HidÄÿÄt's posts with tag: jagat wartawan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag jagat wartawan
ReviewReviewReviewReviewYAESU VX-6R mungil dan ampuhJul 27, '08 8:52 PM
for everyone
Category:Computers & Electronics
Product Type: Other
Manufacturer:  YAESU, Japan

Yaesu VX 6R adalah “senjata” wartawan lapangan untuk monitoring harian situasi dikota besar. Kebiasaan wartawan melakukan monitoring frekwensi radio sudah dimulai sejak jaman dahulu, entah sejak kapan karena tidak ada catatan resminya. Ketika radio tranciever HT muncul dipasaran, sejak saat itulah wartawan disini juga membawa HT jenis yg sama yang kerap dipakai oleh petugas negara resmi, spt aparat, petugas ambulance, jalan tol, dstnya. Kota sedemikian besarnya, memonitor melalui frekwensi radio adalah pilihan paling masuk akal untuk mengetahui “sedang terjadi apa” diluar sana.
Radio transciever HT popular pertama yg dikenal tangguh dilapangan saat itu adalah brand ICOM dengan putaran frekwensi model congkelan dengan kuku tangan. Belum digital dan masih manual. Kemudian ketika era scan digitall masuk kemari, perlahan teknologi wajah HT pun berubah.

 
Yaesu VX 6R adalah salah satu tipe paling popular dibawa oleh wartawan lapangan. Bentuknya kecil dan mempunyai band yg cukup lebar 2M, 220 & 440 MHz. Tipe ini mampu menampung saved memory hingga 900, submersible hingga 1,5m didalam air. Mampu melakukan monitoring hingga 504 kHz ~ 998.99 MHz, tapi gak bisa masuk untuk mendengarkan telp cellular. Kecepatan scan juga tidak jelek amat, sekitar 11 channel per detik (VFO mode).  Bentuknya yg kecil sangat memudahkan untuk dimasukan dalam saku atau dijepitkan dipinggang. Kecil, tangguh, kuat, dan hebat untuk dibawa mondar mandir dilapangan.

 

Perlu dicatat. Membawa radio HT tipe transciever membutuhkan “SIM dan STNK”. Artinya yg bawa harus punya ijin kayak SIM, dan yg “mobilnya” juga harus punya STNK. Jangan main main mengacaukan frekwensi (transmit) apalagi jika tidak punya SIM (atau callsign) karena bisa dijerat dengan UU yg berlaku. Jika tidak ada kepentingannya, mending jangan bawa alat komunikasi tipe “transceiver” yang termaktub dalam peraturan tsb. *** hsgautama.multiply.com

 
Free VX-6R Commander program
Universal Radio inc

 











.


Blog EntryFotografi > Tas Kamera Apa yg Pas?Mar 21, '08 9:41 AM
for everyone
Bagaimana memilih tas kamera?

Ini pertanyaan mendasar dan pertanyaan seperti ini pasti ada dikepala setiap orang yg suka dengan fotografi (atau videografi), baik itu dia sekedar hobiis amatir ataupun seorg prof. Tas adalah tempat menyimpan peralatan dan membawanya kian kemari dibutuhkan sebagai sebuah keharusan. Tas itulah yg akan menyimpan semua jenis dan bentuk alat, membawanya kesana sini secara ringkas, membuatnya terlindungi, dan menjaganya dari tercecer disembarang lokasi.

 
Ternyata dari semua hal itu, masih ada hal lain yg perlu diperhatikan oleh user sipemakai tas tsb. Beberapa pokok pikiran yg bisa jadi berbeda antara tiap orang pemakainya dikarenakan alasan spesifik yg hanya diketahui oleh si user tsb. Patokan personal itulah kemudian menjadi dasar user mencari sebuah tas tertentu yg dianggap paling pas buat dirinya, sedangkan tas jenis lainnya malahan dianggap gak bagus sekalipun harganya lebih mahal karena memakai bahan yg lebih top.

 

Perlindungan optimal.
Nyaris semua tas kamera diklaim memberikan perlindungan optimal atas dua hal: benturan dan kedap air. Karena itu bahan kainnya biasanya memang kanvas tebal atau material yg mempunyai lapisan yg membuat air tidak meresap. Selain itu, tas kamera biasanya tebal dan gendut, ini dikarenakan banyaknya lapisan busa anti benturan yg ditanam disekujur tubuh tas. Tapi bukan berarti ini lantas dianggap bahwa tas spt ini lantas jadi “bagus banget”.   Justru banyak kalangan fotografer pro yg jengkel dengan tas yg gendut karena dianggapnya tidak bisa dibawa melewati kerumunan massa dengan luwes dan pasti tersangkut diantara kerumunan tsb.  Tas yg lunak tapi punya perlindungan bagus justru yg disukai oleh kelompok ini. DOMKE  adalah salah satu brand lama yg mengklaim dirinya membuat tas yg aman tapi punya kelenturan yg baik buat fotografer pro agar mudah bergerak kesana sini. Jenis busa pun beragam, ada seluruh tas dilapis busa, dan ada yg hanya dipojokan dan dasarnya saja. Tiap tas dan brand mempunyai patokan tersendiri disesuaikan oleh keinginan usernya. Karena itu sekalipun sudah ada busanya toh isi sekatnya masih bisa dibongkar pasang sesuai jenis dan dimensi alat yg dibawa oleh fotografer kelapangan.



 
Ransel mirip daypack atau dicangklong dipundak.
Pilihan tas paling banyak dipasaran terbagi dua kategori, yakni tas kamera model ransel daypack, atau tas dengan gaya digantungkan dipundak. Keduanya jelas beda dalam soal distribusi berat. Tas ransel
cocok untuk  tipe perjalanan jarak jauh antar kota dan pemotretan panjang dari satu lokasi kelokasi lainnya, sedangkan tas pundak lebih cocok untuk pemotretan pendek dan cepat. Seorang fotojurnalis kebanyakan memilih tas cangklong pundak karena peralatan yg dibawa lumayan berat perharinya yakni 2 bodi kamera, 2 flash + 2 powerpack, 1 lensa superwide, 1 lensa medium tele, dan pernik kecil tambahan. Tas pundak terasa sangat berat menekan pundak, top loading, dan karena itu cocok untuk pemotretan jarak pendek serta singkat. Selain itu, buat fotojurnalis, tas pundak gampang diawasi mata apabila dipakai bekerja diantara kerumunan manusia dibanding tas ransel yg ada dibelakang punggung (jangan dicopet gitu).

Kejelekan lain tas ransel adalah soal cara membuka resletingnya yg umumnya langsung terbuka lebar. Artinya resiko tumpahnya lensa dan camera terjatuh mendadak sangat mungkin terjadi. Karena itu membuka kamera dan lensa didalam tas ransel harus dalam keadaan berhenti, tas diletakan di ground, lalu alat dibuka pelan, kemudian baru bisa kembali bekerja. Buat fotojurnalis atau fofografer pro yg suka hunting dijalanan, ransel jelas menghambat kecepatan gerak mengambil alat sembari bekerja berbarengan.
Untuk peralatan yg ekstra banyak yg akan dibawa berpergian antar kota, kini sudah ada tas kamera gaya koper dengan roda agar mudah didorong kesana kemari. Memudahkan dan mempercepat gerakan perpindahan manusia dan alat berbarengan.

 

 

Gua keliatan keren gak ?
Ini masalah jualan tampang memang. Banyak yg mengatakan perlunya “gaya” ketimbang fungsi, warna dan cut menjadi urusan nomor satu. Jadi ketika membeli tas kamera, pada akhirnya gaya j
uga yg dipikirin ketimbang fungsinya. Misal saja ada anggapan pemakai brand lawas spt DOMKE dianggap pasti dia fotojurnalis pro atau reporter kawakan, Billingham beken dikalangan fotografer  top di Eropa, sedangkan brand Lowepro dan Tamrac pasti dia fotografer yg suka hunting kesana kemari, sambil mengerjakan proyek client serius, membawa kamera banyak dan penuh lensa berukuran  besar didalam tas. Sedangkan jika pakai brand pendatang baru spt Crumpler, Caseman atau Bagman, ini dianggap sebagai  hobiis , gabungan antara fashion victim atau gadget freak yg suka motret disana sini.   Bahkan ada juga brand baru yg muncul dipasaran sini dengan nama “National Geographic Bag”. Agak bingung dengan maksud nama ini, mungkin maksudnya, jika memakai tas ini maka akan tampak spt jurnalis dan peneliti yg bekerja utuk Nat Geo, pergi kesuku suku terasing dan tanah terkucil nan eksotis dijung sebuah hutan lebat. Hehehe, membangun image itu memang urusan yg ajaib kok 

 

 
Terlihat jelas atau tersembunyi.
Sebetulnya ini sebuah kenyataan, bahwa banyak yg tidak suka terlihat membawa peralatan foto dan seabreg gadget yg ada didalam
tas nya ketika berpergian. Ada yg memilih low profile dan tampak bersahaja saat jalan kesana kemari tanpa terlihat membawa kamera dan macem macem. Tas nya hanyalah tas ransel daypack biasa merk lokal EIGER yg biasa dipakai kebanyakan anak SMA. Betul betul tidak ada keliatan jelas dia bawa peralatan kamera.

Cara ini juga disukai oleh kebanyakan fotografer di agensi kokoh spt MAGNUM. Fotografer Magnum rata rata membawa kamera utamanya adalah LEICA, sedangkan kamera jepang justru sampingan saja. Toh begitu mereka sukanya membawa tas lecek dan kumel mirip bule miskin yg nyangkut di jalan Jaksa. Sama sekali gak keliatan membawa 3 kamera Leica dan lensanya yg total harga satu tas itu bisa 300 jutaan lebih. Misal saja, Sebatiao Salgado dari Magnum ketika ketemu dia airport Cengkareng tahun 93, dia membawa tas busuk bulukan yg didalamnya ada 4 kamera LEICA plus semua lensanya. Ajegile, beda jauh tampang dan isi.   Sebaliknya, ada yg suka terlihat sepeti fotografer beneran. Baik itu karena dia memang fotografer pro atau amatir. Rasanya tidak sah jika tampangnya gak keliatan spt fotografer beneran. Karena itu semua tas nya mempunyai stempel brand beken, dan biasanya tidak murahan.

 

Saya sendiri… saya gak suka keliatan bawa alat macem macem.
Lebih suka terlihat spt jalan jalan biasa. Sejak tahun 90an jobdesknya “making a visual” membuat saya bosan berat membawa peralatan yg banyak. Buat saya, makin ringkas makin baik, makin tidak kelihatan bawa alat makin bagus. Apalagi jaman kini, alat semakin kecil saja ukurannya dan kian powerfull. ***hsgautama.multiply.com

 

 

Link keren (dan asal foto produk disini):

http://www.lowepro.com/
http://www.tamrac.com/
http://www.cambags.com/camera_mainpage.htm
http://www.tiffen.com/products.html?tablename=domke
http://www.bagmanworld.com/products
http://www.crumplerbags.com/Cart/index.php?catId=22
http://www.billingham.co.uk/pages/index.php
 

 .....





Blog EntryRuang Redaksi adalah Area TerbatasMar 7, '08 12:59 AM
for everyone
*** Series cerita ttg dunia wartawan, kebiasaan, aturan, dan cerita dibalik cerita. Penggalan cerita parodi, cerita tolol, konyol, menjengkelkan, memuakan, atau justru mengharukan dari profesi ini.







.

Blog EntryBencana Alam HitamFeb 20, '08 9:10 PM
for everyone
Kebohongan mirip dengan korupsi.
Jika dilakukan bersama sama akan lebih ces pleng. Mujarab, seketika, langsung jadi.

Oh Nurani... semoga kamu masih ada sekalipun itu cuma sejumput saja,
agar menerangi gelapnya hati dan hitamnya pikiran buruk manusia...







.

Blog EntryDua Versi LumpurFeb 19, '08 8:34 PM
for everyone
Bak dua gajah bertempur pelanduk mati ditengah.
Satu pihak percaya bahwa Lapindo salah langkah dalam melakukan eksplorasi sehingga membuat gunung lumpur dibawah tanah menyembur keluar, karena itu ini merupakan kesalahan Lapindo murni. Sedangkan pihak lainnya ngotot mengatakan ini bencana alam, bukan akibat salah bor, salah eksplorasi, salah gali, salah lapindo, salah apalagi deh... karena itu lebih cocok disebut bencana alam daripada disebut kesalahan manusia.

Gak heran, lantas muncul dua penyebutan: pertama menyebut kubangan lumpur disana sebagai
LUMPUR LAPINDO, dan kubu lapindo bersikeras mengatakan ini LUMPUR SIDOARJO. Dua gajah berantem, pelanduk mati ditengah, masyarakat sengsara... ribuan jumlahnya.
Saya sendiri menolak ini disebut bencana alam. Karena jika ini disepakati sebagai bencana alam, maka pemerintah harus ikut mengeluarkan uang dan tenaga untuk menutup bencana ini. Artinya, kita semua ini, rakyat dibebani pajak untuk membantu menanggulangi masalah disana padahal seharusnya pihak Lapindo sendiri yg menanggung akibatnya 100%.







.

Category:Computers & Electronics
Product Type: Other
Manufacturer:  -
Senjata andalan reporter lapangan
untuk wawancara ******


At just 208g and a size of 135.3x70x27mm, our little PCM recorder (24bit/48kHz) uses both WAV and MP3 files and records directly to SDHC cards rather than an internal HDD like most of its competitors. Our DR-1 utilizes Variable Speed Audition, which slows down speed without changing pitch.




Blog EntryHape gelap gelapan atau hape terang terangan.Jan 30, '08 9:33 AM
for everyone

“Gua kayak germo nih, bawa hape sampe tiga buah”.

Kalimat ini pernah diucapkan dengan becandaan menanggapi banyaknya hape yg harus dibawa setiap hari ketika berangkat kerja. Hidup ini seharusnya bisa efisien, tapi nyatanya gak efisien juga dengan membawa beberapa nomor berbeda. Dua nomor milik pribadi (GSM dan CDMA) satu lagi nambah no XL buat urusan kantor. Memberatkan, bikin repot menyimpannya dan sama sekali tidak efisien. Germo biasanya bawa hape sampai beberapa buah, itu untuk kepentingan yg berbeda satu dengan lainnya antara diri si germo, si anak asuhnya, dan si pelanggan.  

 
Realitas membawa hape lebih dari satu, minimal 3 buah ini menjadi pemandangan jamak dikalangan pekerja perkotaan. Kebutuhan akan mobilitas komunikasi riil karena tuntutan gawean,  atau karena tertarik dengan iming iming pulsa murah (misal karena pacaran jarak jauh antar kota), maka punya nomor beberapa buah itu dirasakan perlu.

Tapi ada juga yg gak suka dengan kondisi ini. Coba saja tanya dengan para istri simpanan, pacar gelap, atau apapun yg serba tertutup. Pasti soal “nomor hape yg lain” adalah sebuah keniscayaan yg pernah mewarnai awal hubungan gelap mereka.

Saya pernah ngobrol dengan beberapa orang perempuan yg pernah menyandang sebutan sebagai “istri simpanan”, “istri gelap”, “pacar gelap” dstnya. Mereka satu dengan lainnya pasti kompak mengatakan, bahwa jika berkenalan dengan pria yg membawa hape lebih dari satu pasti mereka curiga. Saya termasuk "dicurigain" karena bawa hape lebih dari satu 

Mereka pikir, nomor itu salah satunya dipakai untuk urusan “gelap gelapan”. Bukan urusan “terang terangan”. Hahaha. Komentar itu dulu mungkin benar. Ketika perang tariff belum sehebat jaman ini. Dulu, 5 tahun silam,  jika bawa hape sampe 2,  atau punya nomor lebih dari satu disaku celananya, biasanya itu diartikan oleh para perempuan tadi bahwa si pria itu punya simpanan. Dus artinya, para istri sah yg selalu “keluar tanduknya” setiap pagi, pasti tidak lupa akan bertanya ketus, kenapa suaminya punya nomor hape hingga dua atau lebih.

 

Punya nomor lebih dari satu juga pilihan karena alasan sipemilik termasuk supel dan cerewet. Misal, salah satu temen dikantor, dikenal sangat supel. Proses kenalan via email, chatt atau lewat multiply bisa dengan cepat langsung berujung dengan ngobrol halo halo .   Muke gile, saking cepetnya, saya sendiri sampe geleng geleng kepala. Mungkin bakat atau memang karena supel dan bawel, dia bisa ngobrol nerocos tanpa henti membuat dia memang mudah masuk kesemua orang, apalagi cewe, dan  a-p-a-l-a-g-i  cewe cakep.

Hehehe. Orang macam dia ini jelas butuh hape dengan pulsa murah. Kalo perlu, dia harus bawa hape dengan kartu operator yg paling top rated menyediakan pulsa murah. Simpati ada, Fren punya, Bebas ada. Semua adalah. Hehehe. Komplit. ***hsgautama.multiply.com

 

 

 

 


Category:Computers & Electronics
Product Type: Computers
Manufacturer:  ASUS EEE pc
Keren penjelasannya.
Thanks Kang buat link nya :-)

Laptop murah ASUS eee bisa disulap jadi touch screen, lalu diberi internal modem 3,5 G didalam bodinya, dll. Layak dilihat nih.




http://www.youtube.com/watch?v=k1K8woV4C4M



.


Video Call sambil melakukan onani?
Ini pasti pekerjaannya org gila.

Seorang teman kolega perempuan, marah marah satu hari karena menerima telp video call dengan ID With-held . Tanpa curiga dia membuka telp panggilan video tsb, taunya keluar gambar video dilayar hapenya ada adegan onani.  Dengan kemarahan yg tinggi dia refleks mematikan telp itu. Tersangka pelaku nekat menelpon lagi hingga beberapa kali sampai bosen karena dicuekin. Ketika korban itu mengadu kesaya, saya cuma bisa geleng geleng kepala. Kasihan juga, korbannya seorang ibu satu anak, bini orang, perempuan baik baik, berkerudung, alim.

Si gila itu melakukan terror busuk dengan memanfaatkan fasilitas ID Witheld yg secara murah hati diberikan oleh operatornya.

 
Dinegeri ini, fasilitas ID Witheld memang disediakan oleh beberapa operator telp secara gratis dan mudah. Cukup beli kartunya, atau berlangganan maka fasilitas itu diberikan begitu saja tanpa banyak tanya, mudah dan tidak ditanya macem macem sama operator selularnya.

Setahu saya, hanya Telkomsel yg tidak mau memberikan begitu saja fasilitas ini kepada semua pelanggannya, bahkan meminta sambil nangis nangis pun gak akan dikasih (ini kata org Telkomsel sendiri kesaya).  Jika ada yg pakai HALO  telkomsel lalu punya fasilitas ID Witheld, itu pasti karena nomor tersebut masuk kategori khusus dan istimewa. Langkah Telkomsel ini memang lebih masuk akal dan sangat positif mengingat fungsi itu lebih sering disalah gunakan oleh orang sinting spt praktik busuk diatas ketimbang sisi manfaatnya. Paling sering terjadi dengan cara ini adalah kasus terror telpon pagi-siang-malam, ancaman tersembunyi, melakukan intimidasi dg kekerasan dan seksual, ancaman terorisme ,  dstnya.  Operator selular lainnya seharusnya mengikuti kebijakan spt apa yg dilakukan Telkomsel agar mereka tdk dicap  ikut andil secara sengaja membuka peluang terjadinya terror via HP disana sini. Operator menyediakan fasilitas ini, tapi tampaknya tdk membuka respon cepat apabila ada komplain dari pihak korban, ini juga bikin urusan kian runyam bagi si korban, sdgkan pelakunya makin merajalela. 

 
ID Witheld biasanya lebih cocok dipakai untuk profesi tertentu yg memang dianggap riskan ketika ketahuan ada dimana. Ancaman bisa diterima dirinya atau
keluarganya. Profesi, polisi, jaksa, hakim, intel, bahkan wartawan yg secara logis bisa memakai fasilitas ini. Dalam profesi saya sebagai wartawan, seringkali saya harus menghubungi nomor nomor yg masuk kategori riskan, yakni narasumber yg mempunyai profesi riskan . Wawancara atau pembicaraan  bisa dilakukan bebas melalui telpon apabila nomor hape saya tdk diketahui oleh pihak sana. Saya juga tidak perlu jadi waspada tinggi  was was akan berulang kali menerima telpon hantu yg menteror siang malam akibat nomor saya beredar kesana sini. Misal saja, jika liputan didaerah konflik berdarah, ancaman telpon dan terror biasanya merupakan hal lumrah dan kerap terjadi, jadi harus tau cara mengatasinya dengan efisien dan taktis.

 
Sejujurnya saya mempunyai kartu selular yg sudah saya pakai lebih dari 12 tahun ini dan itu dilengkapi dengan fasilitas ID Witheld. Sumpah, fasilitas ini sungguh amat jarang dipakai, apalagi jika ada dikantor Jakarta. Menghubungi siapapun cukup dengan no telp kantor saja. Gak pusinglah jika nanti mendapat ancaman apapun. Lain halnya jika sdg bertugas keluar kota dan mau tdk mau menghubungi nomor tertentu yg dianggap riskan. Jika sangat terpaksa, fasilitas ini akan dipakai. Selebihnya, jika bisa membeli nomor lokal, saya akan melakukan itu daripada pakai fasilitas ID Witheld.


Bagaimanapun, menelpon sesorg itu butuh sopan santun. Tidak sopan menelpon seseorg dengan ID Witheld.  Ini mirip maling yg masuk kerumah org lain. Sikap sopan dengan menunjukan nomor sesungguhnya adalah merupakan perilaku respek yg baik. Saya juga emoh menerima telp dengan memakai ID WItheld.  Dikantor, saya terang terangan bilang itu kesemua anak anak agar jangan melakukan ini ketika menelpon kesaya karena tidak akan saya gubris sampai kapanpun. Jika mau telp saya, maka tunjukan ID dengan benar spy ketahuan apakah akan saya jawab atau tidak. ****hsgautama.multiply.com


 


Blog EntryPers > Doorstop Ricuh episode keduaJan 15, '08 11:06 PM
for everyone

Menyambung tulisan ttg “doorstop ricuh”, sebuah contoh bagus betapa parahnya situasi doorstop ditanah air. Kali ini tentang “sisi jelek” diluar posisi pers.


Difoto headline KOMPAS, terlihat bagaimana obyek utama berita dikerumuni oleh puluhan orang yang gak ada pentingnya blas ikutan nempel hanya semata mata pengen nongol doang dimedia massa, entah itu dicetak atau dielektronik. Situasi seperti diatas jamak kita lihat dimana mana.  Ini salah satu ciri Indonesia yg amburadul, sok repot, sok pengen nongol, nempel melulu kayak permen karet nempel dibokong. Bahkan parahnya, hanya “for the sake of nongol mukenye dimedia” mereka malahan rebutan jalan didepan Habibie, atau minimal bisa menggandeng tangan Habibie supaya bisa ikutan kefoto.

Sejujurnya, semua orang orang ajaib disana, selain Habibie dan istrinya, gak ada urusan ada disamping obyek utama, atau nempel dibelakang kepala Habibie. Mereka disitu hanya ingin supaya masuk media. Lalu nanti ketika liat dimedia massa ketawa tawa dengan teman temannya sambil membayangkan dia jadi beken kemana mana, atau, Koran ini bisa digunting dan dibingkai kan. Maayaaaan buat jaga imej kalo mau jadi pejabat dikemudian hari.

Sekarang bandingkan misal acara dinegara lain, betapa rapihnya situasi disana.
Semua org yg gak ada kepentingan tersangkut dengan obyek utama yg diburu pers, maka diminta minggir semua kesamping atau menunggu jauh dibelakangnya. Dan tidak ada "orang gila" yg akan jalan didepan obyek utama berita itu. Situasi macam beginilah yg membuat orang media, apalagi wartawan visual, bisa marah dan membuat mereka akan melompati garis yg telah ditetapkan oleh humas atau protokoler.

 
Pusing memang.
Banyak hal menjengkelkan dari tingkah rada kampungan semacam ini dan gak bisa diatur dari manusia manusia kayak begitu. Tingkah mereka spt itulah yg  selama 20 tahun ini membuat situasi dilapangan amburadul, tidak ada doorstop yg enak dan teratur. ***hsgautama.multiply.com

 

 

 


Blog EntryPers > Doorstop RicuhJan 12, '08 10:15 AM
for everyone
20 tahun terakhir saat era pers TV modern ditanah air menggelembung, wartawan TV dilapangan nyaris tidak bisa membuat doorstop yg rapih dan teratur. Acara doorstop selalu berujung dengan keriuhan dan saling sikut. Citra buruk ini seakan semakin menjadi jadi dimana saat ini pertumbuhan media cetak dan elektronik kian banyak shg membuat jumlah wartawan membengkak makin besar dilapangan ketika liputan acara besar. Wartawan indonesia sepertinya memang sulit diatur, susah membentuk barisan sederhana yg rapih agar bisa mendapatkan gambar yg bagus. Visual dilayar kaca saat doorstop seakan tidak pernah ada yg bagus selama ini karena kericuhan dilapangan saat liputan.

Tulisan lain ttg ini silahkan klik ini.


 
Thanks to image shack.

.
 

Blog EntrySeceruput Kopi AermeraJan 7, '08 5:27 PM
for everyone

Kopi Timor Timur ini disodorkan oleh Haris ketangan saya yg disambut dengan gembira. Wah, sudah lama tidak pernah bersentuhan dengan apapun yg berbau Timor Timur (sekarang bernama Timor Lorosae). Haris dan Imel, baru saja balik dari liputan seminggu disana untuk membuat program wisata di JELAJAH. Dan oleh olehnya tentu saja sebungkus kopi ini buat saya. Sejak wilayah itu lepas dari Indonesia, memang agak susah mendapatkan kopi dari sana secara regular.

Timor Lorosae adalah sepotong kenangan dikepala. Nyaris separuh lebih usia karir wartawan saya dihabiskan jungkir balik diwilayah ini. Saking seringnya dulu kesana, saya malah merasa bahwa Dili adalah kota kampung halaman saya kedua setelah disini. Bahkan, kesana lebih sering ketimbang lebaran kerumah Eyang atau rumah saudara lainnya. Dulu, cuma ada beberapa wartawan saja yg memang sukanya mondar mandir disana, misal Oscar Matuloh dan Hermanus dari Antara, lalu Budi Shambazy dari Kompas, mas Hendro veteran TVRI, dan beberapa kawan dari media asing. Sebuah kolase cerita berwarna yg selalu direkam didalam hati, sekalipun itu merupakan kesialan atau tragis.

 


Kopi orisinil Timor Leste mempunyai sejarah panjang disana.
Tanaman ini tidak dibudi dayakan dalam sekejap saja. Banyak yg mengatakan bahwa kopi dibawa oleh bangsa Portugis saat menjajah dipulau kecil ini. Lalu ketika Indonesia masuk dikisaran Juni 1976, perkebunan kopi dimekarkan dan dikelola secara skala besar besaran dengan gaya  monopoli oleh badan usaha yg dikontrol oleh TNI. Disebut sebut, bahwa Robi “kethek” Sumampow kawan dekat Jend Benny Moerdany, lantas mengelola perkebunan disana secara terorganisir diwilayah sejuk Aermera dan tersebar diantara 12 distrik dan 12 kota disana (seluruh Timor ada 13 distrik). Sejak Timor Leste berpisah dari Indonesia, perkebunan disana secara otomatis diambil alih pengelolaan distribusi marketingnya oleh kapitalis Australia. Ini mirip sebuah cerita berulang dari masa silam memang.

Banyak kometar sinis dari kalangan bule yg mengatakan bahwa perkebunan kopi dikangkangi oleh militer kita dimasa silam, taunya begitu mereka masuk,  ternyata  kelakuannya sama saja mencaplok perkebunan disana. Bisa juga malahan lebih buruk, karena dengan taraf hidup yg naik tajam, nilai mata uang Timor Leste yg merosot jatuh,  hasilnya 20 ribu petani kopi terengah engah menjalani hidupnya untuk mengejar dan memenuhi standar ala industri gaya kapitalis yg lebih mementingkan produksi dan uang melulu. Produksi digenjot keras, tahun 2005 tercatat nilai ekspor Timor Leste sebesar $ 1,8 juta, dan sebanyak 90% nya didapat dari kopi. Apa yg kembali kepetani nilainya tidak seberapa, tapi rasa dan aroma kopi asli Timor sudah merajalela disemua oulet Starbuck dan diseruput oleh kalangan berduit dimana mana. No fair trade, petani digencet terus. Tantangan terbesar perkebunan disana adalah meningkatkan produksi duakali lipat per hektare nya, lalu menjaga standar mutu kopi Timor. Tanpa mutu yg terjaga, harga kopi ini akan jadi permainan tengkulak kopi dunia.

 
Ah lupakan “politik perkebunan”.
Ditangan sudah ada kopi Timor Leste, saatnya diseduh dan diminum dengan seruputan yg berselera. Citarasa kopi Timor bukan sekedar aroma dan rasa, tapi ada penggalan ingatan akan masa lalu buat saya. Viva Timor Leste!  *** hsgautama.multiply.com


NB:  Buat Meta Guterez dan kawan kawan lama disana, meus amigos, por o tempo velho, obrigado barak!

 
Foto peta dari sini.

 .

Blog EntryAda Isu Gempa 23 Desember 2007Nov 25, '07 9:27 PM
for everyone
Sudah 3 tahun ini, setiap akhir tahun selalu banyak berita bencana dan tragedi. Akhir tahun menjadi masa yg paling melelahkan dan bikin deg degan.  Banyak yg harus di "jagain", takut terjadi apa apa. Wuih...


http://www.antara.co.id/arc/2007/11/24/ada-isu-gempa-23-desember-2007/


Ada Isu Gempa 23 Desember 2007




Bengkulu (ANTARA News) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengajak masyarakat Bengkulu untuk mengambil nilai positif dari isu gempa bumi yang diprediksi akan terjadi pada 23 Desember dengan lebih meningkatkan kewaspadaan.

"Dengan isu tersebut masyarakat justru lebih waspada dan lebih siap," kata Misdi, Penjabat Pembuat Komitmen LIPI, dalam acara pembukaan "Warung Informasi Siaga" di Bengkulu, Sabtu.

Menurut dia, isu akan terjadinya gempa besar itu jangan dijadikan sesuatu yang menakutkan karena belum ada satupun alat atau ilmu yang bisa memprediksi waktu terjadinya gempa dan tsunami, apalagi sudah memvonis harinya.

"Gunung api saja yang sudah jelas-jelas aktif dan siap meletus tidak bisa diprediksi kapan waktunya akan meletus, apalagi gempa bumi yang tidak kelihatan sama sekali," tegasnya.

LIPI berharap dengan adanya isu tersebut seluruh masyarakat Bengkulu menjadi lebih siap untuk menghadapi segala macam bencana termasuk gempa bumi, apalagi daerah ini dikenal sebagai daerah rawan gempa bumi.

Misdi mengatakan, prediksi yang disampaikan pengamat Brazil tersebut hanya berdasarkan siklus tapi tidak bisa diprediksi secara tepat, karena prediksi gempa pada 23 Desember tersebut sangat kecil sekali kemungkinan terjadi.

Ketika ditanya, ia mengatakan, turunnya tim LIPI ke Bengkulu dan mengadakan simulasi tidak ada kaitannya dengan prediksi pengamat gempa Brasil itu, karena sudah sejak lama diprogramkan.

Program simulasi di Bengkulu merupakan program lanjutan sebab sejak Januari 2007 sudah dimulai dari Aceh, Nias (Sumut), Padang (Sumbar), Banten, Yogjakarta hingga Nabire (Papua).

"Kebetulan saja program simulasi di Bengkulu ini bertepatan dengan pasca gempa dan merebaknya isu tersebut," ujar Misdi.

Ketika menjelaskan tentang pembukaan "Warung Informasi Siaga" di Pantai Panjang, Kota Bengkulu, menurut dia merupakan program pendidikan publik tentang kebencanaan di daerah pesisir khususnya gempa bumi dan tsunami.(*)


Gempa 6,7 SR Landa Dompu, Dua Orang Tewas


Mataram (ANTARA News) - Gempa bumi berkekuatan 6,7 pada skala Richter (SR) yang terjadi Senin (26/11) di perairan laut Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan belasan lainnya dirawat akibat menderita luka-luka.

Wakil Ketua I Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam (Satlak PBA) Kabupaten Dompu, Letkol Inf Kusdiro, ketika dihubungi dari Mataram, Senin pagi, mengatakan kini Satlak PBA Dompu tengah mendata bangunan yang rusak dan kemungkinan korban lainnya.

Berdasarkan data sementara kerusakan tercatat belasan rumah rusak berat dan ringan, terutama yang berlokasi di Kecamatan Kilo atau 60 kilometer dari Dompu.

Sementara korban, yakni seorang di antaranya adalah balita yang meninggal pada gempa pertama dan satu lainnya dewasa pada gempa kedua. Mereka warga Kecamatan Kilo, Dompu, yang kebetulan lokasinya berada dekat laut dan pusat gempa.

"Dari 18 rumah yang mengalami kerusakan, beberapa di antaranya roboh," kata Kusdiro yang juga Dandim Dompu.

Berdasarkan keterangan dari Stasiun Meteorologi Bandara Selaparang Mataram, pada malam itu terjadi empat kali gempa, pertama pada pukul 00.02 Wita dengan kekuatan 6,7 SR dan pusat gempa di Laut Dompu pada kedalaman 50 kilometer.

Gempa kedua tejadi pada pukul 00.52 Wita dengan kekuatan 4,9 SR pada kedalaman 66 kilometer selatan Dompu, disusul gempa ketiga pada pukul 01.15 Wita kekuatan 5 SR pada kedalaman 50 kilometer posisi 44 kilometer laut Dompu.

Terakhir guncangan gempa terjadi pada pukul 03.53 Wita dengan kekuatan paling besar yakni 6,8 SR dengan posisi 48 kilometer barat laut Dompu dengan pusat dikedalaman 15 kilometer dasar laut.

Gempa terakhir dilaporkan berpotensi tsunami dan telah disampaikan peringatan dini melalui seluruh stasiun siaran televisi, namun hingga kini informasi tidak sampai terjadi tsunami.

Guncangan gempa di Dompu itu juga dilaporkan dirasakan warga Bima yang wilayah bertetangga dengan jarak sekitar 40 kilometer.

Selain itu, kendati jaraknya cukup jauh dengan pusat gempa di Dompu, diinformasikan sejumlah warga Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, pada pukul 04.00 Wita sempat lari ke atas gunung menyusul adanya peringatan dini BMG yang disiarkan melalui stasiun televisi.

Menurut seorang warga, guncangan gempa terutama yang besar begitu terasa di Maluk yang lokasinya memang berada di dekat pantai, namun hingga kini belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan. (*)


Gempa 6,0 SR Kembali Guncang Pantai Sumbar, Warga Panik


Padang (ANTARA News) - Gempa berkekuatan 6,0 pada skala Richter (SR), dengan kedalaman 20 km pada lokasi 107 baratlaut, Muko-Muko, Bengkulu, kembali mengguncang permukiman penduduk di kawasan pesisir pantai barat Sumatera Barat sekitar pukul 00.43 WIB, Senin dini hari.

Ratusan warga di Kota Padang berhamburan lari keluar rumah.

Fitri, staf BMG Padang Panjang, ketika dihubungi dari Padang, Senin dini hari, mengatakan pusat gempa pada 2,36 derajat Lintang Selatan dan 108,8 derajat Bujur Timur.

Guncangan gempa tersebut merupakan gempa susulan yang terjadi Minggu pagi sekitar 09.51 WIB dan tidak berpotensi memicu tsunami.

Guncangan gempa cukup dirasakan di Pesisir Selatan, Padang dan Mentawai.

Gempa itu tidak ada kaitannya dengan beredarnya isu-isu akan terjadinya guncangan gempa besar pada 23 Desember 2007.

"Warga diminta tidak terlalu panik dan khawatir, tapi tetap waspada," kata Fitri.

Pantauan ANTARA pada permukiman penduduk di kawasan pinggir Kota Padang, ratusan penduduk Senin dini hari lari keluar rumah, karena khawatir akan terjadi guncangan gempa susulan.

"Kita khawatir gempa susulan lebih kuat lagi datang," kata Son, seorang warga.

Ia menambahkan sejak Minggu pagi ada sebagian warga merasakan guncangan gempa tiga kali dengan kekuatan bervariasi. (*)


.

Blog EntryMenpen Malaysia sibuk menghujat Al JazeeraNov 12, '07 7:14 AM
for everyone

Jika kita sudah menjadi wartawan dijaman Soeharto pasti hapal banget dengan kasus ini, Mentri Penerangan (menpen) berkoar koar mengatakan berita berat sebelah dan fitnah media menyudutkan pemerintahan yg sah. Menpen ini sibuk memaki Al Jazeera yg disebut mencemarkan nama baik Malaysia karena  tampak mendukung gerakan prodemokrasi, proreformasi.

Mahatir dan anteknya, Badawi sama saja, memang membangun Malaysia dg konsep yg sama dengan Soeharto.
Dia berguru kepada Soeharto, oleh sebab itu hasilnya sama saja=  stabilitas nomer satu, demokrasi adl omong kosong!

Mentri Penerangan biasanya ada dinegara totaliter, absolut, tidak demokratis. Jabatan ini dipakai untuk melibas berita apapun yg berbeda dari versi resmi pemerintah, termasuk menyuarakan suara pemerintah.

Sekalipun banyak output dari Departemen Penerangan yg terdengar tolol, toh mereka tetap melakukan itu karena memang mereka digaji untuk "bersuara tolol" atau asbun, hahaha. Badut politik, suka ngawur ngomongnya. Hari hari omong kosong setiap saat.  Monyet saja tertawa denger ini. Salah satu contoh konkret betapa dinegeri itu pemerintahnya sangat mengontrol persnya, dengan melihat bagaimana terjadi demo hebat melibatkan ribuan orang, dan besoknya TAK ADA SATUPUN BERITA tentang demo itu di TV atau media cetak lokal. Semua dipaksa tutup mulut dengan ancaman: memberontak, membuat gerakan subversi, ancaman penjara, dan gebukan tongkat polisi. Sebuah kenyataan dimanapun dalam sejarah, jika pers tidak jujur disatu negara, maka ada yg tidak beres disana.  Itu sebuah kesahihan,  fakta yg tak terbantahkan.

Kawan kawan di Al Jazeera, kalian pindah saja ke Jakarta. Disini suara pers masih lebih demokratis 200% dibanding disana. Station base seharusnya ada dinegara yg kondusif tapi mudah masuk kesana . Cobalah mencontoh Thailand ketika era perang saudara di Vietnam, dimana semua perwakilan pers asing based di bangkok.



http://mstar.com.my/cms/content.jsp?id=com.tms.cms.article.Article_3303065a-c0a85062-97d5ad00-a44f3ce7


Al Jazeera diminta tidak kelirukan masyarakat antarabangsa

12-11-2007 04:42:28 PM

KUALA LUMPUR: Stesen televisyen satelit antarabangsa, Al Jazeera, diminta tidak mengelirukan masyarakat antarabangsa dengan laporan berat sebelah mengenai perhimpunan haram di ibu negara pada Sabtu lepas.

Menteri Penerangan Datuk Seri Zainuddin Maidin berkata agensi berita itu telah membuat laporan seolah-olah keganasan dilakukan oleh polis untuk menyuraikan perhimpunan itu sedangkan mereka disuraikan menggunakan semburan air dan gas pemedih mata.

"Al Jazeera telahpun mempunyai 'preconceived mind' (tanggapan) dan tertipu dengan dakwaan kononnya 100,000 orang akan menyertai perhimpunan tersebut," katanya pada sidang akhbar di pejabatnya di Angkasapuri hari ini.

Zainuddin berkata pertanyaan pengacara Al Jazeera kepada beliau berhubung perhimpunan itu menggambarkan kononnya pihak polis bertindak keras sedangkan polis hanya menggunakan tindakan yang minimum.

Malah, katanya, Suruhanjaya Hak Asasi Manusia (Suhakam) telah menyatakan polis mengawal perhimpunan haram itu mengikut peraturan dan tidak menggunakan sebarang senjata dan kekerasan.

Zainuddin berkata pihaknya akan menghantar surat teguran rasmi kepada Al Jazeera berhubung isu itu.

Beliau berkata Al Jazeera tidak sewajarnya berkonspirasi dengan pihak pembangkang dengan melaporkan sumber daripada penulis blog sebagai wartawan kerana penulis itu sebenarnya penyokong DAP.

"Mereka sepatutnya mendapat pandangan yang tepat tentang Malaysia bagi mengelakkan mereka mempunyai persepsi yang salah," katanya.

Zainuddin berkata agensi itu sewajarnya memainkan peranan untuk merapatkan hubungan antara Malaysia dan dunia bebas dengan memberi gambaran sebenar tentang Malaysia, bukannya menimbulkan perasaan buruk antara Malaysia dengan negara barat atau sebaliknya.

"Al Jazeera seharusnya tidak mengguna pakai demokrasi CNN dalam membuat laporan tetapi menggunakan etika BBC supaya mereka tidak dilihat sebagai mempromosikan Amerikanisme kerana Malaysia belajar lebih lama mengenai demokrasi dari British," katanya.

Beliau berkata Al Jazeera juga sepatutnya berterima kasih kepada kerajaan Malaysia yang memberi tempat kepadanya untuk beroperasi di sini. BERNAMA

 

 



http://mstar.com.my/cms/content.jsp?id=com.tms.cms.article.Article_33208a9e-c0a85062-97d5ad00-788713fc

Tindakan tegas buat pihak peralat kanak-kanak di perhimpunan haram
12-11-2007 05:11:19 PM

KUALA LUMPUR: Polis akan bertindak tegas terhadap pihak yang memperalatkan kanak-kanak, yang menjadikan mereka sebagai benteng dalam perhimpunan haram, kata Ketua Polis Negara Tan Sri Musa Hassan.

Beliau berkata ia merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan tidak waras diperlakukan dalam sebarang perhimpunan, di samping melanggar Akta Kanak-kanak 2001.

"Tindakan tegas terhadap mana-mana pihak akan diambil di bawah akta tersebut (bagi kesalahan itu)," katanya kepada pemberita ketika ditemui selepas majlis serah terima tugas Timbalan Ketua Polis Negara di Bukit Aman di sini, hari ini.

Beliau berkata demikian semasa menjawab soalan pemberita berhubung perhimpunan haram di ibu negara Sabtu lepas yang dipercayai menggunakan kanak-kanak sebagai benteng atau perisai bagi menghalang polis.

Musa berkata siasatan akan dijalankan terhadap penganjur perhimpunan haram itu dan tindakan yang tegas akan diambil.

"Kita akan siasat mereka yang menjadi dalang perhimpunan itu. Tindakan tegas akan diambil terhadap mereka kerana menimbulkan kekecohan. Kita (polis) sudah beri nasihat jangan libatkan diri dalam perhimpunan haram itu kerana ia menyebabkan ketidakselesaan kepada masyarakat. Kita sudah suruh mereka bersurai tetapi ada di kalangan mereka yang mencabar kita," katanya.

Ditanya mengenai uraura kononnya perhimpunan seumpama itu akan diadakan dalam tempoh tiga minggu lagi di tempat yang sama, Musa berkata polis bersiap sedia menghadapinya.

Sabtu lepas polis berjaya mengawal keadaan dalam perhimpunan haram yang diadakan di beberapa kawasan yang berpusat di Dataran Merdeka, dengan menempatkan seramai 4,000 anggota. BERNAMA


Sumber video NTBN.


http://www.youtube.com/watch?v=M1wSQiQIhEQ 
http://www.youtube.com/watch?v=fGEqcxVC_qQ 




.

  






Blog EntryCemas menanti letusan besarOct 6, '07 6:07 PM
for everyone

Jika sekarang dikatakan bhw nyaris semua kantor redaksi tegang, itu tentunya menanti dengan cemas kapan G.Kelud akan meletus. Setiap kantor redaksi media massa ditanah air sudah  meminta semua awaknya yg bertugas di Jawa Timur, khususnya kota Kediri dan Blitar untuk tanpa henti mencermati pergerakan gunung Kelud.


Saya sendiri ikutan merasa “cemas” melihat pergerakan gunung ini dari hari kehari. Dikatakan cemas, karena sudah wanti wanti dengan bos dikantor, jika gunung itu akan meletus, saya sungguh bersikeras ingin kesana sambil membawa tim liputan LIVE untuk News Transtv.
Sebulan ini, aktifitas gunung ini kian meningkat. Bukannya tambah surut, tapi malahan menjadi jadi. Sehingga banyak yg mengatakan Kelud sudah tinggal mengitung hari saja dan jika telah tiba saatnya, maka itu sama dengan hanya mengitung jam untuk meledak. 

Saya cemas tidak bisa pergi kesana karena satu dan lain sebab, misal, rumah sekarang dalam kondisi kosong. Pembantu mudik dan tidak ada yg menjaga hewan pets dirumah (tentu saja rumah itu juga). Jika Kelud meletus hanya berselang 2 atau 3 hari setelah lebaran, dan saya gak bisa kesana, rasanya sungguh kecewa. Saya berharap cemas, bhw seharusnya ada disana, bekerja dititik dalam radius 7km  lebih dari pusatnya. Ini harapan terbaiknya.

Hati ini bersemangat pergi kesana karena ini kesempatan sekali dalam hidup. Rasanya, tidak seumur hidup akan melihat kejadian itu. Ini bakalan menjadi pengalaman jurnalistik “terbaik” dan mengesankan melihat dengan mata kepala bagaimana Kelud menggeliat dihari hari terakhirnya menjelang sebuah letusan hebat. Pengalaman itu berharga, dan tidak akan diperoleh dari buku pelajaran dikelas atau dimanapun.
Get there by yourself, and find some valuable lesson.

Meliput bencana alam itu berbeda dengan meliput area konflik berat. Saya mungkin kenyang pengalaman pergi kewilayah konflik berdarah yg penuh pembantaian manusia, tapi bekerja diarea bencana alam sungguh beda jauh. Dikantor, saya membuat protokol liputan dikondisi abnormal (hostile environment coverage), didalamnya terdiri acuan pokok cara menjaga keselamatan diri sendiri dan peralatan ketika bekerja meliput diarea berbahaya atau sangat berbahaya. Pengalaman di Kelud, akan menambah isi dari halaman itu secara rinci tentang bagaimana kondisi sebuah gunung 10 jam sebelum meletus hingga 3 hari setelah itu, bagaimana membuat persiapan alat alatnya (untuk siaran live), dan tentu saja bagaimana menjaga keselamatan serta bertahan   hidup dalam kondisi minus berat dan terkontaminasi.

Event ini menjadi sangat istimewa karena secara mendasar punya perbedaan besar.
Perbedaan terbesar disini adalah, kita
datang kelokasi gunung Kelud jauh hari sebelum dia meledak dahsyat. Datang sebelum bencana terjadi, lalu melihat bencana didepan mata sambil berusaha tetap selamat, dan kemudian bertahan hidup sekian minggu lagi dilokasi yg telah porak poranda untuk bekerja. Bayangkan, hari ini kita masih melihat Kelud menjulang tinggi, dan tau tau esoknya dia sudah meletus menjadi setinggi bukit saja. Kita bukan saja harus hidup diarea yg terkontaminasi hebat, tapi juga terus tanpa henti bekerja disana. Liputan bencana biasanya terjadi setelah bencana alam misal tsunami di aceh, ini bahkan sebelum kejadian harus sudah disana.


Buat org awam, tentunya bertanya, apa bedanya dengan bekerja disini atau dikondisi bencana alam lainnya misal gempa bumi?  Tentu saja beda jauh. Letusan gunung berapi mempunyai resiko terburuk yakni tumpahnya material
vulkanik yg sangat luarbiasa, bisa mencapai belasan ribu ton kubik   disemburkan keudara secara brutal. Sebagian material itu bukan debu halus. Ada yg berupa kerikil, batu sekepalan tangan atau batu sebesar rumah. Dan material itu bukan material dingin. Semua material yg meletup sejauh diatas 5km keudara adalah material panas.
Sebagai pembanding, ketika Merapi meletup lalu menimbun bunker hingga tertutup material vulkanik mendidih, ada salah satu pengamat gunung yg lari kedalam bunker itu dan tertimbun disana. Petugas Rescue tidak bisa segera  menolong dia karena panasnya material itu. Sepatu boot petugas Rescue bahkan sampai meleleh karena ternyata panasnya bisa mencapai 100*C. Pekerjaan ini tertunda hingga sekian hari lamanya menunggu material tsb dingin dan bisa digali.

Selain hal tsb diatas, membuat management kerja untuk siaran live sambil membawa 15 orang crew liputan dan 1 truk peralatan satelit (serta 5 mobil kijang) kewilayah ini jelas sebuah tantangan tersendiri. Tidak mudah memikirkan hal spt ini.
Kelud beda dengan Merapi. Kelud hanya meletus sekali, dan begitu hebatnya ledakan tsb
konon seperti sebuah bom atom yg menggelegar dahsat dan langsung habis total. Gempa bumi akibat letusan Kelud akan menghantam habis semua rumah disana tanpa ampun. Lalu aliran laharnya sebesar 3juta ton kubik akan lewat dengan suara meraung dengan kecepatan tinggi melalui sungai dan lereng, sebuah suara gemuruh terhebat yg pernah didengar manusia dalam hidupnya.  Hal ini jelas beda dengan Merapi yg cuma batuk batuk dan melelehkan lahar berkali kali. (Kondisi letusan Kelud diatas spt apa yg sudah terjadi diletusan beberapa tahun silam, spt yg dicatat oleh sejarah).
 

If I can make a wish, jika memang sudah kehendak Allah gunung itu harus meletus, saya berharap semoga saya diberi kesempatan kesana dan menjajal sendiri apa rasanya bekerja di Blitar atau Kediri, wilayah yang terdekat dg Kelud.
Sejarah mengatakan, bahwa sebagian Kediri dan Blitar pernah hancur lebur diluluh lantakan oleh terjangan lahar Kelud. Mungkin dijaman modern ini
manusia pintar telah mengerahkan semua upayanya dengan membuat kanal kanal raksasa untuk mencegah jatuhnya korban dan kerusakan. Sejarah mungkin tak akan terulang sama persis, tapi sebagian dari kebenaran yg terjadi dimasa silam pasti akan terulang lagi dijaman ini. Manusia dan waktunyalah yg berbeda.  *** hsgautama.multiply.com



Foto ilustrasi dari G.Merapi, Jateng.




.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help