” dikantor
supaya membeli sepeda saja. Alasan paling masuk akal adalah sepeda bisa menghemat 15 ribu rupiah tiap hari untuk ongkos ojek atau bajaj. Atau, daripada capek jalan kaki, naik sepeda justru lebih efisien demi waktu dan jarak tempuh. Jika 1 kilometer ditempuh jalan kaki santai menghabiskan waktu 8 menit. Maka dengan sepeda, bisa cuma separuhnya saja. Ini artinya jelas sepeda lebih menguntungkan. Selain hemat, juga lebih sehat. Lebih dari itu, di Transtv, naik sepeda adalah bukan hal ajaib. Disini sepeda masuk tidak dibentak Satpam, didorong melewati ruang dalam pun tidak dimarahi, digotong melewati tangga juga bisa, bahkan disediakan pula tempat parkirnya. Dibanyak lantai juga tersedia kamar mandi dan shower. Kurang apalagi dong, “kemewahan” buat pesepeda aktif dilingkungan kantor saya termasuk “top markotop”.  *** hsgautama.multiply.com



 


Blog EntryLempar Bola, Kejar si BullJul 30, '08 6:18 AM
for everyone
Lempar bola dikejar Bull, satu sore dihari libur, main lempar bola-kejar.
Secara alamiah, anjing seharusnya diajak bermain karena itu bagian penting dari si anjing itu sendiri untuk mengembangkan kemampuan dasarnya spt berlari, instink menyergap, menguasai teritori, dan respons cepat pada targetnya.  Ujungnya, anjing yg sehat fisiknya, dan hatinya riang adalah anjing yg tumbuh bagus dibanding anjing yg hanya dikurung atau diikat terus.

Foto Bull.










.

Blog EntryAnatomi Sebilah Pisau BelatiJul 29, '08 9:09 AM
for everyone

Jaman ini, nyaris tidak ada manusia yg tidak tahu apa itu pisau (atau belati). Pisau adalah salah satu alat bantu penting yang membuat manusia bisa berkembang turun temurun selama sekian abad. Pisau bagus serta tajam dipakai untuk berburu, lalu kemudian dipakai didapur untuk mengolah masakan sekeluarga. Pisau besi adalah salah satu penemuan penting manusia yg membuat kita survive melewati pusaran jaman.


Jadi, tidak terbantahkan, pisau adalah satu alat yg dipakai oleh semua manusia, baik perempuan atau pria. Dirumah, dikebun, dihutan, dimana saja. Tapi, sekian lama kita memakai pisau, tahukah bahwa pisau mempunyai anatomi khusus yg membedakan satu dengan lainnya, dan juga anatomi inilah yg kerap diperhitungkan ketika menaksir sebilah pisau dietalase toko dan estetika keindahan bentuknya? Tentu tidak semua paham hal itu.  Banyak yg beranggapan bahwa sebilah belati sama saja satu dengan lainnya. Anggapan ini salah, karena fungsinya berbeda beda maka akan membuat pula perbedaan mencolok dari anatomi pisau tsb .   *** hsgautama.multiply.com


Link best kitchen knive


 

 

.

Blog EntryKantor dilihat oleh tamu dari WC nyaJul 3, '08 6:28 AM
for everyone
Sebuah kantor dilihat pertama kali dari ruang tamu dan WC nya.  Bukan dilihat dari nama besar kantor itu, bukan dari hebatnya status kantor itu, dan gak perduli seberapa hebatnya jejeran tokoh dikantor itu.

Kalimat ini pernah diomongkan dimilis lokalan dikantor saya.  Saya bilang tamu yg datang disebuah kantor pertama kali mengenal kantor ini adalah dari ruang tamunya, lalu pilihan kedua yakni ketika melihat WC nya (rest room). Karena itu ruang tamu yg berantakan dan WC yg jorok bau dan kotor adalah soal bagaimana orang luar (tamu) menilai kantor ini. Kesan pertama adalah segalanya, jika dia bilang jelek, bau, jorok, maka kesan itu tidak akan dilupakan selamanya.

Ruang tamu bersih dan teratur itu jamak saja. Rasanya semua ruang tamu kantor dimanapun pasti bersih. Tapi coba tengok WC nya.  Belum tentu WC nya bersih dan sehat. Banyak kantor besar yg justru WC nya tidak kalah bersaing dengan WC di terminal bis. Jorok, kotor, gelap, tidak berfungsi optimal, dan bau. Salah satu contoh baik adalah jika kita pergi kekantor pemerintah, biasanya, WC mereka tidak tertata baik. Image kantor sehebat apapun dan seangker manapun pasti amblas begitu melihat ruang tamu atau WC yg buruk dan kotor.

Foto WC dilantai 3, divisi News Transtv, Mampang.




.

Blog EntryBuah Tangan LiburanJun 29, '08 4:40 AM
for everyone
Warna warni pernik oleh oleh.
Dibeli buat apa, bikin penuh tas, 
mending difoto aja....






.



Gosip ini beredar kencang di internet, dan bisa jadi menjadi "momok" buat penggemar makanan ini. Katanya, entah siapa yg memulai, Crawfish atau mini lobster disebut berbahaya untuk dikonsumsi manusia. Cara hidup mini lobster dihabitat penuh sampah dan kotoran membuat lobster kecil ini mirip "vacum cleaner" hidup  menjadi tukang sampah, dan karenanya tidak layak dimakan oleh manusia.
Crawfish banyak jenisnya, entah jenis yg mana dimaksud diberita ini. Jika lobster airtawar yg dikategorikan disini, rasanya gak mungkin. Lobster air tawar dibudidayakan dalam kolam yg diawasi secara teratur. Jadi lebih bersih dan terkendali. Dan dalam logika ekonomi berlaku hukum yg simple aja, jika memang membuat manusia sakit dan mati, ngapain repot dibudi dayakan dengan biaya belasan juta? Namanya kan buang tenaga dan buang duit aja.   Minum teh dari air mentah juga bisa sakit. Jadi makanan yg tidak direbus dalam titik didih yg cukup memang bisa membuat kuman dan bakteri berbahaya hidup dan masuk kedalam tubuh.

Link/ foto dari sini juga    1  2  









Do NOT eat these mini lobsters.

These mini crustaceans are literally the garbage cleaners in the sewage treatment plants.
The ‘dirtier’ the water, the fatter these mini lobsters become.
Their lungs are full of worms and their flesh saturated with poisonous metals.
Unscrupulous merchants somehow found a way to get these marketed to eateries.
Do not order this dish. Pass this to those friends who may want to try these mini ‘lobsters’.


.

Blog EntryOvak Vuvue > Shampoo Pengganti Minyak Rem DOT 3Jun 23, '08 7:09 AM
for everyone

Selalu ada hal baru yg bisa dapatkan ketika melakukan perjalanan keluar kota.
Salah satunya adalah ketika rem mobil mendadak blong tanpa minyak rem DOT 3.

Satu malam, ketika kita berempat kemalaman pulang dari desa nelayan Tablolong, 25 km dari Kupang NTT, mobil Kijang yg dibawa oleh Robi kawan kami menabrak pagar rumah penduduk disana. Rem blong, kosong tanpa gigitan. Suara keras pagar yg ditabrak memancing nelayan di Tablolong keluar dari dalam rumahnya dan ikut melihat apa yg terjadi. Usut punya usut, ketika kap mesin dibuka, taunya minyak rem nya benar benar ludas tandas alias kosong habis. Pantas rem blong begitu. Sukur sukur kok tidak dalam perjalanan pagi tadi ketika kedesa ini, kami melewati rute penuh tanjakan dan jurang dalam. Menabrak rumah penduduk dalam kecepatan rendah sudah membuat sisi kanan lampu hancur berantakan. Waduh.

Sekarang masalahnya, bagaimana kami pulang menuju Kupang yg berjarak sekitar 25 km? Minyak rem habis, tidak ada satupun toko onderdil mobil atau motor di Tablolong. Bahkan angkot menuju Kupang pun sudah gak ada. Tarik ulur mikirin ini, si Robi bilang minyak rem DOT 3 bikinan pabrik yg seharusnya dipakai di Kijang ini bisa digantikan fungsinya memakai shampoo Sunsilk. Haaa? Ilmu gila dari mana lagi itu?

Saya sempat memprotes agar jangan coba coba mengganti minyak rem DOT3  pakai shampoo karena nyawa kita taruhannya didalam mobil itu. Dengan muka yakin Robi bilang bahwa dulunya dia pernah menjajal cara ini dari Atambua ke Kupang, dan berhasil. Cara ini diajarkan ketika dulunya dia nyambi jadi mekanik dibengkel.
Capek berdebat, toh akhirnya dibeli juga satu sachet SUNSILK shampoo
dan sebotol air aqua. Sachet itu disobek kedalam gayung air dan diaduk aduk hingga berbuih banyak. Air shampoo dengan busa buih itu kemudian dituangkan kedalam wadah gelas minyak rem di Kijang. Sedikit demi sedikit, sisa angin dan sisa minyak rem lama dibuang melalui katup didekat roda. Kiri dan kanan harus balance memang. Isi kepala saya berpikir keras, bagaimana bisa buih shampoo bisa menggantikan fungsi brake oil heavy duty DOT 3 untuk sebuah mobil dalam kecepatan tinggi? Gak habis pikir deh.

Setengah jam diutak utik akhirnya diuji coba. Ternyata bisa. Luar biasa. Terheran heran melihat bagaimana mobil itu dicoba maju mundur sambil direm berkali kali. Terlihat bahwa pengeremannya benar benar baik. Dan dengan berdoa sebanyak banyaknya, akhirnya kita, saya, nefran, Robi dan Deni masuk kedalam mobil dan segera melesat kembali ke Kupang. Perjalanan lewat jurang dan lembah dibabat dengan kecepatan lumayan tinggi. Rem bekerja sempurna. Benar benar pakem mantap. Kata Robi, minyak rem aspal dari shampoo ini bisa dipakai hingga semingguan, asal buihnya masih ada. Jika buih busanya lenyap, maka hilang sudah kepakemannya.
Pesan moralnya, jika pergi kedesa terpencil,  bawalah satu sachet shampoo dikantong.  Hahahaha.   ***hsgautama.multiply.com

 




Blog EntryOvak Vuvue > Pom bensin ruwet di Kalabahi, AlorJun 23, '08 6:11 AM
for everyone
Situasi pom bensin di Kalabahi , Alor.
...
....
......
.........
............






.


Blog EntryBikin Foto Nasisan Saat TravellingJun 20, '08 10:37 PM
for everyone

Mana ada wisata tanpa foto foto? Rasanya jaman sekarang dengan kemudahan alat potret, baik itu kamera foto beneran atau hape, memotret adalah sebuah kewajiban ketika melakukan perjalanan wisata. Garing bener jika pergi kesatu tempat gak motret.

Entah ini motret:  pemandangan (sight seeing), motret benda kecil (detail), moto gedung (interior dan eksterior), perilaku manusia dilokasi tujuan (human interest), dan juga narsis-an moto diri sendiri (atau teman sejalan).
Pendek kata, memotret narsis diri kita disatu lokasi, adalah salah satu langkah pengesahan agar “jadi bukti” bahwa kita sudah sampai dilokasi itu. Jadi jelas, foto narsis ini wajib dan perlu.

 
Sekarang, jika kita pikirkan secara iseng, apa saja yg masuk jenis dari foto “memotret diri sendiri disatu lokasi” (disebut: foto narsis)?  

*  klik link ditiap kalimat warna orange untuk melihat contoh foto yg dimaksud.

Pertama: obyek foto sengaja bergaya (take a pose) didepan kamera. Emang udh niat beneran  bergaya heboh selangit biar seru, atau bisa juga sengaja cuma senyum dibuat maniiiis spy disebut cakep. Gaya dipilih secara khusus, pakaian yg tepat,  dan lokasi biasanya juga terpilih dengan baik. Foto ini hasilnya biasanya lebih bagus karena semuanya direncanakan, sekalipun plan tsb cuma secara acak dengan melihat titik-titik mana saja yg punya angle terbaik.

Dijenis foto narsis ini, pose paling sering dilakukan adalah sendirian atau dilakukan bersama beberapa orang. Gaya pilihannya cuma standar aja spt berdiri atau duduk saja disebuah lokasi. Selain gaya standar, ada gaya

Kedua: obyek foto belagak gak liat kamera padahal teuteuup gaya juga, gesture tubuh dibikin sangat natural dan keliatan apa adanya (pokoknya harus luwes). Jenis foto ini juga bisa memilih lokasi yg terbaik, angle yg pas, dan arah sinar yg diinginkan. Ada persiapan untuk membuat foto, dan hasilnya biasanya lebih oke.

Ketiga: foto candid yakni foto yg diambil ketika obyeknya emang gak tau dirinya dipoto. Jadi gaya dan tingkah lakunya 100 persen adalah asli dan gak dibikin bikin. Kalo lucu tingkahnya, maka lucu juga hasilnya. Jika tampang lagi jelek kayak muka onta, maka hasilnya yaa jelek juga kayak gitu. Foto candid yg sering dilakukan teman sejalan paling mudah adalah ketika obyeknya sedang tidur pules, mulut melongo, dan ilernya netes kebantal. Pasti jelek tampangnya.

Foto candid beda dengan ketiga jenis diatas, yakni foto candid pasti apa adanya, alamiah. Karena itu arah sinar matahari biasanya gak tepat, lokasinya gak pas, anglenya buruk, banyak “kelemahannya”. Pengambilannya mengandalkan ide spontan ketika melihat peristiwa, lalu kecepatan tangan bergerak mengatur kamera dan memotret. Candid mementingkan menangkap momen nya dibanding soal kualitas foto yg apik. Karena momen berharga dan tdk bisa diulang, maka hasilnya pasti unik.

 

Foto narsis jika dilihat dari cara eksekusi pengambilan foto, bisa dikatakan terbagi atas 3 perbedaan.

Pertama. Eksekusi pakai tangan sendiri. Pegang hape lalu moto diri sendiri. Jaraknya cuma satu lengan tangan saja dan gak lebih. Pakai kamera foto juga bisa, apalagi jika kameranya dilengkapi layar LCD putar, spt milik Canon Power Shot. Keunggulan cara ini, hasilnya bisa dikontrol secara penuh oleh diri sendiri, angle bisa dipilih dengan pas, framing agresif, dan hasilnya lebih baik. Jeleknya, jaraknya memang cuma satu lengan, artinya muka tampak gede didepan lensa. Apa boleh buat, yg penting bisa bikin foto narsisan sendiri kan.

Kedua. Eksekusi jepretan dibantu oleh orang lain, yakni bisa saja teman jalan atau orang lain disekitar lokasi misal sopir atau bell-boy. Keunggulan foto ini, jarak lensa dan kita bisa lebih jauh dibanding moto dengan tangan sendiri.
Jeleknya, belum tentu org lain yg motoin kita ngerti cara moto yg bener. Kebanyakan sih framingnya begitu buruk dan gak layak lihat, seperti misal badan dipotong sepinggang dan langit luas keliatan diatas kepala. Atau dia moto kita dari jarak 5 meter, waduh, kita kayak apa kecilnya didalam frame tsb, ya jelek lah?

Ketiga. Memakai self timer dengan dibantu tripod atau diletakan begitu saja diatas tembok, meja atau kursi. Dijenis ini, biasanya hasilnya lebih bagus, apalagi jika membawa tripod sendiri. Dijamin semuanya akan pas dan tepat. Lain halnya jika pakai self timer tapi kamera diletakan ditembok pagar orang lain, wah hasil framingnya suka ngaco.
 


Kalimat “foto narsis” adalah bahasa popular dikalangan anak gaul dinegeri ini. Artinya secara mudah adalah: gemar memotret diri sendiri, atau sukanya memotret dirinya sendiri.
Kata “narsis” itu sendiri diambil dari salah satu legenda Yunani ttg seorang anak cakep bernama “Narsisus” yg satu hari jatuh hati kepada mukanya sendiri ketika melihat bayangan wajahnya disebuah danau yg jernih spt kaca. Berhari hari dia terpesona
dengan bayangan diair dan tdk tahu jika itu dirinya sendiri. Diapun mati karena asik kagum dengan bayangan mukanya. Dalam terminologi Freudian, “narsisme” bisa dikategorikan sebagai “mental disorder”. Berbahaya sih enga, tapi bisa merepotkan dalam proses sosialisasi di masyarakat.  Sekarang, dengan arti gaul yg kepleset, kalimat “foto narsis” mengarahkan pada pemahaman bahwa org itu adalah individu yg suka banget difoto. Beda jauh dengan arti “mental disorder”, foto narsis cuma sebuah ungkapan dan ledekan antar teman untuk memberi nama sebuah bentuk perilaku dari “suka difoto”. ***hsgautama.multiply.com


 


Blog EntryOvak Vuvue > Alor kota KenariJun 20, '08 12:18 AM
for everyone

Pulau Alor di NTT dikenal sebagai pulau penghasil Kenari, karena itu mereka menamakan daerahnya sebagai "Nusa Kenari". Selain buah Kenari, tanaman lain yg secara ekonomis cukup berarti disini adalah Kemiri.
Hasil hutan lainnya yg turut dibudidayakan adalah hutan kayu Cendana. Alor sendiri adalah pulau yg sangat hijau subur. Dia berbeda jauh dari kebanyakan pemandangan alam di Flores lainnya yg berupa padang rumput. Pegunungan di Alor hijau rapat oleh hutan dan kebun penduduk.


Thanks to image shack.

Website  1  2  3 








Blog EntryOvak Vuvue > menjajal "tua bira" pohon lontarJun 17, '08 11:03 AM
for everyone

Jika ditanya, apa minuman asli dari bumi NTT, maka jawabnya adalah air dari pohon lontar.  Minuman tradisional ini didapatkan dari menyobek pohon Lontar (dengan cara menyadap) lalu airnya ditampung dalam wadah dari daun lontar sepanjang malam. Paginya ketika matahari terbit, air diwadah itu diambil dan dibawa pulang. Didaerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, air sejenis ini didapatkan dari pohon Nira dan dibei nama “legen” artinya “manis”.

Air ini disebut org lokal sbg : Tuak. Arti dari tuak itu banyak, dan biasanya diartikan bahwa tuak adalah minuman yg mengandung alkohol. Tapi kenyataannya, air sadapan pohon Lontar yg baru diambil pagi hari belum mengandung alkohol. Rasanya masih sangat manis dan warnanya keruh putih mirip air kapur. Di Mauemere, tuak keruh  ini disebut dengan nama “tua bira”, artinya “tuak putih”.

Dikalangan orang setempat, air Lontar ini terbagi dua. Pertama air manis Lontar ada yg membuat mengantuk, dan kedua, ada yg efeknya membuat malahan terjaga (mirip spt Krating Daeng). Jadi jika ingin meminum ini, tanya dulu kepenjualnya, apakah air Lontar ini membuat mengantuk atau malahan sebaliknya. Jangan salah minum. Jika bikin ngantuk dan diminum dipagi hari, bisa membuat kita malas berpergian dan memilih tidur saja dikamar. Acara wisata bisa berantakan jika kita cuma tidur saja dikamar.

Air Lontar ini hanya terasa manis dipagi hari. Jika lewat tengah hari ke sore, rasanya berubah makin asam dan kecut sekali. Beberapa teman bilang, bahwa penduduk lokal lebih suka yg rasanya asam dan kecut, ketimbang yg rasanya manis spt madu. Rasa kecut akan membuat tenaga bertambah. Benar atau tidak gak tau ya. Jika boleh memilih, sebetulnya rasa manis lebih enak daripada rasa kecut.

Air pohon Lontar ini juga bisa disuling menjadi minuman dengan kadar alkohol berat, nama lokalnya berubah menjadi: minuman SOPI. Minuman dengan penyulingan ala kadarnya ini lumayan keras dan bisa dibakar dengan korek api. Jadi buat yg tidak kuat ada baiknya tidak mencoba untuk meminum Sopi, perut bisa terbakar panas akibat alkoholnya yg tinggi. *** hsgautama.multiply.com

 

Ovak Vuvue, bahasa suku Rote, artinya meniti buih ombak.

 



Blog EntryOvak Vuvue > BRI raksasa yg nyusahin nasabahJun 16, '08 11:41 AM
for everyone

Melakukan perjalanan liburan kedaerah terpencil di Indonesia Timur tentu saja harus mempersiapkan uang yg cukup. Masalah terbesar diwilayah terpencil spt ini adalah kendala dari bank adalah soal jaringan yg luas. Misal saja, penduduk Jakarta yg pada umumnya menyimpan uang di bank yg secara jaringan hanya besar di Jawa Sumatra dan Bali, maka bisa kelabakan mencari bank di daerah kecamatan atau spt dikota kabupaten di Alor. Traveller hanya mempunyai 2 pilihan, pertama membawa uang cash dalam jumlah besar dikantongnya. Atau kedua, menyimpan dana terbesar di bank dan hanya membawa 30% uang cash dalam jumlah kecil disaku celana.


Kedua pilihan ini ada untung ruginya. Membawa uang dalam jumlah sangat besar disaku celana bisa beresiko kehilangan karena kasus jatuh dijalan, dicuri, atau dirampok. Paling aman adalah menyimpan di bank. Sewaktu waktu bisa diambil melalui ATM atau pakai buku tabungan yg juga dibawa selama perjalanan. Tapi ada baiknya jangan percaya begitu saja dengan ATM. Kenyataannya selama disini, di Alor, mesin ATM dinyatakan rusak oleh beberapa cabang. Teman perjalanan dalam trip ini, sempat juga mengeluh bahwa ATM tidak online atau dinyatakan rusak. Jadi membawa buku tabungan adalah pilihan paling bijaksana menghadapi kondisi gawat karena ATM tidak bekerja mulus. 

Jika memilh menyimpan dana di bank dalam perjalanan liburan, ada baiknya sebelum berangkat mengecek ke bank sebelum melakukan perjalanan. Tanya kepada petugasnya apakah mempunyai cabang di Kalabahi dan kota kecamatan lainnya disepanjang Alor. Kenyataannya di Alor, bank yg tersedia hingga kota kecamatan hanyalah BRI (Bank Rayat Indonesia). Sedangkan BNI-46 kompetitornya sesama milik pemerintah yg hanya ada dikota kabupaten yakni Kalabahi. Mau tidak mau “pememangnya”  memang hanya BRI karena mempunyai jaringan yg amat luas. Dia adalah raksasa dalam arti sesungguhnya.

Ketika berada di Kalabahi hari terakhir, saya menyempatkan menambah uang dalam saku untuk melanjutkan perjalanan kekota lain. Di sebuah BRI terbesar di Kalabahi, saya menyerahkan buku tabungan kepada teller disana untuk mengambil sejumlah uang.
Disini sempat ada kejadian “aneh bin ajaib” yang membuat saya jengkel karena perlakuan teller BRI disini.

Pertama, petugas teller meminta saya membuat fotokopi dari buku tabungan dan KTP.  
Saya Tanya buat apa bikin fotokopinya? Itu kan buku tabungan milik saya sendiri, nama dan alamat jelas sesuai dengan KTP!!  Saya mengambil uang saya sendiri, ini bukan pelimpahan kekuasaan untuk pengambilan duit.  Seingat saya juga, dari sekian bank yg pernah saya jajal seumur hidup didalam negeri dan diluar negeri,  baru kali ini saya disuruh oleh seorang teller dikota kecil begini untuk membuat fotokopi sendirian diluar bank, bukannya diurusin sama mereka. Nasabah dibuat sulit oleh seorang petugas teller yg gak mau repot membuat fotokopi dari aturan yg rada ganjil (yakni membuat fotokopi buku tabungan milik diri sendiri !!).

Kedua, teller BRI Kalabahi mengatakan akan memotong biaya sebesar Rp.3000 utuk biaya pengambilan uang DARI BUKU TABUNGAN SAYA SENDIRI dan dari BANK YG SAMA. Saya kejar lagi, ngapain dipotong 3000 rupiah, kan buku saya milik BRI, dan saya juga ngambil uang di BRI diwilayah Republik Indonesia ?? Dijawab oleh teller itu dengan komen rada ajaib: “Rekening bapak dari BRI Jakarta, karena itu jika ambil uang di Kalabahi harus dipotong 3000 rupiah”.  

Mau marah rasanya, udah disuruh fotokopi sendiri, plus ini juga kena biaya tambahan yg gak jelas. Teman lain dalam trip ini yg ngambil uang di BNI46 dengan mudah ngambil uangnya TANPA dminta buat fotokopi dan tanpa biaya tambahan.

 
BRI raksasa yg payah. Buruk pelayanannya. Jaringan bisa jadi luas hingga ke desa dan kecamatan, tapi pelayanannya benar benar buruk, bikin susah nasabah. *** hsgautama.multiply.com

 

 


Blog EntryOvak Vuvue > La Petite KepaJun 15, '08 9:50 AM
for everyone
La Pettite Kepa atau “Kepa yg kecil” artinya bisa dua. Pertama pulau Kepa memang sebuah pulau yg mungil. Minim populasi, sangat sepi, dan dipenuhi oleh ternak kambing disana sini. Kedua, La Pettite Kepa adalah nama sebuah homestay dengan gaya rumah rumah desa beratap jerami yg dimiliki oleh pasangan Perancis yakni Cedric dan istrinya Anne, beserta anaknya yg lucu dan cantik berusia 5 tahun, Lilla.

Pulau Kepa, berada sekitar 30 menit perjalanan dari Kalabahi, ibukota Alor. Berangkatlah naik sepeda motor atau mobil menuju kampung Alor Kecil, lalu menyeberang kesana memakai perahu nelayan dengan biaya sekitar 15 ribu per kepala. Dari dermaga Alor Kecil, hanya berjarak 500m tampak pulau Kepa. Dekat saja dan tidak jauh kok. Tapi ditengahnya terbentang laut dengan arus yg lumayan kencang, jadi biarpun tampak mata diseberang jangan coba untuk berenang dari dermaga Alor Kecil keseberang Kepa, bisa bablas terus hilang kelaut lepas.

Pulau kecil ini sangat sepi dalam arti sesungguhnya. Tidak ada listrik PLN dan sulit air bersih. Di homestay La Petite Kepa, listrik
didapatkan dari panel tenaga surya yg disimpan dalam aki besar. Karena itu menghemat listrik sangat dianjurkan disini. Jangan boros listrik, jangan menghamburkan air tawar, dan jangan membuat suasana gaduh. Disisi lain dari Pulau Kepa jauh dari homestay, ada kampung kecil tempat penduduk lokal menetap turun temurun. Mereka memelihara ternak kambing yg disebar  disemua sudut pulau yg penuh dengan padang rumput dan semak belukar. Melihat kambing disebar disana sini agak melegakan hati karena ini menandakan pulau ini bisa disebut aman dari binatang buas predator mematikan. Jika disini ada binatang buas, maka dipastikan tidak ada ternak yg dibiarkan siang malam dialam bebas.

 

Jika memang ingin mencari keteduhan dan ketenangan sepanjang hari, pulau ini layak didatangi. Homestay bergaya atap jerami spt rumah dipedalaman desa juga cocok untuk bersantai sendirian atau datang dengan pasangan saat bulan madu. Malam hari seluruh areal homestay menjadi gelap gulita total, bintang dilangit   bertaburan begitu banyaknya, seperti sebuah tempat tersendiri yg paling enak untuk menatap langit malam sambil berpikir hal baik sepanjang hayat.  *** hsgautama.multiply.com

 

Ovak Vuvue, bahasa Rote, artinya meniti buih ombak



Blog EntryOvak Vuvue > Memakai cengdem di Kalabahi AlorJun 14, '08 3:28 AM
for everyone
Mengenal Alor adalah sama dengan artinya melihat tanah ini sebagai “ibukota mistik” dari kekayaan budaya disepanjang jalur Flores dan NTT. Ini seperti orang di Jawa Barat memberi cap bahwa gudang mistik dan ilmu ghaib Jawa Barat berasal dari Banten karena menganggap orang Banten pasti pandai memainkan ilmu ghaib. Kira kira seperti itulah. Pulau Alor, kabupaten diujung paling timur NTT digambarkan penuh pesona warna warni mistik dan ilmu ghaib atau sihir. Dipastikan, banyak org Flores segan dengan orang Alor karena kepercayaan ini.

Bahkan kata teman orang lokal, dengan yakin dia mengatakan, bahwa menurut sebuah buku, Pulau Alor mempunyai kekuatan mistik nomor dua terhebat setelah Afrika. Entah buku apa yg dia baca, tapi cerita kawan itu secara jelas memberi posisi orang Alor sebagai penduduk yg hidupnya penuh dengan misteri ilmu ghaib atau sihir. Cerita orang terbang antar pulau dan antar desa adalah cerita biasa disini. Mereka adalah kaum “suwanggi” yang dengan mudah berpindah antar kampung dan desa ke desa, antar pulau, secepat angin bertiup dengan kecepatan hanya sekedipan mata saja.

 
Dalam realitasnya, kondisi alam Pulau Alor memang fantastis penuh kesulitan untuk berpergian dari satu kampung kekampung lainnya.
Daerah pesisir pantai atau tanah datar paling banter hanya mengisi 30 persen dari keseluruhan geografis pulau yg dikuasai oleh menjulangnya pegunungan yg memanjang diseluruh pulau. Naik motor atau mobil saja paling banter hanya efektif menjelajahi jalan aspal disepanjang pesisir pantai yg menyusuri garis pantai pulau ini. Sisanya adalah jalan yg membentang memotong area pegunungan. Penuh tanjakan maut, tikungan tajam dengan jurang lebar disana sini. Dahsyat, dan mendebarkan hati. Wajar jika kita lantas mendengar bahwa penduduk di Alor masih bisa pergi terbang antar pulau mengingat memang kondisi alamnya luar biasa sulit.  Wah alangkah enaknya jika cuti bisa terbang sendiri gitu, gak usah bayar tiket pesawat yang mahal sampai 700 ribu lebih, dong.

 

Penduduk Alor rata rata prianya punya indikasi “narsis berat”. Suwer.
Coba saja kalian jalan kepusat keramaian, pakai daypack, kacamata hitam, sun lotion, dan sibuk memotret, maka dengan cepat akan muncul teriakan memanggil kita dari semua arah minta difoto. Mereka suka difo
to dan tak segan meminta untuk difoto. Bahkan kesannya kayak memaksa. Dengan tampangnya yg “rada seram”, mata tajam, kulit kelam hitam, dan kadang bertelanjang dada tegap, memegang parang panjang, nyali kita bisa mendadak ciut seolah mereka memaksa dengan kekerasan untuk difoto oleh turis yg datang kemari. Teriakan “Hey Kakak, kemari” akan menyambut orang asing yg sibuk membuat foto dijalanan kota.  Semua orang di Alor menyapa tua muda, cowo dan cewe dengan sebutan “kakak”. Mirip dengan orang Sunda yg menyebut “Teteh” dan “Akang”. Bahkan Bupati Alor juga boleh disapa dengan “kaka”, tidak harus “bapak”. Rasanya, spt sebuah sikap egaliter yg lebih bersahaja dibanding harus menyebut dengan “pak”.

 

Mereka penduduk lokal dengan mudah mengenali “orang asing atau turis” karena tingkah laku kita yang kayak turis asli, atau karena kemasan” muka kita beda jauh dari muka kebanyakan orang disana. Penduduk Alor perpaduan mirip dengan Ambon dan Papua. Bisa dikatakan, bukan Ambon (tapi persis Ambon), dan bukan Papua (tapi perawakannya hampir sama). Agak bingung menjelaskan ini. Yang pasti, kita bertiga yg baru tiba di airport Mali diujung Utara Kalabahi, dengan mudah dikenali oleh penjemput kami karena “beda tongkrongan”.

Sehari sebelum menuju Alor, saya dan Nefran mendapat satu teman perjalanan baru yakni Charlie yg bergabung di Kupang. Bertiga kita terbang ke Pulau Alor memakai pesawat kecil TRIGANA dipagi buta dari El Tari, Kupang.  Pagi yg cerah kita tiba di airport di Mali Alor dan langsung menuju kekota Kalabahi berjarak sekitar 30 menit. Kami bertiga diberi tumpangan gratis oleh salah satu pejabat Sudin Perikanan Alor, Ibu Erna Da Silva. Ibu baik hati ini mengantarkan kami hingga kehalaman hotel.

 
Kalabahi adalah kota yg terhampar didepan sebuah teluk yg indah. Sepertinya, cuma Kalabahi saja yg letaknya didalam sebuah teluk selebar ini diseluruh deretan propinsi NTT.  Indah dan mengesankan. Didepan garis pantai teluk
indah ada satu hotel sederhana bernama Adi Darma (0386-21280, 21049) dan kami menginap disana. Jelek banget sih engga, tapi dibilang neat juga tidak. Ratenya masuk akal, jika cuma sekedar rebahan dikamar ber AC, minus TV set, dan susah mendapatkan sinyal HP, harganya dibanderol tak lebih dari 100 ribu  saja kok. Ini lebih murah dari Hotel Kenari (0386-212080) yg lebih bagus, jauh dari garis pantai, kamar singlenya dilepas dengan harga 150 ribu an. Adi Darma, cocok untuk kelompok backpacker dengan budget ngepas. Jangan lupa jika menginap disini pakai autan atau beli obat nyamuk  semprot. Nyamuk lumayan subur disini.

 
Untuk turis, masalah transportasi bisa menjadi problem rumit disini.
Angkot menguasai jalanan sebagai angkutan utama, sebutan lokalnya adalah bemo. Di Kalabahi, warna bemo terbagi dua warna. Warna merah artinya angkot untuk dalam kota.
Sedangkan warna biru untuk angkot pedesaan. Menyewa angkot jarak dari airport Mali ke Kalabahi bisa diberi benderol 100 ribu. Sebuah harga yg lumayan besar untuk jarak tempuh tak lebih dari 20 menit, jalanan lapang tanpa kemacetan.

Angkutan alternatif menembus tanjakan pegunungan dilayani oleh “panzer” yang sesungguhnya adalah Jeep Toyota Hardtop 4wheel. Alam ganas digunung hanya bisa ditembus memakai Jeep, bukan mobil biasa atau sepeda motor. Mesin penggerak 4 roda mampu menembus tanjakan maut dan turunan tajam hingga kepelosok desa. Panzer akan mudah terlihat ngetem dipagi hari disekitar Pasar Lama. Siang hari mereka lenyap semua dari terminal ngetemnya dan menginap dipucuk pegunungan.

 
Pilihan angkutan lain adalah menyewa ojek.
Di Kalabahi, lapangan pekerjaan secara ekonomis sangat terbatas. Pekerjaan favorit yg dikejar oleh penduduk disini adalah menjadi
PNS. Jika tidak bisa jadi PNS dan tidak mau pergi keluar pulau untuk bekerja, maka mereka biasanya menjadi tukang ojek (selain kerja dilaut sebagai nelayan). Karena itu jangan takut kita terlantar dijalan, banyak ojek bertebaran disana sini. Kita juga menyewa ojek karena alas an praktis dan murah. Disini kami memakai orang lokal, Tedi 0852-392-65406.  Sewa ojek atau motor per hari bisa diperoleh dengan harga 50 ribu. Awalnya kami sempat diberi harga mendekati 75ribu. Ditawar lagi jadi harga yg lebih masuk akal sesuai harga sewa motor di Bali. Mau tidak mau memang harus disandingkan dengan Bali karena kedekatan wilayah.

Aneh dong jika harga sewa kendaraan disini justru lebih mahal dari Bali. Karena itu standarisasi harga menjadi urusan pelik. Tiap “ojekers” atau “bemo-ers” bisa pasang harga beda. Cara seperti ini tidak menguntungkan buat pariwisata disini karena bisa membuat jera turis karena mengira dirinya “dikerjain” dalam harga sewa. Jika turis jera kemari, lantas mereka mau dapat apa? Pemda nya harus memberi edukasi yg baik kepada penduduk jika memang serius menata industri pariwisata disini.

 
Selain hal minus diatas, turis lokal bisa merasa “feel at home”
disini dalam soal bahasa. Jangan takut, disini seratus persen pakai bahasa Indonesia. Dan tidak ada propinsi manapun dinegeri ini yg penduduknya tua muda memakai bahasa Indonesia yg baik dan benar, kecuali disini. Alor mempunyai 50 jenis lebih bahasa daerah. Tiap suku beda bahasa, dan tiap kampung bisa beda bahasa juga. Karena itu, untuk menyambung urusan budaya dan perniagaan sehari hari,  mereka memakai bahasa Indonesia. Pokoknya bahasanya “lempeng” banget deh. Biar sampai kebagian manapun dari Alor, pasti dengan mudah kita menyambung pembicaraan dengan penduduk setempat. Mereka adalah penduduk yg punya rasa ingin tahu yg besar. Jika kita bertiga berhenti disalah satu sudut desa, maka dengan mudah dan cepat penduduk akan berkumpul mendekati kami. Mengajak berkenalan dan ngobrol. Mereka bukan penakut dengan pendatang, dan terbuka dengan orang asing. Tampangnya bisa jadi seram, tapi mereka penduduk yg baik dengan orang asing.

Problem sosial paling serius disini biasanya adalah perkelahian antar kampung. Jika antar kampung ribut, mereka bisa turun kejalan sambil membawa batu lontar, massa dalam jumlah besar, parang, atau panah busur. Seorang kawan juga memberi nasehat agar berhati hati jika membawa sepeda motor, jangan sampai menabrak hewan spt ayam, kambing, atau babi. Urusan nabrak hewan bisa jadi panjang jika seusai nabrak langsung kabur. Bisa bisa jalur jalan yg cuma satu satunya disitu akan diblokir dengan cara menebang pohon akibat pemuda disitu marah karena si penabraknya langsung kabur tak ketahuan rimbanya.

Ada baiknya jika nabrak ternak, berhentilah dulu sejenak dan lihat bagaimana kondisi binatang tsb. Jika hewan itu mati dan tidak bisa berdiri, segera selesaikan pembayaran ditempat. Urusan harga memang bisa molor tidak karuan. Satu harga ayam yg ditabrak misal, bisa kena denda sekitar 200 ribu, itu dihitung jika ayam itu masih bisa bertelur dan bertelur lagi dimasa depan seandainya ayam nahas itu masih hidup. Jadi biarpun secara fisik kita melindas mati satu ekor ayam, tapi hitungan harganya bisa bablas sampai ke calon telur yg sebetulnya secara fakta belum tampak mata karena belum dilahirkan. Cara seperti ini mungkin terdengar ganjil, didaerah lain misal di Jawa Barat, jika ada kambing ketabrak mobil, bisa jadi malahan sipemilik mobil marah besar karena mobilnya bonyok gara gara si kambing tidak diikat didalam kandang dan malahan lepas dijalanan. 

Hal menarik lainnya adalah disini kita gampang menemukan “wong jowo”. Dipasar adalah jamak jika mendadak kita dengar org ngobrol dengan bahasa Jawa tulen, atau juga Sunda. Yaa mirip dengan bahasa Jawa Timuran, Sunda,  atau Jawa Tengah halus. Rupanya komunitas Jawa eksis disini dan gampang terlihat. Tentu saja orang Jawa disini sudah berubah menjadi “Jalur” alias Jawa-Alor. Dari dialek bicaranya berubah menjadi dialek lokal, tekanan suaranya, bahkan volume suara juga berubah semua. Jika disambut dengan bahasa nenek moyangnya barulah mereka akan berubah spt asal usulnya dahulu.

Di Kalabahi, mesjid juga gampang ditemui, selain tentu saja dominasi gereja ditiap kampung. Resto jawa atau makanan yg dimiliki oleh org muslim masih banyak disini. Jadi bukan hal sulit untuk mencari makanan “halal” apabila jalan jalan kemari buat turis yg muslim. Bahkan ketika kita menjauh dari dalam kota menuju kampung Alor kecil, disana masih terlihat ada mesjid.

 


Tidak rugi jika ke Alor, sekalipun pariwisatanya belum tertata baik. Siapkan cengdem karena matahari sangat terik disini. Biarkan kulit menjadi gelap, dan jelajahi kepulauan ini dengan semangat. Alor adalah daerah yg penuh warna, beda dari bagian lain dari NTT.  *** hsgautama.multiply.com

 

Ovak Vuvue, bahasa Rote, artinya meniti buih ombak.

 


Blog EntryOvak Vuvue > Kupang kota dengan bemo riuhJun 13, '08 11:44 AM
for everyone
Hari pertama (03 Juni) tiba dan bertemu di Cengkareng bersama Nefran dari tempat masing masing, pesawat Batavia air jurusan Kupan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami delay hingga satu jam. Berangkat sore hari ke airport diantar oleh Seila dari rumah, dan langsung berhenti di terminal 1 B. Take off yg sangat terlambat disore hari toh membuat kita masih bisa menikmati suasana sunset dari ketinggian 2000 kaki diatas daratan.  Suasananya teduh dan menyenangkan mata.  Pikir pikir tidak rugi juga telat takeoff sesore ini.

Malam mendekati jam 7 waktu setempat pesawat menyentuh landasan El Tari Kupang dengan mulusnya (Kupang lebih satu jam dibanding waktu Jakarta), udara disekitar airport lumayan dingin menggigit tanpa angin keras. Saya sempat kaget dengan dinginnya udara malam disini. Seingat saya, Kupang yg saya tau tidak sedingin ini udaranya. Udara dingin ini sempat membuat khawatir rencana mancing tidak akan berjalan bagus. Ini semacam tanda alam. Cuaca sedingin ini akan membuat napsu makan ikan tidak akan bagus. Lautan bisa menjadi kosong melompong tanpa ikan yg bagus. Selagi masih sempat terheran2 dengan cuaca dingin, lamunan buyar karena bertemu dengan penjemput kami berdua, teman saya Eliazar Ballo yg datang bersama temannya Robi. Kami dengan barang bawaan segera meluncur kedalam kota untuk makan malam di “Kupang Café”, salah satu resto bagus milik om Robi yg juga salah satu pemancing kawakan disini.

Kupang adalah “raksasa” diseluruh jejeran kota di Nusa Tenggara Timur. Kota padat dengan geliat ekonomi yg bergerak cepat. Disini tempat perputaran roda ekonomi propinsi yg paling mencolok dan bertemunya semua suku asli dari jajaran Timor, Rote, Alor, Lembata,  hingga sepanjang Manggarai dan Flores. Sayangnya, biarpun menjadi ibukota propinsi, toh secara fisik pembangunan mencolok berjalan biasa saja.

Menyambangi Kupang rasanya seperti kembali menyusuri lorong kenangan masa lalu ketika akan mendarat di Kupang, NTT. Kota ini dikenal baik sebagai wilayah “Timor Barat”, melengkapi rangkaian dari “Timor Timur”. Siapapun da yg kerap mondar mandir di Timor Leste biasanya akan tau juga gimana situasi di Kupang juga. Wilayah Barat dan Timur memang mirip saudara sekandung yg saling melengkapi. Sayang, situasi politik akhirnya membuat wilayah ini bercerai dan tidak lagi hidup dalam satu atap yg sama.


Menggambarkan Kupang paling mudah yakni dengan melihat jalanan didalam kotanya yg membingungkan menembus area datar dan perbukitan curam. Penuh cabang dan simpang siur. Sepintas mirip dengan suasana jalanan kota Bandung yg penuh simpang dan ruas jalan tidak nyambung. Jalan utama  dan jalan cabang saling sambung centang perentang. Tata kotanya tampaknya tidak berjalan baik. Orang disini tampaknya juga tidak hapal nama jalan. Mereka lebih mudah mengingat nama kampung yg ada disepanjang jalan. Jadi agak susah bertanya arah jalan, misal saja bertanya “Dimana jalan Jend Sudirman?”, biasanya mereka akan bingung. Tapi coba sebutin nama kampungnya, maka masyarakat yg ditanya akan mudah memahami.

 
Ciri lain untuk mengenal kota ini
tentu saja dari angkot dalam kotanya yg berwana warni mirip lampu setopan disimpang jalan. Kota ini tidak punya taksi, mau tidak mau memang naik angkot atau ojek sangat dianjurkan untuk wisatawan yg mampir kemari selain tentu saja menyewa harian mobil yg jelas lebih mahal, Angkot di Kupang dikuasai oleh mobil kecil Suzuki Carry, sama seperti angkot dikota manapun dinegeri kita. Nama sebutan khasnya adalah bemo. Bedanya, angkot di Kupang punya ciri khas yg tidak ada duanya diseluruh negeri kita. Sebetulnya ini bisa menjadi ciri khas khusus spt Jeepney di Manila hanya sayang Pemda nya tidak membuat ini dalam kampanye wisatanya. Jadi kesan “suka suka” sendiri antar angkot masih terihat jelas disini.

Pertama, suara car sound system nya gokil abis, kenceng mampus, berisik edan. Antara satu angkot dengan lainnya akan bersaing keras dalam soal suara audio dari dalam kabin. Apalah, sebut aja begitu, pokoknya sumpah kenceng nya gila gilaan. Kuping gak bakalan kuat jika ada didalam sana. Pendatang yg tiba disini dan naik angkot akan terkaget kaget dengan mewahnya penataan audio didalam mobil dengan speaker merata dari depan kebelakang, plus equalizer, dan amplifier (penguat) yg berlebihan. Dentumannya sangat nonjok ketelinga sampai terasa berdenging keras. Didalam angkot, enaknya memang gak usah ngobrol. Abis mau ngobrol apa lagi kalo suara musiknya sekenceng itu dari speaker mobil? Jangankan ngobrol, minta angkot berhenti saja didekat titik tujuan juga susahnya ampun, harus teriak sekuatnya. Ketika ditaya, kenapa mereka memasang sound system begitu kerasnya, ternyata penumpang disini tidak mau naik kedalam angkot yg sepi tanpa musik keras. Polisi disini juga membiarkan saja angkot memasang suara sekeras itu sekalipun berpotensi membuat celaka dijalan akibat telinga tidak bisa mendengar suara diluar kabin mobil.

Kedua, angkot di Kupang selalu penuh dengan stiker yg ditempel disana sini. Mulai dari kaca depan, pintu mobil hingga kekacanya. Desain stiker ada yg djual bebas tapi ada juga yg memakai cara stiker potong sendiri. Cara ini mirip dengan lukisan dibelakang mobil truk yg mondar mandir sepanjang jalur pantura. Cuma bedanya ini pakai bahan stiker bukan cat. Selain stiker, mereka juga suka melapisi kaca film model cermin satu arah dimobilnya. Jangan Tanya, jika matahari tinggi, kaca mobil akan memantulkan sinar matahari kemana mana, silau abis.

Ketiga, semua angkot pakai antena. Ya betul antena panjang 1,5 m dibagian ekor mobil. Ada yg memberi satu, tapi banyak juga hingga 4 buah antena. Jika belum puas dibelakang, antena bisa ditambah di bemper depan plus diatas kap mobil. Sepintas mobil mirip landak penuh duri berdiri, hahaha. Tapi itulah uniknya, secara fisik memang bodi mobil tampak ramai dengan asesoris antena sama dengan ributnya suara audio mobil.

Keempat, angkot disini pakai klakson berirama dan sopir selalu membunyikan suara horn setiap 5-20 meter. Bayangkan jika ada 5 angkot ngetem disatu titik yg sama dan berebutan penumpang, bisa dipastikan semuanya membunyikan klakson bersamaan. Dan ini menimbulkan suara super riuh disana sini. Kebiasaan membunyikan horn tampaknya menjadi hobi tersendiri buat para sopir angkot. Rasanya, tidak sah angkot jika tidak bolak balik menekan tombol horn. Suara keras audio system dan suara berisik klakson mobil yg berirama kian menegaskan betapa riuhnya jalanan dikota Kupang.


Diluar soal keunikan angkot, penduduk Kupang juga dikenal gemar dengan dansa diperhelatan pesta. Acara besar tidak sah tanpa dansa, dan semua orang di Kupang dipastikan tau apa dan bagaimana dansa yg oke punya. Dansa disini jangan diartikan seperti jingkrak jingkrak di tempat dugem lho. Kalo mengambil contoh di disko yg cuma “godek godek” didepan speaker atau lompat sana sini, maka dansa diacara pesta setempat dalam arti sesungguhnya. Langkah teratur, pola berirama, dan indah dilihat mata. Jika tidak ada pesta, kelompok mudanya akan datang ke resto khusus yg menyediakan live music khusus untuk dansa. Satu malam ketika kami makan di resto “SR” (nama disamarkan) yg dilengkapi dengan organ tunggal dan vocalis nya, beberapa anak mudanya melakukan dansa bergantian. Kami sambil makan dan mendengarkan suara “super-super kencang” dari speaker, kami melihat bagaimana dansa dilakukan oleh pasangan pasangan ini. Makanan dan dansanya enak, tapi suara speakernya sungguh bikin jantung sampe copot, hahaha. Kita makan disini cuma diem saja karena memang gak bisa mendegar baik lawan bicara ngomong apa saking kerasnya suara speaker.  Really crazy loud, like a super concert. Entah mungkin beda gaya. Buat saya, seharusnya makan malam bisa diselingi ngobrol renyah sambil menikmati makan, kenyataannya kita sama sekali gak bisa ngobrol gara gara kerasnya suara.

 
Siang cuaca sangat terik. Panas disini beda rasanya dengan panas dikota manapun di Indonesia. Tapi dibanding Jakarta dan Surabaya, tentu saja panas di Kupang terasa lebih nyaman karena udara bersih membuat sinar matahari lebih bright. Langit biru pekat dan bersih dengan deretan pantainya yg panjang. Sayangnya, pantai didalam kotanya masih kalah jauh bersihnya dengan pantai Losari di Makasar. Disini pantai masih ada sampah berserakan. Citra Kupang sebagai target wisata bahari bisa amblas melihat kotornya pantai dikota.

Penduduknya baik dan ramah, sekalipun tabiatnya tampak keras karena cara bicaranya yg memang bersuara keras dan seolah membentak bentak. Buat yg tidak terbiasa, kesannya mereka marah kepada kita. Padahal sih engga. Mereka baik kepada pendatang spt kami. Disini paling mencolok adalah melihat bagaimana penduduk Kupang suka memakai helm sepeda motor kemana mana. Di mall, ditoko, dimanapun helm dipakai dikepala. Masalah helm lenyap saat motor dipakir memang menjadi masalah tersendiri yg menyebalkan. Jadi tidak aneh jika melihat mereka kemana mana memakai helmnya.

Muka penduduknya hampir mirip dengan Ambon dibanding dengan “tetangganya” sesama Timor. Artinya disini melihat “cowo ganteng” dan “cewe cakep gubrak” adalah biasa. Tentu saja “cakep” disini artinya mebawa ciri suku dan rasnya yakni kulit hitam dan rambut ikal atau keritng. Di Kupang banyak dijumpai “tampang keren”.

Entah kenapa saya ingat salah satu teman (cewe) saya yg dulu mencari cowo dengan kriteria: berkulit gelap dan setia. Jika itu yg diinginkan, seharusnya dia kesini, karena di Kupang banyak cowo ganteng. Dan tentu saja mereka berkulit gelap. Hahaha, secara fisik kriteria terpenuhi kan, tapi gak tau kalo soal setia gak tau yak arena itu gak akan pernah bisa keukur jelas disemua manusia manapun, cowo atau cewe (garis bawahi itu ya: cowo dan cewe)

 
Kupang kota yg unik sebetulnya. Sayang wisatanya belum masih dalam skala tanggung dan amatiran. Mau hidup tapi ngos ngosan, mau mati pun tak mau. Seharusnya, mereka menjadi target destinasi wisata yg bagus karena airport Kupang adalah kota yg mempunyai arah tujuan ke kota besar lain. Sayang, isinya cuma
begini begini saja. Jikapun ada wisata, maka itu tentu saja wisata diving dan mancing. Semuanya untuk wisata bahari. Sedangkan wisata didaratnya masih tanggung dan tidak bagus.  Sayang beribu sayang.  ****hsgautama.multiply.com

 

Ovak Vuvue , bahasa Rote, artinya meniti buih ombak.





Blog EntryMelancong ke NTT > Langit Biru dan Laut LepasJun 5, '08 4:23 PM
for everyone
Langit biru terbaik yg pernah dilihat oleh mata
dan laut luas dengan ombak besar yg menggetarkan hati....








*** enak bener cuti yak hehehehe....



.


Blog EntryHand Guard di Yamaha MXJun 1, '08 2:58 AM
for everyone
Hand guard sepeda motor gunanya untuk melindungi jari tangan dari hantaman hebat jika terjadi kecelakaan.
Peletakannya bukan untuk pemanis, dia memang ada fungsinya. Dari banyak kasus kecelakaan Lantas, buku jari menempati urutan lumayan tinggi sebagai organ vital rider yg mengalami luka atau remuk akibat hantaman (dan terjepit). Jari tangan yg memang paling kecil bentuknya dari seluruh anggota tubuh kita, adalah organ tubuh yg rawan terkena luka serius. Kecil dan mudah remuk, dan jika ini terjadi, maka penyelesaiannya dimeja operasi adalah diamputasi atau dibuang.

Ini bukan cerita nakut-nakutin, paling tidak tahun silam salah satu kolega kantor mengalami kecelakaan motor dan mengakibatkan satu ruas jari kelingkingnya dipotong karena remuk. Untung bukan seluruh pergelangan tangan, dan "cuma" satu ruas jari saja.

Perlindungan telapak tangan dan jari tangan tentu saja dengan memakai sarung tangan yg tebal dan baik shg dapat melindungi dengan optimal. Selain sarung tangan yg tebal itu, memberi tambahan pemasangan dengan hand guard yg memadai.
Rasanya, membeli hand guard dikisaran Rp 50.000 atau Rp.100.000 tidak ada artinya dibandingkan harga sebuah telapak tangan utuh yg berfungsi baik kan. Memasangnya sebelum terjadi kecelakaan adalah langkah yg bijak. **hsgautama.multiply.com

Foto jari putus dari sini.






.

Blog EntryPisau Belati Teman PerjalananMay 20, '08 5:51 AM
for everyone

Rasanya udah lama bener gak liburan jauh sambil membawa pisau belati. Liburan cuti nanti ke NTT, salah satu diantara belati keren ini akan dibawa kesana.

 
Membawa ini artinya memang jenis perjalanannya butuh pisau panjang. Sebilah pisau yg tajam, besar dan kuat adalah sama artinya dibutuhkan sebagai item kritis yg dibutuhkan dalam
perjalanan. Penting, jika gak bawa beginian jadinya malahan bisa merepotkan jika nantinya butuh pekerjaan potong memotong sesuatu, menebas, mencincang, dstnya. Membawa pisau dijaman ini apalagi dikota besar memang bukan langkah bijaksana. Bisa dianggap mau ngerampok atau membunuh org lain, urusannya bisa berujung dengan nginep dikantor polsek. Tapi dalam beberapa tipe perjalanan panjang kearea jauh (non populated, remote area), membawa pisau belati dianggap sah dan bahkan dianjurkan. Perjalanan hiking, trekking, diving, atau memancing biasanya kudu bawa belati.

 
Pisau belati utuh adalah pilihan paling ideal jika dibawa pergi jalan kearea sepi.
Kategori pisau banyak jenisnya spt yg bisa dilihat di Top Knives, namun biasanya pilihan terbaik untuk traveling adalah survival knife. Belati dengan bilah yg utuh jadi satu dari ujung depan hingga kebelakang (area telapak tangan) adalah pilihan terbaik mengingat kekuatannya lebih terjamin. Pisau lipat dianggap pilihan kedua dalam soal kekuatan dibandingkan belati utuh, sekalipun pisau lipat (utility tools knife) memang sangat compact dan mudah dibawa dibanding
belati.  Seperti dikatakan bahwa belati yg utuh dalam satu lempengan baja adalah pilihan terbaik disisi kekuatan. Jangan samakan dengan golok lokal karena biasanya bilah bajanya hanya cukup sampai gagang saja, tidak utuh sampai area telapak tangan. Golok tidak bagus disisi kekuatan dan tidak awet karena gagang tangannya sering copot.

Contoh pisau utuh dalam satu lempengan baja spt foto pisau gagang kuning seperti dibawah ini:



 

Pisau survival idealnya mempunyai bobot yg fair, lengkungan bilah yg ideal, dimensi yg pas, tidak terlalu tipis bajanya tapi berkualitas, lebar cukup, dan panjang yg memadai. Terlalu kecil dia akan tidak baik, tapi juga terlalu gede macam pisau Rambo, itu juga bikin nyesek bawanya. Misal saja, jika mau pergi memancing bawa pisau survival gaya Rambo dengan panjang spt golok tebas, maka ini mirip mau membunuh nyamuk dengan meriam. Pisau survival juga beda dengan pisau lempar, karenanya bobotnya tidak perlu imbang antara sisi tajam dan sisi telapak tangan, selama ketika diayun bobotnya terasa fair dan enak itu sudah cukup. Ketebalan bajanya juga patut diperhatikan. Jangan kelewat tipis, nanti membelah kelapa gak mampu dan malahan bengkok.
Kenapa
mencontohkan buah kelapa, karena kelapa ada di pantai manapun dimuka bumi ini, dan buahnya sangat keras. Artinya jika pisau itu dapat mengupas kelapa maka dipastikan "benda" lainnya akan mudah dihancurkan oleh pisau ini. Buah kelapa memang alat tes terbaik. Jangankan pisau, bahkan batang kelapa dibelah dua lalu dijadikan tameng pos tentara diarea baku tembak, maka batang pohon kelapa ini mampu menghentikan peluru AK-47 combat rifles yg terkenal kejam dan mematikan dijarak 100-300m, Tidak ada pohon lainnya yg mudah ditemukan dimanapun, ekonomis, dan sangat keras kecuali kelapa. 

Setelah dimensi dan kekuatan bajanya, maka lihat sisi dalam pisau itu. Jika cuma ada bagian tajam saja tanpa sisi yg mirip gigi gergaji, maka jangan pakai pisau macam itu. Pisau yg baik dalam satu bilahnya terbagi dua sisi. Pertama sisi tajam untuk memotong dan mencincang. Sedangkan sisi lainnya adalah gergaji untuk memecah dan mematahkan kayu atau benda keras spt kayu atau kelapa. Keduanya dibutuhkan dilapangan jika sewaktu waktu dibutuhkan. Pendek kata, tentukan saja kebutuhan macam apa yg perlu ada dalam sebilah belati. Jika mau praktis "one takes all" maka pisau survival adalah pilihan bijaksana. daripada bingung mending ambil pilihan itu kan. Dan daripada tidak ada sama sekali tanpa bawa pisau pergi jauh, itu bukan sikap yg tepat *** hsgautama.multiply.com

 

Link lain tentang pisau bisa lihat di  1  2   3  

 



 

 .


Blog EntryPets > Rukun Hidup BersamaMay 19, '08 11:49 AM
for everyone
Tiga anak manis tiduran dengan nyaman berdampingan.
Agak mengherankan bagaimana ketiganya bisa sadar bahwa hidup satu atap itu butuh kenyamanan dan kata sepakat untuk menjaga suasana tetap teduh.
Kucing dan anjing digambarkan tidak pernah ada titik temu.
Dan memang, si Bull, anjing ini, akan menerkam kucing manapun yg masuk kehalaman rumah. Tanpa ampun akan dikejar dan diterkam. Herannya dia tau dua kucing lainnya, cipung dan jumpy, layak disebut saudara satu atap yg tidak boleh disakiti. Tidak aneh kalo tidur bisa berdampingan, dan waktu makan juga begitu. Si kucing mendapatkan Friskies, plus si Bull juga makan Friskies (apaaaa rasanya makan makanan buat kucing? aneh juga ini anjing).

Memelihara binatang apapun itu, seringkali kita mendapatkan kenyataan aneh yg tidak seperti digambarkan pada umumnya.
Dulu ketika rumah ini ada angsa dua ekor, saya juga baru tau jika angsa punya ingatan untuk mengenali si pemilik rumah, dan siapa saja yg tamu. Jika ada tamu maka tanpa ampun dia berteriak nyaring sambil nyosor. Sedangkan pemilik rumah yg masuk akan diam saja. Menariknya, ternyata angsa mau juga mendekat dan dielus elus sampai merem merem. Duh kayak cewe banget lah, kekeke... manjanya top juga.

Moral ceritanya, cobalah memelihara binatang apapun dan ketahui karakternya. Bahkan beda jenis dan sifat pun pasti ada hal unik yg bisa ditemukan antara hubungan diantara mereka sendiri.  Buat yg suka sama binatang, maka ini sebuah keasikan tersendiri.
Bahkan jika halaman ini luasnya 10x stadion senayan, bisa bisa disini dipelihara Jerapah dan Kuda Nil, sayang halamannya gak cukup luas menampung binatang segede itu










Blog EntryObrolan Ngopi Dengan AmatulMay 13, '08 2:15 AM
for everyone