HidÄÿÄt's posts with tag: memancing

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag memancing
ReviewSandal Gunung Eiger patah duaJul 6, '08 2:00 AM
for everyone
Category:Other
Sandal gunung kayak begini adalah salah satu sandal pilihan.
Paling enak dipakai jalan jalan, naik sepeda, dimana saja. Punya ini satu rasanya penting karena memang doyannya jalan jalan. Dikota enak, di desa enak, digunung enak, basah atau kering oke saja. Lebih dari itu, ikatan gaya sepatu sandal begini tidak membuat genangan air dijalan tidak naik mental keatas celana. Lebih enak dari sekedar sandal jepit.

Era sandal gunung gini kalo gak salah inget dulu di indonesia dimulai saat transisi antara kejayaan brand Alpina dan muncul kemudian "pendatang baru" si Anas Boogie (milik salah satu jebolan Wanadri). Waktu itu Anas membuat cikal bakal sandal gunung lokalan tanpa merk dari markasnya di Bogor. Dengan sol sederhana cuma selapis, webing tali warna biru tua (kalo gak salah ingat), dia membuat beberapa buah sandal dikisaran tahun 87 an yg dibagikan kepada teman dekatnya untuk dijajal, test drive gitulah. Sejak itu, beberapa tahun kemudian, nyaris semua produsen peralatan outdoor dalam negeri punya aneka jenis sandal gunung, dan Eiger salah satunya.

Sandal gunung Eiger pertama saya jajal sekitar akhir tahun 1999-2000. Keren solnya dengan motif tali webing corak tribal. Bertahun tahun dipakai kian kemari awetnya ampun ampunan. Sandal itu hancur beneran ketika si Bull anjing dirumah menggigitnya untuk latihan pertumbuhan gigi taringnya dalam masa pertumbuhan. Jika tidak disambar Bull, sandal itu pasti masih ada.
Hancur satu sandal, saya beli lagi. Baru dua tahun silam, dan sekarang sudah patah dua. Waduh? Kok jadi jelek gini kualitasnya? Dibandingkan sandal Eiger pertama, jelas sandal Eiger kedua ini bener bener jelek dari sisi kekuatan. Parah. Jika masa pakai 5-8 tahun trus patah itu normal aja, ini baru dua tahun kok udh jebol.



Jadi kesimpulannya :
Sebuah sandal yg layak disebut sebagai "sandal gunung" pada umumnya punya kriteria al: inner sol-nya harus lembut dan enak ketika terasa dikulit kaki serta tidak membuat kulit terkelupas. Outer sol-nya harus keras tapi lentur , anti selip ditempat licin, dan mampu menahan tajamnya bebatuan (tidak boleh mdh koyak/ sobek).   Lalu talinya terbuat dari webing lebar dan saling sambung dari lingkar atas kebagian bawah secara utuh tanpa putus. Ini untuk menjamin tali tidak copot apabila misal sandal amblas kedalam lumpur selutut dan ketika ditarik terjamin kekuatannya.  
Tanpa syarat2 ini, maka artinya tidak layak disebut "sandal gunung", lebih pas disebut "Selop Kondangan" saja. Artinya secara bentuk dan nama, gak boleh dicampur adukan karena ada beda fungsinya. Kasihan kalo ada yg pakai ini naik gunung, taunya putus diketinggian 1800 m , dan pulangnya nyeker gara gara tali putus mendadak.
Itu namanya nyusahin orang lain dong. Kalo putus ditengah kota Jakarta, gak susah cari sandal japit swallow. Dihutan mau cari dimana?   *** hsgautama.multiply.com


















Blog EntryOvak Vuvue > Kupang kota dengan bemo riuhJun 13, '08 11:44 AM
for everyone
Hari pertama (03 Juni) tiba dan bertemu di Cengkareng bersama Nefran dari tempat masing masing, pesawat Batavia air jurusan Kupan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami delay hingga satu jam. Berangkat sore hari ke airport diantar oleh Seila dari rumah, dan langsung berhenti di terminal 1 B. Take off yg sangat terlambat disore hari toh membuat kita masih bisa menikmati suasana sunset dari ketinggian 2000 kaki diatas daratan.  Suasananya teduh dan menyenangkan mata.  Pikir pikir tidak rugi juga telat takeoff sesore ini.

Malam mendekati jam 7 waktu setempat pesawat menyentuh landasan El Tari Kupang dengan mulusnya (Kupang lebih satu jam dibanding waktu Jakarta), udara disekitar airport lumayan dingin menggigit tanpa angin keras. Saya sempat kaget dengan dinginnya udara malam disini. Seingat saya, Kupang yg saya tau tidak sedingin ini udaranya. Udara dingin ini sempat membuat khawatir rencana mancing tidak akan berjalan bagus. Ini semacam tanda alam. Cuaca sedingin ini akan membuat napsu makan ikan tidak akan bagus. Lautan bisa menjadi kosong melompong tanpa ikan yg bagus. Selagi masih sempat terheran2 dengan cuaca dingin, lamunan buyar karena bertemu dengan penjemput kami berdua, teman saya Eliazar Ballo yg datang bersama temannya Robi. Kami dengan barang bawaan segera meluncur kedalam kota untuk makan malam di “Kupang Café”, salah satu resto bagus milik om Robi yg juga salah satu pemancing kawakan disini.

Kupang adalah “raksasa” diseluruh jejeran kota di Nusa Tenggara Timur. Kota padat dengan geliat ekonomi yg bergerak cepat. Disini tempat perputaran roda ekonomi propinsi yg paling mencolok dan bertemunya semua suku asli dari jajaran Timor, Rote, Alor, Lembata,  hingga sepanjang Manggarai dan Flores. Sayangnya, biarpun menjadi ibukota propinsi, toh secara fisik pembangunan mencolok berjalan biasa saja.

Menyambangi Kupang rasanya seperti kembali menyusuri lorong kenangan masa lalu ketika akan mendarat di Kupang, NTT. Kota ini dikenal baik sebagai wilayah “Timor Barat”, melengkapi rangkaian dari “Timor Timur”. Siapapun da yg kerap mondar mandir di Timor Leste biasanya akan tau juga gimana situasi di Kupang juga. Wilayah Barat dan Timur memang mirip saudara sekandung yg saling melengkapi. Sayang, situasi politik akhirnya membuat wilayah ini bercerai dan tidak lagi hidup dalam satu atap yg sama.


Menggambarkan Kupang paling mudah yakni dengan melihat jalanan didalam kotanya yg membingungkan menembus area datar dan perbukitan curam. Penuh cabang dan simpang siur. Sepintas mirip dengan suasana jalanan kota Bandung yg penuh simpang dan ruas jalan tidak nyambung. Jalan utama  dan jalan cabang saling sambung centang perentang. Tata kotanya tampaknya tidak berjalan baik. Orang disini tampaknya juga tidak hapal nama jalan. Mereka lebih mudah mengingat nama kampung yg ada disepanjang jalan. Jadi agak susah bertanya arah jalan, misal saja bertanya “Dimana jalan Jend Sudirman?”, biasanya mereka akan bingung. Tapi coba sebutin nama kampungnya, maka masyarakat yg ditanya akan mudah memahami.

 
Ciri lain untuk mengenal kota ini
tentu saja dari angkot dalam kotanya yg berwana warni mirip lampu setopan disimpang jalan. Kota ini tidak punya taksi, mau tidak mau memang naik angkot atau ojek sangat dianjurkan untuk wisatawan yg mampir kemari selain tentu saja menyewa harian mobil yg jelas lebih mahal, Angkot di Kupang dikuasai oleh mobil kecil Suzuki Carry, sama seperti angkot dikota manapun dinegeri kita. Nama sebutan khasnya adalah bemo. Bedanya, angkot di Kupang punya ciri khas yg tidak ada duanya diseluruh negeri kita. Sebetulnya ini bisa menjadi ciri khas khusus spt Jeepney di Manila hanya sayang Pemda nya tidak membuat ini dalam kampanye wisatanya. Jadi kesan “suka suka” sendiri antar angkot masih terihat jelas disini.

Pertama, suara car sound system nya gokil abis, kenceng mampus, berisik edan. Antara satu angkot dengan lainnya akan bersaing keras dalam soal suara audio dari dalam kabin. Apalah, sebut aja begitu, pokoknya sumpah kenceng nya gila gilaan. Kuping gak bakalan kuat jika ada didalam sana. Pendatang yg tiba disini dan naik angkot akan terkaget kaget dengan mewahnya penataan audio didalam mobil dengan speaker merata dari depan kebelakang, plus equalizer, dan amplifier (penguat) yg berlebihan. Dentumannya sangat nonjok ketelinga sampai terasa berdenging keras. Didalam angkot, enaknya memang gak usah ngobrol. Abis mau ngobrol apa lagi kalo suara musiknya sekenceng itu dari speaker mobil? Jangankan ngobrol, minta angkot berhenti saja didekat titik tujuan juga susahnya ampun, harus teriak sekuatnya. Ketika ditaya, kenapa mereka memasang sound system begitu kerasnya, ternyata penumpang disini tidak mau naik kedalam angkot yg sepi tanpa musik keras. Polisi disini juga membiarkan saja angkot memasang suara sekeras itu sekalipun berpotensi membuat celaka dijalan akibat telinga tidak bisa mendengar suara diluar kabin mobil.

Kedua, angkot di Kupang selalu penuh dengan stiker yg ditempel disana sini. Mulai dari kaca depan, pintu mobil hingga kekacanya. Desain stiker ada yg djual bebas tapi ada juga yg memakai cara stiker potong sendiri. Cara ini mirip dengan lukisan dibelakang mobil truk yg mondar mandir sepanjang jalur pantura. Cuma bedanya ini pakai bahan stiker bukan cat. Selain stiker, mereka juga suka melapisi kaca film model cermin satu arah dimobilnya. Jangan Tanya, jika matahari tinggi, kaca mobil akan memantulkan sinar matahari kemana mana, silau abis.

Ketiga, semua angkot pakai antena. Ya betul antena panjang 1,5 m dibagian ekor mobil. Ada yg memberi satu, tapi banyak juga hingga 4 buah antena. Jika belum puas dibelakang, antena bisa ditambah di bemper depan plus diatas kap mobil. Sepintas mobil mirip landak penuh duri berdiri, hahaha. Tapi itulah uniknya, secara fisik memang bodi mobil tampak ramai dengan asesoris antena sama dengan ributnya suara audio mobil.

Keempat, angkot disini pakai klakson berirama dan sopir selalu membunyikan suara horn setiap 5-20 meter. Bayangkan jika ada 5 angkot ngetem disatu titik yg sama dan berebutan penumpang, bisa dipastikan semuanya membunyikan klakson bersamaan. Dan ini menimbulkan suara super riuh disana sini. Kebiasaan membunyikan horn tampaknya menjadi hobi tersendiri buat para sopir angkot. Rasanya, tidak sah angkot jika tidak bolak balik menekan tombol horn. Suara keras audio system dan suara berisik klakson mobil yg berirama kian menegaskan betapa riuhnya jalanan dikota Kupang.


Diluar soal keunikan angkot, penduduk Kupang juga dikenal gemar dengan dansa diperhelatan pesta. Acara besar tidak sah tanpa dansa, dan semua orang di Kupang dipastikan tau apa dan bagaimana dansa yg oke punya. Dansa disini jangan diartikan seperti jingkrak jingkrak di tempat dugem lho. Kalo mengambil contoh di disko yg cuma “godek godek” didepan speaker atau lompat sana sini, maka dansa diacara pesta setempat dalam arti sesungguhnya. Langkah teratur, pola berirama, dan indah dilihat mata. Jika tidak ada pesta, kelompok mudanya akan datang ke resto khusus yg menyediakan live music khusus untuk dansa. Satu malam ketika kami makan di resto “SR” (nama disamarkan) yg dilengkapi dengan organ tunggal dan vocalis nya, beberapa anak mudanya melakukan dansa bergantian. Kami sambil makan dan mendengarkan suara “super-super kencang” dari speaker, kami melihat bagaimana dansa dilakukan oleh pasangan pasangan ini. Makanan dan dansanya enak, tapi suara speakernya sungguh bikin jantung sampe copot, hahaha. Kita makan disini cuma diem saja karena memang gak bisa mendegar baik lawan bicara ngomong apa saking kerasnya suara speaker.  Really crazy loud, like a super concert. Entah mungkin beda gaya. Buat saya, seharusnya makan malam bisa diselingi ngobrol renyah sambil menikmati makan, kenyataannya kita sama sekali gak bisa ngobrol gara gara kerasnya suara.

 
Siang cuaca sangat terik. Panas disini beda rasanya dengan panas dikota manapun di Indonesia. Tapi dibanding Jakarta dan Surabaya, tentu saja panas di Kupang terasa lebih nyaman karena udara bersih membuat sinar matahari lebih bright. Langit biru pekat dan bersih dengan deretan pantainya yg panjang. Sayangnya, pantai didalam kotanya masih kalah jauh bersihnya dengan pantai Losari di Makasar. Disini pantai masih ada sampah berserakan. Citra Kupang sebagai target wisata bahari bisa amblas melihat kotornya pantai dikota.

Penduduknya baik dan ramah, sekalipun tabiatnya tampak keras karena cara bicaranya yg memang bersuara keras dan seolah membentak bentak. Buat yg tidak terbiasa, kesannya mereka marah kepada kita. Padahal sih engga. Mereka baik kepada pendatang spt kami. Disini paling mencolok adalah melihat bagaimana penduduk Kupang suka memakai helm sepeda motor kemana mana. Di mall, ditoko, dimanapun helm dipakai dikepala. Masalah helm lenyap saat motor dipakir memang menjadi masalah tersendiri yg menyebalkan. Jadi tidak aneh jika melihat mereka kemana mana memakai helmnya.

Muka penduduknya hampir mirip dengan Ambon dibanding dengan “tetangganya” sesama Timor. Artinya disini melihat “cowo ganteng” dan “cewe cakep gubrak” adalah biasa. Tentu saja “cakep” disini artinya mebawa ciri suku dan rasnya yakni kulit hitam dan rambut ikal atau keritng. Di Kupang banyak dijumpai “tampang keren”.

Entah kenapa saya ingat salah satu teman (cewe) saya yg dulu mencari cowo dengan kriteria: berkulit gelap dan setia. Jika itu yg diinginkan, seharusnya dia kesini, karena di Kupang banyak cowo ganteng. Dan tentu saja mereka berkulit gelap. Hahaha, secara fisik kriteria terpenuhi kan, tapi gak tau kalo soal setia gak tau yak arena itu gak akan pernah bisa keukur jelas disemua manusia manapun, cowo atau cewe (garis bawahi itu ya: cowo dan cewe)

 
Kupang kota yg unik sebetulnya. Sayang wisatanya belum masih dalam skala tanggung dan amatiran. Mau hidup tapi ngos ngosan, mau mati pun tak mau. Seharusnya, mereka menjadi target destinasi wisata yg bagus karena airport Kupang adalah kota yg mempunyai arah tujuan ke kota besar lain. Sayang, isinya cuma
begini begini saja. Jikapun ada wisata, maka itu tentu saja wisata diving dan mancing. Semuanya untuk wisata bahari. Sedangkan wisata didaratnya masih tanggung dan tidak bagus.  Sayang beribu sayang.  ****hsgautama.multiply.com

 

Ovak Vuvue , bahasa Rote, artinya meniti buih ombak.





Blog EntryPisau Belati Teman PerjalananMay 20, '08 5:51 AM
for everyone

Rasanya udah lama bener gak liburan jauh sambil membawa pisau belati. Liburan cuti nanti ke NTT, salah satu diantara belati keren ini akan dibawa kesana.

 
Membawa ini artinya memang jenis perjalanannya butuh pisau panjang. Sebilah pisau yg tajam, besar dan kuat adalah sama artinya dibutuhkan sebagai item kritis yg dibutuhkan dalam
perjalanan. Penting, jika gak bawa beginian jadinya malahan bisa merepotkan jika nantinya butuh pekerjaan potong memotong sesuatu, menebas, mencincang, dstnya. Membawa pisau dijaman ini apalagi dikota besar memang bukan langkah bijaksana. Bisa dianggap mau ngerampok atau membunuh org lain, urusannya bisa berujung dengan nginep dikantor polsek. Tapi dalam beberapa tipe perjalanan panjang kearea jauh (non populated, remote area), membawa pisau belati dianggap sah dan bahkan dianjurkan. Perjalanan hiking, trekking, diving, atau memancing biasanya kudu bawa belati.

 
Pisau belati utuh adalah pilihan paling ideal jika dibawa pergi jalan kearea sepi.
Kategori pisau banyak jenisnya spt yg bisa dilihat di Top Knives, namun biasanya pilihan terbaik untuk traveling adalah survival knife. Belati dengan bilah yg utuh jadi satu dari ujung depan hingga kebelakang (area telapak tangan) adalah pilihan terbaik mengingat kekuatannya lebih terjamin. Pisau lipat dianggap pilihan kedua dalam soal kekuatan dibandingkan belati utuh, sekalipun pisau lipat (utility tools knife) memang sangat compact dan mudah dibawa dibanding
belati.  Seperti dikatakan bahwa belati yg utuh dalam satu lempengan baja adalah pilihan terbaik disisi kekuatan. Jangan samakan dengan golok lokal karena biasanya bilah bajanya hanya cukup sampai gagang saja, tidak utuh sampai area telapak tangan. Golok tidak bagus disisi kekuatan dan tidak awet karena gagang tangannya sering copot.

Contoh pisau utuh dalam satu lempengan baja spt foto pisau gagang kuning seperti dibawah ini:



 

Pisau survival idealnya mempunyai bobot yg fair, lengkungan bilah yg ideal, dimensi yg pas, tidak terlalu tipis bajanya tapi berkualitas, lebar cukup, dan panjang yg memadai. Terlalu kecil dia akan tidak baik, tapi juga terlalu gede macam pisau Rambo, itu juga bikin nyesek bawanya. Misal saja, jika mau pergi memancing bawa pisau survival gaya Rambo dengan panjang spt golok tebas, maka ini mirip mau membunuh nyamuk dengan meriam. Pisau survival juga beda dengan pisau lempar, karenanya bobotnya tidak perlu imbang antara sisi tajam dan sisi telapak tangan, selama ketika diayun bobotnya terasa fair dan enak itu sudah cukup. Ketebalan bajanya juga patut diperhatikan. Jangan kelewat tipis, nanti membelah kelapa gak mampu dan malahan bengkok.
Kenapa
mencontohkan buah kelapa, karena kelapa ada di pantai manapun dimuka bumi ini, dan buahnya sangat keras. Artinya jika pisau itu dapat mengupas kelapa maka dipastikan "benda" lainnya akan mudah dihancurkan oleh pisau ini. Buah kelapa memang alat tes terbaik. Jangankan pisau, bahkan batang kelapa dibelah dua lalu dijadikan tameng pos tentara diarea baku tembak, maka batang pohon kelapa ini mampu menghentikan peluru AK-47 combat rifles yg terkenal kejam dan mematikan dijarak 100-300m, Tidak ada pohon lainnya yg mudah ditemukan dimanapun, ekonomis, dan sangat keras kecuali kelapa. 

Setelah dimensi dan kekuatan bajanya, maka lihat sisi dalam pisau itu. Jika cuma ada bagian tajam saja tanpa sisi yg mirip gigi gergaji, maka jangan pakai pisau macam itu. Pisau yg baik dalam satu bilahnya terbagi dua sisi. Pertama sisi tajam untuk memotong dan mencincang. Sedangkan sisi lainnya adalah gergaji untuk memecah dan mematahkan kayu atau benda keras spt kayu atau kelapa. Keduanya dibutuhkan dilapangan jika sewaktu waktu dibutuhkan. Pendek kata, tentukan saja kebutuhan macam apa yg perlu ada dalam sebilah belati. Jika mau praktis "one takes all" maka pisau survival adalah pilihan bijaksana. daripada bingung mending ambil pilihan itu kan. Dan daripada tidak ada sama sekali tanpa bawa pisau pergi jauh, itu bukan sikap yg tepat *** hsgautama.multiply.com

 

Link lain tentang pisau bisa lihat di  1  2   3  

 



 

 .


Blog EntryPeluit Fox 40 MicroApr 19, '08 10:30 PM
for everyone



Sumpe lu, kenceng banget lengkingannya.
Kecil tapi pedas ditelinga, mirip cabe rawit super.

Signaling adalah salah satu cara manusia menyampaikan pesan dalam konteks berbahasa yg lebih sederhana. Sejak jaman dulu, manusia sudah tau apa itu "memberi kode" atau signaling termasuk memakai bunyi tertentu. Dan salah satu alat bantu untuk penyampaian komunikasi dengan signal adalah memakai peluit.


Lantas pertanyaannya, untuk apa membawa peluit?

Peluit biasanya dipakai untuk dua keperluan, yaitu olahraga (militer) dan untuk safety.
Khusus untuk safety, karena signaling atau memberi tanda adalah salah satu upaya kita selamat dari kondisi berbahaya saat bertahan hidup dalam kondisi minus yakni dialam bebas (gunung, laut, hutan).
Seberapa kuat manusia berteriak dari kejauhan saat dia meminta tolong?
Apakah suaranya cukup kuat menyeberang lautan atau danau? Cukup kuatkah suara jeritan manusia memotong lembah hutan dan sampai berapa puluh kali ia mampu berteriak terus menerus? Atau mampukah suara tenggorokannya memotong gelombang angin shg terdengar keseberang?  

Peluit seperti juga halnya cermin, dipakai sebagai salah satu alat bantu penyelamatan (search and rescue, survival) apabila terjebak dalam kondisi darurat. Suara peluit yg sangat keras dan nyaring lebih bagus sekian kali lipat dibanding teriakan suara manusia.  Dan dari sekian banyak brand peluit yg baik, FOX40 adalah salah satunya.

Peluit Fox40 tipe MICRO ini termasuk salah satu peluit laut (marine whistle) yang termasuk bagus. Warnanya mencolok, suaranya super kencang, dan bebas perawatan. Didalamnya tidak terdapat tambahan alat spt bola gabus yg ada dipeluit tradisional. Suara dihasilkan karena desain ruang dalamnya yg membuat vibrasi akibat tipuan napas kuat sipemakainya. Karena itu, dijamin sekalipun terendam setahun diair garam, ia tidak akan mengalami kerusakan apapun.

 
Jika kalian memang maniak traveler, atau suka kealam bebas. Ada baiknya mulai berpikir melengkapi gantungan kunci kalian dengan peluit, atau dicantolkan dikalung. Siapa tau, satu waktu ada gunanya 

 

Website Fox40 disini.


.




Blog EntryFotografi > Membuat Super Panoramic Pakai PocketMar 30, '08 10:48 AM
for everyone
Memotret outdoor saat ada festival atau acara hajatan rame rame, pasti selalu mentok dengan kamera yang ternyata tidak cukup wide lensanya. Maksud hati ingin memotret semuanya, taunya gak muat, dan gak cukup lebar. Padahal, menggambarkan luasnya area itu penting untuk menunjukan misal: betapa lebarnya lapangan tsb, atau betapa banyaknya crowd yg hadir, dstnya.

Ada cara gampang membuat bagaimana foto menjadi "Super Panaromic" dengan sudut pandang hingga 180*. Berdirilah disatu titik terbaik yg dengan mudah menolehkan kepala mentok kekiri dan kekanan sebesar 180 degress. Lalu angkat kamera mulailah memotret dari kiri hingga kekanan. Ingat batasan kiri dan kanan setiap frame dengan menandai obyeknya agar memudahkan menentukan framing berikutnya. Teruskan itu hingga memperoleh foto horizontal 180 derajat sebanyak 4 atau 5 shot.

Setelah sampai dirumah, foto tersebut dijahit langsung jadi satu dengan software dan dalam sekejap kita akan punya foto super panaromic. Tips ini cocok buat kamera poket atau hape kamera. Dan jika pakai poket, paling baik memakai tripod, tapi kalo tidak punya yaaa gakpapa. Situasi terbaik memang konsisten perpindahan dari frame sebelumnya ke frame berikutnya dengan menandai "batas" dari obyek sebelumnya ke obyek berikutnya.

Dibawah ini ada beberapa contoh hasil super panaromic 180*.
Dijahitnya asal asalan saja dengan sengaja supaya hasilnya lebih unik, mirip fragment yg pecah disana sini.

Enjoy!


*** Foto Bunderan HI itu dijahit dari 8 foto yg dijadikan satu foto super panoramic.




Acara "Tren Shimano 2008"



Foto panoramic "Membersihkan Kebun"



Super Panoramic acara funbike didepan Bunderan HI








ReviewReviewReviewReviewPelapis Silicon untuk Jaket Hujan dan SepatuMar 23, '08 10:55 PM
for everyone
Category:Other
Jika jaket Rain coat andelan kalian sudah tidak bisa menahan air hujan padahal brand nya bagus dan secara fisik masih tampak oke, coba lapisi dengan spray khusus dari bahan silicon ini.
Brand produk bernama SILICON WATER Guard ini akan memberikan lapisan lilin kuat di bahan jaket dan membuat air hujan akan meluncur turun mirip kepleset tanpa meresap. Janji produk yg diperuntukan bagi pemakaian heavy duty ini, bahan jaket akan tetap mampu breathable, dan tidak berbau.
Jadi jika masih ada jaket Lafuma, atau ada tas ransel bagus, dan sepatu kanvas boot yg oke, jangan keburu dibuang jika air hujan merembes masuk, coba dulu semprot dengan ini. Dijamin lapisan lilinnya akan kembali utuh. Mirip bulu angsa, air tidak akan meresap masuk.

Di Jakarta, barang ini kayaknya cuma ada di ESTA, salah satu toko penjual peralatan outdoor di Pangrango Mall, salah satu mall lawas yg ada didepan Kebun Raya Bogor samping PMI Bogor.
ESTA adalah milik salah satu jagoan pemetaan gua bawah tanah disini, yakni om Away.

Link: www.atsko.com






.

LinkCROCS bukan sandal, ini sarung hapeMar 9, '08 2:30 PM
for everyone
Link: http://justamp.blogspot.com/2008/03/crocs-europe-introduces-innovative...




http://www.textually.org/textually/archives/2008/03/019273.htm
http://www.berryreview.com/2008/01/11/crocs-o-dial-funniest-product-i-found-at-ces/
http://www.elitextreme.com/crocs.html

Den Haag, 3 March 2008

On 1 May 2008 Crocs Europe will introduce an exciting new line of mobile device cases. The Crocs™ o-dial phone case integrates the vibrant colour and fashion statements for which Crocs is known into a fun and functional electronics accessory. The Crocs™ o-dial will be available in Germany, UK, Austria, Finland, France, Italy, Greece and Spain, other European countries will follow.

The universally-sized mobile device cases are designed to share the look and feel of the popular Crocs™ Cayman shoe model. Far from being a novelty item, the Crocs™ o-dial phone cases offer much more than a standard fashion phone sheath. With patent pending features like an adjustable strap concept for security and carrying convenience, along with a strong plastic clip for easy attachment to a waistband, belt or backpack, each case comes packaged with a lanyard for yet another way to carry the product everywhere. The raised inside surface is designed to protect electronic device faces, and an internal accessory sleeve makes the Crocs™ o-dial phone case the perfect way to carry other everyday items like I.D., credit cards, cash and more. Crocs™ o-dial phone cases are a great fashion accessory for kids, teens and adults who want to carry that Crocs style wherever they go.


The Crocs™ o-dial phone cases are available in eight colours: black, silver, red, grape, fuchsia, celery, cotton candy and turquoise. Along with these great colours, the Crocs™ o-dial phone cases are Jibbitz™ charm ready - the perfect way to personalize a cell phone or music player, because that’s what the holes are for!

For development and manufacturing support on the project, Crocs contracted with mobile accessory leader Nite Ize, Inc.
Retail price: € 9.95

About Crocs

Crocs is a rapidly growing designer, manufacturer and retailer of footwear for men, women and children under the Crocs™ brand. All Crocs™ brand shoes feature Crocs’ proprietary closed-cell resin, Croslite™, which represents a substantial innovation in footwear. The Croslite™ material enables Crocs to produce soft, comfortable, lightweight, superior-gripping, non-marking and odor-resistant shoes. These unique elements make Crocs™ footwear ideal for casual wear, as well as for professional and recreational uses such as boating, hiking, hospitality and gardening. The versatile use of the material has enabled Crocs to successfully market its products to a broad range of consumers.

In 2006, the company acquired Jibbitz, LLC, a unique accessory brand with colourful snap-on products specifically suited for Crocs™ shoes. Today, more than 1,200 Jibbitz™ charms and designs are available to consumers for personalizing and customizing their Crocs™ footwear.

Crocs™ shoes are sold in more than 90 countries and come in a wide range of colours and styles. Please visit www.crocs.eu for additional information.





.

Blog EntryReview: VANGO Diablo 600 XP Family TentNov 4, '07 8:43 PM
for everyone

Tenda ini asli super gede. Tenda dome terbesar yg pernah saya coba dilapangan.
Saya sendiri mengenal tenda dome sejak tahun 85an. Konstruksi dome saat itu jelas lebih primitive dibanding tenda modern jaman ini. Jaman dulu, tenda dome paling banter untuk 2 orang plus barang. Bentuknya juga masih norak, tanpa double roof, gak ada deck nya dan jahitan yg tdk bagus (gampang bocor).

Membandingkan dome jaman baheula dan Vango ini seperti bumi langit, baik soal kualitas, maupun ukurannya. Tenda dome manapun yg pernah saya coba ditangan ini rasanya gak ada apa apanya dibanding Vango Diablo 600XP, bablas semua deh. 


Vango Diablo 600 XP mempunyai konstruksinya bagus dan rapih, melengkung membentuk kubah yg secara estetika cantik dan sedap dipandang. Dari pengalaman membawa ini dipakai berkemah, siapapun dia yg lewat dari jauh, pasti akan menolehkan kepala melihat kemari. Secara fisik, bentuknya memang mengesankan, besar dan kokoh. Mirip rumah kecil yg berdiri diantara pohon pinus dan cemara hutan. Pernah ada petugas jagawana (forest rangers) yg sampai berhenti berjalan dari ujung jauh, dan mampir mendekat hanya karena ingin melihat isi dalamnya. Begitu pula dengan individu lain yg kebetulan melintas didekat tenda ini. Bentuknya memang aneh, kental dengan konsep geodesic segitiga dengan tunnel kiri dan kanan, lengkap dengan atap terasnya.  Si cantik ini memang memikat hati.

 
Vango sebetulnya adalah brand dari luar (Scotlandia), termasuk jarang didapatkan ditanah air. Jikapun ada, stoknya pasti sangat terbatas. Siapa cepat dia dapat. Ketika membeli ini, bertepatan dengan bencana tsunami di Pangandaran. Waktu itu kita butuh tenda super besar yg praktis yakni dome, aerodinamis, bisa menampung manusia cukup banyak, atau bisa dipakai menyimpan peralatan kerja. Setelah ditelpon kesana sini, akhirnya ketemu ada yg jual
. Seminggu sebelumnya memang sempat lihat barang ini baru datang. Pikir pikir, kenapa tidak mencoba ambil itu saja. Tenda dome lebih praktis dan mudah didirikan ketimbang tenda peleton (tenda pasukan). Tulang lengkungnya yg lentur memudahkan ia diberdirikan (erecting), dipindahkan (digotong), dan dilipat kembali. Dome adalah pilihan mutlak, tidak bisa tidak jika tidak mau kerepotan.  Setelah dapat barangnya, ajegile, beratnya ampuuuun. Membeli dua tenda langsung terasa betapa keduanya sangat berat. Ini memang tenda dome super besar. Wajar jika berat.

 
Vango tipe Diablo 600 XP, didesain untuk 6 orang (2 kamar tidur). Tipe Diablo juga tersedia untuk 9 orang (3 kamar tidur). Di Eropa sendiri, tenda ini termasuk kategori best selling family tent. Pembelinya kebanyakan adalah keluarga kecil dengan 3 orang anak. Karena untuk keluarga, biasanya sih lebih mengutamakan kenyamanan, rapat ditiap tekukan sudutnya, aman dari angin-air-serangga, feels like a home, dibanding dengan tenda spesial peruntukan bagi ekspedisi atau lightweight tent. Tenda ini juga lebih stabil konstruksinya, karena itu diperkuat bukan cuma dengan pasak tapi juga bentangan tali.
Soal tali ini memang kembali keselera individu, ada yg tdk suka krn dianggap ribet, ... dan ada yg bilang itu perlu untuk mempertahankan kontraksi atap dan bentuk tenda.


Masuk kedalam Vango tidak perlu merunduk runduk. Badan enak saja melenggang kedalam karena tenda ini didalamnya setinggi 2m. Manusia dewasa Indonesia, bisa dengan leluasa keluar masuk kedalam tenda ini. Pintunya ada dua, satu pintu besar disediakan atap terasnya, dan satu lagi pintu kecil dibagian belakang. Didalamnya terdiri atas ruang tengah yg lebar, dan dikiri kananya ada dua kamar
tidur. Kamar tidur tsb memakai double deck dengan posisi gantung shg aman dari hujan atau serangga, pintunya tertutup penuh atau semi terbuka dengan kelambu memakai resleting.  Ruang tengahnya sangat lebar. Saya pikir, disitu bisa masuk 3 motor bebek diparkir berjejer. Jadi, fungsi ruang tengah itu bisa untuk meletakan barang atau untuk memasak. Tergantung, mau ditaruh apa disitu, yg jelas memang sangat lebar.

Vango Diablo mempunyai 2 jendela super lebar dari plastik bening yg dapat ditutup dengan desain pintar mirip dengan tirai. Lalu disetiap kamar juga ada jendela tambahannya. Dijamin, ganti baju didalam tidak akan bisa diintip dari luar oleh org lain. Bahan plastik tenda Protex 3000 durable polyester flysheet (3000mm hydrostatic head)  yg diklaim sulit tersulut oleh api selain kedap air tentunya. Jadi, buat perokok berat, yg biasanya gak tahan didalam tenda tanpa merokok, didalam Vango tampaknya bisa lebih bebas merokok tanpa takut percikan tembakau menyala akan melubangi plastiknya. It’s a good point for me. Hehehe. Bahan yg kuat anti percikan api ini dijamin dengan garansi seumur hidup oleh Vango.

Satu catatan tambahan yg perlu diperhatikan.
Tenda ini pernah berdiri dipesisir pantai di Pangandaran yg panas menyengat, lalu pernah juga dibawa didaerah pegunungan dengan curah hujan tinggi, berkabut dan dingin menggigit. Menariknya, didalam tenda ini suhu panas matahari tidak terasa begitu keras karena desain ventilasinya yg baik. Sedangkan diudara dingin pegunungan, malah kebalikannya, yakni suhu didalam tenda terasa lebih hangat. Beberapa hari yg lalu, Diablo ini sempat diabawa ke Gunung Bunder di Bogor, ketinggian 900m, cuaca sangat dingin dan berangin sangat kencang. Mendirikan ini ditengah angin super kencang memang cukup repot hingga akhirnya erecting sempurna. Suhu dingin diluar tidak terasa ketika diam didalam tenda. Sambil becanda, temen bilang, “Harga emang gak bohong ye, tenda mahal memang bisa menahan suhu panas didalamnya”.  Untung kita bawa ini dan tidur didalamnya, jika tidak siksaan angin diluar akan membuat tubuh lemas akibat kedinginan dihajar angin malam yg kejam.   ***hsgautama.multiply.com


Link foto Vango.


Technical Information .

Weight: 29.5kg
Pack Size: 66x49x30cm
Dimensions: (Internal) 210+400+210 x 240+335 (230)cm
Height: (Inner) 220cm
Colour: Mallard/Mercury; Marine/Lead

 

 


LinkVANGO peralatan tenda dan campingNov 4, '07 5:15 PM
for everyone
Link: http://www.vango.co.uk/

VANGO adalah salah satu produsen peralatan camping dari Scotlandia.
Produk barangnya cukup beragam dan mempunyai rentang panjang serta berkualitas bagus.

Salah satu kelebihan produk ini adalah mereka menyediakan tenda dome super besar untuk keperluan keluarga atau dapat memuat banyak orang dan barang. Mencari tenda dome modern dengan bahan bagus dan struktur yg baik dipasaran agak susah, dan VANGO menyediakan keperluan ini untuk keluarga. Untuk market perorangan, mereka juga menyediakan dari kelas ultralight hiking sampai "tenda egois" (satu org saja), berdua, bertiga, dstnya.

Foto disamping adalah VANGO family tent, dipakai ketika mengikuti Jamboree di RINDAM , G.Bunder Bogor.

Review produk DISINI



Link Lainnya yg layak dilihat adalah:
Klik Ini
Atau ini:
Disini Juga
Ini Juga Keren


.


LinkGudang Video Memancing, Tips, dan Gaya beda.Oct 25, '07 5:17 AM
for everyone
Link: http://hobbies.expertvillage.com/videos/advanced-fishing-rod-action.ht...

Membaca bikin bingung, melihat video mudah ngerti.
Itu ungkapan yg kerap terdengar. Membaca buku memancing kadang susah dibayangkan, tapi jika melihat videonya maka akan mudah memahami teknik, gaya, dan tips.

Lain lubuk, lain ikannya, beda negara maka beda juga gaya mancingnya. Disetiap wilayah tiap pemancing memang punya kebiasaan berbeda.
Disini adalah salah satu link kumpulan video ttg memancing. Layak buat dilihat, dan bagus untuk menambah "pencerahan" baru. Siapa tau cocok diterapkan disini karena faktor alam, jenis ikan, atau peralatannya yg mirip. Pokoknya telaten saja ngaduk ngaduk dari link ini, dijamin banyak nemu "yg ajaib" dan baru deh.

Enjoy! ---- HSG


.


Blog EntryMancing > Fenwick Night Hawk, joran "penyapu"Oct 24, '07 3:54 PM
for everyone

Mempunyai joran yg prima itu penting. Nikmatnya proses betotan si-ikan saat memancing, 70 persen ditentukan oleh joran, sak estu lho pakne, ini beneran lho. Joran (atau Rod), adalah kepanjangan tangan dari si pemancing itu sendiri. Karena itu, jika “tangan imitasi” itu bermutu bagus, maka itu setara dengan menggantikan fungsi “tangan asli”.

Panjang pendeknya waktu saat fighting, respon batang joran saat melenting dan berbalik arah,  sampai ikan mau menurut ditarik mendekat, itu dirasakan dari joran yg prima. Kalo jorannya jelek, yaa berkurang kenimatan itu.
Kalimat ini selalu saya katakan kepada teman lain dalam obrolan santai, atau mungkin juga sebuah debat kusir soal penting tidaknya punya joran bagus, hehehe. Namanya juga opini pribadi, sah saja jika ditularkan keteman lain dong. Hal biasa jika pemancing berdebat untuk urusan beginian hehe.

Dan jika bicara soal joran bagus untuk mancing light tackle, maka Fenwick Night Hawk salah satunya. Dia mengisi area tersendiri dipasaran melawan kompetitornya selevel diantaranya GLoomis, Sage, Okuma, Lemax,  Daiwa, dan Shimano.  Joran Fenwick Night Hawk ini sudah lama menjadi anggota keluarga disini. Lupa kapan dibelinya, dan lupa berapa harganya. Dia sudah menemani kesana sini, mulai dari memancing di empang sampai kedanau, ke muara, sampai kepulau dilepas pantai sana. Jam terbangnya komplit lah. Saya pribadi menyebut joran ini: one bullet takes them all.

Satu “peluru” (joran) untuk semua tempat memancing.

 
Secara visual, tampilan Fenwick Night Hawk muuantaaaf abis.
Gak ada cela, mulus kinyis kinyis. Bahan baku batangnya termasuk graphite bagus, dan dipoles dengan rapih. Logo Fenwick dan karakter tipe nya juga tercetak bagus dan rapih, kombinasi warna putih dan emas mengkilap. Kesannya buat saya sangat konservatif, beda dengan warna logo joran light tackle dari Okuma yg memakai hologram, sentuhannya lebih modern.

Joran ini juga pernah dibawa ngoyor dipantai (mancing sambil berendam dilaut). Sekian tahun kondisinya tetap baik saja. Tidak ada karat muncul misal di ring guide untuk kenurnya. Tampaknya lapisan pelindung untuk ring kenur dilabur lumayan tebal dan bagus.  Diameter lubang kenurnya juga pas. Saya suka karena ketika copot-pasang kenur yg sudah dipasang peniti dan kili kili bisa keluar masuk dengan mudahnya. Ini jelas beda dengan Okuma Extreme 150ML.

 
Fenwick Night Hawk terbagi patahan dua bagian. Panjang total sekitar 2m. Responnya termasuk medium action. Dia sungguh nyaman dibawa untuk memancing gaya duduk diem sampai dengan model casting ratusan kali sambil mondar mandir dibantaran sungai. Tangan terasa gak pegel jika membawa ini karena ujungnya lebih lentur dan mudah diajak bermain melempar lure. Dicobain kepret kekiri, lalu kepret lagi kenanan, enak mak-nyuzzz. Kelenturannya ditambah kombinasi panjang total joran terasa nyaman. Efek
lengkung, caranya dia menendang balik, dan titik diam ketika melengkung habis dimomen melibas ikan terasa pas dan nyaman ditangan.

Jika ada "kelemahan" yg dicatat disini adalah soal bobotnya yg terasa lebih berat dibanding joran misal Okuma Extreme 150ML. Tapi ini masuk akal, Okuma cuma 1,5m sedangkan ini lebih panjang, jadi jelas lebih berat sekian gram. Selain itu, buat yg gak biasa megang joran 2m an, rasanya lebih repot jika mancing mepet dilapak empang, apalagi jika atapnya rendah. Bisa jadi, malahan keburu napsu menghentak joran supaya strike, eh taunya joran patah kena atap diatas lapak itu.

Dari batang, tangan pindah mengelus pegangannya. Palm grip nya dibungkus gabus keras yg bagus. Semuanya terpasang dengan rapih. Grip bagian bawah bukan berupa tabung bulat sama diameter tapi ada tonjolan yang digunakan untuk menjaga remasan tangan disana agar mempunya handling yg baik. Gaya beginian rada jarang ditemui di merk lain, tapi untuk tipe Night Hawk, tonjolan melingkar digabus itu disediakan disana. Ini memberi nilai plus sendiri karena mereka teliti dengan desainnya.  Hal lainnya yg patut diberi nilai plus adalah panjang butt terasa ideal karena dapat disandarkan dilengan saat fight dengan ikan. Betotan ikan akan terbagi secara fair dari genggaman tangan hingga kearea lengan. Ini membantu proses tarik ulur untuk menjaga ritme permainan dengan ikan sampai melemah.


Joran ini cocok buat pemancing gaek jika ingin merasakan sensasi beda dari respon joran yg cukup bagus. Tapi buat pemula juga engga rugi kok punya ini, karena spt yg disebutkan didepan, joran ini layak disebut sbg: one bullet takes them all.
Daripada pusing mikir beli joran apa, mending ini saja udah bisa diajak main darat dan pantai sekaligus.  ***hsgautama.multiply.com

 

 

 


LinkFenwick fishingOct 21, '07 6:36 AM
for everyone
Link: http://www.fenwickfishing.com/cat.php

Mencari produk FENWICK disini termasuk tidak mudah, dan tidak semua toko pancing menjual ini. Toko pancing disini biasanya terbagi dua kelas. Pertama kelas menengah atas, dan satu lagi menengah kebawah. Untuk toko papan atas, mereka biasanya sudah terikat oleh brand tertentu saja shg mereka hanya mau menjual brand tsb. Fenwick kadang kadang ada dijumpai disalah satu toko tsb mengingat harga jualnya lumayan tinggi. Sampai skr gak tau, siapa yg menjadi distributor Fenwick di Jakarta dsktnya.

Ada yang bilang, "harga gak bohong" . Artinya jika membeli barang yg harganya lebih mahal dari barang sejenis dipasaran, biasanya kualitasnya emang baik.
Fenwick dikenal punya kualitas bagus, baik dari segi materialnya maupun karakternya ketika dibawa memancing.
Rasanya, memancing memakai produk ini memang memberikan sensasi beda ketimbang dengan misal joran bikinan Tangerang atau produk Cina. Ini bukan soal naik kelas atau gengsi,... ini melulu soal "rasa" dan "respon" alat yg berbeda ketika memutuskan memakai "Fenwick" atau "bukan Fenwick". Barang bagus terasa "solid feeling", ngadep-mantep



.


Blog EntryTools > Garmin Map 76Oct 20, '07 7:44 AM
for everyone

Unit gps Map 76 (layar monokrom) adalah salah satu produk lansiran dari GARMIN, salah satu produsen peralatan navigasi satelit yg kerap dipakai untuk keperluan militer hingga sipil.

Garmin Map 76 ini mengisi kategori GPS unit kelas handhled dipasaran dan mengisi gap antara dimensi produk “ter-mungill” (yakni dari keluarga Etrex dan forerunner), hingga produk Garmin dg dimensi bongsor (misal untuk navigasi mobil, pesawat,  atau boat). Seperti halnya unit gps handheld dimanapun, produk ini jelas disupplai oleh battere yg ditanam dibelakangnya agar mudah ditenteng kemanapun dia pergi. Fiturnya lumayan mewah (minus kompas), harga bersaing,  dan bisa aplot atau donlot peta menjadikan tipe ini lantas menjadi pilihan bagus bagi para usernya.

 

Jika ditanya apa komentar pendek ttg kejelekan barang ini, langsung dijawab cepat saja : rakus suplai listrik.
Garmin Map 76 punya kejelekan soal boros batere. Dibanding anggota keluarga lainnya,  produk ini lumayan ngeselin soal rakusnya menkonsumsi catu daya. Jika jalan 4 hari dilapangan dengan hitungan perhari diatas 15 jam, maka dikantong harus siap batere cadangan. Itu jika gak mau hilang arah karena battere habis lho. Mau gak mau, sediakan budget extra buat pembelian battere. Apalagi jika battere nya cuma ABC biasa yg dicomot
dari warung dipinggir kampung, walah, bakalan habis cepet tuh, cuma sehari aja langsung amblas ludes.

 
Map 76, baik tipe layar monokrom dan colour,  punya “kemewahan” soal lebarnya layar. Satu hal yg saya suka disini jika dibandingkan dg keluarga
Etrex. Layar lebar sangat enak dipakai sembari nyopir mobil atau turing motor. Detail kelokan dan arah jalan terlihat sangat jelas disana.
Sekejap dalam sedetik mata bisa mudah melirik kearah layar sembari mobil tetap melaju dijalanan secara bergantian. Layar selebar ini juga memudahkan mata “plus” dan “minus” atau berkacamata, untuk mengamati detail trek dan nama yg tertera dilayar dengan lebih baik ketimbang memakai layar mungil Etrex.
Garmin memang mengeluarkan beberapa produk dengan layar lebar, namun itu biasanya dipakai untuk keperluan navigasi mobil, pesawat terbang, atau boat yang semuanya mempunyai harga cenderung lebih mahal dibanding tipe handheld. Tampaknya, kelas Map 76 ini mengisi celah pasar yg kosong disana.   

 

Sayangnya, dengan layar selebar itu, dimensi bentuk unit ikut melar. Membawa ini ditangan sangat mencolok perhatian karena lumayan besar. Dan jika disimpan, butuh tempat yg ribet dibanding misal Etrex yg dapat diselipkan disaku baju. Bobotnya sih gak berat amat (terisi batere), namun size nya memang tampak besar.
Jika suka memakai GPS buat naik motor atau sepeda genjot, Map 76 akan terlihat sangat mencolok ditaruh distang. Pada akhirnya, memang satu alat tidak selalu pas buat semua keperluan kan. Pasti ada yg dikorbankan  ***hsgautama.multiply.com

 




Blog EntryTools > Bajaj dan Ojek pakai GPS ditanganOct 16, '07 7:50 PM
for everyone


Bajaj dan Ojek pakai GPS? Giling, masak?

Jangan  meremehkan, dalam waktu dekat tampaknya bisa jadi sopir Kopaja, tukang Ojek, dan Bajaj bakalan punya GPS ditangan mereka. Paling tidak, harapan itu akan dipenuhi oleh Nokia.

Perusahaan henpon ini membeli perusahaan navigasi satelit Navteq dengan harga luarbiasa besar $ 8.1 billion, ini bukti keseriusan Nokia menggarap proyek henpon berbasis navigasi satelit. Semangat konvergensi dan multimedia rupanya membuat Nokia sangat ingin mengalahkan pesaingnya dan menjadi pemimpin pasar telepon cellular dengan fitur terlengkap serta terbesar didunia.


Satu saat, perjalanan nyelip sana sini melewati gang kampung bakalan gak akan tersasar lagi. Sumpeee



Foto dari  pmptoday

http://www.pmptoday.com/2007/10/01/nokia-buys-navteq-to-rule-cellphone-gps/

  

Nokia Buys Navteq to Rule Cellphone GPS Market

1 10 2007

 

Nokia is serious about putting SatNav applications in all future Nokia phones. Nokia today bought NAVTEQ, a GPS service with ownership of the The Map Network, the largest maps supplier in the US. This means Nokia Maps will become even more detailed and comprehensive, not to mention up-to-date. The price tag for NAVTEQ is $8.1 billion. Olli-Pekka Kallasvuo, Nokia president and CEO is optimistic: “The acquisition of Navteq is another step toward Nokia becoming a leading player in this space.

“By joining forces with Navteq, we will be able to bring context and geographical information to a number of our Internet services.”

With 900 million Nokia customers, NAVTEQ is also anxious to spread its wings. “Nokia’s unique vision for location-based services aligns perfectly with Navteq’s vision to enable everyone to find their way to people, places and opportunities on mobile communications devices,” says NAVTEQ president and CEO Judson Green.

[via nytimes]

.

Blog EntryTools > Garmin ETREX LEGEND CXOct 15, '07 10:18 PM
for everyone

Dari seluruh deretan produk GPS unit merk  GARMIN, tipe ETREX adalah salah satu produk favorit.  Garmin sudah berulangkali mereleased produk terbaru dari GPS mereka, dan keluarga ETREX tetap ada dari jaman ke jaman. Gak ada matinya deh. Etrex merupakan satu ikon tersendiri yg bisa jadi gak bakalan dihilangkan oleh Garmin.

Saya sendiri sudah dua kali memegang tipe Etrex yg berbeda. Pertama kali dulu pernah bawa Etrex kuning. Disebut kuning, karena memang kemasannya berwarna kuning menyala. Tipe ini adalah bagian dari keluarga Etrex yg paling murah dan paling simple. Lalu ketika keluar Etrex Legend CX dipasar, langsung mengambil ini dan sampai sekarang masih dipakai. Terkesan dengan performa bandel Etrex kuning yg sekalipun sangat sederhana dan gak bisa aplot dan donlot peta, tapi GPS kuning meriah itu sangat dependable. Dibawa penjelajahan kehutan, hard assignment, combat zone di borderline, wisata desa, sampai ke jalan jalan ala turis gokil diperkotaan tetap bisa dipakai. Gila ini barang, asli 100% bandel.  


Kenapa pilih Etrex?

Alasan paling masuk akal, pertama, produk Garmin adalah brand paling popular disini untuk kelas awam hingga advanced. Dibanding kompetitor selevel, Garmin mudah “dimainkan” karena tersedia dukungan software dan hardware yg user friendly. Ini masuk akal, mana ada yg mau repot kan? Selain itu, memakai produk terpopuler akan memudahkan tukar menukar data. Ini tidak terbantahkan. Bagian menarik disini memang salah satunya adalah “pertukaran data” antar sesama pemakai shg setiap org bisa melengkapi data perjalanan (trek dan waypoint).  Beda brand akan membuat beda pula software untuk mengolah data peta tsb. Karena itu, kelompok mayoritas lebih punya peluang “menguasai” arena pertukaran data antar sesama pemakai.
Alasan kedua, Etrex adalah produk sangat baik dan bandel. Di family tree mereka, Etrex tersedia beberapa tipe yg bisa dibeli sesuai dengan budget masing2 pembeli. Etrex juga cocok banget dipakai buat perjalanan
individual atau kelompok, sebuah unit handheld yg cukup mungil, tidak berat, tidak besar dimensi kemasannya. Karena kecil, dia bukan hanya sangat simple diselipkan kesaku celana, tapi juga mudah disangkutkan distang sepeda, atau motor, boat, dashboard mobil.

 
Etrex Legend CX, salah satu tipe yg ada dikeluarga Etrex. Produk ini secara mencolok punya sisi istimewa tambahan yakni layarnya berwarna dan mempunyai detail resolusi yg halus. Panel untuk recievernya juga lebih peka dibanding pendahulunya, sehingga jika ditaruh didalam ransel kanvas,  unit ini akan tetap menerima signal (asal antenna menghadap keatas, diletakan dikantong bagian atas dan tidak tertindih barang lain).
Etrex Legend CX juga mudah melakukan aplot dan donlot peta. Sebuah opsi bagus karena bisa terus menerus membuat update peta dan perjalanan. Unit ini juga lebih hemat batere dibanding misal Garmin Map 76.  Unit GPS yg boros batere itu tidak baik. Apalagi jika dipakai terus menerus melewati area yg tidak dikenal sama sekali. Habisnya batere sama saja kita kehilangan arah sama sekali. Sampai sekarang, Etrex Legend CX tsb masih setia menemani perjalanan kesana sini, apalagi jika GPS ini dibawa memakai sepeda atau jalan jalan diwilayah terpencil. Darat, laut, udara semua wilayah dilalui dia, suhu terparah yg pernah dijajal barang ini adalah mendekati -30* C (area sejajar dg Siberia).

 
Produk Garmin saat ini banyak dijual di Jakarta. Biasanya, penjual alat ini berhubungan dengan computer atau gadet. Mungkin krn saat ini masih booming dan tren, gps lantas menjadi bagian dari gaya hidup org perkotaan. Fungsi ini jelas bergeser dari tujuan awal pemakaian gps, yakni untuk militer, transportasi, atau sesuatu yg berhubungan dengan profesi tertentu. Pilihlah toko yg mau ditanya dengan cerewet mengenai produk ini apabila tidak paham. Saya sendiri pernah dicuekin sama customer sebuah gerai penjual Garmin (konon terbesar dinegeri ini) karena terlalu banyak bertanya.

Hehehe,   attitude penjual yg buruk seperti itu mending ditinggal saja, masih banyak lainnya kok yg jual ini.
Pokoknya pembeli adalah raja.

 

http://garmin.com/garmin/cms/site/us/onthetrail/

Pack more detail into your adventure with the eTrex Legend Cx. This popular handheld navigator has a bright color screen and microSD™ card for expandable memory, and it can route you on roads or off, for wherever your travels take you.

Expand Your Memory

Storing data is easier than ever with Legend Cx's included 64 megabyte (MB) microSD card. Just connect to your computer and load optional MapSource® software to view detailed maps of your surroundings. The card slot is located inside the waterproof battery compartment, so you don't have to worry about getting it wet. You can also use optional preloaded microSD cards with MapSource data for your land and sea excursions. Just insert a MapSource card with detailed street maps, and Legend Cx provides turn-by-turn directions to your destination.

Take It Anywhere

Like the rest of the eTrex series, the rugged Legend Cx is WAAS-compatible and waterproof, so it can withstand the elements or an accidental dunk in water.

Other Legend Cx features:

  • 256-color, sunlight-readable display makes it easy to distinguish map details — plus, it looks fantastic
  • Supports English, Spanish, Portuguese and French languages
  • Extra-long battery life brings you more hours of outdoor enjoyment
  • Fast USB computer connection so you can transfer waypoints and other data to your computer

eTrex Legend Cx: This little color navigator goes a long way

 

Physical & Performance:

Unit dimensions, WxHxD:

4.2" x 2.2" x 1.2" (10.7 x 5.6 x 3.0 cm)

Display size, WxH:

1.3" x 1.7" (3.3 x 4.3 cm)

Display resolution, WxH:

176 x 220 pixels

Display type:

256 level color TFT

Weight:

5.5 oz (156 g) with batteries

Battery:

2 AA batteries (not included)

Battery life:

32 hours

Waterproof:

yes (IPX7)

Floats:

no

High-sensitivity receiver:

no

PC interface:

USB

RoHS version available:

yes

 

Maps & Memory:

Basemap:

yes

Ability to add maps:

yes

Built-in memory:

no

Accepts data cards:

64 MB microSD card (included)

Waypoints:

500

Routes:

50

Track log:

10,000 points, 20 saved tracks

 

Features:

Automatic routing (turn by turn routing on roads):

yes

Electronic compass:

no

Barometric altimeter:

no

Geocaching mode:

yes

Outdoor GPS games:

yes

Hunt/fish calendar:

yes

Sun and moon information:

yes

Tide tables:

no

Area calculation:

yes

Custom POIs (ability to add additional points of interest):

yes

 

Foto dari gpscity


 

.



.

Blog EntryMANCING > MAGURO Extreme 150 MLOct 13, '07 6:42 AM
for everyone

MAGURO Extreme 150 ML,  fresh water light tackle rod ini belum lama ada ditangan. Usianya baru sekitar 2 tahun kurang. Jam terbangnya masih belum tinggi dan kebanyakan dimainkan dilingkungan empang saja. Belum kesampaian secara brutal dijajal dilingkungan yg lebih kejam yakni alam bebas dengan suhu tinggi.

Membeli ini tidak sengaja. Kebetulan cari mata kali carbon dengan ujung cutting,  eeh kok mata plirak plirik trus ngeliat ini berdiri dirak toko. Jadilah pegang pegang, dielus elus dengan jari, dicobain dikepret sana sini, hanjrrrit kok taunya malah ikutan kebeli. Parah deh, begini ini racun kalo main ketoko pancing… kekekeke.

Tapi kalo diitung gak mubazir juga. Toh ini menggantikan satu joran lawas dikamar yg udah lapuk. Selain itu, belum pernah nyobain Maguro, dan inilah saat yg tepat mencoba brand ini.

Secara visual, barang ini keren. Bikinannya rapih banget. Shiny, cool, awesome.  Tulisannya juga bole-bo, asli keren, huruf dilapis cetak tebal dengan hologram. Alamak, bener bener cantik (pantesan gua ngeces abis). Jika ditimang timang dibawah cahaya kuat, tulisan brand Maguro Extreme 150 ML akan berkelip dengan eloknya. Finishing dibatang joran sangat baik, dan grip ditangan juga sangat baik karena dibungkus gabus halus berwarna coklat terang.  Logo dia jelas beda gaya dengan Fenwick Night Hawk yg tercermin sifat konservatif dan kaku.

 
Joran pancing Maguro, dibagi dua patahan. Panjang total 1,5 meter, dengan diameter ramping sebesar kelingking jari. Tidak besar, dan tidak panjang. Bobotnya sangat ringan. Bagian butt nya tidak bisa diberi pemberat, jadi
memang desainnya adalah ringan apabila ditaruh ditangan. Karena ringan, ia mudah dikendalikan dengan jepitan jari saja. Dudukan reelnya terbuat dari plastik keras gelap, dan menyatu dengan rapihnya dibungkus gabus coklat. Spinning Reel kelas ringan akan mudah masuk kesana dan dengan cepat dijepit dibawah. Panjang area grip fair yakni kira kira 20cm an. Tidak kepanjangan dan tidak pendek amat. Tapi bicara soal selera pribadi, seharusnya grip diarea butt ini enaknya sih dikisaran 35cm. Lebih panjang dikit karena bisa dipakai untuk ditahan diarea dekat siku tangan. Jika pendeknya cuma segitu, kekuatan pegangan joran hanya terpusat disitu saja, gak ada pegangan ekstra.

 
Dudukan cincin (guide) untuk jalur kenur tidak buruk. Finishingnya juga oke. Entah
bagaimana jika dibawa untuk memancing berendam (ngoyor) dari tepi pantai. Semoga tidak mudah berkarat. Kritikan tajam cuma ukuran ring lubang kenur diujung luar joran yg dinilai terlalu sempit diameternya shg tidak bisa dilalui oleh peniti dan kili kili. Gak enak, harus potong peniti dulu jika akan memasukan atau melepas kenur dari sana. Ini gak praktis karena kerja dua kali.

 
Setelah dipakai untuk mancing, saya pikir kelenturan ujung joran ini berada dikelas tengah antara kebutuhan casting-freak dan efisiensi saat fight. Ini terlihat dari reaksi ujung joran yg tidak lentur amat tapi masuk dikelas fast
action. Artinya, dipakai casting sih bisa saja, tapi rasanya lebih melelahkan jika kudu 300 kali melempar casting keujung sana terus menerus. Namun, jika ikan sudah terpancing, maka fighting akan terasa mudah  karena terbantu dengan karakter ujung joran yg medium action, ujung tidak kelewat extra mentul mentul mengayun dan melengkung liar akibat ikan berontak hebat. Apalagi jika bobot ikan yg berhasil digaet lumayan besar, ujung yg sedikit kaku akan lebih enak menghajar ikan.

Ini memang soal selera, kalo memang gak sreg dengan ujungnya yg sedikit kaku, bisa diubah dengan mengganti ujungnya saja. Tapi, sekali lagi, buat apa itu dilakukan, mending beli aja joran yg sengaja ujung nya dibuat sangat lentur.

Ada catatan khusus soal panjang joran yg hanya 1,5m.
Joran segini enak dipakai untuk mancing empang dimana pemancingnya duduk dilapak yg telah dipilih dengan atap seng diatasnya. Joran pendek lebih gampang dikendalikan saat melempar umpan dengan cara mengayun lewat atas kepala. Lintasan ayunan menjadi lebih pendek dan tdk mentok diatap, cocok utk areal lapak yg mepet. Dibanding joran kelas 2m-an lebih, joran pendek memang pilihan yg pas di empang pemancingan, kiri-kanan atau diatasnya mudah untuk melontar umpan. Selain itu, ukuran pendek  akan memudahkan packing, khususnya jika jalan keluar kota. Gak makan tempat, dan mudah dimasukan tas. ***hsgautama.multiply.com

 

Foto disini ........



 .