HidÄÿÄt's posts with tag: sehat

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag sehat
Blog EntryBerhenti Merokok Malahan Jadi OntaMar 16, '08 9:52 AM
for everyone
Ternyata  banyak juga artikel ttg berhenti merokok (quit smoking) di google  . 
Gak nyangka, urusan berhenti merokok atau tetap merokok
menjadi soal jatuh bangun dalam hidup seseorg yg terlilit candu nikotin. Ini memang jadinya mirip judul lagu dangdut: “Jatuh Bangun Akibat Nikotin”,   “beti” beda tipis jika diplesetkan jadi lagu cinta maka judulnya akan berbunyi:  “Jatuh Bangun Akibat Lirikanmu”, halah.


Seribu seratus duapuluh empat jurus tips dan  kiat ada didalam tulisan tulisan itu, JRENG, silahkan dibaca sekuatnya, satu persatu.  Kebanyakan tulisan disana sangat teknis dengan itungan gram nikotin atau berapa gram dari tar yg masuk keparu paru. Ah siapa yg peduli dengan hitungan “gram” ? Toh dari dulu dibilang itu berbahaya buat kesehatan, dan jutaan org tetap asik merokok.

 
Berhenti merokok bisa saja karena sebuah alasan paling sederhana dan tidak perlu penjelasan njlimet kelangit ketujuh. Misal kayak saya gini berhenti merokok cuma karena satu alasan pendek: “gua sebal melihat hidup gua dikendalikan rokok sejak mata terbangun dipagi hari”.  Udah cuma itu saja, gak ada alasan lainnya.  

 
Awal mulanya karena satu waktu, Kami malam 28 Februari bulan kemaren, duduk sendirian di  pantry kantor sambil merokok setengah batang Dji Sam Soe. Melihat kearah batang rokok itu mendadak jadi sebal banget. Hidup gua kok dikendalikan rokok ya?

Bayangkan, pagi hari begitu mata melek “jreng” maka yg dicari adalah rokok dan kopi. Bukan lainnya, cuma rokok. Ini sebuah kesintingan, dan ini menjadi satu hal yg paling menjengkelkan dimana hidup ini dikendalikan oleh rokok selama 25 tahun lebih.  Sejak itu, rokok dimatikan diasbak, dan bergumam pelan sendirian, “Gua berhenti merokok ah, ini (udah)  kebangetan …. “

 
Ini jelas satu hal yg aneh. Buat  saya perokok kelas berat dengan jatah  3 bungkus Dji Sam Soe per hari, belum ditambah dengan cerutu gulung (cigar lokal atau brand luar), menyetop rokok itu termasuk gak mudah. Disuruh gak merokok sejam saja susah kok, apalagi ini sampe 1 hari atau lebih. Itung saja dalam sebulan bisa menghabiskan 8 slop rokok yg siap didalam lemari, ini sama artinya dengan budget sebesar delapan ratus rebu rupiah dalam anggaran belanja bulanan. Teman dekat, kolega yg tau saya dulunya mirip kereta api, pasti akan ternganga melihat saya bisa berhenti merokok seperti sekarang: “Haaah, ... berhenti merokok?...  gak salah mas? Kenapa berhenti? Dilarang siapa?” bla la bla.

Poin pentingnya, kali ini, berhenti merokok buat saya gak perlu alasan berbelit.  Cuma sebal saja karena hidup dikendalikan oleh rokok. Alangkah enaknya jika merokok itu ala kadarnya. Maksudnya merokok sebatang saja per hari.  Bahkan bisa ya merokok atau tidak sama sekali gak papa. Ternyata hal spt itu termasuk susah. Sekali merokok maka akan terus meminta tanpa jeda. Akibatnya kebablasan jadi sebungkus sehari, lalu nambah dan nambah. Dikurangi gak bisa mending berhenti aja sekalian. Hidup ini kadang harus tegas hitam dan putih saja, jangan main didaerah abu abu. Kalo mau setop, maka setop lah, titik.

Sekarang asbak dirumah nganggur, masih ada sisa dua slop Sam Soe dilemari, dan sekian buah korek gas tergeletak disana sini tanpa kesentuh lagi.  Rokok itu memang candu.  Sekali mecoba, berhentinya susah payah.  Dan sejak itu hidup dikendalikan oleh rokok, persis dengan narkoba, bedanya rokok dilegalkan sedangkan narkoba diharamkan pemerintah.  Jadi, dengan merokok, maka kita memang dijerat oleh nikotin dan mencandu seumur hidup.


 

Tapi tunggu dulu, saya gak hepi amat lepas dari kecanduan rokok.

Sekarang muncul masalah baru, saya gak bisa menghentikan mulut saya untuk makan atau ngemil. Yaoloh, sampe capek rahang ini dipakai ngunyah makanan.   Gak kebayang, Onta dan sapi bisa memamah biak sehari hingga 45x, kayaknya saya “beti” sama mas Onta dan mas Sapi itu? Yaaaks!!  Merokok hilang, muncul masalah baru yakni makan berlebihan. Kayaknya perut ini terlilit oleh rasa lapar melulu. Gak bisa disetop euy. Kaco kaco !!

Kalo di itung lagi uang bulanan tetap saja habis banyak buat beli snack dan makanan ekstra. Hahaha, sami mawon. Dulu untuk rokok, eeh sekarang habis banyak untuk napsu makan yg secara brutal menjadikan saya sama persis si mas Onta.  *** hsgautama.multiply.com

 

 


Blog EntryHeboh Susu Bayi TercemarFeb 27, '08 8:38 AM
for everyone
Berita ini menyebar antar milis, dikirim juga oleh teman kemari.
Simpang siur berita ini apalagi tidak adanya kejelasan soal apa nama brandnya dan siapa produsennya membuat banyak kalangan mulai resah. IPB sendiri masih tutup mulut dan gosipnya baru besok ini atau lusa akan membuat konferensi pers lanjutan soal mengenai susu berbahaya ini. Harap berita ini disikapi dengan sepatutnya saja.



----------------



Susu Formula Ancam Otak Bayi
 
Senin, 25-02-2008 | 01:29:49
Mengandung Bakteri Berbahaya
Temuan Tim Peneliti IPB
JAKARTA, BPOST
- Peringatan bagi ibu-ibu pemilik anak balita. Produk susu formula dan bubur bayi yang beredar di pasaran, sebagian diketahui mengandung bakteri beracun yang bisa menyebabkan radang otak.
Tim peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan bakteri enterobacter sakazii yang sangat berbahaya pada produk susu formula dan makanan bayi.
"Dari 74 sampel susu formula, sekitar 13,5 persen telah terkontaminasi bakteri beracun. Sementara tiga dari 46 sampel makanan bayi tersembunyi bakteri berbahaya tersebut," ungkap Ketua Tim Peneliti IPB, Dr Estuningsih, Minggu (24/2).

Estuningsih bersama timnya melakukan penelitian terhadap produk susu formula dan makanan bayi sejak tahun 2003. Hasilnya cukup mengejutkan. Selain menyebabkan radang otak, bakteri enterobacter sakazii itu menyebabkan radang usus dan peradangan jaringan seluruh tubuh.
"Apalagi, susu formula dan bubur bayi banyak diberikan kepada anak usia di bawah satu tahun. Ini sangat membahayakan," ujarnya.
Sebuah penerbitan di Korea Selatan menyebutkan, enterobacter sakazakii bisa membuat korbannya mengalami kelumpuhan dan menghambat perkembangan mental.
Bakteri ini pertama kali ditemukan seorang peneliti bangsa Jepang. Sakazii adalah nama sang penemu yang kemudian ditandemkan dengan rumpun bakteri enterobacter.
Selain Estuningsih, beberapa staf pengajar di Fakultas Kedokteran Hewan IPB bergabung dalam tim penelitian. Mereka antara lain, Drh Hernomoadi Huminto MVS, Dr I Wayan T Wibawan, dan Dr Rochman Naim.

Temuan tim IPB ini cukup mengejutkan. Pasalnya, dikatakan Dr Estuningsih, tim semula hanya meneliti penyebab diare yang sering dialami bayi. "Biasanya dari kasus diare pada bayi ditemukan bakteri escherichia coli," ujarnya.
Sebenarnya, tim peneliti IPB telah melaporkan temuan itu sejak tahun 2006, sebelum isu formalin beredar. Sayangnya, temuan tim peneliti IPB tidak ditanggapi oleh pemerintah.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai selama ini pemerintah selalu lamban merespons setiap temuan para peneliti, khususnya terkait hajat orang banyak.
"Biasanya, kalau belum ramai di media, pemerintah belum merespons," kata Ketua YLKI Husna Zahir, kemarin.

Dikatakan,seharusnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) secepatnya menindaklanjuti hasil riset itu.
"Itu sangat jelas penelitian resmi. Jika Badan POM tidak percaya, ya, harusnya melakukan penelitian sendiri," imbuh Husna Zahir.
Yang jelas, jika pemerintah lamban merespons, peneliti bisa mempublikasikan hasil penelitian itu kepada masyarakat.
YLKI mendesak pemerintah segera menarik produk susu formula dan bubur bayi yang diketahui tercemar bakteri beracun tersebut. Menurut Husna, konsumen tidak bisa membedakan produk yang tercemar dengan produk yang sempurna.
Soal bakteri, konsumen sangat awam. Mereka baru merasakan jika sudah terkena dampaknya. Jadi, lebih baik bahan makanan yang tercemar itu harus ditarik dari pasaran," tandasnya.
Penarikan dilakukan selama menunggu langkah yang diambil tim khusus yang dibentuk pemerintah. "Sambil menunggu, tim gabungan bekerja, pemerintah bisa menarik produk yang tercemar. Sehingga konsumen tidak dirugikan," tegasnya.
Sabtu (23/2) lalu, pemerintah telah membentuk tim gabungan lintas lembaga dan departemen guna menelisik temuan tim IPB. Ti gabungan terdiri dari Depkes, Deptan, BPOM dan tim peneliti IPB.
Masing-masing tim bekerja sesuai kapasitasnya. Departemen Kesehatan akan meneliti tentang proses pembuatannya. Departemen Pertanian pada bahan dasarnya, dan Badan POM melakukan pendekatan kepada produsen.
Estuningsih mengingatkan sangat penting dipahami bahwa susu formula bayi bukanlah produk steril.
"Artinya baik penggunaannya maupun penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari terjadinya infeksi akibat mengonsumsi produk tersebut," tekannya.

Tunggu Instruksi
Terkait temuan adanya kandungan bakteri beracun pada susu formula dan bubur bayi, BPOM Banjarmasin belum melakukan tindakan apapun.
"Kita (BPOM) belum tahu, belum terima kabar tentang temuan itu. Untuk sementara kita belum melakukan tindakan apa-apa," jelas Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi BPOM Banjarmasin, Fajar Wahyudi.
Fajar enggan mengomentari hasil penelitian tim IPB tersebut.
"Memang dasarnya dalam penelitian terhadap bahan makanan segala kemungkinan bisa terjadi. Hanya saja, apakah bakteri yang dimaksud melebihi batas atau tidak (berbahaya) kita belum tahu," katanya.
Menurut dia, untuk menentukan bahan makanan berbahaya atau tidak, tak bisa hanya sebatas skala pemeriksaan laboratorium. "Yang jelas, jika memang sudah ada instruksi dari pusat, apakah produk itu ditarik atau perlu diperiksa, kita siap menindaklanjuti," tuturnya.

Dua tahap
Penelitian IPB ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, mengisolasi dan mengidentifikasi enterobacter sakazakii dalam 22 susu formula dan 15 sampel makanan bayi. Tahap kedua, menguji 12 bakteri sakazakii yang ditemukan dari hasil isolasi dan kemampuannya menghasilkan racun melalui uji sitolisis (penghancuran sel).
Hasilnya dari 12 bakteri yang terisolasi itu, enam di antaranya menghasilkan racun (enteroksin).
Selanjutnya, tim peneliti menguji bakteri mengeluarkan racun saat dipanaskan. Hasilnya lima dari enam bakteri itu ternyata mampu mengeluarkan racun setelah dipanaskan.
Tim peneliti mengujicobakan bakteri tersebut baik yang belum maupun sesudah dipanaskan kepada bayi tikus yang berumur enam hari. Setelah tiga hari disuplai dengan bakteri tersebut hasilnya ternyata mengejutkan.
Ternyata, bayi tikus itu terkena radang saluran pencernaan, infeksi peredaran darah dan meningitis alias infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak. (okc/mdn/Persda Network/aco)



Giliran Susu Tercemar
 
Selasa, 26-02-2008 | 00:45:15
Tim peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB), Minggu, mengeluarkan sebuah rilis hasil penelitian mereka yang mencengangkan.
Isinya, tim secara ilmiah menemukan bakteri enterobacter sakazii --racun yang sangat berbahaya bagi balita-- pada produk susu formula dan makayanan bayi. Dari 74 sampel susu formula yang mereka teliti, 13,5 persen di antaranya terkontaminasi bakteri beracun.
"Ada lagi yang lainnya. Dari 46 sampel makanan bayi seperti bubur yang kami teliti, semuanya tersembunyi bakteri berbahaya tersebut," ungkap Ketua tim peneliti IPB, Dr Estuningsih, Minggu (24/2).
Tentu saja, hasil penelitian tim IPB itu sangat mengejutkan masyarakat Indonesia. Sebab, dalam kurun yang cukup lama, kita telanjur akrab dengan penggunaan susu formula bagi anak dan balita sebagai pengganti air susu ibu (ASI) atau bubur sebagai makanan tambahan bagi mereka. Bahkan, tidak sedikit ibu menyusui yang hanya menjadikan susu formula sebagai konsumsi utama buah hatinya.
Apalagi, iklan yang tayang baik di media cetak maupun elektronik gencar menjual keunggulan susu formula yang mereka klaim bisa mencerdaskan serta meningkatkan daya tahan tubuh anak.
Derasnya arus iklan susu formula yang menjejali masyarakat, sampai membuat orangtua tidak sempat lagi berpikir dua kali untuk melakukan slogan ‘teliti sebelum membeli’. Konsumen semakin terperosok ke dalam rayuan produsen. Terbuai, sampai akhirnya dikejutkan oleh hasil penelitian tersebut.
Itu adalah untuk yang kesekian kali konsumen Indonesia dikejutkan oleh hasil penelitian terhadap makanan kemasan yang sangat merugikan. Sebelumnya ada kasus permen, kue kemasan, susu serta bumbu penyedap yang ternyata mengandung zat berbahaya bagi penggunanya.
Kasus terakhir ini tentu saja semakin menyadarkan kita, betapa lemahnya posisi konsumen di negeri ini. Kita memang memiliki paling tidak dua lembaga yang bisa dituntut pertanggungjawabannya, dalam hal perlindungan konsumen.
Pertama, Depkes dengan Badan Penelitian Obat dan Makanan (Balai POM) dan yang kedua adalah Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang secara kelembagaan sudah ada hampir di seluruh pelosok Tanah Air.
Tetapi, lagi-lagi keduanya tak memperlihatkan ‘payung’ untuk itu. Balai POM, misalnya, sebagai lembaga peneliti makanan dan obat di Indonesia yang dibiayai oleh pemerintah, belum memainkan peranannya yang mendasar. Dengan dilengkapi fasilitas dan tenaga terlatih untuk melakukan penelitian terhadap makanan, toh negeri iniselalu saja sering kecolongan kasus ada racun di dalam makanan yang beredar. Demikian halnya dengan YLKI, masih berkutat pada masalah advokasi hukum tentang konsumen.
Maka, dengan semakin seringnya terungkap kasus racun di makanan yang beredar di masyarakat, sudah saatnya bagi dua lembaga tersebut untuk proaktif melaksanakan fungsinya masing-masing. Jangan hanya sibuk ketika sudah terjadi masalah.
Kalau YLKI nantinya akan mengklaim diri sebagai lembaga yang tak memiliki sarana dan prasarana untuk melakukan penelitian lebih dini, paling tidak bisa lebih aktif lagi mengingatkan atau bahkan memberikan tekanan kepada Balai POM untuk menjalankan fungsinya.
Sebab, kasus makanan mengandung racum berbahaya itu bukan hanya sekali ini terjadi. Tetapi terulang dan terulang lagi. Sementara itu tidak ada tindakan konkret dari pemerintah, baik dalam menegakkan hukum maupun pengamanan terhadap masyarakat.
Barangkali kelemahan yang demikian parah itu, membuat banyak produsen sengaja melalaikan produknya dari kewajiban menjaga keamanan komsumsi.
Dalam kondisi demikian, kemana lagi konsumen harus mengadu kalau makanan yang beredar mengancam keselamatan kesehatannya bahkan jiwanya?
Jangan sampai, terhadap kedua lembaga yang sudah mengantongi limpahan wewenang dari pemerintah untuk melindungi konsumen itu, kehilangan pegangan. Apalagi sampai kehilangan kepercayaan. Karena, kalau sudah dalam tataran itu, logikanya berlaku hukum alam: "Kalau sudah tak berfungsi, untuk apa lagi keberadaannya."





Blog EntrySafety Sepeda > Stiker Scotlite Lilitan di KabelJan 9, '08 11:30 PM
for everyone
Karena alasan safety, dan "mantan" korban ditabrak oleh ranmor saat malam ketika dijalan raya, maka menjaga sepeda tetap mempunyai visibilitas yg optimal bagi pemakai jalan lain adalah mutlak. Jangan bersepeda seenaknya dijalan raya malam hari tanpa safety yg memadai, nanti kalo ditabrak malahan marah marah. Liat dulu dong, apakah sepeda sudah pakai pengaman?

Disini, diantara teman2 seperjalanan yg suka bersepeda, rata rata kami memakai Scotlite stiker yg dililitkan melingkar dikabel rem, depan dan belakang. Lalu scotlite juga ditempel di helm. Dari depan-belakang atau samping kiri-kanan, sepeda akan mudah terlihat oleh ranmor lain.

Alasan selain safety, stiker lilitan begini anti nyangkut ketika dibawa keluar masuk semak belukar dan jalan kampung, beda dengan mata kucing. Lebih murah meriah. Dan mengingat karakter kami yg suka suka saja naik sepeda, kadang siang, kadang kemalaman dijalan, kadang digunung, kadang ke kampung, dan kadang nyelonong lewat jalan raya. Safety ini juga gak perlu battere, hemat energi. Buat apa sih  hobi kalo bikin celaka karena kelalaian? Biaya rumah sakit lebih mahal tuh, belum sepeda yg jebol dihajar ranmor, lebih nelangsa lagi.







.  

Blog EntryMuseum Penis Pertama diduniaDec 4, '07 11:03 AM
for everyone
Hehehehe. Kocak.
Museum penis dan website Alt penis , semuanya, membahas soal penis . Sayang, penis manusia belum ada sekian lama sejak museum ini berdiri.  Tinggal tunggu waktu ada donor yg mau menyumbangkan penisnya utuh utuh satu saat nanti untuk  dipajang disana. (milik pria indonesia misal)    Dan sukurlah, baru baru ini terdengar kabar, ada pria yg bersedia menyumbang organ vitalnya itu untuk mengisi salah satu lemari khusus penis pria, a real homo sapiens dick  :-)

Bicara kisah soal penis, konon, menurut sahibul hikayat, di Rusia jaman dulu seorg pria bernama Rasputin diklaim mempunyai ukuran penis yg "ajegile mana tahan". Ketika Rasputin dipenggal kepalanya setelah meniduri istri dari Tsar Rusia, penisnya dipotong dan diawetkan lalu disimpan disalah satu lemari yg ada diruang pribadi Tsar Rusia.  Rasputin adalah playboy yg banyak mempunyai affair panas dimasa hidupnya (sebagian meyakini dia semacam org suci dijamannya), dan hidupnya juga berakhir  akibat affairnya tsb. Pesan moral, makanya jangan main api dengan istri tetangga....

Foto dari website tsb.

16 September 2007
A Phallic Obsession - The Icelandic Phallological Museum
by Paul Aitken

At 66 degrees latitude, Husavik, Iceland, is a mere 30 miles away from the Arctic Circle. At the high point of summer, the sun dips below the horizon for all of fifteen minutes. The local population numbers only 2,453 but the village receives over 100,000 visitors annually, the vast majority there to whale-watch and visit Husavik's whale museum.

But the Whale Center is not the only museum in this tiny hamlet. Husavik is also home to the Icelandic Phallological Museum, the world's only museum devoted entirely to dicks. Now I know what you're thinking; "A penis museum? How gay is that?" But the intent of the museum is anything but erotic. In fact, there's not a human penis to be found; a sore point for its curator and founder, Sigurdur Hjartar. Instead, what is on display are the representative penises of every species of mammal that lives on Iceland or swims in its waters. There are also 40 "foreign" species represented (including an African elephant, skink, polecat, pigmy shrew, badger, red fax and wallaby) as well as 22 folkloric specimens.



Folkloric? What the hell does that mean? Well, these are penises that putatively belong to mythical creatures. Among them; the dicks from an Icelandic elf, a water horse, a catafox (the offspring of a union between a fox and a cat), a troll, a merman and an elfin Billy goat. Sigurdur brushed off my suggestion that these were, in fact, all imaginary creatures. "The folkloric specimens are from the hidden man, Icelandic Christmas lad [Santa Claus], merman and nicor [kelpie]. You doubt their existence, but in the eyes of Icelanders they are as real as anything imaginary, like god or the Holy Ghost," he countered.

When I pointed out that mermen don't even have dicks, Siggy dryly replied that I obviously hadn't been close enough to one to see for myself. And as for the hidden man, apparently women can see his penis but men can't. "You will just have to come and see this for yourself," he suggested. Yeah right, fly thousands of miles to Reykjavík, drive a couple of hundred miles in a rented car, book a room, then pay to get into the museum to see if Santa's trouser-snake is for real.

But Siggy is very serious about the museum. He believes that phallology (the ancient study of penises) is grossly under serviced by academia. Type the word "phallology" into a scholarly search engine and you get 14 hits. Type in "penis" and you get 40 million. Sigg wants to change all that. He thinks the study of the penis itself is scientifically relevant. And judging by the diversity of what is displayed in his museum, he's right.

Biologically speaking, the penis is nothing but a delivery system for sperm. Yeah, we get to piss out of it standing up, and that's great, but by and large it is a supreme example of function over form. And what forms it takes! If you think there's a lot of variety in the locker room, you should see Siggy's collection.

The penis of a sperm whale is 2 meters long, that of a hamster is 2 millimeters. Many are pointy at the end. A surprising number are pencil dicks. Most species sport a bacculum or os penis, a bony support for the penis. Some have threads running through. Others are full of oil. The human penis is an inflated sack. Every species has evolved a different means of getting the job done.

Siggy began his collection in 1947 when a friend gave him four bull penises. He dried the penises, gave three away to friends as gifts and kept one for himself. It was the beginning of a lifelong obsession. Like many collections, it expanded exponentially when people learned of it and began sending him the penises of animals they had slaughtered or had found in fishing nets. In 1974, he opened the Icelandic Phallological Museum. To date, his collection boasts 257 specimens.

The northern light have seen queer sights,
But the queerest they ever did see,
Was 257 dicks,
In Husavik,
That you can pay to see.




But the museum lacks a specimen for perhaps the most important species on the island and obtaining such a specimen has become Sigg's final obsession. The specimen he needs is from Homo sapiens. And given that there are three billion human dicks out there; one can understand Siggy's frustration in being unable to procure even one.

The long wait may soon be over, however. Four men have legally "endowed" their dicks to the museum. One of these generous fellows is a 92 year-old Icelander named Pall Arason. At that age you'd think Siggy would be collecting any day now. But Icelanders are famously long-lived and Pall's penis may be preceded by an American who has promised to donate his organ while he's still alive! The donor, who prefers to remain anonymous, is an admitted exhibitionist and I guess there's nothing more exhibitive than having your todger as a museum piece. The donor claims that he wants to watch people looking at his penis (apparently it's a big 'un). I personally think he's better off skulking around in a raincoat, but who am I to argue.



But even when he's got a man-sized dick (it must be over 5", according to
Siggy) standing proud, the work is far from over. He may have a representative dick from every species in Iceland but Iceland is small. There are 4,629 mammal species world-wide and the museum collection will never be complete until they're all hanging off the wall or sitting in a jar. It may be that Siggy's lifelong quest will outlive him.




 

LinkBeauty Kissing TipsNov 5, '07 3:33 PM
for everyone
Link: http://beautykissing.blogspot.com/

Blog ini isinya cuma "how to kiss".
Unik, beda dari kebanyakan blog yg isinya curhat atau catatan harian individu, blog ini justru mengumpulkan tulisan ttg ciuman. Segala jurus jungkir balik ciuman ada disini dan layak dibaca untuk pembanding, atau mungkin sekedar tau saja (buat yg belum cukup umur, hehehe).

Setelah membaca ini, silahkan menilai sendiri, apakah diri sendiri termasuk "an excellent kisser", atau malah parah banget cuma diem saja kayak batang pisang mati tergolek.


Foto diambil dari sini



.


LinkThe Phobia List, deretan istilah fobia komplit.Sep 19, '07 8:43 AM
for everyone
Link: http://www.phobialist.com/

Ablutophobia- Fear of washing or bathing.
Acarophobia- Fear of itching or of the insects that cause itching.
Acerophobia- Fear of sourness.
Achluophobia- Fear of darkness.
Acousticophobia- Fear of noise.
Acrophobia- Fear of heights.
Aerophobia- Fear of drafts, air swallowing, or airbourne noxious substances.
Aeroacrophobia- Fear of open high places.
Aeronausiphobia- Fear of vomiting secondary to airsickness.
Agateophobia- Fear of insanity.
Agliophobia- Fear of pain.
Agoraphobia- Fear of open spaces or of being in crowded, public places like markets. Fear of leaving a safe place.
Agraphobia- Fear of sexual abuse.
Agrizoophobia- Fear of wild animals.
Agyrophobia- Fear of streets or crossing the street.
Aichmophobia- Fear of needles or pointed objects.
Ailurophobia- Fear of cats.

Pernah dengar deretam phobia aneh diatas ?
Jika ingin tahu berapa banyak jenis phobia, silahkan masuk di web ini.


Foto dari link:

http://www.inkycircus.com/photos/uncategorized/428pxhaeckel_gamochonia_1.jpg




.


Blog EntrySEHAT > Obat sakit JantungJul 20, '07 7:32 PM
for everyone
Sumber SEHATI, Sehat ala Mbak Tini, Indosiar
Tiap Sabtu, jam 05.00 subuh.

1bh kulit pisang
2 ruas jahe dimemarkan dan campur rata

Rebus 1 gelas air, teruskan hingga tinggal 1/2 gelas air rebusan.

Saring, lalu minumkan.




.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help