Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryApr 18, '08 6:43 PM
for everyone

Apakabar kamera Polaroid?

Jaman sekarang melihat kamera ini seperti menemukan fosil saja. Ditengah hiruk pikuk serbuan kamera saku digital dan juga hape berkamera, kamera Polaroid seperti habis sudah dimakan jaman. Tidak laku dan tidak ada lagi yg mau memakai kamera ini, selain tidak ada yg menjual disini.

Namun, sesungguhnya selama 10 tahun terakhir,  Polaroid masih dipakai dibeberapa wilayah dikota besar. Dan tempatnya beredar  hanya ada diarea wisata yg ramai pengunjung. Katakan saja jika ke Ancol atau ke kebun binatang Ragunan, para fotografer keliling dengan pintar merayu pengunjung agar mau berfoto memakai Polaroid. Pengunjung yg datang tanpa kamera, bisa mendapatkan jasa fotografer keliling ini untuk berfoto bersama. Saat indah akan terekam bersama Polaroid, sebuah kenangan manis bak suvenir yg indah diingat kelak.

Polaroid ditemukan oleh Edwin Land dengan nomor paten 2435720. Dia adalah pria amerika yg melahirkan satu alat fotografi jenis baru yg disebut sebagai kamera foto instan langsung jadi. Cikal bakal kamera pertama Polaroid beredar dipasaran sekitar November 1948 dan mendapatkan sambutan antusias. Tahun 1960, dengan menggandeng Henry Dreyfuss ia kemudian melahirkan jenis kamera bernama Automatic 100 Land Camera, lalu kemudian muncul Polaroid Swinger camera tahun 1965.

Selama masa jayanya Polaroid mengeluarkan beberapa tipe dan jenis kamera dipasaran. Dan tanpa diketahui banyak publik di Indonesia, Polaroid sebetulnya juga mengeluarkan tipe ‘movie camera’ yang juga mempunyai prinsip sbg kamera instan. Nama produknya adalah: Polavision. Satu unit alat ini termasuk kamera, film nya, dan tentu saja alat untuk melihat (movie viewer). Sayang, polavision tidak berjaya dipasaran karena dia hanya mampu memakai ASA 40 yang artinya saat pengambilan gambar harus membutuhkan cahaya super terang.

******


Dipenghujung tahun 1992 ketika akan  ditugaskan kepedalaman Kalimantan Timur menuju kedesa desa diatas Barong Tongkok, saya menyambut antusias penugasan ini. Kapan lagi masuk kepedalaman hutan Kalimantan via jalur sungai?  Perjalanan satu trip lumayan panjang yakni bisa 3 hari dan 2 malam diatas perahu besar menyusuri sungai, belum lagi ditambah dengan naik speed boat kecil dan ditambah naik ojek beberapa kali  (jhalan-becheeck), belasan jam menembus jalan setapak ditengah rimba. Transportasi disana memang seperti itulah. Terasa betul namanya perjalanan dari Balikapan sampai kedalam hutan.

Sehari sebelum keberangkatan, saya meminjam kamera Polaroid dari seorang kawan baik, lalu membeli dua pak film instant nya ke Pasar Baru. Harganya lumayan mahal. Tapi saya butuh itu. Kamera Polaroid ini adalah cara saya “berkomunikasi” dengan penduduk lokal ditempat tujuan nanti. Dengan memotret mereka sekeluarga lalu memberikan hasil foto ketangannya langsung akan membuat saya mudah diterima diantara kelompok kelompok suku disana dan keluarga kecil dipedalaman. Fotografi sebagai bahasa, dan selembar foto instan saya pakai untuk mendekatkan diri saya dengan mereka secara lebih cepat dan akrab. Jawabannya adalah dengan Polaroid yg menakjubkan itu.

 
Februari kemarin ketika Polaroid mengatakan kepada CNN Money bahwa mereka 'naga-naganya' mau menutup usahanya memproduksi film dan kamera instant ini, saya langsung merasa bersedih. Pada akhirnya memang pasar lebih berpihak kepada teknologi baru yg lebih cepat dan semakin instant yakni kamera digital, sekalipun bukan berarti kamera digital artinya “cetak cepat” spt halnya Polaroid. Mengingat beberapa keberhasilan penugasan saya justru karena kamera Polaroid yg membantu mencairkan jarak antara saya dan narasumber, rasanya secara historis saya pribadi  juga punya 'cerita  berwarna' dengan kamera jenis ini. Dan sekarang ketika dikatakan kamera ini akan dihapus dari pasaran, kita akan kehilangan salah satu landmark penting dalam sejarah 100 tahun lebih fotografi. Dan bukan saya saja, para “tukang foto keliling” di Ragunan dan Ancol pasti akan kehilangan pekerjaan jika memang Polaroid tidak akan meneruskannya atau mereka tidak menemukan partnership yang masih mau memproduksi film dan kamera jenis ini lagi dikemudian hari. **** hsgautama.multiply.com

 

 Pics from here.



PETISI ONLINE :

Online petition - Save Polaroid Film!!






 

29 CommentsChronological   Reverse   Threaded
Comment deleted at the request of the author.
sz520qm wrote on Apr 18, '08
Yoi nih...mat kodak yg biasa pake polaroid sudah ada yg beralih digital and jg menyediakan jasa cetaknya (via printer) yang dia taro tdk jauh dari tempatnya mangkal..makin kreatif dah hehehe
hsgautama wrote on Apr 18, '08
owww dimana adanya itu om?
hellmeed wrote on Apr 18, '08

brrrrrrrmmmmm............ citttttttt.......

met pagi bro..

:)
hsgautama wrote on Apr 18, '08
pagi juga bro helmit :-)
sz520qm wrote on Apr 18, '08
owww dimana adanya itu om?
Saya prnah liat brita di Tv ..klo gak salah di surabaya..saat ada trip gratis utk msyrakat mencoba kapal AL..Abis jepret lngsung dia mojok trnsfer-print hasil fotonya dipojokan dekat dek kapal..kreatif
hsgautama wrote on Apr 18, '08
TNI AL kalik yg menyediakan itu buat pengunjung :-))
sz520qm wrote on Apr 18, '08
TNI AL kalik yg menyediakan itu buat pengunjung :-))
Bisa jadi sih begitu...hehehe
cabekriting wrote on Apr 18, '08
waktu kecil pas lagi travelling gw bersaudara paling demen ngerayu bokap buat diijinkan difoto pake polaroid.misalnya waktu ke danau toba,pake efek seolah2x tenggelam,(diatas foto kita,bawahnya danau toba),lucu aja,sama proses pas dicetak,dari putih,trus lama2x timbul fotonya...
hsgautama wrote on Apr 19, '08
Iya memang itu bagian menariknya, apalagi buat anak kecil melihat gambarnya perlahan keluar, makin jelas dan makin-makin jelas lagi.
semarangkatropolitan wrote on Apr 19, '08, edited on Apr 19, '08
sz520qm said
Yoi nih...mat kodak yg biasa pake polaroid sudah ada yg beralih digital and jg menyediakan jasa cetaknya (via printer) yang dia taro tdk jauh dari tempatnya mangkal..makin kreatif dah hehehe
coba deh jalan ke Monas... (di ragunan juga pernah liat), mereka bahkan menggendong printernya. Jadi begitu selesai di foto... mereka langsung mencetaknya dari printer yang mereka gendong... Kalo soal kecepatan sih... memang cepat polaroid, soalnya abis potret... kibas-kibas... langsung jadi...

manusia memang kreatif... saat keadaan tidak memungkinkan, dia akan melihat peluang baru untuk eksistensinya...
Saya malah merasa sayang waktu pulang Semarang, mau menyambangi studio foto Photax di jalan pandanaran, satu-satunya studio pas foto dengan medium format dari kamera box tua yang tersisa di Semarang. Ternyata studio tersebut kini sudah tutup. Dan kenangan berfoto dengan kamera box medium format tinggallan kenangan...
semarangkatropolitan wrote on Apr 19, '08
Btw di jalan pasar minggu, di deretan ruko bank Mega Pomad ada satu studio foto lama, yang masih memajang beberapa unit kamera polaroid untuk dijual. Barang-barang ini meskipun lama, nampaknya belum dibuka dari boxnya. Harga yang ditawarkan lumayan tinggi... ya bisalah buat beli kamera-kamera prosumer...
elis2107 wrote on Apr 19, '08
owww, jd beneran mau bubaran? waaah ... waaah waah .... belum sempet punya ... dan pengen punya sebenar nya ...hiks ...
lagu ny abisa aja .. hihihihi
psaptarani wrote on Apr 19, '08
sad story ...
hsgautama wrote on Apr 19, '08
coba deh jalan ke Monas... (di ragunan juga pernah liat), mereka bahkan menggendong printernya. Jadi begitu selesai di foto... mereka langsung mencetaknya dari printer yang mereka gendong... Kalo soal kecepatan sih... memang cepat polaroid, soalnya abis potret... kibas-kibas... langsung jadi...

manusia memang kreatif... saat keadaan tidak memungkinkan, dia akan melihat peluang baru untuk eksistensinya...
Saya malah merasa sayang waktu pulang Semarang, mau menyambangi studio foto Photax di jalan pandanaran, satu-satunya studio pas foto dengan medium format dari kamera box tua yang tersisa di Semarang. Ternyata studio tersebut kini sudah tutup. Dan kenangan berfoto dengan kamera box medium format tinggallan kenangan...
membawa printer dipundak memang lumayan berat, itu belum dengan catudaya nya misal aki?
Polaroid yg langsung jadi mmg blm tergantikan
hsgautama wrote on Apr 19, '08
owww, jd beneran mau bubaran? waaah ... waaah waah .... belum sempet punya ... dan pengen punya sebenar nya ...hiks ...
lagu ny abisa aja .. hihihihi
hmmm lagu apa aja sih bisa :-))
hsgautama wrote on Apr 19, '08, edited on Apr 19, '08
sad story ...
Mungkin dikelola oleh pabrik segede Polaroid udh gak menguntungkan, lebih cocok buat skala industri kecil saja supaya biaya nya nutup...
semarangkatropolitan wrote on Apr 19, '08
membawa printer dipundak memang lumayan berat, itu belum dengan catudaya nya misal aki?
Polaroid yg langsung jadi mmg blm tergantikan
Printernya yang kecil itu mas... yang buat ukuran 3R/4R aja (yang pernah dipamerin di kantor itu mas)... catudayanya kayaknya cuma batere... soalnya ringkes banget bawanya, cuma jinjing tas kecil... salut deh buat kekreatifitasan mereka....
Kalo di ragunan, beberpa sih saya masih liat yang setia dengan kamera polaroidnya...
dicky10 wrote on Apr 19, '08
(jhalan-becheeck) ngefans jg mas? heheheh... ;-p.
bagaimana dng nasib 'mereka' yah...hiksss...hikss...
hsgautama wrote on Apr 19, '08
Printernya yang kecil itu mas... yang buat ukuran 3R/4R aja (yang pernah dipamerin di kantor itu mas)... catudayanya kayaknya cuma batere... soalnya ringkes banget bawanya, cuma jinjing tas kecil... salut deh buat kekreatifitasan mereka....
Kalo di ragunan, beberpa sih saya masih liat yang setia dengan kamera polaroidnya...
Oh ya tau portable Canon printer :-))
hsgautama wrote on Apr 19, '08
dicky10 said
(jhalan-becheeck) ngefans jg mas? heheheh... ;-p.
bagaimana dng nasib 'mereka' yah...hiksss...hikss...
Hehehe secara jujur gua sebal.
Sebal karena selera sinteron kita mmg suka produk serba ke bule bulean. Dan sebal karena dia mau : belajar bahasa indonesia di ostrali.
Emang dia idup demaneeeee????? Parah tuh.
ferdiyan wrote on Apr 19, '08
gue maish punya nih bro.. kamera polaroid jaman jebot... cuma filmnya beli dimana yaaa
hsgautama wrote on Apr 19, '08
Mungkin pasar baru ada.Coba aja kesana.
Polaroid selain dipakai untuk tukang foto keliling, masih juga untuk pas foto, dan juga untuk test shot kalangan tertentu fotografer studio (sekalipun sekarang udah banyak pakai digital).
goshgosh wrote on Apr 19, '08
http://www.gopetition.co.uk/petitions/save-polaroid-film
pake polaroid bener2 sebuah kemewahan buat saya..
tone-nya, format kotaknya, dan feel nya tuh bener2 blom tergantikan.

hmm jadi inget dulu jalan sama temen2, yg lain pada motret pake HP, kita hura2 pake polaroid :D
hsgautama wrote on Apr 19, '08
wah ada petisinya segala? ternyata banyak juga yg merasa kehilangan, seem im not the only person who will suffer for this lost :-) glad to know it
Thanks untuk link nya.
swargaloka wrote on Jun 14, '08
hiks.. jadi inget waktu kecil jalan2 ke kebon raya, ancol.. trus dipoto pake kamera polaroid..
sayang juga ya kalo ditutup..
hsgautama wrote on Jun 16, '08
Mudah2 an Polaroid untuk tukang poto keliling masih diproduksi.
Nostalgia yg bagus tuh
stevesplace wrote on Jan 23, '09
nice page
hsgautama wrote on Jan 23, '09
thank you :-)
Add a Comment