What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag tips
Jaman ini, nyaris tidak ada manusia yg tidak tahu apa itu pisau (atau belati). Pisau adalah salah satu alat bantu penting yang membuat manusia bisa berkembang turun temurun selama sekian abad. Pisau bagus serta tajam dipakai untuk berburu, lalu kemudian dipakai didapur untuk mengolah masakan sekeluarga. Pisau besi adalah salah satu penemuan penting manusia yg membuat kita survive melewati pusaran jaman.
Jadi, tidak terbantahkan, pisau adalah satu alat yg dipakai oleh semua manusia, baik perempuan atau pria. Dirumah, dikebun, dihutan, dimana saja. Tapi, sekian lama kita memakai pisau, tahukah bahwa pisau mempunyai anatomi khusus yg membedakan satu dengan lainnya, dan juga anatomi inilah yg kerap diperhitungkan ketika menaksir sebilah pisau dietalase toko dan estetika keindahan bentuknya? Tentu tidak semua paham hal itu. Banyak yg beranggapan bahwa sebilah belati sama saja satu dengan lainnya. Anggapan ini salah, karena fungsinya berbeda beda maka akan membuat pula perbedaan mencolok dari anatomi pisau tsb . *** hsgautama.multiply.com
Selalu ada hal baru yg bisa dapatkan ketika melakukan perjalanan keluar kota. Salah satunya adalah ketika rem mobil mendadak blong tanpa minyak rem DOT 3.
Satu malam, ketika kita berempat kemalaman pulang dari desa nelayan Tablolong, 25 km dari Kupang NTT, mobil Kijang yg dibawa oleh Robi kawan kami menabrak pagar rumah penduduk disana. Rem blong, kosong tanpa gigitan. Suara keras pagar yg ditabrak memancing nelayan di Tablolong keluar dari dalam rumahnya dan ikut melihat apa yg terjadi. Usut punya usut, ketika kap mesin dibuka, taunya minyak rem nya benar benar ludas tandas alias kosong habis. Pantas rem blong begitu. Sukur sukur kok tidak dalam perjalanan pagi tadi ketika kedesa ini, kami melewati rute penuh tanjakan dan jurang dalam. Menabrak rumah penduduk dalam kecepatan rendah sudah membuat sisi kanan lampu hancur berantakan. Waduh.
Sekarang masalahnya, bagaimana kami pulang menuju Kupang yg berjarak sekitar 25 km? Minyak rem habis, tidak ada satupun toko onderdil mobil atau motor di Tablolong. Bahkan angkot menuju Kupang pun sudah gak ada. Tarik ulur mikirin ini, si Robi bilang minyak rem DOT 3 bikinan pabrik yg seharusnya dipakai di Kijang ini bisa digantikan fungsinya memakai shampoo Sunsilk. Haaa? Ilmu gila dari mana lagi itu?
Saya sempat memprotes agar jangan coba coba mengganti minyak rem DOT3pakai shampoo karena nyawa kita taruhannya didalam mobil itu. Dengan muka yakin Robi bilang bahwa dulunya dia pernah menjajal cara ini dari Atambua ke Kupang, dan berhasil. Cara ini diajarkan ketika dulunya dia nyambi jadi mekanik dibengkel. Capek berdebat, toh akhirnya dibeli juga satu sachet SUNSILK shampoo dan sebotol air aqua. Sachet itu disobek kedalam gayung air dan diaduk aduk hingga berbuih banyak. Air shampoo dengan busa buih itu kemudian dituangkan kedalam wadah gelas minyak rem di Kijang. Sedikit demi sedikit, sisa angin dan sisa minyak rem lama dibuang melalui katup didekat roda. Kiri dan kanan harus balance memang. Isi kepala saya berpikir keras, bagaimana bisa buih shampoo bisa menggantikan fungsi brake oil heavy duty DOT 3 untuk sebuah mobil dalam kecepatan tinggi? Gak habis pikir deh.
Setengah jam diutak utik akhirnya diuji coba. Ternyata bisa. Luar biasa. Terheran heran melihat bagaimana mobil itu dicoba maju mundur sambil direm berkali kali. Terlihat bahwa pengeremannya benar benar baik. Dan dengan berdoa sebanyak banyaknya, akhirnya kita, saya, nefran, Robi dan Deni masuk kedalam mobil dan segera melesat kembali ke Kupang. Perjalanan lewat jurang dan lembah dibabat dengan kecepatan lumayan tinggi. Rem bekerja sempurna. Benar benar pakem mantap. Kata Robi, minyak rem aspal dari shampoo ini bisa dipakai hingga semingguan, asal buihnya masih ada. Jika buih busanya lenyap, maka hilang sudah kepakemannya. Pesan moralnya, jika pergi kedesa terpencil, bawalah satu sachet shampoo dikantong. Hahahaha.***hsgautama.multiply.com
Rasanya udah lama bener gak liburan jauh sambil membawa pisau belati. Liburan cuti nanti ke NTT, salah satu diantara belati keren ini akan dibawa kesana.
Membawa ini artinya memang jenis perjalanannya butuh pisau panjang. Sebilah pisau yg tajam, besar dan kuat adalah sama artinya dibutuhkan sebagai item kritis yg dibutuhkan dalam perjalanan. Penting, jika gak bawa beginian jadinya malahan bisa merepotkan jika nantinya butuh pekerjaan potong memotong sesuatu, menebas, mencincang, dstnya. Membawa pisau dijaman ini apalagi dikota besar memang bukan langkah bijaksana. Bisa dianggap mau ngerampok atau membunuh org lain, urusannya bisa berujung dengan nginep dikantor polsek. Tapi dalam beberapa tipe perjalanan panjang kearea jauh (non populated, remote area), membawa pisau belati dianggap sah dan bahkan dianjurkan. Perjalanan hiking, trekking, diving, atau memancing biasanya kudu bawa belati.
Pisau belati utuh adalah pilihan paling ideal jika dibawa pergi jalan kearea sepi. Kategori pisau banyak jenisnya spt yg bisa dilihat di Top Knives, namun biasanya pilihan terbaik untuk traveling adalah survival knife. Belati dengan bilah yg utuh jadi satu dari ujung depan hingga kebelakang (area telapak tangan) adalah pilihan terbaik mengingat kekuatannya lebih terjamin. Pisau lipat dianggap pilihan kedua dalam soal kekuatan dibandingkan belati utuh, sekalipun pisau lipat (utility tools knife) memang sangat compact dan mudah dibawa dibanding belati.Seperti dikatakan bahwa belati yg utuh dalam satu lempengan baja adalah pilihan terbaik disisi kekuatan. Jangan samakan dengan golok lokal karena biasanya bilah bajanya hanya cukup sampai gagang saja, tidak utuh sampai area telapak tangan. Golok tidak bagus disisi kekuatan dan tidak awet karena gagang tangannya sering copot.
Contoh pisau utuh dalam satu lempengan baja spt foto pisau gagang kuning seperti dibawah ini:
Pisau survival idealnya mempunyai bobot yg fair, lengkungan bilah yg ideal, dimensi yg pas, tidak terlalu tipis bajanya tapi berkualitas, lebar cukup, dan panjang yg memadai. Terlalu kecil dia akan tidak baik, tapi juga terlalu gede macam pisau Rambo, itu juga bikin nyesek bawanya. Misal saja, jika mau pergi memancing bawa pisau survival gaya Rambo dengan panjang spt golok tebas, maka ini mirip mau membunuh nyamuk dengan meriam. Pisau survival juga beda dengan pisau lempar, karenanya bobotnya tidak perlu imbang antara sisi tajam dan sisi telapak tangan, selama ketika diayun bobotnya terasa fair dan enak itu sudah cukup. Ketebalan bajanya juga patut diperhatikan. Jangan kelewat tipis, nanti membelah kelapa gak mampu dan malahan bengkok. Kenapa mencontohkan buah kelapa, karena kelapa ada di pantai manapun dimuka bumi ini, dan buahnya sangat keras. Artinya jika pisau itu dapat mengupas kelapa maka dipastikan "benda" lainnya akan mudah dihancurkan oleh pisau ini. Buah kelapa memang alat tes terbaik. Jangankan pisau, bahkan batang kelapa dibelah dua lalu dijadikan tameng pos tentara diarea baku tembak, maka batang pohon kelapa ini mampu menghentikan peluru AK-47 combat rifles yg terkenal kejam dan mematikan dijarak 100-300m, Tidak ada pohon lainnya yg mudah ditemukan dimanapun, ekonomis, dan sangat keras kecuali kelapa.
Setelah dimensi dan kekuatan bajanya, maka lihat sisi dalam pisau itu. Jika cuma ada bagian tajam saja tanpa sisi yg mirip gigi gergaji, maka jangan pakai pisau macam itu. Pisau yg baik dalam satu bilahnya terbagi dua sisi. Pertama sisi tajam untuk memotong dan mencincang. Sedangkan sisi lainnya adalah gergaji untuk memecah dan mematahkan kayu atau benda keras spt kayu atau kelapa. Keduanya dibutuhkan dilapangan jika sewaktu waktu dibutuhkan. Pendek kata, tentukan saja kebutuhan macam apa yg perlu ada dalam sebilah belati. Jika mau praktis "one takes all" maka pisau survival adalah pilihan bijaksana. daripada bingung mending ambil pilihan itu kan. Dan daripada tidak ada sama sekali tanpa bawa pisau pergi jauh, itu bukan sikap yg tepat *** hsgautama.multiply.com
Sumpe lu, kenceng banget lengkingannya. Kecil tapi pedas ditelinga, mirip cabe rawit super.
Signaling adalah salah satu cara manusia menyampaikan pesan dalam konteks berbahasa yg lebih sederhana. Sejak jaman dulu, manusia sudah tau apa itu "memberi kode" atau signaling termasuk memakai bunyi tertentu. Dan salah satu alat bantu untuk penyampaian komunikasi dengan signal adalah memakai peluit.
Lantas pertanyaannya, untuk apa membawa peluit?
Peluit biasanya dipakai untuk dua keperluan, yaitu olahraga (militer) dan untuk safety. Khusus untuk safety, karena signaling atau memberi tanda adalah salah satu upaya kita selamat dari kondisi berbahaya saat bertahan hidup dalam kondisi minus yakni dialam bebas (gunung, laut, hutan). Seberapa kuat manusia berteriak dari kejauhan saat dia meminta tolong? Apakah suaranya cukup kuat menyeberang lautan atau danau? Cukup kuatkah suara jeritan manusia memotong lembah hutan dan sampai berapa puluh kali ia mampu berteriak terus menerus? Atau mampukah suara tenggorokannya memotong gelombang angin shg terdengar keseberang?
Peluit seperti juga halnya cermin, dipakai sebagai salah satu alat bantu penyelamatan (search and rescue, survival) apabila terjebak dalam kondisi darurat. Suara peluit yg sangat keras dan nyaring lebih bagus sekian kali lipat dibanding teriakan suara manusia. Dan dari sekian banyak brand peluit yg baik, FOX40 adalah salah satunya. Peluit Fox40 tipe MICRO ini termasuk salah satu peluit laut (marine whistle) yang termasuk bagus. Warnanya mencolok, suaranya super kencang, dan bebas perawatan. Didalamnya tidak terdapat tambahan alat spt bola gabus yg ada dipeluit tradisional. Suara dihasilkan karena desain ruang dalamnya yg membuat vibrasi akibat tipuan napas kuat sipemakainya. Karena itu, dijamin sekalipun terendam setahun diair garam, ia tidak akan mengalami kerusakan apapun.
Jika kalian memang maniak traveler, atau suka kealam bebas. Ada baiknya mulai berpikir melengkapi gantungan kunci kalian dengan peluit, atau dicantolkan dikalung. Siapa tau, satu waktu ada gunanya
Hampir 20 tahun bersama, menemani setiap pergi kemanapun. Disini atau diluar sana. Sungguh, itu waktu yg lama, setia menemani kian kemari.
Awalnya pakai ini karena terpengaruh oleh tren. Jaman segitu, pakai kalung nama atau dogtag adalah buat gaya, korban dari tren sesaat lah. Tapi setelah kerja jadi wartawan, lantas sadar bahwa benda ini sangat penting. Hanya dialah yg akan memberi tanda dibadan ini siapa diri kita, dimana rumah kita, berapa nomor telpon rumah, kerja dimana dan apa golongan darah. Saat kesadaran hilang atau pingsan, bisa juga mengalami trauma hebat kecelakaan, dogtag spt inilah yang akan "bercerita" siapa jati diri pemakainya. Apalagi jika telah menjadi mayat, dimana mulut sudah tidak mampu lagi menjelaskan siapa nama kita sendiri, cuma kalung ini yg akan “berbicara” kepada orang lain yg menemukan jenazah kita. Kalung pelat baja ini, anti air dan tentu saja anti api. Lebih aman dari selembar KTP kertas tsb.
Dulu Bapak pernah mengalami kecelakaan hebat akibat saat menyeberang jalan ditabrak ojek motor yang kemudian melarikan diri setelah membiarkan Bapak terkapar berlumuran darah dijalanan. Ketika masyarakat menolong, Bapak berhasil dibawa ke RS terdekat. Tapi sayang, bersamaan dengan ditolongnya dia, dompetnya juga raib diembat entah oleh siapa. Selama sekian hari dia sempat terbaring coma tanpa identitas sampai akhirnya ditemukan oleh kami disebuah ruang ICU. Moral ceritanya sederhana saja, bahkan ditengah kota sepadat Jakarta pun kita butuh identitas tambahan diluar KTP yg ada didompet. Jika mengalami celaka hebat entah itu pingsan atau mati dijalan, maka harus jelas tubuh kita akan diurus pihak berwajib kemana.
Memang mati dimanapun bukan masalah, sekalipun kita bisa saja berharap muluk mati diatas kasur didalam rumah sendiri, toh kita tak akan tau kapan ajal menjemput dan dalam keadaan apa kita mati nantinya.
Dan, jikapun harus mati jauh dari rumah, semoga kalung inilah yg bisa membuat sisa tubuh ini dikirim pulang kerumah agar dapat diurus oleh keluarga, dan kelak diziarahi. *** hsgautama.multiply.com
Memotret outdoor saat ada festival atau acara hajatan rame rame, pasti selalu mentok dengan kamera yang ternyata tidak cukup wide lensanya. Maksud hati ingin memotret semuanya, taunya gak muat, dan gak cukup lebar. Padahal, menggambarkan luasnya area itu penting untuk menunjukan misal: betapa lebarnya lapangan tsb, atau betapa banyaknya crowd yg hadir, dstnya.
Ada cara gampang membuat bagaimana foto menjadi "Super Panaromic" dengan sudut pandang hingga 180*. Berdirilah disatu titik terbaik yg dengan mudah menolehkan kepala mentok kekiri dan kekanan sebesar 180 degress. Lalu angkat kamera mulailah memotret dari kiri hingga kekanan. Ingat batasan kiri dan kanan setiap frame dengan menandai obyeknya agar memudahkan menentukan framing berikutnya. Teruskan itu hingga memperoleh foto horizontal 180 derajat sebanyak 4 atau 5 shot.
Setelah sampai dirumah, foto tersebut dijahit langsung jadi satu dengan software dan dalam sekejap kita akan punya foto super panaromic. Tips ini cocok buat kamera poket atau hape kamera. Dan jika pakai poket, paling baik memakai tripod, tapi kalo tidak punya yaaa gakpapa. Situasi terbaik memang konsisten perpindahan dari frame sebelumnya ke frame berikutnya dengan menandai "batas" dari obyek sebelumnya ke obyek berikutnya.
Dibawah ini ada beberapa contoh hasil super panaromic 180*. Dijahitnya asal asalan saja dengan sengaja supaya hasilnya lebih unik, mirip fragment yg pecah disana sini.
Enjoy!
*** Foto Bunderan HI itu dijahit dari 8 foto yg dijadikan satu foto super panoramic.
Membuat sepeda modern kerap dihubungkan dengan kata “groupset”, atau diplesetkan pengucapannya jadi " grupset " , yakni gabungan komponen sepeda yg dipakai untuk di area pengereman, area gigi transmisi, dan area yg berputar (di roda dan di tuas kaki pedal). Komponen sepeda genjot ini dijual pretelan atau dalam bentuk fullbike disemua toko sepeda.
Siapapun yg berminat akan membuat sepeda ataumemiliki sepeda, ada baiknya memahami groupset berserta tingkatan hirarki nya. Disinilah akan ditentukan kualitas mutu dan harga, serta kenyamanan bersepeda.
Secara garis besar groupset dibagi untuk kepentingan dua kelompok pesepeda, yakni: sepeda road race(sepeda balap dengan
stang melengkung mirip tanduk itu), dan groupset bagi sepeda gunung . Brand populer yg merajalela disini untuk kepentingan dua kelompok pesepeda itu adl : Shimano, dan SRAM (satu atap dengan brand AVID dan Truvativ).
Ditanah air sendiri, komponen dengan brand Shimano diyakini paling banyak dipakai oleh penggemar sepeda karena rentang jenis dan harganya sangat lebar. Pembeli bisa menyesuaikan dengan ukuran kantong masing masing. Jika punya uang banyak, bisa pakai komponen groupset papan atas, sedangkan jika mau kelas menengah juga ada, dan apabila hanya pengen sepeda untuk muter muter di kompleks rumah maka cukup dengan komponen murah.
Sepeda MTB, DJ, Freeride, commuter (dalam kota). Hirarki atau tingkatan groupset sepeda kelas ini dengan brand Shimano diantaranya (berurutan, paling atas adalah paling bagus dan paling mahal harganya), yakni:
XTR Deore XT Deore LX Deore----- entry level kelas pro Alivio Acera Altus 104 106 108 Tourney 110
** Shimano mengeluarkan series khusus untuk sepeda DJ dan DH yakni dengan label Saint dan Hone.
Sepeda Road Race mempunyai hirarki komponen groupset brand Shimano antara lain :
Dura Ace Ultegra 105 ----- entry level kelas pro Tiagra Sora 2200 A 050
Lalu untuk brand SRAM, tersedia komponen dengan hirarki sbb:
X0 X9 X7 X5 SX 4 3.0
Seperti dikatakan diawal, bahwa komponen groupset ini mempunyai rentang tipe yg panjang, karena itu harganyapun juga beragam.Ada beberapa pesepeda yg mencampurkan komponen groupset dengan tujuan agar harganya lebih miring, tapi kinerja “smoothness” nya tetap optimal.
Caranya yakni dengan memasang komponen bagus (entry level kelas pro misal Deore) dengan mid level dalam satu sepeda. Komponen yg harus bekerja ekstra keras dikasih yg bagus, yakni untuk rear derailleur (RD) dan brake system . Sisanya bisa dikasih komponen yg lebih murah.Secara konkret, contoh saja, sepeda MTB untuk commuter (didalam kota) cukup pakai groupset ACERA atau Altus, lalu RD nya diganti dengan tipe Deore yg merupakan komponen entry level bagi kelas pro bikers. Cara ini lebih hemat dan tetap menjanjikan kinerja bagus , dibanding harus beli groupset sejenis dalam satu sepeda yg malahan lebih mahal atau malahan tidak bekerja optimal.***hsgautama.multiply.com
Lapar saat bersepeda? Lemes gak ketulungan ditengah jalan? Makanlah pisang.
Pisang bukan cuma disukai monyet kok, ternyata pisang memberi asupan tenaga yg luar biasa besar buat pesepeda selama perjalanan riding.
More energy, more quickly.
Buat apa cari energy bar? Kandungan pisang hanya beda tipis dengan energy bar yg dijual ditoko. Pisang murah dan mudah didapatkan dimanapun, sedangkan energy bar mahal dan tidak ada disemua toko. Banyak yg mikir bahwa energy bar lebih "jos", padahal pisang gak beda jauh dengan itu. Buat apa bikin berat tas dengan cemilan jika mudah mencari pisang diwarung manapun? Dan lebih dari itu, pisang seratus persen boleh dibuang disembarang tempat sehabis dikunyah karena kulit dia adalah sampah organik yg akan hancur dengan mudah bersama tanah.
Jadi ngapain sih elu repot ... makan aja pisang krn cocok dibawa untuk wisata, treking, riding, cycling, hiking, dan semua aktifitas sehari hari.
Cycling's Perfect Food Why we should all go bananas
By Joe Lindsey The lowly banana is the Eddy Merckx of energy food. Today the hype goes to trendier, micro-engineered energy bars and gels, but if you bring this stalwart yellow delicacy out of retirement, you'll rediscover a classic piece of cycling perfection. The banana has loads of carbs, potassium (an important electrolyte), and ride-enhancing vitamins--it's almost as if it were designed just for us.
Bananas weren't an energy food for the first cyclists, who usually fueled their efforts with bread and cheese, washed down liberally with wine. It became a tradition for European racers to disdain the banana as difficult to digest. Andy Hampsten, the only American ever to win the Tour of Italy, says his teammates during his early years as a European pro would tease him about eating bananas.
"They'd say I was going to fall asleep mid-race because they thought the bananas would just sit in my stomach," Hampsten says. But he knew that a ripe banana is actually pretty easy to digest and makes a great, portable on-ride food because it readily converts to energy. The glycemic index ranks foods on a scale of 0-100, based on how quickly they're converted to usable energy (with 100 representing pure glucose). A banana has a glycemic index rating of 55--a quicker energy boost than other common fruits. For example, an apple has a rating of 38 and an orange is 44. The banana beats the peanuts out of a Snickers bar, which is ranked at 41, and is close to a chocolate PowerBar Performance bar at 58.
Bananas are famous for containing potassium, an essential electrolyte that helps regulate blood chemistry (particularly Ph) and improves carbohydrate metabolism by helping the muscles act efficiently. Without potassium (and sodium), your muscles stop firing correctly. Severe loss of sodium can produce really nasty complications all the way up to shock and death. (Of course, you'd stop riding before then.) Potassium also prevents the blood's Ph from _becoming too acidic. With enough potassium in your system, blood glucose is more easily transported through cell walls and used in ATP production. Translation: more energy, more quickly.
Bananas are also rich in vitamin B6, which helps metabolize more than 60 proteins and assists in red blood cell production that transports oxygen to muscles. And folate in bananas helps concentration and memory. If you get lost a lot, try eating a banana.
This magic fruit also gives you 17% of your Daily Value of vitamin C, an antioxidant that neutralizes free radicals (harmful waste products) in your body and helps produce collagen, the building block of the connective tissues such as tendons and cartilage that keep your knees strong. And the banana's magnesium (yep, the same stuff they make fork lowers out of) plays _a role in energy transport and your body's ability to keep pushing those cranks around. It's also involved in the synthesis _of protein, which helps recovery.
And, finally, the ultimate benefit: Unlike a gel container, bar wrapper, or a plastic bag holding a bunch of cookies, the banana's "container" is biodegradable: Toss it to the side of the road and it breaks down in one to two weeks.
Like Eddy (and Elvis, whose favorite food was fried peanut butter-and-banana sandwiches), the banana is king.
Ternyata banyak juga artikel ttg berhenti merokok (quit smoking) di google. Gak nyangka, urusan berhenti merokok atau tetap merokok menjadi soal jatuh bangun dalam hidup seseorg yg terlilit candu nikotin. Ini memang jadinya mirip judul lagu dangdut: “Jatuh Bangun Akibat Nikotin”, “beti” beda tipis jika diplesetkan jadi lagu cinta maka judulnya akan berbunyi: “Jatuh Bangun Akibat Lirikanmu”, halah.
Seribu seratus duapuluh empat jurus tips dan kiat ada didalam tulisan tulisan itu, JRENG, silahkan dibaca sekuatnya, satu persatu.Kebanyakan tulisan disana sangat teknis dengan itungan gram nikotin atau berapa gram dari tar yg masuk keparu paru. Ah siapa yg peduli dengan hitungan “gram” ? Toh dari dulu dibilang itu berbahaya buat kesehatan, dan jutaan org tetap asik merokok.
Berhenti merokok bisa saja karena sebuah alasan paling sederhana dan tidak perlu penjelasan njlimet kelangit ketujuh. Misal kayak saya gini berhenti merokok cuma karena satu alasan pendek: “gua sebal melihat hidup gua dikendalikan rokok sejak mata terbangun dipagi hari”. Udah cuma itu saja, gak ada alasan lainnya.
Awal mulanya karena satu waktu, Kami malam 28 Februari bulan kemaren, duduk sendirian di pantry kantor sambil merokok setengah batang Dji Sam Soe. Melihat kearah batang rokok itu mendadak jadi sebal banget. Hidup gua kok dikendalikan rokok ya?
Bayangkan, pagi hari begitu mata melek “jreng” maka yg dicari adalah rokok dan kopi. Bukan lainnya, cuma rokok. Ini sebuah kesintingan, dan ini menjadi satu hal yg paling menjengkelkan dimana hidup ini dikendalikan oleh rokok selama 25 tahun lebih.Sejak itu, rokok dimatikan diasbak, dan bergumam pelan sendirian, “Gua berhenti merokok ah, ini (udah)kebangetan …. “
Ini jelas satu hal yg aneh. Buat saya perokok kelas berat dengan jatah 3 bungkus Dji Sam Soe per hari, belum ditambah dengan cerutu gulung (cigar lokal atau brand luar), menyetop rokok itu termasuk gak mudah. Disuruh gak merokok sejam saja susah kok, apalagi ini sampe 1 hari atau lebih. Itung saja dalam sebulan bisa menghabiskan 8 slop rokok yg siap didalam lemari, ini sama artinya dengan budget sebesar delapan ratus rebu rupiah dalam anggaran belanja bulanan. Teman dekat, kolega yg tau saya dulunya mirip kereta api, pasti akan ternganga melihat saya bisa berhenti merokok seperti sekarang: “Haaah, ... berhenti merokok?... gak salah mas? Kenapa berhenti? Dilarang siapa?” bla la bla.
Poin pentingnya, kali ini, berhenti merokok buat saya gak perlu alasan berbelit. Cuma sebal saja karena hidup dikendalikan oleh rokok. Alangkah enaknya jika merokok itu ala kadarnya. Maksudnya merokok sebatang saja per hari. Bahkan bisa ya merokok atau tidak sama sekali gak papa. Ternyata hal spt itu termasuk susah. Sekali merokok maka akan terus meminta tanpa jeda. Akibatnya kebablasan jadi sebungkus sehari, lalu nambah dan nambah. Dikurangi gak bisa mending berhenti aja sekalian. Hidup ini kadang harus tegas hitam dan putih saja, jangan main didaerah abu abu. Kalo mau setop, maka setop lah, titik.
Sekarang asbak dirumah nganggur, masih ada sisa dua slop Sam Soe dilemari, dan sekian buah korek gas tergeletak disana sini tanpa kesentuh lagi. Rokok itu memang candu. Sekali mecoba, berhentinya susah payah. Dan sejak itu hidup dikendalikan oleh rokok, persis dengan narkoba, bedanya rokok dilegalkan sedangkan narkoba diharamkan pemerintah. Jadi, dengan merokok, maka kita memang dijerat oleh nikotin dan mencandu seumur hidup.
Tapi tunggu dulu, saya gak hepi amat lepas dari kecanduan rokok.
Sekarang muncul masalah baru, saya gak bisa menghentikan mulut saya untuk makan atau ngemil. Yaoloh, sampe capek rahang ini dipakai ngunyah makanan. Gak kebayang, Onta dan sapi bisa memamah biak sehari hingga 45x, kayaknya saya “beti” sama mas Onta dan mas Sapi itu? Yaaaks!!Merokok hilang, muncul masalah baru yakni makan berlebihan. Kayaknya perut ini terlilit oleh rasa lapar melulu. Gak bisa disetop euy. Kaco kaco !!
Kalo di itung lagi uang bulanan tetap saja habis banyak buat beli snack dan makanan ekstra. Hahaha, sami mawon. Dulu untuk rokok, eeh sekarang habis banyak untuk napsu makan yg secara brutal menjadikan saya sama persis si mas Onta.*** hsgautama.multiply.com
Kemajuan pesat dan booming minat bersepeda dikota metropolitan seperti Jakarta dalam lima tahun terakhir ini memang berhasil membuat grafik minat pemakai dan kuantitas penjualan meroket kelangit. Sayangnya, selain minat masyarakat yg meningkat ternyata juga membuat minat para malinguntuk mencuri sepeda juga ikutan naik. Paling tidak, sekarang “kelas” sepeda dikalangan dunia maling jadi ikutan naik pamor sebagai item yg layak diembat.
Dulu mungkin sepeda tidak masuk dalam hitungan untuk diembat karena dianggap beresiko dibawa kabur (terlihat jelas dijalan raya, tidak bisa dikantongi), dan harganya dianggap tidak layak menutup ongkos deg-deg an mencuri. Sekarang lain. Banyak maling jadi tahu berapa harga sepeda. Paling tidak dalam kisaran kasar, dalam pikiran mereka, sepeda dengan banyak per depan dan belakang (fullsus maksudnya) dipikir pasti mahal selangit, lebih mahal dibanding sepeda biasa yg cuma pakai satu per didepan. Sepeda hardtail juga bisa menjadi sasaran karena toh bisa dijadikan duit. Satu persatu mulai muncul kasus kehilangan sepeda akibat diparkir dihalaman rumah.
Saya juga termasuk rada deg deg an sekarang kalau pulang malem dari kantor melewati jalan gang sempit dibeberapa ruas jalan. Pikiran sudah buruk saja akan mendapat resiko pencegatan dan penodongan paksa dengan merampas sepeda yg dinaiki. Bersepeda dijalan memang mudah menarik perhatian orang. Apalagi jika warna sepeda itu atau bentuknya agak aneh, ini bisa mendorong maling tergerak untuk ngembat dengan segala cara. Bersepeda dimalam hari saat ini sekalipun belum masuk dalam kategori sangat sangat berbahaya, namun wajib untuk menjadi lebih waspada dengan beberapa titik rawan kejahatan jalanan. Jakarta relatif lebih aman bagi pengendara sepeda, belum ada curat-curas (kejahatan dengan pemberatan dan kekerasan) dijalan raya secara ekstrem. Kasus penyerangan brutal thd pengendara sepeda dijalanan juga belum ada, masih lebih banyak kasus sepeda hilang karena disenderkan ditembok rumah.
Bicara soal kehilangan kendaraan pribadi, khabarnya di Canada asuransi ranmor memberikan premi lebih tinggi untuk ranmor warna mencolok seperti warna merah.
Menurut penelitian warna merah secara diam diam mendorong orang lain untuk mendekat dan menjamah. Mungkin gampangnya begini, penyanyi dangdut pakai baju merah akan tampak sangat “okeeeh beibeh” dibanding warna kelam.
Jika logika ini juga sama dengan warna sepeda yg hitam atau warna cerah, maka pemakai sepeda yg merasa sepedanya berwarna cerah kudu merasa lebih waspada karena akan mendorong maling bernapsu untuk mengembat barang kalian. Apalagi sepeda dengan warna merah, wah siap siap deh ilang itu sepeda kalo gak dijagain bener. Capek capek nabung uang buat beli sepeda oke, malahan ilang diembat maling.
Rumah anda mudah diawasi siapapun yg melintas didepannya, jika ketahuan suka wira wiri naik sepeda maka akan mudah di “mapping” oleh org asing
Jangan pernah meninggalkan sepeda diluar rumah begitu saja, sekalipun itu cuma masuk kedalam untuk meneguk segelas air saja. Banyak kejadian spt ini, dan sesalnya seumur2.
Ada baiknya, sepeda dalam kota (city bike) jangan kelewat mahal. Nanti kalo ilang bisa bikin pusing kepala tujuh keliling. Satu keliling saja pusing kok, apalagi ini tujuh.
Jika jawabannya adalah "ya" , maka berikut ini adalah tips bagaimana mengatasi beratnya tarikan napas disana dengan mengatur membran silikon atau katup buang disisi kiri dan kanan masker hitam ini. Nyaris kebanyakan para pesepeda urban memakai masker sebagai upaya mengurangi kadar gas knalpot yg beracun masuk kedalam paru parunya. Karena itu, pasti mereka juga pernah merasakan hal yg sama dg ini.
Salah satu tipe masker yg laris manis dipakai mereka adalah tipe sejenis blue eagle yg mempunyai filter khusus didepan mulut. Masker ini sangat baik, sayangnya ketika baru dibeli pasti user merasa bahwa napas terasa makin berat akibat seluruh hidung dan mulut tertutup rapat. Sebetulnya, ini juga disebabkan krn katup buangan (membran tipis silikon) itu terlalu rapat menekan mangkok dudukannya. Dengan sedikit ketelatenan, posisi ketinggian piringan membran silikon dapat diubah sesuai kemauan user agar didapat tarikan-dan buangan napas yg enteng.
Memotret binatang peliharaan (pets) membutuhkan kesabaran tersendiri. Dan ini bukan soal mudah.
Paling tidak, jika rajin berlatih memotret binatang peliharaan, akan membuat terlatih untuk merespon secara cepat dan akurat pergerakan focus camera. Selain itu tentu saja, berlatih mendapatkan "moment terbaik", mirip seperti memotret olahraga, maka momen yg tepat adalah segalanya.
Binatang tetaplah binatang, mana mau mereka kita atur. Suka suka mereka saja. Mau nungging kiri dan kanan, terserah mereka. Karena itu memotret pets adalah satu langkah awal jika ingin memotret satwa liar dikehidupan aslinya. Kesulitan utamanya, tentu saja: binatang tidak bisa diatur spt kita mengatur seorang model cantik. Kuncinya adalah posisi fotografer yg harus tepat dg pets tsb. Sisanya adalah kesigapan mengatur focus dan exposure nya dg cepat seperti tingkah binatang ini.
Sebuah kolase ttg Bull, binatang peliharaan dirumah. Siapa tau bisa memberi ide di weekend nanti, cukup disekitar rumah saja, gak perlu jauh jauh kok :-)
Satu saat saya pernah dikritik oleh seorg fotografer amatir disebuah web foto lokal. Dia mengkritik foto saya terlalu gelap. Lima kali kritikan setiap saya upload foto, dia terus terusan mengatakan itu, lama lama keluar rasa jengkel saya. Masalahnya setiap dia menuliskan dikotak comment, saya selalu mengatakan: "Mas Fulan, adjust dengan benar kalibrasi monitor PC anda dengan 16 major grayscale chart". Dan setelah 5x terus menerus bilang hal yg sama, saya mulai jengkel. Ini anak ngerti apa engga sih nge-just monitor PC nya? Sudah dijelaskan 5x, dan masih pula 5x mengeluarkan komentar yg sama. He didnt learn and read, udah diajarin malah gak baca dan dilakukan, gemanaaaa tuuu anak... aaaarghhh grrr...
Kalibrasi adalah satu langkah penting ketika menyamakan "nilai" dari sebuah alat yg sambung menyambung disatu tempat (jaringan) atau bahkan terpisah lokasi. Jika ada alat tertata dalam satu rangkaian, maka kalibrasi itu adalah menyamakan nilainya. Beberapa menyebut ini sebagai: tuning secara seragam. Semua alat itu harus bicara dengan "nada yg sama", "bahasa yg serupa", tidak boleh beda satu dengan lainnya. Dalam konsep dasar engineering paling sederhana pun, mana bisa semuanya dicolokin gitu aja tanpa ada persamaan satuan ukur yg sejajar? Kan bisa ngomong dengan bahasanya sendiri sendiri gak nyambung.
Sekarang bayangkan saja ilustrasi simple ini misal, di MP ini saya punya teman reguler yg melihat foto foto disini sebanyak 300 orang per hari. Tiap teman itu punya PC dan Laptop yg berbeda beda, terpisah, dan punya banyak merk atau tipe. Karena itu, supaya nilai "terang dan gelapnya" foto difolder saya atau "koreksi warnanya" sama sejajar antara yg nongol di PC saya dan di PC mereka, maka harus dilakukan langkah kalibrasi alias "menyamakan satuan ukurnya". Jika gak tepat, maka akibatnya mereka bisa mikir, wah fotonya kok gelap ya, atau wah fotonya jelek banget over.
Fotografi digital memang lebih praktis, kita sudah gak perlu lagi tabung dan peralatan kimia untuk cuci cetak. Fotografi digital hanya butuh PC untuk "digitall dark room-nya", semua rapih dan kering bersih, tidak ada bau kimia. Masalahnya skr, bagaimana melakukan adjustment yg tepat di layar PC kalian, spy ketika melakukan olah foto hasilnya presisi. Tepat dan gak meleset. Dan yg melihat juga begitu, gak salah lihat.
Salah satu langkah paling gampang untuk melakukan kalibrasi layar monitor adalah memakai chart hitam putih diatas. Dia dikenal dengan sebutan 16 major grayscale chart. Dikalangan anak broadcast, kami lebih dahulu mengenal pemakaian chart tsb karena era TV lebih lama dibandingkan fotografi digitall yg baru booming 10 tahun ini. Dilayar monitor broadcast, melakukan kalibrasi nilai dari brightness dan contrast juga memakai cara ini salah satunya. Kesalahan mengukur nilainya membuat gambar bakalan ancur gelap atau malahan over.
Sekarang pasang chart itu sebagai background untuk desktop PC. Perhatikan semua chart tsb dan setiap kotaknya harus terlihat mulai dari nilai yg paling terang (true white) hingga paling gelap atau true black. Jika salah satu sisi misalnya wilayah dark (hitam) tidak terlihat hingga separuhnya, maka itu artinya monitor kalian terlalu gelap. Demikian juga sebaliknya. Lakukan langkah mengatur tombol dimonitor PC secukupnya shg didapat nilai yg paling tepat.
Setelah beres dengan setup monitor, maka mulailah melakukan langkah olah digitall atau postpro. Nilai ukurnya jika sudah dikalibrasikan dengan pas, akan membuat nilainya benar. Dan siapapun yg melihat itu akan mempunyai satuan nilai yg kurang lebih sama juga jika dilihat mata telanjang, atau dengan monitor lain. ***** hsgautama.multiply.com
Berapa ribu kali shutter kamera kalian ditekan saat memotret? Tanpa sadar, ternyata 99% hasil foto dari kamera itu menghasilkan output yg sama saja tipe pencahayaannya, yakni foto dengan sinar terang benderang. “Foto biasa”, an ordinary picture coming from an ordinary shot, yakni foto dengan cahaya melimpah dimana mana (lihat foto kanan). Pertanyaan sederhana muncul, apakah tidak ingin mencoba hasil yg berbeda dari sebelumnya?
Ketika dulu mengajar dikelas foto (salah satunya, 6 tahun mengajar di Galeri Foto Jurnalistik Antara, kelas fotojurnalistik, foto essay, dan mentor kelas "hardcore" dark room teknik cuci-cetak hitam putih celluloid), banyak mantan murid yg gagal dibab bahasan “light and form”. Memahami konsep cahaya dan bentuk itu salah satu pemahaman penting bagaimana menciptakan “ilusi visual”. Disinilah maka akan muncul “rasa” misal: pria difoto itu tampak renta, kasihan, sedih, ilusi inilah yg memicu perasaan dihati org yg melihat kesana. Tanpa itu, foto itu bakalan datar saja tanpa greget.
Cahaya menciptakan sebuah bentuk tegas benda disekitarnya (namanya juga "Fotografos": melukis dengan cahaya). Pertanyaanya, kita mau pakai cahaya apa dan bagaimana?Cahaya itulah yg akan memberi bentuk khas diobyek foto kita. Jika cahayanya asal jadi, maka hasilnya juga asal jadi saja. Salah satunya, membuat hasil ribuan foto dengan cahaya sama saja dari tahun ketahun. Cobalah buat sesuatu yg beda, yakni dengan merubah tipe cahayanya.
Konsep ini pernah dikenal dulu dengan nama “selective metering light”, ada yg bilang cahaya kreatif. Apalah nama itu, boleh sebut apa saja. Intinya, adalah memilih arah datangnya sinar, dan menyatukannya dengan karakter obyek tsb shg diperoleh hasil beda. Beberapa contoh hasil fotonya ada dibawah ini.