Blog EntryFotografi > Tas Kamera Apa yg Pas?Mar 21, '08 9:41 AM
for everyone
Bagaimana memilih tas kamera?

Ini pertanyaan mendasar dan pertanyaan seperti ini pasti ada dikepala setiap orang yg suka dengan fotografi (atau videografi), baik itu dia sekedar hobiis amatir ataupun seorg prof. Tas adalah tempat menyimpan peralatan dan membawanya kian kemari dibutuhkan sebagai sebuah keharusan. Tas itulah yg akan menyimpan semua jenis dan bentuk alat, membawanya kesana sini secara ringkas, membuatnya terlindungi, dan menjaganya dari tercecer disembarang lokasi.

 
Ternyata dari semua hal itu, masih ada hal lain yg perlu diperhatikan oleh user sipemakai tas tsb. Beberapa pokok pikiran yg bisa jadi berbeda antara tiap orang pemakainya dikarenakan alasan spesifik yg hanya diketahui oleh si user tsb. Patokan personal itulah kemudian menjadi dasar user mencari sebuah tas tertentu yg dianggap paling pas buat dirinya, sedangkan tas jenis lainnya malahan dianggap gak bagus sekalipun harganya lebih mahal karena memakai bahan yg lebih top.

 

Perlindungan optimal.
Nyaris semua tas kamera diklaim memberikan perlindungan optimal atas dua hal: benturan dan kedap air. Karena itu bahan kainnya biasanya memang kanvas tebal atau material yg mempunyai lapisan yg membuat air tidak meresap. Selain itu, tas kamera biasanya tebal dan gendut, ini dikarenakan banyaknya lapisan busa anti benturan yg ditanam disekujur tubuh tas. Tapi bukan berarti ini lantas dianggap bahwa tas spt ini lantas jadi “bagus banget”.   Justru banyak kalangan fotografer pro yg jengkel dengan tas yg gendut karena dianggapnya tidak bisa dibawa melewati kerumunan massa dengan luwes dan pasti tersangkut diantara kerumunan tsb.  Tas yg lunak tapi punya perlindungan bagus justru yg disukai oleh kelompok ini. DOMKE  adalah salah satu brand lama yg mengklaim dirinya membuat tas yg aman tapi punya kelenturan yg baik buat fotografer pro agar mudah bergerak kesana sini. Jenis busa pun beragam, ada seluruh tas dilapis busa, dan ada yg hanya dipojokan dan dasarnya saja. Tiap tas dan brand mempunyai patokan tersendiri disesuaikan oleh keinginan usernya. Karena itu sekalipun sudah ada busanya toh isi sekatnya masih bisa dibongkar pasang sesuai jenis dan dimensi alat yg dibawa oleh fotografer kelapangan.



 
Ransel mirip daypack atau dicangklong dipundak.
Pilihan tas paling banyak dipasaran terbagi dua kategori, yakni tas kamera model ransel daypack, atau tas dengan gaya digantungkan dipundak. Keduanya jelas beda dalam soal distribusi berat. Tas ransel
cocok untuk  tipe perjalanan jarak jauh antar kota dan pemotretan panjang dari satu lokasi kelokasi lainnya, sedangkan tas pundak lebih cocok untuk pemotretan pendek dan cepat. Seorang fotojurnalis kebanyakan memilih tas cangklong pundak karena peralatan yg dibawa lumayan berat perharinya yakni 2 bodi kamera, 2 flash + 2 powerpack, 1 lensa superwide, 1 lensa medium tele, dan pernik kecil tambahan. Tas pundak terasa sangat berat menekan pundak, top loading, dan karena itu cocok untuk pemotretan jarak pendek serta singkat. Selain itu, buat fotojurnalis, tas pundak gampang diawasi mata apabila dipakai bekerja diantara kerumunan manusia dibanding tas ransel yg ada dibelakang punggung (jangan dicopet gitu).

Kejelekan lain tas ransel adalah soal cara membuka resletingnya yg umumnya langsung terbuka lebar. Artinya resiko tumpahnya lensa dan camera terjatuh mendadak sangat mungkin terjadi. Karena itu membuka kamera dan lensa didalam tas ransel harus dalam keadaan berhenti, tas diletakan di ground, lalu alat dibuka pelan, kemudian baru bisa kembali bekerja. Buat fotojurnalis atau fofografer pro yg suka hunting dijalanan, ransel jelas menghambat kecepatan gerak mengambil alat sembari bekerja berbarengan.
Untuk peralatan yg ekstra banyak yg akan dibawa berpergian antar kota, kini sudah ada tas kamera gaya koper dengan roda agar mudah didorong kesana kemari. Memudahkan dan mempercepat gerakan perpindahan manusia dan alat berbarengan.

 

 

Gua keliatan keren gak ?
Ini masalah jualan tampang memang. Banyak yg mengatakan perlunya “gaya” ketimbang fungsi, warna dan cut menjadi urusan nomor satu. Jadi ketika membeli tas kamera, pada akhirnya gaya j
uga yg dipikirin ketimbang fungsinya. Misal saja ada anggapan pemakai brand lawas spt DOMKE dianggap pasti dia fotojurnalis pro atau reporter kawakan, Billingham beken dikalangan fotografer  top di Eropa, sedangkan brand Lowepro dan Tamrac pasti dia fotografer yg suka hunting kesana kemari, sambil mengerjakan proyek client serius, membawa kamera banyak dan penuh lensa berukuran  besar didalam tas. Sedangkan jika pakai brand pendatang baru spt Crumpler, Caseman atau Bagman, ini dianggap sebagai  hobiis , gabungan antara fashion victim atau gadget freak yg suka motret disana sini.   Bahkan ada juga brand baru yg muncul dipasaran sini dengan nama “National Geographic Bag”. Agak bingung dengan maksud nama ini, mungkin maksudnya, jika memakai tas ini maka akan tampak spt jurnalis dan peneliti yg bekerja utuk Nat Geo, pergi kesuku suku terasing dan tanah terkucil nan eksotis dijung sebuah hutan lebat. Hehehe, membangun image itu memang urusan yg ajaib kok 

 

 
Terlihat jelas atau tersembunyi.
Sebetulnya ini sebuah kenyataan, bahwa banyak yg tidak suka terlihat membawa peralatan foto dan seabreg gadget yg ada didalam
tas nya ketika berpergian. Ada yg memilih low profile dan tampak bersahaja saat jalan kesana kemari tanpa terlihat membawa kamera dan macem macem. Tas nya hanyalah tas ransel daypack biasa merk lokal EIGER yg biasa dipakai kebanyakan anak SMA. Betul betul tidak ada keliatan jelas dia bawa peralatan kamera.

Cara ini juga disukai oleh kebanyakan fotografer di agensi kokoh spt MAGNUM. Fotografer Magnum rata rata membawa kamera utamanya adalah LEICA, sedangkan kamera jepang justru sampingan saja. Toh begitu mereka sukanya membawa tas lecek dan kumel mirip bule miskin yg nyangkut di jalan Jaksa. Sama sekali gak keliatan membawa 3 kamera Leica dan lensanya yg total harga satu tas itu bisa 300 jutaan lebih. Misal saja, Sebatiao Salgado dari Magnum ketika ketemu dia airport Cengkareng tahun 93, dia membawa tas busuk bulukan yg didalamnya ada 4 kamera LEICA plus semua lensanya. Ajegile, beda jauh tampang dan isi.   Sebaliknya, ada yg suka terlihat sepeti fotografer beneran. Baik itu karena dia memang fotografer pro atau amatir. Rasanya tidak sah jika tampangnya gak keliatan spt fotografer beneran. Karena itu semua tas nya mempunyai stempel brand beken, dan biasanya tidak murahan.

 

Saya sendiri… saya gak suka keliatan bawa alat macem macem.
Lebih suka terlihat spt jalan jalan biasa. Sejak tahun 90an jobdesknya “making a visual” membuat saya bosan berat membawa peralatan yg banyak. Buat saya, makin ringkas makin baik, makin tidak kelihatan bawa alat makin bagus. Apalagi jaman kini, alat semakin kecil saja ukurannya dan kian powerfull. ***hsgautama.multiply.com

 

 

Link keren (dan asal foto produk disini):

http://www.lowepro.com/
http://www.tamrac.com/
http://www.cambags.com/camera_mainpage.htm
http://www.tiffen.com/products.html?tablename=domke
http://www.bagmanworld.com/products
http://www.crumplerbags.com/Cart/index.php?catId=22
http://www.billingham.co.uk/pages/index.php
 

 .....





35 CommentsChronological   Reverse   Threaded
dezig wrote on Mar 21
saya juga suka yang ringkas-ringkas...
btw ini ringkas benerrrr
ojifaroz wrote on Mar 21
sesuaikan peralatan dan kebutuhan,sesuaikan kebutuhan dgn kepentingan,sesuaikan kepentingan dgn isi kantong,hehehehee.......
hsgautama wrote on Mar 21, edited on Mar 21
Om Dezig, biasanya sih cuma ngandelin kamera poket kok. Masuk disaku celana beres. Tiap hari bawa itu saja. Dan lihat saja rata rata foto jurnalis mid-age juga bawa dengan cara ini, misal saja Oscar, Arbain Rambey, Julian Sihombing, anak Reuter, AFP, dll caranya sama, gak mencolok dan keliatan biasa saja. Liat aja wiken mereka jalan lenggang kangkung kayak gitu.

Kalo bawa sgitu dailyjob misal, karena namanya juga kerjaan emang disini, mau gak mau bawa alat standar seharusnya spt itu. Sudah kecetak disiplin nya begitu. Tapi bawanya didalam ransel bulukan saja, bukan tas khusus untuk alat foto.
benubuloe wrote on Mar 21
ooooooooo hhhhhhhhhhh keeeeeeeeh manteeeeepppppppp kaleeeeeee
hsgautama wrote on Mar 21
sesuaikan peralatan dan kebutuhan,sesuaikan kebutuhan dgn kepentingan,sesuaikan kepentingan dgn isi kantong,hehehehee.......
Kan mending tas ransel eiger, lebih murah dong....
hsgautama wrote on Mar 21
Mantaaaap Benoe, besok ke Bandung bareng eijk ??
tehrina wrote on Mar 21
kalau punya aku cukup2 aja n sesuai khan..he..he...
malah teman saya mengira itu tas fashion biasa...dibilang nya lucu..n gendutt
nanti kalo udah pro baru beli tas yg kayak diatas...nuhun ah info na...jadi tau musti nya beli yang kayak gimana..
budissimo wrote on Mar 21
my ultimate weapon: finepix f31fd hehehe
adauzzz wrote on Mar 21
Produk Indonesian Journalist kategori apa yaah mas ?
hsgautama wrote on Mar 21
adauzzz said
Produk Indonesian Journalist kategori apa yaah mas ?
yg mana? emang bikin tas?
hsgautama wrote on Mar 21
my ultimate weapon: finepix f31fd hehehe
kamera poket yg di JPG kemaren? kecil dan cepet nyari face detect itu kan.
bagus kok itu :-)
hsgautama wrote on Mar 21
tehrina said
kalau punya aku cukup2 aja n sesuai khan..he..he...
malah teman saya mengira itu tas fashion biasa...dibilang nya lucu..n gendutt
nanti kalo udah pro baru beli tas yg kayak diatas...nuhun ah info na...jadi tau musti nya beli yang kayak gimana..
Pakai apa teh, caseman? Itu sudah cukup untuk bawaan segitu, dan memang chick, sangat urban, gaya banget :-))
slyaja wrote on Mar 21
kl aq biasanya bw 1 body kamera, n 2 lensa dalam satu tas gembolan yg sehari2 aq bawa, mas...dah gitu disumpel2 ma handuk yg agak tebal supaya gak kejadak-kejeduk didlm tas...lbh praktis...:) walaupun aq punya tas kamera model minitrekker...mendingan bw satu tas aja, ribet euy bw tas banyak2...hehehe.
hsgautama wrote on Mar 22, edited on Mar 22
Pakai handuk? Mending beli tas khusus lensa yg bisa digantungkan diluar bodi mini trekker itu spy efisien dan antisipasi atas gerakan, juga proteksi.
Itu kalo mau sih hehehe
sabtuminggu wrote on Mar 22
tas kamera paling engga ada 2 buah: sebagai transporter.. dan sebagai 'carrier'. yang carrier cukup yg minimalis aja supaya tidak menghambat gerak... kalau transporter ya jelas untuk bawa cargo hehe.. :)
ferdiyan wrote on Mar 22
satu yang jelas gue percaya sebagai tas kamera (apapun bentuknya): Lowepro ! heheheheh...
hsgautama wrote on Mar 23
tas kamera paling engga ada 2 buah: sebagai transporter.. dan sebagai 'carrier'. yang carrier cukup yg minimalis aja supaya tidak menghambat gerak... kalau transporter ya jelas untuk bawa cargo hehe.. :)
Satu cargo??? Hahaha!
hsgautama wrote on Mar 23
satu yang jelas gue percaya sebagai tas kamera (apapun bentuknya): Lowepro ! heheheheh...
Lowepro memang produk lawas,
jelas dia punya riset perilaku konsumen yg memadai, mutu kualitas jenis bahan dan desainnya, shg jauh lebih baik dari pesaingnya.
sabtuminggu wrote on Mar 23
Satu cargo??? Hahaha!
kulakan kalee.. hehehe
goshgosh wrote on Mar 23
yah kalo bawaan lagi banyak pake artrek yg mirip minitracker.. kalo lagi main2 pake domke yg ga ada merk nya
hsgautama wrote on Mar 23
Domke gak ada merk? Maksut nya yg abal abal? Ada sih, kemaren di Camzone liat itu warna dan sepintas jenis bahannya mirip banget, warna coklat khaki juga.
Tapi begitu dipegang materialnya beda, bukan ballistic nylon, lalu shoulder strap nya juga beda. Gakpapa, selama itu bisa menjaga peralatan dengan baik pakai aja sih :-))
peggybunny wrote on Mar 23
aku kepincut crumpler, warna warni dan gak keliatan kaya tas kamera
hsgautama wrote on Mar 23
Crumpler sama gayanya plek dengan Caseman dan Bagman. Harganya beda, kalo gak salah.
Pilih yg mana terserah sih, asal pas dengan... duit dan tujuan :-))
peggybunny wrote on Mar 23
Crumpler sama gayanya plek dengan Caseman dan Bagman
iya, itu mana yg leader mana yg follower ya?
hsgautama wrote on Mar 23
Gak tau blas hehehe...
iwicaks wrote on Mar 24
setau gue sih crumpler duluan. emang di indo crumpler baru aja masuk, tapi di oz, us, dll udah lumayan lama. cmiiw.

Mas G, article yg asik!
wicak.
-pengguna crumpler dari taon 04.
mburux wrote on Mar 24
wah. harusnya baca ini dulu nih sebelum kemaren nyari tas.
masalahnya di saya, bukan hanya kamera dan lensa yang kudu masuk, tapi juga laptop.
akhirnya kemaren beli eiger. murah dan buatan anak negeri sendiri. hihi.. :-p
tapi, masih cari yang lebih enak sih, karena yang ini.. BERAT BANGET!!!
hsgautama wrote on Mar 25
iwicaks said
setau gue sih crumpler duluan. emang di indo crumpler baru aja masuk, tapi di oz, us, dll udah lumayan lama. cmiiw.

Mas G, article yg asik!
wicak.
-pengguna crumpler dari taon 04.
Aaa mas Wicak ternyata pemakai Crumpler. Betul disini tas ini baru masuk jadi banyak yg gak tau.
Thank mas buat tambahan nya :-)
hsgautama wrote on Mar 25
mburux said
wah. harusnya baca ini dulu nih sebelum kemaren nyari tas.
masalahnya di saya, bukan hanya kamera dan lensa yang kudu masuk, tapi juga laptop.
akhirnya kemaren beli eiger. murah dan buatan anak negeri sendiri. hihi.. :-p
tapi, masih cari yang lebih enak sih, karena yang ini.. BERAT BANGET!!!
Heheh gimana gak berat, lha wong peralatan kamera dan laptop masuk jadi satu? Bawa laptop sorangan saja udah berat, apalagi dengan kamera dll.
Bukan soal kok tasnya merk apa, total alat itulah yg berat.
Beda signifikan merk secara konkret dalam pemakaian, paling di mutu bahan dan "rasa jatuhnya" kamera dibadan yg tiap org beda selera. Misal, tas lokal itu selalu dianggap jelek di kualitas bahan (kanvas murahan), atau strapnya terasa tipis dan nyakitin pundak.

Kalo soal jahitan tas, wah kita termasuk top lho, gak diragukan rapihnya :-))
Terbukti lah tas buatan luar juga diorderin kemari kok. Sesusah apapun bisa diladeni sama penjahit tas lokal, apalagi yg di Bandung.
priaberbajuhitam wrote on Mar 26
jadi punya tas dulu ato kamera dulu yah...
hsgautama wrote on Mar 26
kamera aja dulu, tas bisa pakai apa saja.
donodomo wrote on Apr 5
aku penggemar tas buatan bandung, dari model ransel dan slingshot. karena murah dan tidak mencolok. Sisa duitnya dibelikan loweprod dryzone 200 hehehe... maklum.. aku takut aer...
donodomo wrote on Apr 5
aku penggemar tas buatan bandung, dari model ransel dan slingshot. karena murah dan tidak mencolok. Sisa duitnya dibelikan loweprod dryzone 200 hehehe... maklum.. aku takut aer...
hsgautama wrote on Apr 5
aku penggemar tas buatan bandung, dari model ransel dan slingshot. karena murah dan tidak mencolok. Sisa duitnya dibelikan loweprod dryzone 200 hehehe... maklum.. aku takut aer...
Kemaren sore ketika main disalah satu toko punya kawan lama, disana ada drzone, harganya mahal juga ya katanya 2 jeti.
donodomo wrote on Apr 17
Kemaren sore ketika main disalah satu toko punya kawan lama, disana ada drzone, harganya mahal juga ya katanya 2 jeti.
iya oom.. tapi dengan janjinya waterproof mantap oom
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help