HidÄÿÄt's posts with tag: sosial

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag sosial
Blog EntryCowo Pendek Paling CemburuanMay 4, '08 3:27 AM
for everyone


Jika kalian seorang pria yg punya badan tidak tinggi amat (alias dibawah rata rata) dan justru punya pasangan yg lebih tinggi, maka hidup kalian bisa jadi dibakar melulu oleh cemburu. Paling tidak itu yg dipercayai oleh beberapa peneliti di Spanyol dan Belanda.

Pesan moralnya, jangan cari cewe yg suka pakai high heels atau lebih tinggi.
Hidup yg tenang ajaa deh daripada deg deg an terus.





Foto dari sini.
dan dari sini.
BBC News.

Short men 'are the most jealous'

Researchers quizzed over 500 people
Short men are the most likely to be jealous, scientists believe.

Spanish and Dutch researchers quizzed 549 men and women to rate how jealous they felt and to identify the qualities that made them feel the most insecure.

Men felt most nervous about attractive, rich and strong rivals, but the taller ones were the most relaxed, the New Scientist magazine reported.

Women were most jealous of others' beauty and charm - with short and tall women the most jealous.

Average-height women, while being the least jealous, were mostly likely to feel insecure by women who were of a different height.

   
Jealousy is a type of fear
Simon Gelsthorpe, of the British Psychological Society

The report, produced by the universities of Groningen and Valencia, said women with average height tended to be more fertile and healthy and, as a result, would be unlikely to be jealous of women with similar attributes.

Instead, the researchers added, the findings showed they would be more jealous of taller women possessing masculine features such as physical dominance and social status.

Meanwhile, the report, originally featured in the journal of Evolution and Human Behaviour, said taller men may be less jealous because male height is associated with attractiveness, dominance and reproductive success.

The researchers said the animal kingdom illustrated this where larger males were likely to win fights and obtain dominance and monopolise access to females.

They said in humans height was one of the first features others notice and was therefore associated with status.

They pointed to previous research which showed taller men were likely to be more successful in their careers, earn more and have more attractive girlfriends.

Fertility

Lead researcher Abraham Buunk said this research now showed that taller men enjoyed psychological advantages as well.

"The present findings suggest that height may have important psychological consequences."

But psychologists said there were other factors that played a role in jealousy.

Simon Gelsthorpe, of the British Psychological Society, said: "Jealousy is a type of fear. It is about being afraid you are going to lose someone you love.

"One of the key components is self-esteem and obviously height is related to this but then so may other characteristics such as baldness.

"Another key element is how strong the relationship is."






Haaaah 30 Trilyun untuk memblokir situs porno?
Gak salah tuh? Ajegile. Proyek gede gedean ini.
Setuju sih setuju dengan anti pornografi, tapi jumlahnya segitu gede bikin gak bisa nelen ludah... 30 trilyun ...
haduh ?



Sumber Kedaulatan rakyat


Pemerintah Akan Blokir Situs-situs Porno
13/03/2008 07:47:13
KANTOR
Kementerian Komunikasi dan Informatika kini sedang membahas secara insentif upaya pemblokiran atau penangkalan pornografi yang menggunakan media situs internet. Melalui lembaga khusus yang sedang disiapkan diharapkan program pemblokiran situs porno bisa teratasi.

Adanya gagasan tersebut dikemukakan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Muhammad Nuh, usai memberikan sambutan pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Al Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, Minggu (9/3). Menurut Muhammad Nuh, ada dua langkah yang bisa ditempuh untuk menangkal situs-situs porno yaitu self controlling dan Indonesian Security yang nantinya akan dibuat sebuah lembaga tersendiri.

Lembaga tersebut, kata M Nuh, nantinya akan membuat program khusus yang dirancang mampu mencegah dan menangkal situs-situs porno yang semakin marak di internet. Apalagi sampai saat ini Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang merealisasikan program internet masuk desa di pelosok Tanah Air. "Memang kita tidak bisa memungkiri adanya penyalahgunaan dari sebuah teknologi, tapi kita tetap berupaya menangkalnya," tegasnya.

Sedangkan tujuan dari program internet masuk desa, dijelaskan, adalah untuk meningkatkan kemampuan mengakses informasi bagi masyarakat di pedesaan. Untuk merealisasikan program tersebut diperlukan beberapa hal diantaranya ketersediaan infrastruktur, harga terjangkau, dan adanya transformasi sosial atau budaya dalam masyarakat.

Sementara itu Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BPPN), Dedy Mizwar mengemukakan sudah saatnya Indonesia melakukan pemblokiran situs-situs porno seperti yang sedang dilakukan pemerintah RRC dengan harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. "RRC sudah melawan blog-blog situs porno dengan biaya yang sangat besar, meskipun itu belum seluruhnya," kata Dedy kepada KR, belum lama ini.
Ia mengemukakan, menurut data yang ada jumlah situs porno di dunia ada sekitar 4,2 juta. Sedangkan yang masuk ke Indonesia baru puluhan ribu situs porno. "Nah, Depdiknas sekarang memasukkan internet ke SMA, apa yang dilihat anak-anak SMA? Kita tidak ngerti," ujar Dedy.

Dedy menyatakan sangat setuju jika Pemerintah dan DPR-RI mengeluarkan undang-undang anti pornografi untuk menekan dekadensi moral. "Tapi yang saya pertanyakan maukah pemerintah dengan dana triliunan rupiah memblokir situs porno. Harus konsekuen. Harus dong, DPR harus meloloskan kalau Menkominfo mengajukan anggaran APBN misalnya Rp 30 triliun untuk memblokir ini, saya setuju," tandas Dedy.

Dikemukakan, biaya untuk memblokir situs porno sesungguhnya lebih kecil dibandingkan dampaknya negatif jika situs porno dibiarkan. "Sebab, membenahi dampak moral satu generasi lebih mahal dari seluruh jembatan yang ada di Indonesia. Membenahi rusak moral sangat lama, berapa puluh tahun bisa selesai," katanya. (Cdr)-k




Event22 Maret : AWAS COPET BOCAH KECILMar 21, '08 8:59 AM
for everyone
Start:     Mar 22, '08 5:00p
Location:     Reportase Investigasi di TRANSTV




HATI-HATI DENGAN BARANG ANDA 
BILA SEDANG  DI JALAN RAYASTASIUN KERETA   DAN  PUSAT PEBELANJAAN  

OKNUM  PENCURI   KINI  MENDIDIK  ANAK-ANAK  DIBAWAH UMUR UNTUK MENCOPET,  

KOMPLOTAN PENCOPET CILIK INI  MERUPAKAN JARINGAN YANG RAPI DAN TERSEMBUNYI

 

SAKSIKAN  PENELUSURANNYA  DALAM  REPORTASE INVESTIGASI

 

SABTU,  22 MARET 2008

PUKUL 5.00   SORE HANYA DI TRANS TV

 



Blog EntryMerauke Menjadi Kota SepedaDec 9, '07 12:05 AM
for everyone
Cerita ini menarik. Sebuah kota, sebuah wilayah baik secara administratif atau karena batas antropologis dan budaya tertentu, mendadak mengalami perubahan perilaku karena sebuah tuntutan jaman yg berbeda sehingga muncul perilaku yg berbeda pula. Ini terjadi di Merauke, Papua, dimana
Pemkab setempat akan membagikan ratusan sepeda gratis kepada semua pelajar yang ada disana. Tujuannya agar pelajar tidak lagi terlambat masuk sekolah untuk mengikuti pendidikan dikelas. Seperti kita tahu bersama, sejak ratusan tahun silam, secara kultur penduduk disana melakukan perjalanan dengan berjalan kaki. Kebiasaan jalan kaki inilah yang kemudian membuat banyak murid kerap telat masuk kelas dipagi hari.

Langkah postif ini merupakan satu cikal bakal tumbuhnya sebuah kota dengan populasi sepeda yg besar, kelak dikemudian hari. Mencontoh kepada beberapa kota kecamatan atau kabupaten diseluruh indonesia lainnya yang mempunyai karakter agraris (atau tradisionil), penduduk bersepeda termasuk banyak dan merupakan pusat pengelompokan penjualan sepeda terbesar bagi produsen sepeda lokal dan asing (dari Cina-Taiwan). Sepuluh tahun kemudian, bisa jadi kesadaran penduduk akan sepeda akan meningkat tajam dan sepeda akan menjadi kebutuhan mendasar untuk penduduk disana.

Hambatan paling besar yang terjadi disana barangkali adalah merubah kebiasaan berjalan kaki, dan kesadaran bagaimana menjaga sepedanya agar tidak hilang. Atau jika rusak, maka sipemilik tau bagaimana membetulkannya. Selain itu,  Pemkab harus membuat "mata rantai"  yg utuh untuk menjaga minat pelajar dan penduduk disana bersepeda. Misal membuka toko onderdil sepeda,  dan  memberi pelatihan  untuk "dokter sepeda" yang mampu membetulkan sepeda yg rusak. Selain itu, menciptakan pasar after market untuk sepeda shg siklus peremajaan dunia sepeda dan perniknya bisa berputar dengan utuh bulat.

Waaah harus maen sepeda di Merauke nih....  






Teks diambil dari sepedaku dot com

Bagi-Bagi Sepeda Gratis agar Siswa Tak Terlambat Sekolah

Prihatin terhadap banyaknya anak sekolah yang terlambat datang ke sekolah, Pemkab Merauke, Papua, membagikan puluhan ribu sepeda gratis kepada para pelajar. Laporan Yulius Sulo, Merauke, Papua

BERANGKAT dan pulang sekolah bukan hal mudah bagi Donatus. Setiap hari, pelajar Kolese Pendidikan Guru (KPG) Khas Papua itu harus bangun pagi-pagi sekali. Agar bisa mengikuti aktivitas belajar di sekolah yang dimulai pukul 07.15 WIT, sering dia harus berlari. Maklum, jarak rumah Donatus di kawasan Kudamati dengan sekolahnya di Merauke sekitar tiga kilometer.

’’Ya, memang capai sekali,’’ kata remaja 17 tahun itu tentang ’’ritual’’ jalan kaki 6 kilometer pergi pulang dari sekolah itu.

SEPEDA GRATIS: Puluhan ribu sepeda gratis yang disalurkan Pemkab Merauke kepada pelajar di sana. (foto julius sulo/cenderawasih pos/jpnn)

Keluhan yang sama diungkapkan Wahyu (14), pelajar SMPN 3 Kuprik di Distrik Semangga, Merauke. Tak adanya transportasi umum dan medan yang berat di Merauke menyebabkan dia harus berjalan kaki 4 kilometer ke sekolah. ’’Saya malu karena sering terlambat,’’ kata Wahyu.

Donatus yang asli Papua maupun Wahyu yang keturunan pendatang kini bisa tersenyum lega. Keduanya mendapat hadiah gratis sepeda Phoenix dari Pemda Merauke agar tak lagi terlambat datang ke sekolah.

Donatus dan Wahyu tak sendiri. Lewat gebrakan yang dilakukan Bupati Merauke Johanes Gluba Gebze, semua anak sekolah di kabupaten paling timur Indonesia itu bakal mendapatkan sepeda gratis. Langkah itu dilakukan agar tidak ada lagi anak putus sekolah hanya gara-gara lokasi sekolah jauh.

Luas wilayah Merauke adalah 119.749 kilometer persegi (kabupaten terluas di Indonesia). Kondisi Merauke yang bergunung-gunung dan berbatasan dengan negara Papua Nugini itu adalah medan yang berat bagi anak sekolah. Keadaan itulah yang mendorong Gebze membuat program membagikan sepeda gratis kepada anak sekolah sejak terpilih menjadi bupati Merauke pada 2000.

Menurut Gebze, sepeda gratis itu untuk membantu guru agar bersemangat mengajar. Sebab, kalau banyak murid yang terlambat atau malas berangkat gara-gara sekolahnya jauh, sekolah juga yang dirugikan. ’’Jangan gurunya sudah berada di kilometer 200, murid masih berada di kilometer 0,’’ katanya kepada Cenderawasih Pos (grup Radar Lampung).

Sepeda –terutama jenis sepeda gunung– adalah alat transportasi yang efektif di Merauke. Sebab, saat jalanan becek pada musim hujan seperti sekarang ini, para siswa tetap bisa mengayuh. Hanya, kalau pas medan yang sangat berat, terpaksa mereka jalan kaki dengan mengangkat sepeda.

’’Kalau hujan, jalan tidak bisa dilewati (sepeda) motor karena berlumpur,” kata Deddy, teman sekelas Wahyu di SMPN 3 Kuprik.

Gebze mengakui, bantuan sepeda secara gratis awalnya hanya diberikan berdasar permohonan orang tua maupun siswa yang bersangkutan. Namun, memasuki periode kedua kepemimpinannya, permintaan sepeda terus meningkat. Bahkan, ada sekolah yang hampir seluruh siswanya minta sepeda gratis.

Menurut Gebze, sepeda gratis itu diberikan tanpa melihat latar belakang kesukuan, warga asli maupun pendatang. ’’Coba lihat kalau malam Minggu, pasti banyak anak dari berbagai suku bergerombol di jalan. Ini cara terbaik untuk mengintegrasikan masyarakat. Dengan sepeda itu, mereka menyatu,’’ terangnya.

Ditanya soal jumlah sepeda yang sudah dibagikan, Gebze mengatakan sudah puluhan ribu unit. Pada 2007 saja (hingga awal Desember), sepeda yang disalurkan melalui Bagian Perlengkapan Setda Merauke itu 9.913 unit dari berbagai merek. ’’Ini data yang ada pada kami pada 2007 ini. Belum termasuk data di satuan kerja lain,’’ kata Suyatno, Kabag Perlengkapan Setkab Merauke, yang mendampingi Gebze.

Suyatno menuturkan, sudah puluhan ribu unit sepeda yang disalurkan kepada para pelajar. ’’Sebab, (program ini) sudah dimulai sejak masa kepemimpinan pertama beliau (Bupati Gebze),’’ katanya. Periode pertama kepemimpinan Gebze adalah  2000-2004.

Kontrol terhadap pemberian sepeda kepada pelajar dilakukan secara ketat. Selain harus menyerahkan kartu pelajar, setiap siswa yang mendapat bantuan sepeda juga difoto saat menerima. ’’Ini untuk menghindari pemberian dua kali. Sebab, bisa saja ganti nama, tapi orangnya sama,’’ ujarnya.

Sepeda itu didatangkan kontraktor Pemda Merauke secara langsung dari Pulau Jawa, khususnya dari Surabaya (di antaranya merek Wim Cycle). ’’Kami memang memilih yang punya kualitas bagus,’’ kata Gebze.

Gebze mengakui, sepeda tersebut tidak hanya diberikan kepada anak-anak yang kurang mampu. Sebab, beberapa anak dari keluarga yang berada pun menerimanya. ’’Orang tuanya sebetulnya mau membelikan sendiri. Tapi, anak-anak itu tidak mau. Maunya sepeda dari bupati seperti temannya,’’ kata bupati.

Gebze tak mau menyebut berapa dana yang sudah dikeluarkan untuk program ini. Tapi, yang jelas, sumber dananya dari dana alokasi umum (DAU). Dia mengakui dana otonomi khusus (otsus) sepintas memang menggiurkan. Tapi, dalam realitas, otsus sampai sekarang belum turun.

Program ini, kata Gebze, akan terus berlanjut. ’’Masih banyak yang belum dapat sehingga program ini tetap jalan,’’ katanya.


Meski  maksud Pemkab Merauke sangat baik, sebagian di antara pelajar yang mendapat bantuan ternyata tidak dapat merawat dengan baik. Di KPG Khas Papua Merauke dan SD Inpres Gudangarang, hampir semua pelajar di sana mendapat bantuan sepeda. Namun, dari pantauan Cenderawasih Pos, saat mereka pulang ke rumah sebagian  jalan kaki.

Saat ditanya mengapa tak bawa sepeda, ada yang beralasan sepeda sudah hilang, rusak tapi tidak mampu memperbaiki karena tak punya uang, sampai beralasan sepedanya sudah berkarat.

Direktur KPG Khas Papua Drs. Benny Ohoilulin mengakui, ada 40–50 unit sepeda bantuan Pemkab Merauke yang terpaksa digudangkan karena pemilik tidak memiliki uang untuk memperbaikinya. ’’Demi keamanan, kita terpaksa gudangkan,’’ katanya.

Kendati demikian, Ohoilulin mengakui pemberian bantuan sepeda tersebut sebenarnya sangat membantu siswa agar datang tepat waktu mengikuti proses belajar-mengajar. ’’Ketentuan kami di sini, jam 07.15 siswa sudah harus di sekolah. Tidak boleh terlambat,” jelasnya.

Jumlah sepeda yang diterima KPG Khas Papua sudah  mencapai ratusan unit. Pada 2006, misalnya, yang diterima 525 unit sesuai jumlah  pelajar. Lalu, pada 2007 bertambah 150 unit untuk siswa kelas satu yang baru masuk.   

Fenomena yang sama juga terjadi di SDN Gudangarang, Kelurahan Maro, Distrik Merauke. Dari pantauan Cenderawasih Pos di sekolah itu, sebagian besar siswa datang tidak lagi menggunakan sepeda, tapi jalan kaki. Padahal, sejak 2005 seluruh murid di sana memperoleh bantuan sepeda gratis. Alasan yang dikemukakan sama. Ada yang mengaku hilang atau rusak, tapi tidak diperbaiki.

Johanes Rejaan, kepala sekolah, saat ditemui mengakui sepeda-sepeda itu banyak dilaporkan anak didiknya sudah rusak atau hilang. ’’Waktu baru dikasih masih ramai-ramai menggunakan. Tapi, hanya sekitar enam hari. Setelah itu, satu per satu datang tidak dengan sepeda,’’ jelasnya.

Ditanya soal peningkatan prestasi setelah dapat sepeda, Rejaan mengaku sama saja sebelum dan sesudah mendapat bantuan. ’’Tidak ada perbedaan,” katanya.

Terlepas dari efektivitas bantuan sepeda gratis itu, Pemkab Merauke tetap jalan dengan program tersebut. Sepeda itu diterima murid melalui sekolah maupun mengambil secara langsung di toko. Sinta, siswa SD kelas V dari Distrik Tanahmiring, misalnya, dengan ditemani ibunya Kamis lalu (6/12) ambil sepeda gratis langsung di Toko Intan Persada, Merauke. ’’Saya minta izin guru tidak masuk sekolah. Nama saya sudah masuk, hari ini waktunya terima,’’ katanya.

Hari itu, Sinta tidak sendirian. Beberapa ibu dan anak-anak Merauke lainnya tampak bergerombol menunggu pembagian sepeda gratis bantuan Pemkab Merauke tersebut. ’’Kalau masih bisa diambil sendiri, mereka yang datang ke sini. Tapi, kalau lokasinya jauh, kami yang antarkan dengan mobil ke sekolahnya,’’ terang Arief, pimpinan Toko Intan Persada. (*)


 

.

ReviewReviewReviewReviewGPS Personal TrackerSep 22, '07 9:50 AM
for everyone
Category:Computers & Electronics
Product Type: Other
Manufacturer:  GPS Tracker
Pertanyaan pertama yg muncul pasti berpikir: "Buat apa GPS Personal Tracker"? Membeli sesuatu barang tentu harus ada gunanya, kan.

Satu saat ada teman bercerita, dia mengeluh keluarga dia sudah dua kali kehilangan mobil. Masalah pencurian mobil memang masalah serius dinegeri ini. Segala cara sudah dilakukan, mulai pakai pengaman alarm, toh gak mempan juga. Kenyataannya, alarm hanya dipasang dipintu mobil.
Artinya, jika kaca mobil di "kelet" (dikupas dengan pisau), maka maling bisa leluasa masuk kedalam mobil mematikan alarm lalu membawa kabur mobil. Paling tidak, jika mobil gak hilang, maka tape mobil amblas semua.

Ketika dia membeli mobil lagi, saya mengajurkan mobil itu dipasang GPS Personal Tracker. Alatnya beragam dipasaran. Ada yg berbentuk kotak alumunium dipasang dikap mesin, ada juga yg berbentuk gantungan kunci, mungil hanya setelapak tangan (mirip dengan korek api). Alat inilah yg akan mengirimkan data melalui sms kepada pemiliknya secara regular untuk memberikan posisi mobil dimanapun dia berada dimuka bumi ini.

GPS Personal Tracker pada umumnya terbagi dua. Ada yg hanya berupa data logger, alias menyimpan data silently , dan baru bisa dilihat isinya jika alat tersebut dicopot dari mobil lalu didownload kedalam PC.
Dan kedua, yakni data tsb dikirim melalui sms henpon GSM. Untuk mengamankan mobil, ada baiknya pilih tracker yg bisa dikirim melalui sms. Alat ini dengan mudah diselipkan ditempat tersembunyi dan tidak terlihat mata. Alat ini juga bisa ditaruh dijok sepeda motor tanpa terlihat. Fungsinya memang bukan cuma untuk mobil saja.

Alat ini sebetulnya juga bisa dipakai untuk memonitor mobil tsb pergi kemana saja, misal jika dipakai oleh anak bandel . Jaman begini, kadang anak suka bandel ngerjain ortunya dengan bohong ngasih sejuta alasan. Ngakunya belajar sama temen, eeeeh taunya pergi dugem ke puncak.
Naa, dengan alat beginian, mati aja itu anak, dia bakalan kebingungan heran kok ortunya tau kemana dia pergi. Manfaat lain, ada juga... yakni, jika mulai curiga pasangan selingkuh, alat ini bisa dipasang dimobil secara diam diam. Dalam seminggu, dia akan mengirimkan berjibun data perjalanan pasangan anda pergi kemana saja. Cara ini bisa dipakai untuk melengkapi cross check antara keterangan ybs dengan kecocokan data perjalanan. Hehehe.. cara ini terbukti efektif kok... trust me :-))


LINK dan foto:
http://www.google.co.id/search?hl=id&q=GPS+Personal+Tracker&btnG=Telusuri+dengan+Google&meta=



Ini insiden sangat serius.

Seorang ketua dewan wasit karateka, anggota delegasi resmi Indonesia, dipukul oleh 4 orang oknum anggota polisi Malaysia berpakaian preman. Alasannya? Tidak ada alasan jelas  hingga kini.

Minggu lalu berlangsung kejuaraan karate di Malaysia.
Indonesia diundang untuk ikut hadir diperhelatan olahraga akbar tsb. Mendapat undangan, ma
ka dikirim delegasi resmi kesana. Salah satu ketua dewan wasit di Delegasi Indonesia adalah Donald Pieter Luther. Satu hari sesusai technical meeting, Donald balik kehotel dan mendadak disergap oleh empat orang Polisi Malaysia langsung dihajar dan ditendang puluhan kali ditempat. Teriakan Donald yg menjelaskan dia adalah wasit dari delegasi Indonesia tidak membuat berehenti hujan pukulan dan tetap dihajar dan ditendang. Polisi itu bahkan memaki maki Donald dengan sebutan kasar.


Kasus ini langsung mencuat dan memicu emosi banyak pihak.
Pemerintah Malaysia sendiri melalui mentri luar negerinya tidak mengatakan sepatah katapun permintaan maaf atas nama bangsa dan pemerintah Malaysia karena polisi mereka melakukan penyerangan kepada delegasi resmi Indonesia di event olahraga Akbar tsb.


Tindakan brutal tersebut lebih cocok dipakai oleh penjahat  ketimbang dilakukan oleh polisi berseragam dan berpangkat dipundaknya. Tidak ada satupun polisi didunia ini yg diijinkan memakai tindakan main hakim sendiri dan asal pukul dengan mengabaikan proses hukum yang resmi. Keempat oknum anggota Polisi Malaysia seharusnya juga begitu yakni tunduk dan mengikuti hukum resmi, bukan mengeroyok dan menggebuk korbannya lantas ditinggalkan begitu saja setelah selesai dianiaya. Tingkah mereka mirip teroris dan mengerikan, tidak pantas dilakukan oleh manusia yang waras dan punya akal karena terdidik baik.


Presiden SBY sendiri mengomentari dengan muka tidak senang soal sikap Menlu Malaysia yang tidak mau minta maaf di insiden pemukulan brutal ini. Presiden SBY hanya bilang, (seseorg) yg mau meminta maaf adalah cermin kepribadiannya. Betul juga …. mungkin manusianya memang sudah "terlanjur begitu", dan tetap merasa gak perlu mintaa maaf karena mungkin cara cara main hajar itu sah saja dijalankan tanpa proses hukum yang benar.  ****

 

 

 

 



Blog EntryAmburadul PJKA, jenazah terkunci dikamar mandiApr 26, '07 6:42 AM
for everyone

Seorang kawan baik, meninggal didalam kamar mandi Argo Muria jurusan JakartaSemarang.
Sungguh ini cerita yang tidak enak melengkapi 1001 cerita betapa buruknya transportasi darat disini.


Saya memanggil almarhum dengan sebutan Pak Edi. Orangnya ramah, lucu dan baik hati. Badannya sangat subur, besar dan besar.
Dia adalah penyedia jasa travel yang mengantar orang orang pergi berobat ketempat salah satu pengobatan alternative di Pemalang.

Beberapa hari silam, ia pergi ke Tegal untuk mengantar beberapa orang berobat kesana. Setelah dua hari di Tegal dan Pemalang, iapun balik
ke Jakarta naik kereta “mewah” itu. Diperjalanan Pak Edi masuk kedalam kamar mandi.

Begitu tiba di Jakarta, anaknya yang menjemput dia kebingungan mencari Bapaknya di stasiun Gambir. Dicari kesana sini tidak ada juga,
bahkan ditelp kembali ke Tegal juga tidak ada khabar. Pak Edi yang sudah meninggal itu masih ada didalam kamar mandi kereta Argo Muria yang berangkat dari Gambir hingga masuk ketempat parkirnya di Manggarai.

Esok harinya kereta api ini melanjutkan trip Jakarta ke Semarang kembali. Seluruh petugas PJKA tidak ada satupun yang tahu bahwa didalam kamar mandi yg terkunci itu ada jenazah Pak Edi disana. Akhirnya kereta itu tiba di Tegal. Salah satu kenalan dekat Pak Edi sudah menunggu kereta itu didampingi oleh kepala stasiun Tegal, seluruh kereta dibongkar, hingga akhirnya diketahui bahwa jenazah tsb masih duduk disana.



Saya gak tau lagi harus bicara apa mengomentari hancur leburnya manajemen PJKA.
Kereta habis-pakai yg seharusnya dibersihkan, dicek, dan dirawat ternyata memang tidak dicek isinya dengan baik shg ada jenazah
didalam kamar mandi tidak diketahui sehari semalam. Membersihkan gerbong saja tidak dilakukan baik, lantas bagaimana
pengecekan rutin dengan perawatan teknis lainnya?

Pantas saja jika kecelakaan KA bertubi tubi terjadi disini.


** Malam ini jenazah akan tiba dirumah duka di Mampang prapatan.

HSG





Blog Entry"DOSA BESAR" menyebut "Lumpur Lapindo"Apr 16, '07 5:08 PM
for everyone
Kini muncul silang debat pendapat atas penamaan bencana semburan lumpur tsb.

Nama “lumpur lapindo” perlahan mulai sengaja dihilangkan, HARAM disebut.
Pers dipengaruhi agar tidak memakai istilah itu dengan cara sistematik dan terencana, bahkan dibentuk humas khusus untuk membina opini publik.
Menurut Humas khusus ngurusin lumpur lumpuran ini, jangan sebut bencana ini sebagai: “Lumpur Lapindo”,
tapi sekarang berganti nama menjadi “Lumpur Sidoarjo”.


Ah, seperti kembali ketabiat Orde Baru.
Dijaman rezim Soeharto, pemakaian bahasa adalah hal sensitive. Pokoknya, penghalusan istilah dari sebuah kejadian bencana atau musibah besar adalah sebuah keharusan. Eufimisme menjadi tiang bahasa pergaulan, dan yang mengontrol adalah Depen (dept penerangan) serta aparat berseragam. Siapa yang memakai bahasa yg tidak diatur pemerintah akan diteror atau ditangkap dg tuduhan subversi.


Menurut pengacara Lapindo, Trimoelja D. Soerjadi, istilah "lumpur Lapindo" cenderung tendensius. Alasannya, belum ada keputusan hukum yang menetapkan Lapindo sebagai penyebab semburan lumpur. "Istilah itu memvonis Lapindo seakan bersalah," katanya.


Jika ditanya bencana industri apa yg terhebat sejak jaman Belanda dinegeri ini, maka tidak ragu semua mata melihat kebencana Lumpur Lapindo. Hanya org dungu yang tidak pernah sadar, bahwa semburan jutaan kubik material lumpur yang menggenangi ratusan hektar area disana itu akibat salah eksplorasi dari Lapindo Brantas,, anak perusahaan Bakrie.

Justru menghilangkan kalimat “Lumpur lapindo” menjadi “Lumpur sidoarjo” inilah yang dikemudian hari bisa dipakai sebagai dalih hukum bahwa opini publik menyebutkan bencana ini bukan karena salah Lapindo Brantas (berdasarkan asumsi penamaan kasus). Cara ini juga bisa dipakai untuk menghindar dari tanggung jawab moril atau materiil apabila muncul tuntutan kepada mereka.

Apabila kalian menyimak pemberitaan media elektronik atau cetak, maka jangan bingung ketika melihat ada dua istilah berbeda dikasus ini. Lihat baik baik, simak dan perhatikan, siapa yang menyebut “lumpur lapindo” dan siapa yang menyebut “lumpur sidoarjo”. Pers jawa timur terbagi dua kubu. Ada yang tetap berpegang pada istilah lama dan berkata bahwa fakta memang menuding ekplorasi fatal Lapindo lah pembuat bencana ini. Sedangkan kubu satu lagi yang sangat pro Bakrie berusaha mengubah istilah ini dengan segera dan secepat mungkin.


“untung saya bukan kubu Bakrie ….”





http://www.tempointeraktif.com/hg/narasi/2007/03/06/nrs,20070306-01,id.html

Repotnya Menamai Semburan Lumpur
Selasa, 06 Maret 2007 | 10:17 WIB

Sejak lumpur menyembur dari sumur Banjar Panji-1 miliknya pada 29 Mei 2006, Lapindo Brantas Inc. repot bukan kepalang. Repot bukan sekadar menghentikan semburan, tapi juga memberi nama lumpur yang sudah melumat 13 desa di Sidoarjo dan memaksa 25 ribu keluarga menjadi pengungsi sampai hari ini.

Divisi Humas perusahaan pengeboran minyak itu, baik di Jakarta maupun Surabaya, rupanya tak cukup memadamkan berita lumpur di media massa setiap hari. Sebuah tim Humas baru di luar Lapindo dibentuk dan dipimpin seorang dosen dari Universitas Airlangga, Surabaya. Bermarkas di Hotel Shangri-La, tim ini bertugas "memandu" berita di media.

Keriuhan aktivitas kehumasan makin terasa saat pemerintah membentuk Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo pada September 2006. Tim yang bermarkas di lantai 12 Hotel Somerset, Surabaya, ini juga bukan hanya sibuk membangun tanggul, tapi bahkan menerbitkan buletin Media Center Lusi, yang kini memasuki edisi ke-13.

"Agar masyarakat tidak mendapat informasi yang simpang-siur," kata juru bicara Tim Nasional, Rudi Novrianto. Mantan wartawan majalah Tempo dan Gatra ini tercatat di jajaran redaksi bersama Ketua Pelaksana Tim Nasional Basuki Hadimuljono di buletin itu.

Seorang sumber Tempo menyebutkan rata-rata gaji anggota tim Humas dalam kasus lumpur bisa mencapai Rp 20 juta per bulan. Menanggapi besaran honor ini, Rudi menolak berkomentar. Dia hanya memastikan bahwa aktivitas kehumasan selama ini dilakukan untuk menghindari kesimpangsiuran informasi.

Lewat media itulah istilah "lumpur Sidoarjo" muncul untuk mengganti "lumpur Lapindo". Menurut pengacara Lapindo, Trimoelja D. Soerjadi, istilah "lumpur Lapindo" cenderung tendensius. Alasannya, belum ada keputusan hukum yang menetapkan Lapindo sebagai penyebab semburan lumpur. "Istilah itu memvonis Lapindo seakan bersalah," katanya.

Lain Trimoelja, lain pula Bupati Sidoarjo Win Hendrarso. Istilah "lumpur Lapindo" dia gunakan saat berada di depan korban lumpur. Tapi, ketika berdiskusi dengan pemerintah ataupun manajemen Lapindo, Win lebih suka menyebut lumpur Porong atau Sidoarjo. Cara ini juga digunakan oleh Gubernur Jawa Timur Imam Utomo.

Dua istilah itu juga digunakan ahli geologi dari Institut Teknologi Bandung, Andang Bachtiar. Tapi mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia ini mengaku lebih sreg menggunakan istilah lumpur Lapindo Brantas Inc. Alasannya, lumpur itu muncrat akibat mata bor milik Lapindo yang bekerja di sumur Banjar Panji-1.

Adapun warga 13 desa yang menjadi korban semburan lumpur lebih tegas dengan menyebut istilah lumpur panas Lapindo. Di berbagai spanduk unjuk rasa, seperti milik warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera, mereka dengan tegas dan jelas menulis penyebab hidup jadi sengsara: lumpur panas Lapindo.

SUNUDYANTORO



Blog EntryApakah kami menjadi "komunitas maling"?Apr 1, '07 10:02 PM
for everyone

Barangkali ini cuma sepenggal
cerita “biasa” dikota sebesar Jakarta.

Seorang teman mengalami kecelakaan lalulintas (laka lantas) dan berujung koma diruang ICU RSCM, Jakarta.

Satu hal yang membuat geram adalah cerita ketika ia mengalami kecelakaan, dompet dan semua surat surat dikantongnya raib diembat oleh massa yg “ikut menolong” dia di lokasi kejadian. Dia masuk kesebuah RS kecil di daerah Cimanggis tanpa identitas apapun, alias “John Doe”. Kondisinya sangat kritis dan koma, sedangkan dia tidak punya satupun identitas dibadan karena uang dan dompetnya diembat orang lain.

Jalanan dikota besar disini memang kejam. Nyaris 85% laka lantas yang terjadi dijalan selalu berujung dengan hilangnya dompet atau surat surat dan barang b erharga si korban. Akibatnya, jika korban meninggal, bisa dipastikan ia menjadi “mayat tanpa nama”. Tidak ada identitas jelas menunjukan jatidiri si korban, semua barangnya amblas.

Ini tabiat buruk, penyakit serius diantara komunitas kita. Nurani seperti sudah menguap.
Ada manusia lain yg tertimpa musibah hebat dijalan raya, tapi uang dan dompetnya diembat juga. Moral masyarakat kami seperti melorot drastis dan menjadi menyedihkan seperti ini.

Saya sendiri jengkel melihat kenyataan ini, dan melihat betapa melempemnya lapisan sosial disini untuk mengkampanyekan kesadaran : “menolong korban tanpa mencuri”, satu hal jelek yang dikutuk agama dan moral manapun.


HSG



Blog EntryVivere Pericoloso, Bulan MayitMar 6, '07 11:47 PM
for everyone

THE YEAR OF LIVING IN DANGEROUSLY,

Vivere Pericoloso pertama kali terdengar dinegeri ini ketika diucapkan oleh Presiden Soekarno. Dan, ucapan itu lebih cocok disebutkan sekali lagi dijaman pemerintahan SBY dan Kalla. Jaman dulu kita sibuk dengan konflik antar saudara dan sekarang kita memerangi ketidakberesan manusia mengelola alam atau aspek lain dalam kehidupan sosial sehari hari. Musibah dan tangisan manusia kerap terdengar, bencana dan musibah seperti runtuh dari langit tanpa jeda.

Minggu lalu ketika kami camping dan bersepeda di Cangkuang, Cidahu, bulan bersinar penuh dilangit malam. Jam 11.00 malam, langit malam terang benderang oleh bulatan purnama, seluruh isi hutan dikaki G.Salak seolah berpendar redup. Seorang kawan, Ipung, melihat bulatan sinar “halo” disekeliling bulan dan dia bilang bahwa itu tanda akan terjadi bencana atau musibah. Saya, Rendra, dan Abe segera mengangkat kepala untuk mengamati lebih jelas sinar “halo” itu. Dititik kemah kami ini berada diujung sebuah jurang dalam, didepan kami terhampar lembah maha luas penuh pucuk pinus, damar dan cemara. Sinar bulan menari nari dalam malam dan mata kami menatap kesana kemari.

Buat Ipung, dia yakin itu tanda alam akan terjadinya musibah. Saya mengatakan bahwa fenomena alam “halo” adalah lumrah terjadi. Sinar bulan akan membentuk bulatan sinar karena pantulan kristal es di atmosfer bumi. Namun, saya akui ada kepercayaan tua dari beberapa suku disini, bulan semacam itu disebut “Bulan Kambangan”, atau bulan mayit. Artinya memang musibah atau bencana kematian. Kepercayaan itu sebuah kearifan tradisionil yg diajarkan turun temurun. Ini memang tidak ada dalam jurnal ilmiah atau tercantum diajaran akidah agama.


Kini kita hidup bukan karena hantu peperangan dan konflik berdarah.
Kita menjadi takut karena transportasi umum disini yang amburadul, pesawat jatuh, kepal laut terbakar, bis tanpa rem, dan kereta api yg rusak. Kita takut pergi kedesa karena khawatir tanah longsor, dan kita takut dirumah akibat bayang bayang ancaman gempa bumi dan banjir bandang. Kemanakah kita pergi tanpa rasa takut? Kemana kita bisa tinggal dirumah dengan rasa aman nyaman? Ketakutan dan bayangan bencana ada dimana mana.

Mengingat kembali apa yg dikatakan Ipung malam itu, lalu melihat gempa bumi di Padang dan bencana pesawat Garuda, kita seperti meniti benang merah dari sebuah cerita ttg musibah berdarah. Saya tetap gak percaya tanda tanda seperti itu, namun buat org semacam Ipung, dia tetap yakin bahwa alam itu memberi petunjuk hanya saja manusia yg tidak perduli. Manusia baru akan menangis jika kematian menghampiri dirinya.

** sebuah catatan musibah gempa di Padang dan bencana pesawat Garuda terbakar di Jogja.





Blog EntrySiap siap masuk angin beneranMar 5, '07 10:05 PM
for everyone

Semalem sms an dengan temen. Dia bilang clientnya ada yg meramal bakalan akan ada badai besar dan air laut meluap (??) . Singkat kata, dia takut Jakarta banjir hebat lagi. Berita itu dia terima sekitar 4 hari silam ketika ketemu sama client nya. Cerita dia ditutup dengan ketawa ngakak saya yg menyepelekan warning itu.

Pagi ini baca Koran, katanya akan  ada badai tropis yg nyelonong dari Australia selama lima hari kedepan. Namanya juga badai, pasti sini kena imbas angin ribut, angin putting beliung, angin kencang, dan semua jenis angin bakalan mampir kesini.

Udara memang kerasa lebih dingin semalam. Sampe semalem  sontak kebangun gara gara dingin dan mimpi kena angin. Hahaha. Bisa masuk angin beneran kalo semua angin pada seliweran macam begini.

 

Siap siap banjir lagi.

Siap siap bikin posko.

Siap siap menabung logistic dirumah.

Siap siap naik perahu kepasar.

 



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help