HidÄÿÄt's posts with tag: folding bike

|  | 

Ada toko sepeda baru di Bintaro namanya ONE BIKE. Aslinya toko ini "menu utamanya" adalah jualan sepeda lipat, walaupun ada juga sepeda MTB lainnya yg dipajang disini. Kita kemari emang pengen liat sepeda lipatnya yg udah pernah ditaruh difolder owner om Iwan. Diajak Daus jadilah kita berdua kayak dua cowo ilang datang kesini siang siang. Sampai didalam langsung tengok kanan, tengok kiri. Pegang kiri, pegang kanan, elus atas-elus bawah, nelen ludah dua kali, elus lagi pelan pelan. Walah, kebanyakan racun dunia disini. Gak beres kalo kelamaan ditoko beginian. Daus emang pengen beli sepeda lipat, katanya sih buat Lies istrinya tercayang. How romantic he is, kekekekeke. Demen deh si daus emang sayang beneeeer sama bininya. Makanya kesini emang udah niat bulat bulat dapet sepeda lipat. Setelah dua jam an lebih, dapet satu barang yg dicari yakni OYAMA 16 inch plus suspensi samping. Keren. Mumpung sekalian disini, om Iwan ngomporin suruh nyobain GIANT Half Way. Warnanya dipilih merah ngejreng. Uniknya sepeda ini hanya punya fork/ stay cuma satu saja, alias separo, cuma satu sisi. Fork sepeda kan biasanya sepasang depan, dan sepasang belakang. Nah ini cuma separoh, depan dan belakang. Aneh dan lucu bentuknya. Worth to try, handling nya enak dan nyaman sekalipun cuma dicoba rute pendek disitu situ juga. Kayaknya ini sepeda emang termasuk enak ditunggangin. Ah racun, gak bener ini... cabut cepet cepet...

ONE BIKE Ruko Setra Blok MN 14 sektor 7-Bintaro Jaya Tanggerang 15222. Tlp: 021.74863830 / flexi: 021.32185186

|
Membuat sepeda modern kerap dihubungkan dengan kata “groupset”, atau diplesetkan pengucapannya jadi " grupset " , yakni gabungan komponen sepeda yg dipakai untuk di area pengereman, area gigi transmisi, dan area yg berputar (di roda dan di tuas kaki pedal). Komponen sepeda genjot ini dijual pretelan atau dalam bentuk fullbike disemua toko sepeda.
Siapapun yg berminat akan membuat sepeda atau memiliki sepeda, ada baiknya memahami groupset berserta tingkatan hirarki nya. Disinilah akan ditentukan kualitas mutu dan harga, serta kenyamanan bersepeda. Secara garis besar groupset dibagi untuk kepentingan dua kelompok pesepeda, yakni: sepeda road race (sepeda balap dengan  stang melengkung mirip tanduk itu), dan groupset bagi sepeda gunung . Brand populer yg merajalela disini untuk kepentingan dua kelompok pesepeda itu adl : Shimano, dan SRAM (satu atap dengan brand AVID dan Truvativ).
Ditanah air sendiri, komponen dengan brand Shimano diyakini paling banyak dipakai oleh penggemar sepeda karena rentang jenis dan harganya sangat lebar. Pembeli bisa menyesuaikan dengan ukuran kantong masing masing. Jika punya uang banyak, bisa pakai komponen groupset papan atas, sedangkan jika mau kelas menengah juga ada, dan apabila hanya pengen sepeda untuk muter muter di kompleks rumah maka cukup dengan komponen murah.
Sepeda MTB, DJ, Freeride, commuter (dalam kota). Hirarki atau tingkatan groupset sepeda kelas ini dengan brand Shimano diantaranya (berurutan, paling atas adalah paling bagus dan paling mahal harganya), yakni: XTR Deore XT Deore LX Deore ----- entry level kelas pro Alivio Acera Altus 104 106 108 Tourney 110 ** Shimano mengeluarkan series khusus untuk sepeda DJ dan DH yakni dengan label Saint dan Hone.
Sepeda Road Race mempunyai hirarki komponen groupset brand Shimano antara lain : Dura Ace Ultegra 105 ----- entry level kelas pro Tiagra Sora 2200 A 050
Lalu untuk brand SRAM, tersedia komponen dengan hirarki sbb: X0 X9 X7 X5 SX 4 3.0 Seperti dikatakan diawal, bahwa komponen groupset ini mempunyai rentang tipe yg panjang, karena itu harganyapun juga beragam. Ada beberapa pesepeda yg mencampurkan komponen groupset dengan tujuan agar harganya lebih miring, tapi kinerja “smoothness” nya tetap optimal. Caranya yakni dengan memasang komponen bagus (entry level kelas pro misal Deore) dengan mid level dalam satu sepeda. Komponen yg harus bekerja ekstra keras dikasih yg bagus, yakni untuk rear derailleur (RD) dan brake system . Sisanya bisa dikasih komponen yg lebih murah. Secara konkret, contoh saja, sepeda MTB untuk commuter (didalam kota) cukup pakai groupset ACERA atau Altus, lalu RD nya diganti dengan tipe Deore yg merupakan komponen entry level bagi kelas pro bikers. Cara ini lebih hemat dan tetap menjanjikan kinerja bagus , dibanding harus beli groupset sejenis dalam satu sepeda yg malahan lebih mahal atau malahan tidak bekerja optimal. ***hsgautama.multiply.com

.
Jika jaket Rain coat andelan kalian sudah tidak bisa menahan air hujan padahal brand nya bagus dan secara fisik masih tampak oke, coba lapisi dengan spray khusus dari bahan silicon ini. Brand produk bernama SILICON WATER Guard ini akan memberikan lapisan lilin kuat di bahan jaket dan membuat air hujan akan meluncur turun mirip kepleset tanpa meresap. Janji produk yg diperuntukan bagi pemakaian heavy duty ini, bahan jaket akan tetap mampu breathable, dan tidak berbau. Jadi jika masih ada jaket Lafuma, atau ada tas ransel bagus, dan sepatu kanvas boot yg oke, jangan keburu dibuang jika air hujan merembes masuk, coba dulu semprot dengan ini. Dijamin lapisan lilinnya akan kembali utuh. Mirip bulu angsa, air tidak akan meresap masuk. Di Jakarta, barang ini kayaknya cuma ada di ESTA, salah satu toko penjual peralatan outdoor di Pangrango Mall, salah satu mall lawas yg ada didepan Kebun Raya Bogor samping PMI Bogor. ESTA adalah milik salah satu jagoan pemetaan gua bawah tanah disini, yakni om Away. Link: www.atsko.com  .

|  | I love the idea of the "car free day". The whole road seems getting wider and easy to ride through, easy to breathe, clean air to lungs, and much more (the bonuses) i can see dozens of miss and mrs polwan rock on with poco poco at Bunderan HI.
Awwwraiit, bu Polwan more laaa goyang poco2 !
PIC took by N82 only.

. |
Ide bagus rak cargo (buat bawa barang) disepeda lipat atau folding bike. Minimalis tapi maksi.
** Foto dicari di internet..
Kemajuan pesat dan booming minat bersepeda dikota metropolitan seperti Jakarta dalam lima tahun terakhir ini memang berhasil membuat grafik minat pemakai dan kuantitas penjualan meroket kelangit. Sayangnya, selain minat masyarakat yg meningkat ternyata juga membuat minat para maling untuk mencuri sepeda juga ikutan naik. Paling tidak, sekarang “kelas” sepeda dikalangan dunia maling jadi ikutan naik pamor sebagai item yg layak diembat. Dulu mungkin sepeda tidak masuk dalam hitungan untuk diembat karena dianggap beresiko dibawa kabur (terlihat jelas dijalan raya, tidak bisa dikantongi), dan harganya dianggap tidak layak menutup ongkos deg-deg an mencuri. Sekarang lain. Banyak maling jadi tahu berapa harga sepeda. Paling tidak dalam kisaran kasar, dalam pikiran mereka, sepeda dengan banyak per depan dan belakang (fullsus maksudnya) dipikir pasti mahal selangit, lebih mahal dibanding sepeda biasa yg cuma pakai satu per didepan. Sepeda hardtail juga bisa menjadi sasaran karena toh bisa dijadikan duit. Satu persatu mulai muncul kasus kehilangan sepeda akibat diparkir dihalaman rumah. Saya juga termasuk rada deg deg an sekarang kalau pulang malem dari kantor melewati jalan gang sempit dibeberapa ruas jalan. Pikiran sudah buruk saja akan mendapat resiko pencegatan dan penodongan paksa dengan merampas sepeda yg dinaiki. Bersepeda dijalan memang mudah menarik perhatian orang. Apalagi jika warna sepeda itu atau bentuknya agak aneh, ini bisa mendorong maling tergerak untuk ngembat dengan segala cara. Bersepeda dimalam hari saat ini sekalipun belum masuk dalam kategori sangat sangat berbahaya, namun wajib untuk menjadi lebih waspada dengan beberapa titik rawan kejahatan jalanan. Jakarta relatif lebih aman bagi pengendara sepeda, belum ada curat-curas (kejahatan dengan pemberatan dan kekerasan) dijalan raya secara ekstrem. Kasus penyerangan brutal thd pengendara sepeda dijalanan juga belum ada, masih lebih banyak kasus sepeda hilang karena disenderkan ditembok rumah.
Bicara soal kehilangan kendaraan pribadi, khabarnya di Canada asuransi ranmor memberikan premi lebih tinggi untuk ranmor warna mencolok seperti warna merah.
Menurut penelitian warna merah secara diam diam mendorong orang lain untuk mendekat dan menjamah. Mungkin gampangnya begini, penyanyi dangdut pakai baju merah akan tampak sangat “okeeeh beibeh” dibanding warna kelam.
Jika logika ini juga sama dengan warna sepeda yg hitam atau warna cerah, maka pemakai sepeda yg merasa sepedanya berwarna cerah kudu merasa lebih waspada karena akan mendorong maling bernapsu untuk mengembat barang kalian. Apalagi sepeda dengan warna merah, wah siap siap deh ilang itu sepeda kalo gak dijagain bener. Capek capek nabung uang buat beli sepeda oke, malahan ilang diembat maling.
Tips: Selalu bawa gembok, dan kuncilah sepeda dengan pagar atau tiang besi lainnya Rumah anda mudah diawasi siapapun yg melintas didepannya, jika ketahuan suka wira wiri naik sepeda maka akan mudah di “mapping” oleh org asing Jangan pernah meninggalkan sepeda diluar rumah begitu saja, sekalipun itu cuma masuk kedalam untuk meneguk segelas air saja. Banyak kejadian spt ini, dan sesalnya seumur2. Ada baiknya, sepeda dalam kota (city bike) jangan kelewat mahal. Nanti kalo ilang bisa bikin pusing kepala tujuh keliling. Satu keliling saja pusing kok, apalagi ini tujuh. **** hsgautama.multiply.com

|  | Koleksi foto head badge atau logo yg menempel disepeda. Head badge adalah cerminan dari sebuah brand sepeda yg mengusung filosofi dan sejarah sepeda itu sendiri. Dalam fungsinya, logo juga memberikan kenyamanan psikologis, kepercayaan akan brand, dan kadang meleset menjadi sebuah image gengsi dalam pergaulan. Terserah mau memakai yg mana, toh hal semacam ini saling campur aduk dan tumpang tindih dikalangan bikers dimanapun.
Foto shot puluhan head badge ini merupakan folder pelengkap sebagai database pribadi ttg desain logo brand sepeda. Isinya akan bertambah dikemudian hari jika memang masih ada napas untuk meneruskan isinya. Semua head badge ini difoto dari sepeda yg ada ditanah air, artinya ada yg mempunyai brand tersebut sebagai sepeda pribadinya.

. |

|  | Pergi ke Bandung mengisi weekend. Bersepeda dengan Dauzzz bawa sepeda lipat Dahon. Ketemu dengan tim liputan lain yg kebetulan juga ada dikota ini, ada yg sibuk nyari topik kulineran, ada yg sibuk nyari ABG pecun dan germo nya, ada yg minta curhatan, halah banyak bener ya. Mau libur judulnya malah gak liburan ini. Ngomongnya soal kerjaan juga. So far sih, trip ini singkat dan enak. Malam hari dingin menyengat, salah kostum bawanya cuma jaket tipis. Dari Dago atas meluncur turun kebawah pakai sepeda langsung kerasa pening dikepala karena angin dingin begitu keras rasanya. Hari kedua balik ditutup dengan makan malam di Gampoeng Aceh. Serasa makan malam di Lhoksumawe nih, enak.


. |

|  | Perubahan kosmetik sederhana di Dahon Vitesse D7. Bagian RD bawaan asli yakni SR Suntour diganti dengan TIAGRA Shimano plus bracketnya, lalu diberi rak cargo yg aslinya adalah milik sepeda lipat bikinan Taiwan. Selama dijajal 20 kiloan, terasa nyaman. Yang paling mencolok adalah adanya sentakan perpindahan gear atas dan bawah terasa lebih kuat menendang, beda rasa dengan Suntour yg kalem dan rada lelet. Tiagra lebih garang dan cepat saat bergeser naik dan turun. Tiagra cocok karena panjang lengan ayunnya nyaris gak beda terlalu jauh dengan milik SR Suntour, pendek bantet. Jika dipakai RD tipe XT bakalan kepanjangan dan beda tipis (beti) dengan jalan aspal atau gerakan pelek ban belakang yg bisa membuat resiko patah atau cacat.
.
|
Pernah merasa berat bernapas ketika naik sepeda memakai masker sejenis Blue Eagle?
Jika jawabannya adalah "ya" , maka berikut ini adalah tips bagaimana mengatasi beratnya tarikan napas disana dengan mengatur membran silikon atau katup buang disisi kiri dan kanan masker hitam ini. Nyaris kebanyakan para pesepeda urban memakai masker sebagai upaya mengurangi kadar gas knalpot yg beracun masuk kedalam paru parunya. Karena itu, pasti mereka juga pernah merasakan hal yg sama dg ini.
Salah satu tipe masker yg laris manis dipakai mereka adalah tipe sejenis blue eagle yg mempunyai filter khusus didepan mulut. Masker ini sangat baik, sayangnya ketika baru dibeli pasti user merasa bahwa napas terasa makin berat akibat seluruh hidung dan mulut tertutup rapat. Sebetulnya, ini juga disebabkan krn katup buangan (membran tipis silikon) itu terlalu rapat menekan mangkok dudukannya. Dengan sedikit ketelatenan, posisi ketinggian piringan membran silikon dapat diubah sesuai kemauan user agar didapat tarikan-dan buangan napas yg enteng.
 Thanks to Imageshack.
Karena alasan safety, dan "mantan" korban ditabrak oleh ranmor saat malam ketika dijalan raya, maka menjaga sepeda tetap mempunyai visibilitas yg optimal bagi pemakai jalan lain adalah mutlak. Jangan bersepeda seenaknya dijalan raya malam hari tanpa safety yg memadai, nanti kalo ditabrak malahan marah marah. Liat dulu dong, apakah sepeda sudah pakai pengaman?
Disini, diantara teman2 seperjalanan yg suka bersepeda, rata rata kami memakai Scotlite stiker yg dililitkan melingkar dikabel rem, depan dan belakang. Lalu scotlite juga ditempel di helm. Dari depan-belakang atau samping kiri-kanan, sepeda akan mudah terlihat oleh ranmor lain.
Alasan selain safety, stiker lilitan begini anti nyangkut ketika dibawa keluar masuk semak belukar dan jalan kampung, beda dengan mata kucing. Lebih murah meriah. Dan mengingat karakter kami yg suka suka saja naik sepeda, kadang siang, kadang kemalaman dijalan, kadang digunung, kadang ke kampung, dan kadang nyelonong lewat jalan raya. Safety ini juga gak perlu battere, hemat energi. Buat apa sih hobi kalo bikin celaka karena kelalaian? Biaya rumah sakit lebih mahal tuh, belum sepeda yg jebol dihajar ranmor, lebih nelangsa lagi.

 .
Salah satu teman pernah ditanya ketika kami touring sepeda barengan, “Kacamata lu keren tuh, kenapa pilih itu buat sepedahan”?
Pertanyaan spt ini pasti tidak terjawab baik karena biasanya kacamata sepeda dibeli untuk dua alasan simple: murah, keren dan bisa jadi cengdem. Cuma itu saja, mudah kan. Kacamata khusus buat bersepeda lebih banyak bersifat personal ketimbang dilihat karena acuan teknisnya.
“Nilai personal” tsb antara lain: 1) Gaya dan keren. It’s a fashion statement. 2) Soal merk gak penting, mau aspal atau asli juga gak masalah. 3) Murah, tapi bahannya bermutu lumayan halus dan rapih. 4) Gak masalah soal lensa apakah gelap (cengdem) atau clear bening. Diluar point yg personal tsb, sebetulnya kacamata sepeda juga punya pertimbangan penting lainnya. Diantaranya adl sbb: 1) Bersepeda harus pakai kacamata. Gunanya melindungi mata yg sangat berharga dari kemasukan kerikil tajam dan debu kasar, percikan tanah, atau air. Selain itu, buat pemain MTB, kacamata penting untuk melindungi mata tertusuk ranting kayu saat menerobos semak belukar atau ranting yg mencelat keras kemuka. Mata yg terluka akan membuat buta seumur hidup. Buat apa naik sepeda lantas kemudian jadi cacat seumur hidup? .. (kan bodoh namanya) 2) Kacamata khusus riding sepeda sebaiknya mempunyai lengkungan yg lebih luas untuk menjepit separuh kepala pemakainya. Ini beda dengan kacamata cengdem utk wisata jalan jalan. Jepitan sepanjang itu gunanya menjamin kacamata tdk terlempar jatuh ketika melewati jalan gajrukan. 3) Karena menjepit ketat diseputar mata dan kepala, kacamata sepeda gampang mengalami kabut pengembunan atau muncul fog. Ada baiknya, supaya pandangan tetap bagus, sebelum main sepeda, lensa dilapisi dulu dengan cairan khusus anti kabut. Cairan pelapis itu juga berfungsi spt lapisan lilin tipis yg bisa membuat butiran air langsung jatuh luruh tanpa menempel dilensa kacamata. 4) Kacamata sepeda biasanya berbobot sangat ringan. Ini beda peruntukan dengan kacamata misal utk wisata jalan kaki yg lebih berat. Goncangan saat bersepeda membuat kacamata yg berat mudah terlempar atau malahan terkocak naik turun dengan keras. 5) Warna lensa dan jenis lensa kacamata sebetulnya satu hal yg penting. Warna dominan yg kerap dipakai al: gelap, semi gelap, amber (kekuningan), atau clear bening. Sedangkan jenis lensa yg kerap dipilih al: standar plastik dari polycarbonate yg keras, atau polarizing yg mampu menahan UV Rays hingga diatas 70% (nilainya 400). Luas bidang lensa yg semakin besar, akan semakin baik melindungi area mata dibanding lensa yg sempit/ kecil. 6) Lensa kacamata yg baik adalah jika dipakai tidak mengalami distorsi visual spt halnya mata telanjang melihat obyek. Ada beberapa kacamata kakilima yg murmer justru ketika dipakai membuat mata pusing karena obyek menjadi melengkung disisi kanan dan kirinya. Hehehe pakai kacamata sejelek ini bisa nabrak dong. Safety, safety, safety,… always. **** hsgautama.multiply.com  .
Link: http://www.ergon-bike.com/us/grips/index.htmlGrip disetang sepeda barangkali adalah bagian yg tidak banyak variasinya dibanding misal untuk bagian roda. Dari jaman jadul sampai sekarang kayaknya cuma begitu begitu saja. Jika ada perubahan, paling banter hanya soal bahan bakunya, jenis karetnya, atau pola alurnya. Padahal urusan memegang setang sepeda adalah bagimana mempertahankan stamina supaya tidak pegel dan tetap nyaman sepanjang perjalanan.
Coba liat produk ERGON. Grip bikinan mereka tampak beda dan memberikan variasi lain tentang bagaimana kenyamanan telapak tangan memegang setang sepeda. Berbeda dengan gaya lawas, ERGON mempunya kuping ekstra yg dapat dipakai untuk menahan sisi luar telapak tangan. Konsepnya mirip dengan tatakan soft pad buat mouse komputer dirumah. Telapak tangan tidak mudah pegal karena mendapat tempat bersandar dengan lebih optimal.
Foto diambil dari web yg sama.
. 
Rencana awal ketika membuat ini memang untuk pengepakan sepeda lipat Dahon ketika dibawa travelling dg pesawat melintasi pulau (untuk tipe Vitesse D7). Kotak packing ini nantinya tinggal didorong keruang cargo pesawat. Dengan kotak yg bagus, sepeda akan terhindar dari kerusakan berat atau ringan.
Ketika membuat perencanaan, sempat tertarik untuk memesan kotak khusus disalah satu pembuat "kotak super" dibilangan Cilandak. Dikantor kami, semua peralatan broadcasting di pack secara khusus dalam kotak spesial. Terbuat dari papan ringan, setiap ujung sikunya masih juga diperkuat lagi dg pelat besi agar terhindar dari benturan saat dikirim. Didalamnya, diberi dua lapis anti benturan, yakni busa padat lalu ditempel lagi dg busa telur. Peralatan yg masuk kedalam sana akan mendapat tekanan busa shg posisinya melayang dan aman 100% apabila kotak terbanting keras ketanah. Sayang, setelah diukur seukuran size Dahon, ternyata jatuhnya sekian juta... wah gak jadi deh. Mending memikirkan alternatif lain.
Pilihan lain jatuh untuk membuat sendiri dari kotak triplek yg diberi rangka kayu penguat. Dalamnya diisi busa agar tidak membuat goresan serius kepada cat sepeda. Jika ingin menahan posisi sepeda, masih bisa diakalin dg gabus tebal atau guling (biar tidak kocak dalamnya). Berat kosong kotak ini lumayan ringan karena memang hanya memakai tripleks tipis. Sengaja dipilih itu agar jangan kelewat berat jika diisi sepeda. Biaya bahan baku dan tukang lumayan masuk akal. Untuk dua kotak habis sekitar 500 ribuan lebih. Dimensi kotak kayu ini nyaris tidak beda jauh dengan ukuran kotak kardus Dahon asli. Sedikit lebih besar karena sepeda lipat Dahon yg masuk kedalam sana utuh bulat bulat tanpa copotan apapun. Harganya ekonomis, dan yg jelas sepeda lebih aman.
Kotak sepeda atau pembungkus sepeda rasanya perlu dimiliki oleh pesepeda yg memang suka berpergian membawa sepeda, atau paling engga jenis pekerjaannya adalah suka berpergian jauh dan lama berada disatu tempat. Cara ini lebih awet dibanding memakai kotak kardus, dan tentu saja bisa memberikan proteksi yg maksimal. ***hsgautama.multiply.com
.
Jika ditanya, bagian apa yg paling “menjengkelkan” dari sepeda lipat Dahon tipe Vitesse D7 (2007), maka tanpa ragu langsung menunjuk sadel (tempat duduk bokong). Sadel asli bawaan Dahon untuk Vitesse D7 dirasakan tidak nyaman. Tampaknya sih memang tebal, tapi busanya tidak mempunyai kemampatan dan kekenyalan yg baik untuk menahan bobot total tubuh penunggangnya. Entah bagaimana isi busa didalamnya, tapi soal kemampatan busa itu perlu untuk menjaga jangan sampai terlalu melesak dalam ibarat ban kempes, alias punya efek membal yg baik. Busa sadel bukan cuma empuk, tapi juga saat ditekan penuh, dia akan punya batas "ke-empukan yg nyaman" dan dg segera kembali cepat dalam bentuknya semula (tidak kempes, tidak melesak habis-bis-bis). Efek panas langsung menyengat diarea selangkangan jika menggenjot sepeda ini dalam jarak diatas 01 km pertama. Bukan hal yg enak merasakan panas didaerah itu, bukan cuma itu daerah peka, tapi manusia yg menggenjot sepeda memang harus menaruh beban badan di sadel, bukan ditempat lain. Panas itu makin kerasa apabila kita tidak memakai bike pants yg khusus mempunyai padding busa ekstra. Jika memakai celana biasa, rasa panas langsung menyerap masuk. Mencari pengganti sadel buat Vitesse D7 mengalami 2 kali ganti tipe sadel duduk. Pertama kali dicoba dipasang sadel merk Vello, dengan lekukan dibagian tengah melintang untuk mengalirkan udara segar diantara bokong. Hasilnya mengalami kemajuan lumayan “adem”. Bokong tidak kerasa lagi membakar seperti halnya pakai sadel asli dari Dahon. Vello mempunyai busa yg lebih mampat dan kenyal. Ketika diduduki tidak melesak habis. Rasanya lebih nyaman memang. Tapi tetap saja masih tidak sreg banget. Mungkin sebab lainnya adalah karena sepeda lipat ini tidak punya suspensi ekstra yg meredam goncangan bertubi tubi saat dibawa melewati jalanan aspal. Badan kayak disentak sentak. Kurang puas dengan hasilnya, Vello segera dicopot, lalu dipasang Selle Royal dengan bantalan bola karet kenyal dibagian ekor yg fungsinya sebagai pegas menyerap getaran (bola karet ini disebut: elastomer). Konsep elastomer mirip dengan pegas besi yg dijumpai disepeda kumbang ditahun 70 an yg hingga kini masih bisa dilihat didaerah pedesaan kita. Selle Royal juga mempunyai tekukan melintang ditengah sadelnya untuk mengalirkan udara segar agar bisa mendinginkan selangkangan dengan lebih maksimal. Dengan lekukan ini, bokong tidak menyentuh penuh dan tertutup, tapi ada celah untuk masuknya udara segar. Hasil akhir, ternyata Selle Royal memang terasa lebih-lebih nyaman dan enak dibokong. Sadel Selle Royal mempunyai luas penampang yg 40% lebih lebar dari sadel umum yg ada dipasaran. Selle Royal tipe ini biasanya dipakai untuk sepeda citybike atau untuk touring mengingat bentuknya yg lebar. Tipe ini juga cocok buat pinggul perempuan yg memang secara ukuran lebih lebar (lebih luaaaasss gitu).
Karena lebar, jika bokong diletakan disitu, maka seluruh permukaan bokong akan ditaruh diatas busa kenyal secara penuh. Seketika rasa nyaman terasa dibokong ketika mencoba mengayuh Dahon menjajal rute jalan 15km lebih. Bola karet elastomer dibagian ekornya mampu meredam vibrasi jalan dan hentakan akibat sepeda masuk kejalan buruk. Bokong terasa lebih nyaman dan enak. Jika diantara kalian ada yg memakai Dahon Vitesse D7 dan merasa bokong kesengat panas menyengat, coba ganti dengan Selle Royal w/ elastomer. Nyaman saat bersepeda itu perlu dan tidak ada gunanya memaksakan jalan belasan kilometer jika bokong serasa tersiksa diatas sadel. Dengan mengganti sadelnya, dijamin rasa panas akan berkurang drastis. **hsgautama.multiply.com
Jika bertandang ke Brebes (Jawa Tengah) dibulan Agustus, maka saat inilah angin bertiup paling kencang dalam siklus tahunan disana. Penduduk setempat menyebutnya “angin kumbang”. Dalam khasanah istilah cuaca, memang tidak ada yg tau apa itu maksudnya angin kumbang. Nama ini cuma ada disini, maksudnya, angin tersebut datang dari wilayah pegunungan Kumbang. Karakter angin dibulan Agustus yg menyapu wilayah ini adalah sangat kencang, panas membakar dan kering dikulit manusia. Angin kumbang dibutuhkan untuk tanaman bawang. Ribuan hektar tanaman bawang diwilayah ini membutuhkan hembusan angin kencang dan panas-kering untuk mengusir hama serta meningkatkan kesehatan tanaman Bawang. Tidak heran, tanaman bawang memang tumbuh sangat subur diwilayah ini. Dibulan inilah, produksi bawang akan meningkat dalam produksi paling bagus dalam siklusnya, kata petani lokal disana. Para penggemar bawang, juga bisa berburu bawang disaat spt ini jika ingin mendapatkan kualitas bawang terbaik dari Brebes. Bicara angin Kumbang, bulan Agustus merupakan bulan yg tidak cocok jika ingin bersepeda diwilayah Brebes. Angin yang bertiup sangat kencang akan membuat tenaga kayuhan cepat melorot. Melawan angin didataran luas pesisir Brebes yg nyaris kosong melompong tanpa halangan bukit atau bangunan tinggi bisa membuat rasa frustasi lantaran sepeda menggelinding lumayan lambat. Saya dan Buyung juga tidak luput dihajar berkali kali tanpa berhenti oleh tiupan kencang angin kumbang. Dahon Vitesse D7 dan MUXL yang mungil itu mendadak terasa sangat berat digenjot memotong hempasan angin kencang. Ketika kita berdua mencoba menyusuri jalan dari tengah kota Brebes menuju pantai Randusanga, badan tidak basah oleh keringat. Panas matahari musim kemarau dipantai Pantura sepertinya tidak mampu mengucurkan keringat dari badan karena segera menguap oleh kencangnya angin bertiup. Tubuh terasa dingin, cuping telinga seperti dicelupkan kedalam air es. Kayuhan yg terasa lumayan berat dan badan yg dingin memang siksaan tambahan yg harus diterima selama bersepeda membelah arus angin. Pantai Randusanga sendiri tidak jauh dari pusat kota Brebes. Posisinya diantara Brebes dan Tegal. Sebagai kota pantai, Brebes mempunyai garis pantai lumayan panjang. Sebetulnya, sama saja mau ke pantai Randusanga atau sisi lain dari pesisir pantai Brebes. Tapi paling tidak, dipantai Randusanga memang disediakan oleh pemerintah setempat sebagai arena wisata. Tidak ada yg istimewa disini kecuali luasnya area kosong melompong dengan pasir pantainya yg tanpa batu dan serakan akar pohon menjadikan wilayah ini memang ideal buat jalan jalan. Bersepeda disini juga terasa nikmat. Karakter pasir pantainya yg padat tidak membuat ban kecil sepeda lipat Dahon amblas kedalam pasir. Satu hal yg menguntungkan buat kita berdua yg sudah kerepotan menghadapi angin dan suhu badan melorot akibat dingin, paling tidak, engga ada siksaan tambahan lainnya akibat ban amblas dipasir. Nilai plus: pantainya nyaman, luas, pasir lembut tanpa bebatuan tajam. Randusanga bisa menjadi trip alternatif buat wisata sepeda atau jalan jalan. Area tambak udang dan ikan bandeng bertebaran disana sini. Situasinya tampak aman, penduduk juga ramah baik. Cocok untuk wisata perorangan, grup, bahkan keluarga. Nilai minus: jangan mengajak keluarga untuk bersepeda disini dalam bulan agustus. Tiupan angin kumbang bisa membuat anggota keluarga kepayahan menggenjot sepeda.
hsgautama.multiply.com

|  | Di Brebes, kita menyempatkan untuk mampir keperkumpulan "Adem Ayem". Ini bukan aliran kepercayaan, mereka adalah kelompok peternak Bebek salah satu yg terkuat disana. Kelompok ini bisa menghasilkan 16.000 butir telur bebek per hari untuk konsumsi manusia. Wuihhh... ternyata bebek itu kerjanya beranak, eh bertelur melulu.
Selain dikonsumsi, telur ini juga dibuat menjadi telur asin ala Brebes. Memang, kota ini terkenal sebagai penghasil Bawang, lalu Bebek, dan tentu saja telur asinnya. Bahkan produksi telur asin Brebes sudah mengalami modifikasi macam macam, bukan cuma asin tok, tapi juga ada telur asin rasa strawberi, telur asin bakar, dll.
Setelah mengunjungi "Adem Ayem" kami pindah 150km dilereng gunung Slamet, yakni menuju perkebunan teh Kaligua yg menempel diketinggian 1400m hingga 2005m. Suhu disini lumayan nendang menusuk tulang, mungkin lebih dingin dari Kawah Putih dan Pengalengan. Diketinggian 2000m saat jam 9 pagi, suhu bisa menyentuh 5* C atau 10*C. Artinya, memang dingin banget.
Di Jatibarang, saat melintas dari Brebes menuju Kaligua, kita mampir makan malam. Imam, membawa kita ke warung serba pepes. Disini gak ada menu lain kecuali pepes. Ada pepes jamur, pepes kembung, pepes lele, pepes tempe, pepes teri. Jangan tanya rasanya deh, gile enak bener. Nasinya panas ngebul, pepes nya juga panas, semuanya pas dilidah. Duakali kita makan disini gak ada yg bersuara, itu artinya kita makan mirip org kalap saking enaknya, hehehe.
Kesimpulan trip ini : saat mengunjungi kelompok "Adem Ayem" suasananya memang adem tentrem, sedangkan di Kaligua kami bener bener "kademen" alias kedinginan abis abisan.
HSG
PS: Peta arah perjalanan bisa dilihat disini. Siapa tau ada yg mau lewat sana dan pengen mampir :-)

. |

|  | Mengunjungi pantai Randusanga di kota Brebes sambil bersepeda bersama Buyung. Perjalan kali ini ditemani oleh Dedi Zebua, Pebro, dan tentu saja Imam "pak lurah Brebes".
Brebes ngomong-e ngapak ngapak. Brebes ndok-ke pada asin kabeh, ono mangan-ne sego angkring Brebes dalan-ne elek pol Brebes poci-ne uenak tenan Brebes bebek-ke lunga neng kali bae
HSG (berlanjut ke ronde berikutnya.....)

.
|
Jika kalian tidak terlatih baik naik sepeda, dan ingin mencoba ikutan funbike sejauh 15 km, mending pakai sepeda lipat saja. Nasehat ini ada benarnya. Paling tidak jika nekat mencoba ikut funbike lantas ditengah perjalanan engga kuat lagi mengayuh, sepeda ini bisa dilipat dengan cepat. Kemudian, angkat tangan kalian setinggi dada dengan telunjuk berdiri dan setop satu taksi yg melintas, masukan sepeda kebagasi belakang, maka kalian akan dibawa kembali kerumah dengan cepat. Mudah, no pain. Sepeda lipat atau folding bike, bukan satu produk anyar. Paling tidak sepeda model ini sudah dikenal sejak era 80 an. Saya sendiri mengenal sepeda lipat ditahun segitu (sekitar SD-SMP) dari tetangga sebelah rumah yang mendapat hadiah dari Ayahnya setelah pulang lawatan tugas dari luar negeri. Bikin iri dan ngiler, tapi apa daya di Jakarta tidak ada barang itu, dan harganya ampun mahalnya. Desain sepeda dan konsep “melipat” tersebut nyaris tidak mempunyai perubahan besar dari jaman dulu hingga sekarang. Namun tercatat bahwa ada perbedaan desain antara geser dan tekuk. Di era 80 an, desain sepeda lipat terlihat memakai konsep geser (setang, dan batang tengah), sedangkan sepeda lipat modern jaman kini lebih suka dengan ide lipatan (di setang, dan batang tengah). Perubahan lainnya tentu saja adalah bahan baku material sepeda. Sepeda lipat jaman jadoel memakai bahan besi atau paling tidak hi-ten steel, sedangkan dijaman sekarang perubahan material beralih menjadi alumunium atau chromolly yang menjanjikan bobot lebih ringan dan kuat (ada yg memakai material magnesium). Perbedaan lain, tentu saja folding bike modern memakai transmisi hingga 7 speed lebih, baik itu memakai teknologi internal hub atau diletakan dengan anting gantung diluar. Teknologi transmisi gigi inilah yg membuat sepeda lipat modern lebih nyaman digenjot dengkul dan fleksibel dipakai melibas jalanan. Banyak pertanyaan ragu ketika melihat dan mencoba folding bike. Sekilas, memang banyak yg tidak percaya soal faktor kekuatan dibanding “a real bike”. Karena itu, tidak aneh jika folding bike untuk kelas “commuter bike” alias sepeda yg dipakai hanya untuk melewati jalan aspal halus, lebih laku terjual dibanding folding bike dikelas MTB nya (untuk offroad). Disini, masyarakat kita lebih suka membeli “real MTB” utuh dengan alasan satu sepeda ini bisa dipakai untuk semua medan, dan rentang harganya sangat panjang (sesuai dengan budget masing masing). Folding bike tetap dianggap sepeda sampingan, artinya jika memang ada kelebihan duit baru beli ini. Keunggulannya mmg lebih mencolok sebagai “sepeda kota” atau commuter bike (suka gak suka memang begitu image nya). Tampaknya minat calon pembeli belum sampai pada taraf misal membeli sepeda ini karena nilai plus dari sebuah folding bike entah itu dikelas commuter nya dan juga kelas MTB nya. 
Lantas apa nilai plus dari sebuah folding bike? Jika dibuat daftarnya, maka keuntungan punya folding bike al: Sepeda ini cocok dipakai oleh pemula yang coba coba naik sepeda. Jika tidak kuat karena keram otot, sepeda bisa dilipat dan menyetop taksi. Pemula yg badannya over weight ingin berolahraga sepeda tapi takut gak kuat ditengah jalan, bisa memakai ini dengan alasan bisa mudah dimasukan kedalam bis atau taksi. Kelompok wanita cocok pakai ini karena posisi batang tengah sepeda yg amat rendah shg memudahkan kaki berpindah. Sepeda lipat efisien disimpan dibagasi taksi, mobil, bahkan mudah dinaikan bajaj, busway, kereta api, pesawat. Dia adalah sepeda paling efisien dibawa berpergian. Cocok untuk dibawa dalam jarak pendek antar blok gedung dikota, bahkan antar pulau naik pesawat. Sepeda lipat tidak butuh tempat parkir buat pekerja kantoran, mudah diangkut masuk kedalam lift dan bisa disimpan dibawah meja kerja. Sepeda lipat cocok dibawa pergi oleh satu keluarga kecil yg berlibur bersama naik mobil van. Bapak dan Ibunya pakai folding bike, lalu kedua anaknya pakai sepeda anak anak yg kecil.
Nilai minus sepeda lipat ada juga, al: Sepeda lipat dg transmisi 7 speed rata rata harganya mahal, apalagi buatan eropa dan amerika. Jika mau ekonomis bisa mencoba sepeda Taiwan dan Cina. Sepeda lipat commuter bike terbatas hanya nyaman dipakai dijalan mulus. Buat yg terbiasa pakai sepeda MTB, harus sadar merubah habit nya dengan tidak asal tabrak lubang dijalan, atau polisi tidur. Rata rata sepeda lipat tanpa shock depan, jadi rasa hentakan kerasa begitu menyentak jika ban masuk kelubang.
Beberapa merk folding bike populer dipasaran (eropa dan amerika): Dahon Brompton Airframe Airnimal Bike Friday Birdy Dawes Giant Mezzo Mobiky Moulton Pacific Reach Pashley Sinclair A Bike Xootr Hummer Sepeda lipat non eropa atau amerika, bikinan Indonesia atau Cina-Taiwan: Polygon di Rodalink (tanpa transmisi) Strida Mark 3 Merc Gekko
Links bagus ttg sepeda lipat yg ada dipasaran: http://www.dahon.com/intl/folding-bicycles-intl-models.htm http://www.foldsoc.co.uk/tests.html http://www.foldingbikes.co.uk/ http://www.alibaba.com/showroom/Folding_Bike/9.html http://svdshop.multiply.com/
Another funny design about folding bike, like this one: 
 .

|  | Funbike 480th Jakarta, start dari Monas menuju kekota lalu balik lagi ke Monas. Panitianya diisi oleh anak B2W juga kok. Pembagian kaos dan bike tag disertai imbauan kampanya B2W adalah jatah yg diterima setiap peserta.
Namanya funbike, jadi isinya seneng seneng aja (diusahakan begitu halaah susah juga). Pesertanya banyak, membludak ikutan acara ini. Banyak cewe cakepnya, cuma gak berani kenalan, padahal temen temen juga pengen kenalan hahaha... dasar jomblo akut. Cari cewe aja yg suka sepeda, biar kalo diajak jalan kemana mana bisa, daaaan yg terpenting, kalo beli sepeda baru gak ada protes keberatan (bukan begitu?) Hehehe. Ntar kalo kawin bisa diajak bulan madu pulak dengan touring sepeda, klop kan. Gagal kenalan, jadilah mereka keasikan motretin temen sendiri. Hehehe, gua sih enakan motretin sepeda sendiri. Bukti absah kita di event ini adalah dengan foto sepeda tunggangan, gitu kan.
Perjalanan funbike ini, khusus mencoba riding dengan DAHON Vitesse D7, merah ngejreng. Untuk review sepeda akan menyusul kemudian aja.
http://hsgautama.multiply.com/journal/item/140/Asem_Manis_Sepeda_Lipat_tipe_commuter_bike
HSG
Pesan moral: "pasang mata jika nyopir, mana ada orang buta nyopir, ntar nabrak org lain lagiii..." (gitu kan Oji?)
Foto: barengan rombongan lenong transtv.
Link lain DISINI
Link blog teman al: Oji Oji "gak ade matinye" http://ojifaroz.multiply.com/ Icus "hati Rinto, tampang serem" http://ichoez.multiply.com/ Sacha "Dahon Jakarta" http://svdshop.multiply.com/ Jaffar "The Prince of Love" http://theprincelove.multiply.com/
Daus Autis berat http://adauzzz.multiply.com/
.

. |
| |