HidÄÿÄt's posts with tag: tools
Jaman ini, nyaris tidak ada manusia yg tidak tahu apa itu pisau (atau belati). Pisau adalah salah satu alat bantu penting yang membuat manusia bisa berkembang turun temurun selama sekian abad. Pisau bagus serta tajam dipakai untuk berburu, lalu kemudian dipakai didapur untuk mengolah masakan sekeluarga. Pisau besi adalah salah satu penemuan penting manusia yg membuat kita survive melewati pusaran jaman.
Jadi, tidak terbantahkan, pisau adalah satu alat yg dipakai oleh semua manusia, baik perempuan atau pria. Dirumah, dikebun, dihutan, dimana saja. Tapi, sekian lama kita memakai pisau, tahukah bahwa pisau mempunyai anatomi khusus yg membedakan satu dengan lainnya, dan juga anatomi inilah yg kerap diperhitungkan ketika menaksir sebilah pisau dietalase toko dan estetika keindahan bentuknya? Tentu tidak semua paham hal itu. Banyak yg beranggapan bahwa sebilah belati sama saja satu dengan lainnya. Anggapan ini salah, karena fungsinya berbeda beda maka akan membuat pula perbedaan mencolok dari anatomi pisau tsb . *** hsgautama.multiply.com
Link best kitchen knive

 .
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | YAESU, Japan |
Yaesu VX 6R adalah “senjata” wartawan lapangan untuk monitoring harian situasi dikota besar. Kebiasaan wartawan melakukan monitoring frekwensi radio sudah dimulai sejak jaman dahulu, entah sejak kapan karena tidak ada catatan resminya. Ketika radio tranciever HT muncul dipasaran, sejak saat itulah wartawan disini juga membawa HT jenis yg sama yang kerap dipakai oleh petugas negara resmi, spt aparat, petugas ambulance, jalan tol, dstnya. Kota sedemikian besarnya, memonitor melalui frekwensi radio adalah pilihan paling masuk akal untuk mengetahui “sedang terjadi apa” diluar sana. Radio transciever HT popular pertama yg dikenal tangguh dilapangan saat itu adalah brand ICOM dengan putaran frekwensi model congkelan dengan kuku tangan. Belum digital dan masih manual. Kemudian ketika era scan digitall masuk kemari, perlahan teknologi wajah HT pun berubah. Yaesu VX 6R adalah salah satu tipe paling popular dibawa oleh wartawan lapangan. Bentuknya kecil dan mempunyai band yg cukup lebar 2M, 220 & 440 MHz. Tipe ini mampu menampung saved memory hingga 900, submersible hingga 1,5m didalam air. Mampu melakukan monitoring hingga 504 kHz ~ 998.99 MHz, tapi gak bisa masuk untuk mendengarkan telp cellular. Kecepatan scan juga tidak jelek amat, sekitar 11 channel per detik (VFO mode). Bentuknya yg kecil sangat memudahkan untuk dimasukan dalam saku atau dijepitkan dipinggang. Kecil, tangguh, kuat, dan hebat untuk dibawa mondar mandir dilapangan. Perlu dicatat. Membawa radio HT tipe transciever membutuhkan “SIM dan STNK”. Artinya yg bawa harus punya ijin kayak SIM, dan yg “mobilnya” juga harus punya STNK. Jangan main main mengacaukan frekwensi (transmit) apalagi jika tidak punya SIM (atau callsign) karena bisa dijerat dengan UU yg berlaku. Jika tidak ada kepentingannya, mending jangan bawa alat komunikasi tipe “transceiver” yang termaktub dalam peraturan tsb. *** hsgautama.multiply.com Free VX-6R Commander program Universal Radio inc   . 

|  | Helm terbaik yg pernah dipasang dikepala ini .... Konstruksi hebat, bahan baku top, safety terjamin, race proof, semuanya kualitas nomer satu. Terbaik dari yang terbaik. Jeleknya cuma soal harganya. Kualitas tampaknya ditebus dengan harga yg sepandan. Kepala manusia memang berharga lebih dari sebuah helm yg bagus kok. Khusus tipe RX 7 ini dikenal mempunyai sistem sirkulasi udara yg mewah dan membuat kepala tidak panas. Helm RX-7 cocok sekali untuk kemacetan jalanan yg gila spt di Jakarta, dan udara panas disini.
http://www.araiamericas.com/helmets/rx-7_corsair.html


. |

|  | Kawasaki masuk dengan NINJA 250R dipasar lokal. Tampilan motor ini sudah tampil di PRJ 2008 lengkap dengan harga jualnya. Heboh...
Kompetitornya memble semua , Yamaha masih gak jelas kapan masukin (katanya) Fazer nya, Honda sampai sekarang juga gak jelas mau masukin apa disini, Suzuki juga sama saja. Semuanya cuma gosip gosip aja, semuanya omdo aja, sampe sekarang gak ada satupun keterangan resmi dari pemegang merk disini yg berani memastikan akan memasukan motor jenis apa dikelas 250cc nya.
Ninja 250R emang top! Lainnya memble, ... cuma jago bikin iklan dan bikin gosip aja. :-P



http://www.raptorsandrockets.com/images/Kawasaki/2008_Kawasaki_ZX10R_1.jpg
|
Selalu ada hal baru yg bisa dapatkan ketika melakukan perjalanan keluar kota. Salah satunya adalah ketika rem mobil mendadak blong tanpa minyak rem DOT 3. Satu malam, ketika kita berempat kemalaman pulang dari desa nelayan Tablolong, 25 km dari Kupang NTT, mobil Kijang yg dibawa oleh Robi kawan kami menabrak pagar rumah penduduk disana. Rem blong, kosong tanpa gigitan. Suara keras pagar yg ditabrak memancing nelayan di Tablolong keluar dari dalam rumahnya dan ikut melihat apa yg terjadi. Usut punya usut, ketika kap mesin dibuka, taunya minyak rem nya benar benar ludas tandas alias kosong habis. Pantas rem blong begitu. Sukur sukur kok tidak dalam perjalanan pagi tadi ketika kedesa ini, kami melewati rute penuh tanjakan dan jurang dalam. Menabrak rumah penduduk dalam kecepatan rendah sudah membuat sisi kanan lampu hancur berantakan. Waduh. Sekarang masalahnya, bagaimana kami pulang menuju Kupang yg berjarak sekitar 25 km? Minyak rem habis, tidak ada satupun toko onderdil mobil atau motor di Tablolong. Bahkan angkot menuju Kupang pun sudah gak ada. Tarik ulur mikirin ini, si Robi bilang minyak rem DOT 3 bikinan pabrik yg seharusnya dipakai di Kijang ini bisa digantikan fungsinya memakai shampoo Sunsilk. Haaa? Ilmu gila dari mana lagi itu? Saya sempat memprotes agar jangan coba coba mengganti minyak rem DOT3 pakai shampoo karena nyawa kita taruhannya didalam mobil itu. Dengan muka yakin Robi bilang bahwa dulunya dia pernah menjajal cara ini dari Atambua ke Kupang, dan berhasil. Cara ini diajarkan ketika dulunya dia nyambi jadi mekanik dibengkel. Capek berdebat, toh akhirnya dibeli juga satu sachet SUNSILK shampoo dan sebotol air aqua. Sachet itu disobek kedalam gayung air dan diaduk aduk hingga berbuih banyak. Air shampoo dengan busa buih itu kemudian dituangkan kedalam wadah gelas minyak rem di Kijang. Sedikit demi sedikit, sisa angin dan sisa minyak rem lama dibuang melalui katup didekat roda. Kiri dan kanan harus balance memang. Isi kepala saya berpikir keras, bagaimana bisa buih shampoo bisa menggantikan fungsi brake oil heavy duty DOT 3 untuk sebuah mobil dalam kecepatan tinggi? Gak habis pikir deh. Setengah jam diutak utik akhirnya diuji coba. Ternyata bisa. Luar biasa. Terheran heran melihat bagaimana mobil itu dicoba maju mundur sambil direm berkali kali. Terlihat bahwa pengeremannya benar benar baik. Dan dengan berdoa sebanyak banyaknya, akhirnya kita, saya, nefran, Robi dan Deni masuk kedalam mobil dan segera melesat kembali ke Kupang. Perjalanan lewat jurang dan lembah dibabat dengan kecepatan lumayan tinggi. Rem bekerja sempurna. Benar benar pakem mantap. Kata Robi, minyak rem aspal dari shampoo ini bisa dipakai hingga semingguan, asal buihnya masih ada. Jika buih busanya lenyap, maka hilang sudah kepakemannya. Pesan moralnya, jika pergi kedesa terpencil, bawalah satu sachet shampoo dikantong. Hahahaha. ***hsgautama.multiply.com
| Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | Water Heater |
Salah satu barang wajib yg harus dibawa ketika travelling atau penugasan keluar kota adalah "pemanas air portable". Saya memang suka minum kopsus atau teh. Karena itu soal tersedianya air panas sewaktu waktu didalam kamar hotel/ losmen adalah perlu. Alat pemanas air ini panjangnya sekitar 20cm (satu jengkal pria dewasa), diujungnya terdapat spriral kumparan pemanas yg dicelupkan kedalam gelas. Pemanasannya sangat cepat memakai listrik didalam ruangan. Dalam sekejap akan tersedia segelas air panas yg bisa dipakai untuk minum atau makan indomie. Barang ini sangat bermanfaat jika melakukan perjalanan diarea yg ada aliran listriknya. Membebaskan kita memasak pakai kompor gas atau malahan menunggu dapur hotel mengirimkan air panas dalam termos besar. Barang ini dijual disemua hyper market besar dan toko peralatan houseware dengan harga ekonomis.  .
Hand guard sepeda motor gunanya untuk melindungi jari tangan dari hantaman hebat jika terjadi kecelakaan. Peletakannya bukan untuk pemanis, dia memang ada fungsinya. Dari banyak kasus kecelakaan Lantas, buku jari menempati urutan lumayan tinggi sebagai organ vital rider yg mengalami luka atau remuk akibat hantaman (dan terjepit). Jari tangan yg memang paling kecil bentuknya dari seluruh anggota tubuh kita, adalah organ tubuh yg rawan terkena luka serius. Kecil dan mudah remuk, dan jika ini terjadi, maka penyelesaiannya dimeja operasi adalah diamputasi atau dibuang.
Ini bukan cerita nakut-nakutin, paling tidak tahun silam salah satu kolega kantor mengalami kecelakaan motor dan mengakibatkan satu ruas jari kelingkingnya dipotong karena remuk. Untung bukan seluruh pergelangan tangan, dan "cuma" satu ruas jari saja.
Perlindungan telapak tangan dan jari tangan tentu saja dengan memakai sarung tangan yg tebal dan baik shg dapat melindungi dengan optimal. Selain sarung tangan yg tebal itu, memberi tambahan pemasangan dengan hand guard yg memadai. Rasanya, membeli hand guard dikisaran Rp 50.000 atau Rp.100.000 tidak ada artinya dibandingkan harga sebuah telapak tangan utuh yg berfungsi baik kan. Memasangnya sebelum terjadi kecelakaan adalah langkah yg bijak. **hsgautama.multiply.com
Foto jari putus dari sini.
 .
Rasanya udah lama bener gak liburan jauh sambil membawa pisau belati. Liburan cuti nanti ke NTT, salah satu diantara belati keren ini akan dibawa kesana. Membawa ini artinya memang jenis perjalanannya butuh pisau panjang. Sebilah pisau yg tajam, besar dan kuat adalah sama artinya dibutuhkan sebagai item kritis yg dibutuhkan dalam perjalanan. Penting, jika gak bawa beginian jadinya malahan bisa merepotkan jika nantinya butuh pekerjaan potong memotong sesuatu, menebas, mencincang, dstnya. Membawa pisau dijaman ini apalagi dikota besar memang bukan langkah bijaksana. Bisa dianggap mau ngerampok atau membunuh org lain, urusannya bisa berujung dengan nginep dikantor polsek. Tapi dalam beberapa tipe perjalanan panjang kearea jauh (non populated, remote area), membawa pisau belati dianggap sah dan bahkan dianjurkan. Perjalanan hiking, trekking, diving, atau memancing biasanya kudu bawa belati. Pisau belati utuh adalah pilihan paling ideal jika dibawa pergi jalan kearea sepi. Kategori pisau banyak jenisnya spt yg bisa dilihat di Top Knives, namun biasanya pilihan terbaik untuk traveling adalah survival knife. Belati dengan bilah yg utuh jadi satu dari ujung depan hingga kebelakang (area telapak tangan) adalah pilihan terbaik mengingat kekuatannya lebih terjamin. Pisau lipat dianggap pilihan kedua dalam soal kekuatan dibandingkan belati utuh, sekalipun pisau lipat (utility tools knife) memang sangat compact dan mudah dibawa dibanding belati. Seperti dikatakan bahwa belati yg utuh dalam satu lempengan baja adalah pilihan terbaik disisi kekuatan. Jangan samakan dengan golok lokal karena biasanya bilah bajanya hanya cukup sampai gagang saja, tidak utuh sampai area telapak tangan. Golok tidak bagus disisi kekuatan dan tidak awet karena gagang tangannya sering copot. Contoh pisau utuh dalam satu lempengan baja spt foto pisau gagang kuning seperti dibawah ini:
Pisau survival idealnya mempunyai bobot yg fair, lengkungan bilah yg ideal, dimensi yg pas, tidak terlalu tipis bajanya tapi berkualitas, lebar cukup, dan panjang yg memadai. Terlalu kecil dia akan tidak baik, tapi juga terlalu gede macam pisau Rambo, itu juga bikin nyesek bawanya. Misal saja, jika mau pergi memancing bawa pisau survival gaya Rambo dengan panjang spt golok tebas, maka ini mirip mau membunuh nyamuk dengan meriam. Pisau survival juga beda dengan pisau lempar, karenanya bobotnya tidak perlu imbang antara sisi tajam dan sisi telapak tangan, selama ketika diayun bobotnya terasa fair dan enak itu sudah cukup. Ketebalan bajanya juga patut diperhatikan. Jangan kelewat tipis, nanti membelah kelapa gak mampu dan malahan bengkok. Kenapa mencontohkan buah kelapa, karena kelapa ada di pantai manapun dimuka bumi ini, dan buahnya sangat keras. Artinya jika pisau itu dapat mengupas kelapa maka dipastikan "benda" lainnya akan mudah dihancurkan oleh pisau ini. Buah kelapa memang alat tes terbaik. Jangankan pisau, bahkan batang kelapa dibelah dua lalu dijadikan tameng pos tentara diarea baku tembak, maka batang pohon kelapa ini mampu menghentikan peluru AK-47 combat rifles yg terkenal kejam dan mematikan dijarak 100-300m, Tidak ada pohon lainnya yg mudah ditemukan dimanapun, ekonomis, dan sangat keras kecuali kelapa.
Setelah dimensi dan kekuatan bajanya, maka lihat sisi dalam pisau itu. Jika cuma ada bagian tajam saja tanpa sisi yg mirip gigi gergaji, maka jangan pakai pisau macam itu. Pisau yg baik dalam satu bilahnya terbagi dua sisi. Pertama sisi tajam untuk memotong dan mencincang. Sedangkan sisi lainnya adalah gergaji untuk memecah dan mematahkan kayu atau benda keras spt kayu atau kelapa. Keduanya dibutuhkan dilapangan jika sewaktu waktu dibutuhkan. Pendek kata, tentukan saja kebutuhan macam apa yg perlu ada dalam sebilah belati. Jika mau praktis "one takes all" maka pisau survival adalah pilihan bijaksana. daripada bingung mending ambil pilihan itu kan. Dan daripada tidak ada sama sekali tanpa bawa pisau pergi jauh, itu bukan sikap yg tepat *** hsgautama.multiply.com
Link lain tentang pisau bisa lihat di 1 2 3
 .
Berapa harga kepala manusia? Gak ada harganya, didunia ini tidak ada satupun yg setara dengan harga kepala manusia yg utuh dan berfungsi sempurna. Karena itu, melindungi kepala dengan serius adalah urusan penting apalagi jika naik sepeda motor. Memakai helm yg bagus adalah sama artinya sipengendara adalah manusia yg tau bahwa kepalanya tidak bisa tergantikan oleh apapun. Ada cerita ringan. Dulu saat mulai disosialisasikan peraturan helm ditanah air, saudara sepupu saya membeli helm dan membawa pulang kerumah. Ketika masuk kerumah, Bude (ibunya dia) mengomentari helm itu. “Itu apa to?” kata Bude. Dan dijawab, ini helm Bu. Bude tertegun sejenak dan bilang, “kok aneh aneh wae to?”, “aneh” disini artinya ngapain pakai helm, kayak kurang kerjaan aja.
Sebagai “orang kuno”, beliau tidak tau apa pentingnya helm itu untuk melindungi kepala, dan lupa bahwa kepala itu harganya gak bisa tergantikan dengan uang berapapun. Setahun lebih setelah obrolan pendek diruang tamu tsb, anaknya mengalami kecelakaan lantas disebuah sudut dikota tsb naik motor goncengan. Helmnya amburadul pecah, tapi syukur kepalanya selamat. Luka serius hanya bergesernya tulang mangkok didengkul dia. Seandainya tidak ada helm itu, saudara sepupu saya sudah masuk liang lahat.  Helm bagus memang seringkali harus ditebus dengan harga yg mahal. Tapi harga itulah yg menjamin fungsinya akan bekerja dengan sangat baik yakni melindungi kepala. Orang bilang, ada harga , maka ada kualitas. Dan gara gara harganya yg mahal, maka orang pun enggan membeli helm bagus. Paling tidak, salah satu teman saya pernah berpendapat begitu. Bagi dia helm seharga 20 ribu saja sudah cukup kok. Helm batok setengah kepala yg nemplok dikepala mirip topi itu dikatakan sudah oke. Alasannya memang ngapain beli mahal toh helm juga, yg penting tidak ditilang polisi. Ketika di ingatkan jangan pakai helm itu, dia ketawa tawa dan mencari sejuta pembenaran spt diatas. Sebulan kemudian, dia terkena kecelakaan hebat. Motornya remuk, dan dia didorong masuk RS dalam keadaan trauma hebat dikepala. Ketika dia sadar, ingatannya spt menguap, dia tidak kenal siapapun, dan tidak tau ada dimana. Amnesia hebat terjadi akibat benturan keras dikepalanya. Sejak saat itu, dia mau membeli helm bagus. Kepala ternyata memang gak ada harganya didunia ini. Tanpa kepala yg berfungsi baik, tidak ada manusia yg bisa hidup normal. ***hsgautama.multiply.com Foto deretan helm brand luar orisinal yg dijual dietalase. Harga jualnya bisa diatas 1 juta hingga 5 juta per buahnya.
Link: ARAI SHOEI NOLAN AGV
Perlengkapan sepeda motor 1 2 3

.
Sering org awam bingung bertanya kenapa harus membeli sebuah headphones berkualitas baik secara teknis dan menjadi fanatik dengan brand tertentu, dengan dibandingkan membeli “headphones apa aja deh” yg ada ditoko kaset manapun. Perbedaan terbesarnya saya pikir, headphones dengan brand bagus dan berkualitas dibuat berdasarkan perbedaan beberapa tipe yg jelas menurut fungsi yg diinginkan oleh pemakainya. Sedangkan “headphones abal abal” tidak merasa perlu membuat aneka tipe karena yg penting “suaranya asal keluar saja”. Sekarang bicara tentang perbedaan terbesar user yg memakainya. Jika digolongkan, maka sebetulnya cuma ada dua golongan konsumen yg memakai headphones. Pertama golongan khalayak luas, yakni mereka yg membeli headphones karena suka mendengarkan musik dengan kenyamanan ekstra, entah itu dia seorang audiophile tulen atau cuma sekedar dengar musik saja jrang-jreng. Kedua yakni golongan professional yg karena tuntutan pekerjaannya butuh headphones dengan speks teknis tertentu dan spesifik untuk presisi monitoring suara, disini salah satunya adalah audio engineer, DJ, audio recordist, audio mixing, atau pekerja broadcasting. Headphones jelas beda dengan earphones, dimensinya lebih besar, karena itu peralatan teknis yg terpasang didalam sepasang unit headphones pun lebih besar penampang engineering nya, oleh sebab itu sebetulnya secara teknis kemampuan headphones merespon suara lebih optimal jelas lebih baik dari earphones, ini soal kenyamanan telinga juga. Seseorang yg mau mengeluarkan uang untuk membeli “headphones bagus” artinya dia memang menginginkan kenyamanan ekstra dan “kemewahan dentum audio” yg tdk akan ditemui di earpones. Sambil becanda saya bilang, jika kamu sudah pengen beli headphones bagus yg harganya sejuta, maka kalian termasuk golongan manusia pilihan “yg mengalami pencerahan”, enlighting ears. Telinga ini pasti sudah tau apa bedanya suara “ancur” dan suara “bagus”.
Sennheiser HD 205 lansiran Sennheiser, salah satu pemain terkuat didunia ini untuk urusan audio, adalah headphones spesifik yg ditujukan untuk kalangan pro yakni DJ dan profesi audio engineer yg terkait didalamnya. Ini bukan headphones buat “sekedar dengar suara ”, HD 205 memang untuk kebutuhan monitoring audio yg akan memberikan output presisi. Jadi speksnya memang termasuk istimewa dan memberikan kemewahan mendengarkan audio yg sangat baik. Sisi istimewa lainnya adalah, HD 205 mempunyai kekuatan membekap kedua telinga dengan rapat melebihi headphones manapun dipasaran saat ini. Dengan busa tebalnya yg nyaman dimangkoknya, dan begitu ketatnya ia menutup telinga, maka pendengarnya seolah terpisah dalam dunianya sendiri karena akan mencegah meresapnya suara dunia luar kedalam telinga. Membayangkan seorang DJ sedang memakai ini disebuah ruangan krodit dipenuhi ratusan manusia dan dentuman gila suara speakers, maka masuk akal jika HD 205 memang didesain sangat kuat menutup telinga. Satu sisi hal ini memang bagus, tapi sisi lain yg akhirnya terasa buruk, jika boleh dikatakan begitu, saya rasa saking kerasnya dia membekap telinga, maka bisa membuat telinga agak panas. Apalagi jika memakai kacamata spt saya, tekanan gagang kacamata terasa sangat kuat diarea sekitar telinga akibat tekanan ekstra dari HD 205. Buat yg betah mungkin gak merasa apa apa, tapi buat saya ini masalah kecil yg terasa. Mungkin memang fungsinya sebagai alat monitoring pro, dia tidak dipakai terus terusan ditelinga, tapi cocok untuk satu sesi atau sekian sesi kerja saja. Bukan untuk 3 jam pakai ini nonstop. Perbedaan mencolok lainnya, headphones ini bisa diputar mangkoknya shg membiarkan satu telinga terbuka mendengarkan suara lingkungan (ambient sound). Dikalangan audio mixer spt Dj, mencampurkan musik perlu juga mendengarkan hasilnya yg keluar di speaker, karena itu daripada repot copot pasang headphones dikepala, maka dia dapat memutar mangkok alat ini satu keatas dan sisi satunya tetap menempel ditelinga. Sebuah desain yg bagus yg memang ditujukan buat kepentingan pro yg butuh dengan fungsi semacam ini. Tulisan sebelumnya ttg audio disini: 1 2 Website Sennheiser.
General Description The HD 205 provide an excellent sound quality and a brilliant shielding of ambient noise. The rotatable ear cup as well as the single-sided cable make them a professional companion even for DJ's. The HD 205 come with a convenient protective pouch for storage and transportation. Technical Data Nominal impedance 32 Ohm Jack plug 3,5/6,3 mm stereo Transducer principle dynamic, closed Ear coupling supraaural Cable length 3 m Weight w/o cable 206 g Frequency response (headphones) 14 -- 20000 Hz Sound pressure level (SPL) 112 dB(SPL) THD, total harmonic distortion < 0,5 % Features Medium-sized dynamic, supraaural headphones For compact systems or mobile players (32ohm) Powerful stereo sound Outstanding passive attenuation of ambient noise Rotatable ear cup for one-ear listening Highest wearing comfort for long music sessions Comfortable head- and ear pads Convenient protective pouch included 3.5 mm jack plug and ¼“ (6.3 mm) screw-on jack adaptor, gold-plated Single-sided cable 2-year warranty Delivery Includes Stereo headphones HD 205 6,3 mm screw-on jack adapter, gold-plated Protective pouch Technical Data Nominal impedance 32 Ohm Jack plug 3,5/6,3 mm stereo Transducer principle dynamic, closed Ear coupling supraaural Cable length 3 m Weight w/o cable 206 g Frequency response (headphones) 14 -- 20000 Hz Sound pressure level (SPL) 112 dB(SPL) THD, total harmonic distortion < 0,5 % Glossary Nominal impedance See impedance. Jack plug A common audio connector in consumer electronics and music industry. Available in various diameters; in the hi-fi segment, 1/8" and ¼" are widely used. Poles range from one to four. (Examples: headphone jack or jack of an electric guitar). Transducer principle Two transducer principles have become established for the conversion of electric energy into mechanical energy: electrodynamic and electrostatic transducers, whereby the latter is only to be found in audiophile systems, due to their relatively high manufacturing costs. Electrodynamic transducers basically consist of a ring-shaped permanent magnet and an oscillation coil, which is fixed to the receiver diaphragm. When an audio-frequency alternating current is passed through the oscillation coil, it is caused to vibrate in accordance with the audio-frequency alternating current, thus causing the diaphragm to vibrate in the same way. Ear coupling A distinction is made between headphones which are worn on the external ear (supra-aural) and those which surround the ear (circumaural). Open headphones have foam ear pads that rest on the ears or ring pads that surround the ears. Closed headphones, on the other hand, nearly always have circumaural ear pads. Cable length The cable length is usually measured between the anti-kink sleeves of the cable (cable length without connectors). Weight w/o cable Frequency response (headphones) The frequency response of a pair of headphones is given within limits defined by the manufacturer. Sound pressure level (SPL) Due to the impractical numerical values, the sound pressure is usually given as the logarithmic value of the sound pressure level according to the equation: dB SPL = 20 x log (po / 0.00002 Pa). The abbreviation SPL (sound pressure level) is added in order to make a clear distinction from other uses of dB. The reference sound pressure, which is at the same time the threshold of hearing, is then 0 dB SPL. The threshold of pain is 140 dB SPL. A difference in the sound pressure level of 1 dB is just about perceptible, while a doubling of the sound pressure corresponds to 6 dB and a doubling of the volume corresponds to a rise of 10 dB. THD, total harmonic distortion Total harmonic distortion is a measure of non-linear harmonic distortion and is given in %. Non-linear harmonic distortions are signals which were not present in the original before the signal was converted by the headphones. These unwanted signals are caused by the diaphragm, whose movements do not precisely move in time with the electric signals that cause it to move. Unfortunately, this is a feature of all electroacoustic transducers. Although it cannot be completely eliminated, suitable steps can be taken to minimise it. However, the user is not interested in why this distortion takes place but in how great the level of distortion must be for it to become perceptible. According to the findings of several research projects, a total harmonic distortion of 1% in the frequency range of 100 to 2000 Hz is imperceptible. Below 100 Hz, the perceptibility threshold lies at 10%.
Sumpe lu, kenceng banget lengkingannya. Kecil tapi pedas ditelinga, mirip cabe rawit super.
Signaling adalah salah satu cara manusia menyampaikan pesan dalam konteks berbahasa yg lebih sederhana. Sejak jaman dulu, manusia sudah tau apa itu "memberi kode" atau signaling termasuk memakai bunyi tertentu. Dan salah satu alat bantu untuk penyampaian komunikasi dengan signal adalah memakai peluit. Lantas pertanyaannya, untuk apa membawa peluit? Peluit biasanya dipakai untuk dua keperluan, yaitu olahraga (militer) dan untuk safety. Khusus untuk safety, karena signaling atau memberi tanda adalah salah satu upaya kita selamat dari kondisi berbahaya saat bertahan hidup dalam kondisi minus yakni dialam bebas (gunung, laut, hutan). Seberapa kuat manusia berteriak dari kejauhan saat dia meminta tolong? Apakah suaranya cukup kuat menyeberang lautan atau danau? Cukup kuatkah suara jeritan manusia memotong lembah hutan dan sampai berapa puluh kali ia mampu berteriak terus menerus? Atau mampukah suara tenggorokannya memotong gelombang angin shg terdengar keseberang? Peluit seperti juga halnya cermin, dipakai sebagai salah satu alat bantu penyelamatan (search and rescue, survival) apabila terjebak dalam kondisi darurat. Suara peluit yg sangat keras dan nyaring lebih bagus sekian kali lipat dibanding teriakan suara manusia. Dan dari sekian banyak brand peluit yg baik, FOX40 adalah salah satunya.
Peluit Fox40 tipe MICRO ini termasuk salah satu peluit laut (marine whistle) yang termasuk bagus. Warnanya mencolok, suaranya super kencang, dan bebas perawatan. Didalamnya tidak terdapat tambahan alat spt bola gabus yg ada dipeluit tradisional. Suara dihasilkan karena desain ruang dalamnya yg membuat vibrasi akibat tipuan napas kuat sipemakainya. Karena itu, dijamin sekalipun terendam setahun diair garam, ia tidak akan mengalami kerusakan apapun. Jika kalian memang maniak traveler, atau suka kealam bebas. Ada baiknya mulai berpikir melengkapi gantungan kunci kalian dengan peluit, atau dicantolkan dikalung. Siapa tau, satu waktu ada gunanya Website Fox40 disini.
.
Jika ada temen yg tanya beli GPS handheld apa yg paling baik untuk keperluan mobilitas urban dan kuat dipakai untuk aktifitas hardcore kealam bebas, maka gak mikir dua kali saya bilang, pakai Garmin 60 CSX. Tanpa ragu tipe inilah yg paling cocok dipakai dititik silang tengah antara dua kepentingan itu. Pendek kata, khusus buat kalian yg memang kepentingannya suka hiking/ camping kehutan lebat, dan juga suka mondar mandir pakai mobil atau taksi diantara kota besar dimanapun didunia ini, maka tipe inilah yg paling enak dibawa dalam genggaman tangan. Dimensinya pas, kinerja alatnya juga sangat baik dan dapat diandalkan. Dibanding beberapa tipe handheld Garmin lainnya yg pernah dijajal ditangan, maka tipe ini punya beberapa keunggulan yg tidak bisa dibandingkan dengan saudara “sepabrik” nya. Keunggulan ini yg membuat dia menjadi sangat istimewa dan cocok melayani kepentingan spesifik pemakainya spt diatas. Ukuran Layar. Tipe 60 CSX layarnya pas. Tidak kelewat kecil seperti Etrex, dan tidak terlalu lebar spt halnya tipe GPS untuk diletakan didashboard mobil atau speed boat. Bahkan dibandingkan dengan Map 76, dia lebih sleek, ramping memanjang, bukan melebar kesamping. Karena itu, dimensi seperti ini cocok buat digenggam ditangan saat jalan kaki, dan cocok pula dipasang di dashboard mobil untuk driving dalam kecepatan tinggi. Layar kecil seperti etrex hanya cocok untuk jalan kaki saja, atau naik sepeda, dimana resiko kecelakaan akan minim sekali mengingat mata terhenti cukup lama mengamati tulisan dan data trek log yg muncul dilayar. Khusus buat yg usianya udah 35 keatas, dan sadar bahwa matanya sudah plus atau minus, layar selebar ini ada baiknya dipertimbangkan mengingat kecermatan mata mengamati layar akan berkurang dibanding manusia yg masih dibawah usia 35 an. Ditambah lagi, memperhatikan layar GPS sambil membawa mobil kecepatan tinggi akan sangat berbahaya jika mata justru terpaku lama dilayar. Sensifitas hebat menerima signal lemah. Satu hal yg amat istimewa dari tipe ini adalah kemampuan super hebat menangkap signal lemah. Dengan prosesor khusus bernama SIRF yg tertanam di unit ini, maka dengan mudah dia menerima signal dalam kondisi apapun. Bahkan dibawah atap genting rumah (diteras rumah depan), bisa pula dibawah atap mobil tanpa perlu meletakan GPS dikaca depan, dan dibawah canopy hutan rapat, dimanapun sesuka kita. Membawa 60 CSX sambil jalan bisa dengan mudah kita masukan didalam tas ransel tanpa perlu digenggam selamanya, atau digeletakan begitu saja dibangku mobil, bahkan bisa ditaruh dibawah jok. Keunggulan 60 CSX seperti inilah yg tidak akan ditemui dibeberapa tipe GPS sejenis lainnya dipasaran. Sensifitas super ini juga didukung dengan antenna tabung (quad helix bentuk tabung bulat) yg sesungguhnya mempunyai kemampuan menerima signal dari segala arah, tidak perduli bagaimana posisi unit GPS itu didalam tas, terbalik sana sini, ditumpuk oleh snack dan baju, toh dia akan tetap menerima signal satelit dengan sempurna. Ini akan beda hasil misal dengan antenna memakai lempengan mendatar yg justru dianjurkan agar lempengan tsb tetap menghadap kelangit. Hebatnya lagi, unit ini lumayan hemat battere dibanding pendahulunya. Logikanya, semakin sensitif dia menerima signal maka battere makin boros, dan ini tidak boros. Dikantong gak perlu bawa battere sekotak hanya untuk perjalanan 3 hari kedalam hutan (dihutan gak ada warung kan ). Data eksternal. Garmin 60 CSX mempunyai slot penyimpanan data di card tambahan. Ini membuat dia akan bisa menampung data peta yg memang boros memori. Unit ini memang punya kemampuan untuk donload dan upload data dari Mapsource dan memudahkan pertukaran data antar sesama pemakai, ditambah lagi adanya slot kartu tambahan akan membuat mudah membuat ekspansi keperluan sesuai keinginan user. *** hsgautama.multiply.com Link lain ttg GPS ada ditulisan ini.  Physical & Performance: | | Unit dimensions, WxHxD: | 2.4" x 6.1" x 1.3" (6.1 x 15.5 x 3.3 cm) | | Display size, WxH: | 1.5" x 2.2" (3.8 x 5.6 cm) | | Display resolution, WxH: | 160 x 240 pixels | | Display type: | 256 level color TFT | | Weight: | 7.5 oz (213 g) with batteries | | Battery: | 2 AA batteries (not included) | | Battery life: | 18 hours, typical | | Waterproof: | yes (IPX7) | | Floats: | no | | High-sensitivity receiver: | yes | | PC interface: | serial and USB | | RoHS version available: | yes |
Maps & Memory: | | Basemap: | yes | | Preloaded maps: | no | | Ability to add maps: | yes | | Built-in memory: | no | | Accepts data cards: | 64 MB microSD card (included) | | Waypoints/favorites/locations: | 1000 | | Routes: | 50 | | Track log: | 10,000 points, 20 saved tracks |
Features: |
|
| | Automatic routing (turn by turn routing on roads): | yes | | Electronic compass: | yes | | Barometric altimeter: | yes | | Geocaching mode: | yes | | Outdoor GPS games: | yes | | Hunt/fish calendar: | yes | | Sun and moon information: | yes | | Tide tables: | yes | | Area calculation: | yes | | Custom POIs (ability to add additional points of interest): | yes | | Unit-to-unit transfer (shares data wirelessly with similar units): | no | | Picture viewer: | no |  .
Topeak Carbon Shuttle Cage has a sudden broken. Bah! Untung bukan komponen vital, biar patah toh masih bisa digenjot sana sini sekalipun harus alon alon karena jika ngebut lewat aspal gladukan bakalan mencelat terus botol yg disangkutin disana. Penyebab patah tidak diketahui. Tahu tahu ketika dipakai minggu kemaren melewati polisi tidur, botol mendadak mencelat. Terheran heran tanpa curiga botol diambil dan disangkutin lagi kesana. Begitu terjadi sampai 3x baru berhenti dan mulai bertanya "kenapa botol gua mencelat melulu? apa yg salah?" Setelah dicek, baru ketahuan tatakan bawahnya ternyata sudah hilang entah kemana. Tatakan dibawah itulah yg gunanya menahan bobot total botol plus isinya. Tanpa kuping tatakan wajar saja jika botol mencelat terus. Dasar carbon, ringkih, padahal belum genap dua tahun nih.
 .
Membuat sepeda modern kerap dihubungkan dengan kata “groupset”, atau diplesetkan pengucapannya jadi " grupset " , yakni gabungan komponen sepeda yg dipakai untuk di area pengereman, area gigi transmisi, dan area yg berputar (di roda dan di tuas kaki pedal). Komponen sepeda genjot ini dijual pretelan atau dalam bentuk fullbike disemua toko sepeda.
Siapapun yg berminat akan membuat sepeda atau memiliki sepeda, ada baiknya memahami groupset berserta tingkatan hirarki nya. Disinilah akan ditentukan kualitas mutu dan harga, serta kenyamanan bersepeda. Secara garis besar groupset dibagi untuk kepentingan dua kelompok pesepeda, yakni: sepeda road race (sepeda balap dengan  stang melengkung mirip tanduk itu), dan groupset bagi sepeda gunung . Brand populer yg merajalela disini untuk kepentingan dua kelompok pesepeda itu adl : Shimano, dan SRAM (satu atap dengan brand AVID dan Truvativ).
Ditanah air sendiri, komponen dengan brand Shimano diyakini paling banyak dipakai oleh penggemar sepeda karena rentang jenis dan harganya sangat lebar. Pembeli bisa menyesuaikan dengan ukuran kantong masing masing. Jika punya uang banyak, bisa pakai komponen groupset papan atas, sedangkan jika mau kelas menengah juga ada, dan apabila hanya pengen sepeda untuk muter muter di kompleks rumah maka cukup dengan komponen murah.
Sepeda MTB, DJ, Freeride, commuter (dalam kota). Hirarki atau tingkatan groupset sepeda kelas ini dengan brand Shimano diantaranya (berurutan, paling atas adalah paling bagus dan paling mahal harganya), yakni: XTR Deore XT Deore LX Deore ----- entry level kelas pro Alivio Acera Altus 104 106 108 Tourney 110 ** Shimano mengeluarkan series khusus untuk sepeda DJ dan DH yakni dengan label Saint dan Hone.
Sepeda Road Race mempunyai hirarki komponen groupset brand Shimano antara lain : Dura Ace Ultegra 105 ----- entry level kelas pro Tiagra Sora 2200 A 050
Lalu untuk brand SRAM, tersedia komponen dengan hirarki sbb: X0 X9 X7 X5 SX 4 3.0 Seperti dikatakan diawal, bahwa komponen groupset ini mempunyai rentang tipe yg panjang, karena itu harganyapun juga beragam. Ada beberapa pesepeda yg mencampurkan komponen groupset dengan tujuan agar harganya lebih miring, tapi kinerja “smoothness” nya tetap optimal. Caranya yakni dengan memasang komponen bagus (entry level kelas pro misal Deore) dengan mid level dalam satu sepeda. Komponen yg harus bekerja ekstra keras dikasih yg bagus, yakni untuk rear derailleur (RD) dan brake system . Sisanya bisa dikasih komponen yg lebih murah. Secara konkret, contoh saja, sepeda MTB untuk commuter (didalam kota) cukup pakai groupset ACERA atau Altus, lalu RD nya diganti dengan tipe Deore yg merupakan komponen entry level bagi kelas pro bikers. Cara ini lebih hemat dan tetap menjanjikan kinerja bagus , dibanding harus beli groupset sejenis dalam satu sepeda yg malahan lebih mahal atau malahan tidak bekerja optimal. ***hsgautama.multiply.com

.
Jika jaket Rain coat andelan kalian sudah tidak bisa menahan air hujan padahal brand nya bagus dan secara fisik masih tampak oke, coba lapisi dengan spray khusus dari bahan silicon ini. Brand produk bernama SILICON WATER Guard ini akan memberikan lapisan lilin kuat di bahan jaket dan membuat air hujan akan meluncur turun mirip kepleset tanpa meresap. Janji produk yg diperuntukan bagi pemakaian heavy duty ini, bahan jaket akan tetap mampu breathable, dan tidak berbau. Jadi jika masih ada jaket Lafuma, atau ada tas ransel bagus, dan sepatu kanvas boot yg oke, jangan keburu dibuang jika air hujan merembes masuk, coba dulu semprot dengan ini. Dijamin lapisan lilinnya akan kembali utuh. Mirip bulu angsa, air tidak akan meresap masuk. Di Jakarta, barang ini kayaknya cuma ada di ESTA, salah satu toko penjual peralatan outdoor di Pangrango Mall, salah satu mall lawas yg ada didepan Kebun Raya Bogor samping PMI Bogor. ESTA adalah milik salah satu jagoan pemetaan gua bawah tanah disini, yakni om Away. Link: www.atsko.com  .

|  | 
Melihat pameran Mega Bazar Computer dan pameran peralatan fotografi FOCUS 2008 di JHCC. Acaranya seperti biasa meriah, tapi gak dibilang super duper padat didalam gedung. Paling tidak masih bisa dipakai buat jalan kesana kesini. Jalan mondar mandir kian kemari capek juga, kaki sampe pegel, hehehe. Banyak ketemu teman selama didalam sini, ada yg gak sengaja say helo ketemu disini. Dan ada juga yg memang janjian ketemu ditempat ini karena mereka mencari beberapa barang spesifik diarena pameran.



 .
|

|  | Perubahan kosmetik sederhana di Dahon Vitesse D7. Bagian RD bawaan asli yakni SR Suntour diganti dengan TIAGRA Shimano plus bracketnya, lalu diberi rak cargo yg aslinya adalah milik sepeda lipat bikinan Taiwan. Selama dijajal 20 kiloan, terasa nyaman. Yang paling mencolok adalah adanya sentakan perpindahan gear atas dan bawah terasa lebih kuat menendang, beda rasa dengan Suntour yg kalem dan rada lelet. Tiagra lebih garang dan cepat saat bergeser naik dan turun. Tiagra cocok karena panjang lengan ayunnya nyaris gak beda terlalu jauh dengan milik SR Suntour, pendek bantet. Jika dipakai RD tipe XT bakalan kepanjangan dan beda tipis (beti) dengan jalan aspal atau gerakan pelek ban belakang yg bisa membuat resiko patah atau cacat.
.
|
| |