What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag hura hura
Festival Kemang 2008 akhirnya dibuka. Jalanan di Kemang mendadak macet karena diblokir mulai dari lampu merah perempatan Mac Donald (dekat toko buku Acsara), sampai ke pertigaan Amigos. Area selebihnya masih ada lagi yakni mulai dari Amigos, sampai terus kewilayah dekat pombensin (dekat TPU). Lumayan panjang dan melelahkan kaki yg berjalan dari sana kesini.
Festival Kemang adalah keramaian mirip bazar diruas jalan Kemang, Jaksel. Perhelatan ini diadakan setahun sekali dan biasanya dimulai setiap awal bulan Agustus. *** hsgautama.multiply.com
"Banyak yg lucu lucu disana , hehehehe.... "
WOMEN really are better than men at shopping. And they really do prefer pink. And, surprisingly, it is possible that these facts are connected. (Economist)
Tanggal Acara Tempat 2 Agustus Saijah Adinda Teater Terbuka Dago Tea House 8, 10 Agustus Arthepollis Bandung 8, 10 Agustus Helar Fest Bandung 9 Agustus Sirung Harepan Teater Terbuka Dago Tea House 16 Agustus PAMIKAT Teater Terbuka Dago Tea House 17 Agustus Upacara Ladrang Sagara Pelabuhan Ratu Minggu ke dua Agustus Pesta Candi Cangkuang Leles, Kabupaten Garut 23 Agustus Aneka Seni Teater Terbuka Dago Tea House Agustus Festival Film Jabar Disbudpar Jabar Bandung Agustus Gelar Budaya Kampung Naga Tasikmalaya Agustus Karnaval Prajurit Nusantara TMII BP. Anjungan Jawa Barat TMII Agustus Parade Tari Nusantara TMII BP. Anjungan Jawa Barat TMII Agustus Sendratari Kolosal Disbudpar Jawa Barat Agustus Simposium Pernaskahan UNPAD Agustus Golf Turnament Bandung
100 % BUDAYA BETAWI Ade macem-macem tarian khas Betawi, Cokek, Topeng Blantek, Tanjidor, Gambang Kromong, juga ade lenong yang bisa ngibur dan ngilangin stress di akhir minggu.
PERMAINAN TRADISIONAL Yang ini gak kelah serunya, penonton bisa maenan yang dulu-dulu kayak Ular naga Panjangnya, Coin yang dilempar, dampu ... (waduh, inget masa kecil kali yee) dan menangin souvenir menarik dari para pendukung festival.
LAYAR TANCEP mmm...film-film jadul ma masa kini diputer di tengah jalan, yang pacaran mau nopermat (nonton super hemat alias gratis) bisa ngaso disini, jangan lupa bawa alas sendiri yee .
BAZZAR Sambil nonton sekalian jajan deh , murah-murah kok .. khas Betawi lagi..jajanan putu mayang, selendang mayang sambil minum bir pletok Betawi yang non alkohol. Cindera mata ama barang-barang lain juga ade.
FESTIVAL MARAWIS Buat kalian yang blum menang di tahun kemaren, sekarang ada lagi dan bisa daftar di sekretariat.
FESTIVAL BAND duh, no comment deh buat festival tahun ini..
FESTIVAL MARCHING BAND JUNIOR Ajang yang baru di Festival Seni Budaya Jalan Jaksa 2008, kategori Setingkat Sekolah Dasar. Memperebutkan Piala Bergilir sekaligus Dana Pembinaan.
Mana ada wisata tanpa foto foto? Rasanya jaman sekarang dengan kemudahan alat potret, baik itu kamera foto beneran atau hape, memotret adalah sebuah kewajiban ketika melakukan perjalanan wisata. Garing bener jika pergi kesatu tempat gak motret.
Entah ini motret: pemandangan (sight seeing), motret benda kecil (detail), moto gedung (interior dan eksterior), perilaku manusia dilokasi tujuan(human interest), dan juga narsis-an moto diri sendiri (atau teman sejalan). Pendek kata, memotret narsis diri kita disatu lokasi, adalah salah satu langkah pengesahan agar “jadi bukti” bahwa kita sudah sampai dilokasi itu. Jadi jelas, foto narsis ini wajib dan perlu.
Sekarang, jika kita pikirkan secara iseng, apa saja yg masuk jenis dari foto “memotret diri sendiri disatu lokasi” (disebut: foto narsis)?
*klik link ditiap kalimat warna orange untuk melihat contoh foto yg dimaksud.
Pertama: obyek foto sengaja bergaya (take a pose) didepan kamera. Emang udh niat beneran bergaya heboh selangit biar seru, atau bisa juga sengaja cuma senyum dibuat maniiiis spy disebut cakep. Gayadipilih secara khusus, pakaian yg tepat,dan lokasi biasanya juga terpilih dengan baik. Foto ini hasilnya biasanya lebih bagus karena semuanya direncanakan, sekalipun plan tsb cuma secara acak dengan melihat titik-titik mana saja yg punya angle terbaik.
Dijenis foto narsis ini, pose paling sering dilakukan adalah sendirian atau dilakukan bersama beberapa orang. Gaya pilihannya cuma standar aja spt berdiri atau duduk saja disebuah lokasi. Selain gaya standar, ada gaya
Kedua: obyek foto belagak gak liat kamera padahal teuteuup gaya juga, gesture tubuh dibikin sangat natural dan keliatan apa adanya (pokoknya harus luwes). Jenis foto ini juga bisa memilih lokasi yg terbaik, angle yg pas, dan arah sinar yg diinginkan. Ada persiapan untuk membuat foto, dan hasilnya biasanya lebih oke.
Ketiga: foto candid yakni foto yg diambil ketika obyeknya emang gak tau dirinya dipoto. Jadi gaya dan tingkah lakunya 100 persen adalah asli dan gak dibikin bikin. Kalo lucu tingkahnya, maka lucu juga hasilnya. Jikatampang lagi jelek kayak muka onta, maka hasilnya yaa jelek juga kayak gitu. Foto candid yg sering dilakukan teman sejalan paling mudah adalah ketika obyeknya sedang tidur pules, mulut melongo, dan ilernya netes kebantal. Pasti jelek tampangnya.
Foto candid beda dengan ketiga jenis diatas, yakni foto candid pasti apa adanya, alamiah. Karena itu arah sinar matahari biasanya gak tepat, lokasinya gak pas, anglenya buruk, banyak “kelemahannya”. Pengambilannya mengandalkan ide spontan ketika melihat peristiwa, lalu kecepatan tangan bergerak mengatur kamera dan memotret. Candid mementingkan menangkap momen nya dibanding soal kualitas foto yg apik. Karena momen berharga dan tdk bisa diulang, maka hasilnya pasti unik.
Foto narsis jika dilihat dari cara eksekusi pengambilan foto, bisa dikatakan terbagi atas 3 perbedaan.
Pertama. Eksekusi pakai tangan sendiri. Pegang hape lalu moto diri sendiri. Jaraknya cuma satu lengan tangan saja dan gak lebih. Pakai kamera foto juga bisa, apalagi jika kameranya dilengkapi layar LCD putar, spt milik Canon Power Shot. Keunggulan cara ini, hasilnya bisa dikontrol secara penuh oleh diri sendiri, angle bisa dipilih dengan pas, framing agresif, dan hasilnya lebih baik. Jeleknya, jaraknya memang cuma satu lengan, artinya muka tampak gede didepan lensa. Apa boleh buat, yg penting bisa bikin foto narsisan sendiri kan.
Kedua. Eksekusi jepretan dibantu oleh orang lain, yakni bisa saja teman jalan atau orang lain disekitar lokasi misal sopir atau bell-boy. Keunggulan foto ini, jarak lensa dan kita bisa lebih jauh dibanding moto dengan tangan sendiri. Jeleknya, belum tentu org lain yg motoin kita ngerti cara moto yg bener. Kebanyakan sih framingnya begitu buruk dan gak layak lihat, seperti misal badan dipotong sepinggang dan langit luas keliatan diatas kepala. Atau dia moto kita dari jarak 5 meter, waduh, kita kayak apa kecilnya didalam frame tsb, ya jelek lah?
Ketiga. Memakai self timer dengan dibantu tripod atau diletakan begitu saja diatas tembok, meja atau kursi. Dijenis ini, biasanya hasilnya lebih bagus, apalagi jika membawa tripod sendiri. Dijamin semuanya akan pas dan tepat. Lain halnya jika pakai self timer tapi kamera diletakan ditembok pagar orang lain, wah hasil framingnya suka ngaco.
Kalimat “foto narsis” adalah bahasa popular dikalangan anak gaul dinegeri ini. Artinya secara mudah adalah: gemar memotret diri sendiri, atau sukanya memotret dirinya sendiri. Kata “narsis” itu sendiri diambil dari salah satu legenda Yunani ttg seorang anak cakep bernama “Narsisus” yg satu hari jatuh hati kepada mukanya sendiri ketika melihat bayangan wajahnya disebuah danau yg jernih spt kaca. Berhari hari dia terpesona dengan bayangan diair dan tdk tahu jika itu dirinya sendiri. Diapun mati karena asik kagum dengan bayangan mukanya. Dalam terminologi Freudian, “narsisme” bisa dikategorikan sebagai “mental disorder”. Berbahaya sih enga, tapi bisa merepotkan dalam proses sosialisasi di masyarakat. Sekarang, dengan arti gaul yg kepleset, kalimat “foto narsis” mengarahkan pada pemahaman bahwa org itu adalah individu yg suka banget difoto. Beda jauh dengan arti “mental disorder”, foto narsis cuma sebuah ungkapan dan ledekan antar teman untuk memberi nama sebuah bentuk perilaku dari “suka difoto”. ***hsgautama.multiply.com
Wuih, inilah hajatan sepeda besar yg ada diawal tahun 2008, diselenggarakan di JPG dg topik: Tren MTB 2008. Meriah banget, bikin macet jalan. Hujan lebat semalaman dan seharian paginya membuat tanah liat disana betul betul lengket. Ampyyyun minaa. Secara visual acaranya memang meriah, entah apa efeknya buat nilai penjualan. Buat pendatang amatiran kayak saya ini pengen nya cuma melihat Shimano akan melempar produk apa, lantas memperbaiki sisi apa dibanding produk sebelumnya untuk menyaingi kompetitornya kayak SRAM dan Campy. Taunya isinya yaa standar aja. Pihak pembicara dari Shimano yg menjelaskan keunggulan produknya didatangkan dari Malaysia yg berbicara dengan broken SING-LISH (singapore english), waaalaaah... "we cant understand laaaa, speak more laaaa, gimme nett price laaaaaa".... whatever so so Laaa and Laaaa.. . Pengunjung amatiran kayak saya dan mungkin ratusan lainnya cuma pengen hal konkret saja yakni: "Shimano khusus di event ini akan menjual line up produk sisa 2007 setengah harga, jreng!" Kuping kok malahan ribet denger penjelasan broken sing-lish macam begitu, mumet rek! Hal menyenangkan dari event besar ini, kita bisa mudah menjumpai teman disini. Ada teman MP, ada temen B2W, ada temen sepedaan jaman 90an, ada lagi senior gua dari jaman Tempo, waaah banyak. Gak bisa disebutin satu persatu.
Inilah festival tahunan yg disebut sbg: festival Kemang. Sebuah agenda rutin dikota Jakarta untuk kaum urban diwilayah Jaksel. Setelah tahun silam gak sempet ngikutin karena berada diluar kota, tahun ini sempat menengok isinya.
Festival bertempat disepanjang jalan Kemang mulai dari sekitar toko buku Aksara hingga ke arah dekat Kemang Selatan. Panjang, dan lumayan capek jika menyusuri bolak balik dari ujung ke ujungnya. Secara resmi areanya cuma segitu. Ini mirip suasana bazaar besar ditengah jalan raya yg sengaja ditutup. Namun kenyataannya, yg ikutan buka lapak disana bukan cuma diarea resminya tapi juga melebar lagi hampir sejauh 1km. Namanya juga ada kesempatan dagang, maka "semut semut" berebutan buka lapak disitu. Alhasil, terlihat ada dua "kelas sosial" antara pedagang dan pengunjung disitu, yakni kelas menengah atas dan kelas menengah bawah. Gampangnya, terlihat mencolok mana yg masuk kelas pedagang wangi, dan dimana wilayah pedagang "sogo jongkok". Diwilayah area resmi festival, pedagang dan pembeli sama sama "tampak wangi", tendanya luas dan lega, dan suasananya terang benderang penuh lampu. Sebaliknya, diwilayah "Sogo Jongkok", mirip dengan suasana pasar Tanah Abang, berdesakan, tendanya cukup terpal biru, lampu penerangan minim.
Satu hal yg tidak asik melihat festival ini yakni minimnya tempat parkir. Kemacetan langsung menggigit karena jalan sempit dan kendaraan berjalan pelan pelan bak semut. Tempat parkir dan jarak area bazaar lumayan jauh. Buat ibu ibu dan anak kecil, ini jelas bikin kaki langsung lemes. Jalan 4 km an bolak balik kan lumayan :-)