“Gua kayak germo nih, bawa hape sampe tiga buah”.
Kalimat ini pernah diucapkan dengan becandaan menanggapi banyaknya hape yg harus dibawa setiap hari ketika berangkat kerja. Hidup ini seharusnya bisa efisien, tapi nyatanya gak efisien juga dengan membawa beberapa nomor berbeda. Dua nomor milik pribadi (GSM dan CDMA) satu lagi nambah no XL buat urusan kantor. Memberatkan, bikin repot menyimpannya dan sama sekali tidak efisien. Germo biasanya bawa hape sampai beberapa buah, itu untuk kepentingan yg berbeda satu dengan lainnya antara diri si germo, si anak asuhnya, dan si pelanggan.
Realitas membawa hape lebih dari satu, minimal 3 buah ini menjadi pemandangan jamak dikalangan pekerja perkotaan. Kebutuhan akan mobilitas komunikasi riil karena tuntutan gawean, atau karena tertarik dengan iming iming pulsa murah (misal karena pacaran jarak jauh antar kota), maka punya nomor beberapa buah itu dirasakan perlu.
Tapi ada juga yg gak suka dengan kondisi ini. Coba saja tanya dengan para istri simpanan, pacar gelap, atau apapun yg serba tertutup. Pasti soal “nomor hape yg lain” adalah sebuah keniscayaan yg pernah mewarnai awal hubungan gelap mereka.
Saya pernah ngobrol dengan beberapa orang perempuan yg pernah menyandang sebutan sebagai “istri simpanan”, “istri gelap”, “pacar gelap” dstnya. Mereka satu dengan lainnya pasti kompak mengatakan, bahwa jika berkenalan dengan pria yg membawa hape lebih dari satu pasti mereka curiga. Saya termasuk "dicurigain" karena bawa hape lebih dari satu 
Mereka pikir, nomor itu salah satunya dipakai untuk urusan “gelap gelapan”. Bukan urusan “terang terangan”. Hahaha. Komentar itu dulu mungkin benar. Ketika perang tariff belum sehebat jaman ini. Dulu, 5 tahun silam, jika bawa
hape sampe 2, atau punya nomor lebih dari satu disaku celananya, biasanya itu diartikan oleh para perempuan tadi bahwa si pria itu punya simpanan. Dus artinya, para istri sah yg selalu “keluar tanduknya” setiap pagi, pasti tidak lupa akan bertanya ketus, kenapa suaminya punya nomor hape hingga dua atau lebih.
Punya nomor lebih dari satu juga pilihan karena alasan sipemilik termasuk supel dan cerewet. Misal, salah satu temen dikantor, dikenal sangat supel. Proses kenalan via email, chatt atau lewat multiply bisa dengan cepat langsung berujung dengan ngobrol halo halo . Muke gile, saking cepetnya, saya sendiri sampe geleng geleng kepala. Mungkin bakat atau memang karena supel dan bawel, dia bisa ngobrol nerocos tanpa henti membuat dia memang mudah masuk kesemua orang, apalagi cewe, dan a-p-a-l-a-g-i cewe cakep.
Hehehe. Orang macam dia ini jelas butuh hape dengan pulsa murah. Kalo perlu, dia harus bawa hape dengan kartu operator yg paling top rated menyediakan pulsa murah. Simpati ada, Fren punya, Bebas ada. Semua adalah. Hehehe. Komplit. ***hsgautama.multiply.com
