HidÄÿÄt's posts with tag: transtv

|  | Menemani dua kolega junior dari Lampung dan Makasar untuk mencari peralatan sepeda, jadilah kita pergi ke Ciputat mendatangi toko Formula. Sumpah macetnya bener bener raja tega. Jalannya dicor, jangan tanya seluruh ruas jalan langsung mampet total tanpa bergerak sejengkalpun. Gak tahan dengan situasi begini, akhirnya muter saja dan memaksa berhenti hampir 700m dari Formula. Apaboleh buat. Daripada 3 jam berhenti ditempat yg sama, dan gak tau kapan macetnya cair, mending jalan kaki saja. Pulang dari sana ternyata sama aja. Macet lageee didepan ruas jalan tol bintaro. Ajegile, gak kalah deh, macet mampet. Setengah jam hanya bergerak dua meteran, langsung potong mengarah ke Pondok Indah. Cari jalan pintas sajalah. Kalo begini caranya bisa kemaleman sampe dirumah.


. |

|  | 
Ketika kemarin Benu Boeloe dan Dauz merayu untuk mau ikutan keresepsi pernikahan Nabil Basalamah, sempat hati ini ragu mau kesana atau engga. Acara resepsi ada di rumah keluarga pihak mempelai wanita, lokasinya di Cipatat, yakni satu daerah desa yg asri penuh sawah diantara lereng mangkok pegunungan kokoh disekitar Padalarang, lintasan antara Cianjur ke Bandung. Secara moral, kalo ada kolega junior menikah, memang harusnya datang selama mampu dan tidak ada halangan kan. Keraguan keluar mengingat dihari libur panjang spt ini jalur Banndung dikenal pasti macet total, kota penuh sesak oleh orang Jakarta yg “mendadak shopping” disana, atau “mendadak liburan”. Bisa kebayang kayak apa sikon krodit berat didalam kotanya. Cek sana sini sebelum berangkat dengan sms kebeberapa teman yg kebetulan ada diseketiar Bandung untuk memastikan jadi berangkat atau tidak. Akhirnya, pagi in jadi juga jalan kesana. Lepas tengah hari setelah berhaha-hihi ketemu kedua pengantin, kami langsung meluncur sejenak ke Bandung untuk mencari makan sekaligus ngedrop Dauz disana. Dia sekalian bawa sepedanya, katanya buat jalan jalan menikmati kota dan menjajal rute Selatan atau Utara kota, bolehlah, ntar gua liat apa hasil penjelajahan trek dia selama disini hehehe. Ikut turun di Bandung adalah Anto dan temannya yg manis cakep, Isri. Bweeh Anto elu emang kagak ada matinya… Kami makan disebuah resto bernama “Kafe Yu”, sebuah resto yg dibuat disebuah rumah gaya tua dari tahun akhir 70 an. Atmosfer kafe hangat, bersahaja, dan dipenuhi sinar bohlam lampu kemerahan yg hangat, plus ditambah lampu teplok disana sini. Secara visual enak duduk disini, apalagi sembari mendengarkan air hujan turun tercurah dari langit. Salah satu keistimewaan kafe Yu adalah dia menjual produk Mie dan Bihun bikinan dapur mereka sendiri. Ini bukan produk mie massal lho. Konon jelas beda antara makanan pabrikan dan bikinan dapur rumahan. Mie dan Bihun rumah katanya lebih lunak, baunya segar, lebih gendut dan kualitasnya terjamin. Buat pecinta makanan mie, tempat ini sangat dianjurkan untuk dicoba. Dikantor ada beberapa kolega senior yg sangat suka dengan mie. Pokoknya setiap makan pasti yg dicari adalah mie, apapun cara olahannya asal itu mie pasti dia datangi dan dicoba. Makan disini mengingatkan beberapa teman yg memang maniak makan mie sebagai menu utama favorit.


.
|
Earphones adalah salah satu alat yg harus dibawa oleh setiap camera person (disini lazim disebut sebagai cameraman, padahal profesi ini juga ada cewe nya, jadi kalo dikantor disebutnya: CAMPERS, atau camera person). Fungsinya, untuk mengecek dan merasakan kualitas suara yg dihasilkan ketika melakukan setup alat audio atau atau menjaga level suara ketika taping berlangsung. Pilihan akan earphones adalah soal sisi praktis dibanding harus memakai headphones karena dimensinya yg mungil. Dan, tidak ada cara pengecekan audio yg bagus kecuali melalui dua cara: pertama mata melihat bars level, lalu telinga menilainya baik baik dengan menyimak kualitas audio yg dihasilkan. Jadi membawa earphones hukumnya mutlak, dan harus ada dikantong celana. Jangan jadi campers jika tidak mau membawa earphones, alat ini sama vitalnya dengan membawa utility tools dipinggang.
Selain dipakai untuk kerja, earphones bisa dipakai untuk mendengarkan musik. Jadi menjaga keutuhan fisik benda ini sama pentingnya dengan menjaga peralatan lain yg dibawa serta dalam perjalanan. Melindunginya dalam wadah keras tertutup akan menjaga dia tertindih atau rusak secara tidak sengaja. Tempat bekas permen ini juga bisa melindungi earphones dari air serta debu berlebih.
** Kotak didapatkan dari beli permen di mini market.
Makin malam, makin gila. Makin malam, makin hilang akal sehatnya.
Main kartu Uno, yg kalah dicoret lipstik sepuasnya oleh pemenang :-)
malam-jahanam.3gp (4.6 MB)
Siapa tau ada yg minat. Program wisata jalan jalan JELAJAH yg sudah memasuki usia 7 tahun dilayar Transtv mencari keluarga indonesia yg berminat untuk ikut ambil bagian dalam wisata jalan bersama kami. Silahkan hubungi kontak kami Fransiska Rathy (atau Ratee) dialamat dibawah ini. ----- Pesan Diteruskan ---- Dari: fransisca rathy <fransisca_rathy@yahoo.co.id> Kepada: news-transtv@yahoogroups.com Terkirim: Rabu, 10 Oktober, 2007 8:31:13 Topik: AYOO... BERGABUNG BERSAMA JELAJAH ANDA MAU MENCOBA TANTANGAN ... ? SIAP MENCOBA LIBURAN KELUARGA DENGAN CARA BERBEDA ... ? BERGABUNGLAH BERSAMA : " JELAJAH FAMILY" JADILAH BAGIAN DARI KELUARGA JELAJAH ANDA LAH PEMERAN UTAMANYA !!! SEGERA KIRIMKAN CV DAN FOTO KELUARGA ANDA : - USIA AYAH/ IBU 20-50 TAHUN
- MEMILIKI ANAK MINIMAL 2 ORANG
- MENYUKAI AKTIVITAS ALAM
SELAMBAT-LAMBATNYA TANGGAL 15 OKTOBER 2007 VIA E-MAIL KE ALAMAT : fransisca_rathy@yahoo.co.id Contact : Ratee 08158.666.22.11 Tim Jelajah news trans tv gedung Trans TV Lantai 3 Jl. Kapten Tendean Kav. 12-14 A Jakarta Selatan 12790
Jika sekarang dikatakan bhw nyaris semua kantor redaksi tegang, itu tentunya menanti dengan cemas kapan G.Kelud akan meletus. Setiap kantor redaksi media massa ditanah air sudah meminta semua awaknya yg bertugas di Jawa Timur, khususnya kota Kediri dan Blitar untuk tanpa henti mencermati pergerakan gunung Kelud.
Saya sendiri ikutan merasa “cemas” melihat pergerakan gunung ini dari hari kehari. Dikatakan cemas, karena sudah wanti wanti dengan bos dikantor, jika gunung itu akan meletus, saya sungguh bersikeras ingin kesana sambil membawa tim liputan LIVE untuk News Transtv. Sebulan ini, aktifitas gunung ini kian meningkat. Bukannya tambah surut, tapi malahan menjadi jadi. Sehingga banyak yg mengatakan Kelud sudah tinggal mengitung hari saja dan jika telah tiba saatnya, maka itu sama dengan hanya mengitung jam untuk meledak. Saya cemas tidak bisa pergi kesana karena satu dan lain sebab, misal, rumah sekarang dalam kondisi kosong. Pembantu mudik dan tidak ada yg menjaga hewan pets dirumah (tentu saja rumah itu juga). Jika Kelud meletus hanya berselang 2 atau 3 hari setelah lebaran, dan saya gak bisa kesana, rasanya sungguh kecewa. Saya berharap cemas, bhw seharusnya ada disana, bekerja dititik dalam radius 7km lebih dari pusatnya. Ini harapan terbaiknya. Hati ini bersemangat pergi kesana karena ini kesempatan sekali dalam hidup. Rasanya, tidak seumur hidup akan melihat kejadian itu. Ini bakalan menjadi pengalaman jurnalistik “terbaik” dan mengesankan melihat dengan mata kepala bagaimana Kelud menggeliat dihari hari terakhirnya menjelang sebuah letusan hebat. Pengalaman itu berharga, dan tidak akan diperoleh dari buku pelajaran dikelas atau dimanapun. Get there by yourself, and find some valuable lesson. Meliput bencana alam itu berbeda dengan meliput area konflik berat. Saya mungkin kenyang pengalaman pergi kewilayah konflik berdarah yg penuh pembantaian manusia, tapi bekerja diarea bencana alam sungguh beda jauh. Dikantor, saya membuat protokol liputan dikondisi abnormal (hostile environment coverage), didalamnya terdiri acuan pokok cara menjaga keselamatan diri sendiri dan peralatan ketika bekerja meliput diarea berbahaya atau sangat berbahaya. Pengalaman di Kelud, akan menambah isi dari halaman itu secara rinci tentang bagaimana kondisi sebuah gunung 10 jam sebelum meletus hingga 3 hari setelah itu, bagaimana membuat persiapan alat alatnya (untuk siaran live), dan tentu saja bagaimana menjaga keselamatan serta bertahan hidup dalam kondisi minus berat dan terkontaminasi. Event ini menjadi sangat istimewa karena secara mendasar punya perbedaan besar. Perbedaan terbesar disini adalah, kita datang kelokasi gunung Kelud jauh hari sebelum dia meledak dahsyat. Datang sebelum bencana terjadi, lalu melihat bencana didepan mata sambil berusaha tetap selamat, dan kemudian bertahan hidup sekian minggu lagi dilokasi yg telah porak poranda untuk bekerja. Bayangkan, hari ini kita masih melihat Kelud menjulang tinggi, dan tau tau esoknya dia sudah meletus menjadi setinggi bukit saja. Kita bukan saja harus hidup diarea yg terkontaminasi hebat, tapi juga terus tanpa henti bekerja disana. Liputan bencana biasanya terjadi setelah bencana alam misal tsunami di aceh, ini bahkan sebelum kejadian harus sudah disana. Buat org awam, tentunya bertanya, apa bedanya dengan bekerja disini atau dikondisi bencana alam lainnya misal gempa bumi? Tentu saja beda jauh. Letusan gunung berapi mempunyai resiko terburuk yakni tumpahnya material vulkanik yg sangat luarbiasa, bisa mencapai belasan ribu ton kubik disemburkan keudara secara brutal. Sebagian material itu bukan debu halus. Ada yg berupa kerikil, batu sekepalan tangan atau batu sebesar rumah. Dan material itu bukan material dingin. Semua material yg meletup sejauh diatas 5km keudara adalah material panas. Sebagai pembanding, ketika Merapi meletup lalu menimbun bunker hingga tertutup material vulkanik mendidih, ada salah satu pengamat gunung yg lari kedalam bunker itu dan tertimbun disana. Petugas Rescue tidak bisa segera menolong dia karena panasnya material itu. Sepatu boot petugas Rescue bahkan sampai meleleh karena ternyata panasnya bisa mencapai 100*C. Pekerjaan ini tertunda hingga sekian hari lamanya menunggu material tsb dingin dan bisa digali. Selain hal tsb diatas, membuat management kerja untuk siaran live sambil membawa 15 orang crew liputan dan 1 truk peralatan satelit (serta 5 mobil kijang) kewilayah ini jelas sebuah tantangan tersendiri. Tidak mudah memikirkan hal spt ini. Kelud beda dengan Merapi. Kelud hanya meletus sekali, dan begitu hebatnya ledakan tsb konon seperti sebuah bom atom yg menggelegar dahsat dan langsung habis total. Gempa bumi akibat letusan Kelud akan menghantam habis semua rumah disana tanpa ampun. Lalu aliran laharnya sebesar 3juta ton kubik akan lewat dengan suara meraung dengan kecepatan tinggi melalui sungai dan lereng, sebuah suara gemuruh terhebat yg pernah didengar manusia dalam hidupnya. Hal ini jelas beda dengan Merapi yg cuma batuk batuk dan melelehkan lahar berkali kali. (Kondisi letusan Kelud diatas spt apa yg sudah terjadi diletusan beberapa tahun silam, spt yg dicatat oleh sejarah). If I can make a wish, jika memang sudah kehendak Allah gunung itu harus meletus, saya berharap semoga saya diberi kesempatan kesana dan menjajal sendiri apa rasanya bekerja di Blitar atau Kediri, wilayah yang terdekat dg Kelud. Sejarah mengatakan, bahwa sebagian Kediri dan Blitar pernah hancur lebur diluluh lantakan oleh terjangan lahar Kelud. Mungkin dijaman modern ini manusia pintar telah mengerahkan semua upayanya dengan membuat kanal kanal raksasa untuk mencegah jatuhnya korban dan kerusakan. Sejarah mungkin tak akan terulang sama persis, tapi sebagian dari kebenaran yg terjadi dimasa silam pasti akan terulang lagi dijaman ini. Manusia dan waktunyalah yg berbeda. *** hsgautama.multiply.com
Foto ilustrasi dari G.Merapi, Jateng.
.
Diawal minggu puasa, dikantor sudah sibuk mempersiapkan tim liputan PULKAM (pulang kampung) yang akan didrop dititik strategis urat nadi arus mudik.
Tugas mereka, tentu saja meliput hiruk pikuk jutaan manusia yg pulang mudik kekampung masing masing dan membuat siaran LIVE. Ini pekerjaan rutin tiap tahun saat puasa Ramadhan datang.
Karena rutin, maka ini juga menjadi semacam tradisi berlanjut yg diteruskan oleh setiap angkatan disini. Komposisi tim pulkam memang kebanyakan diisi oleh anak baru yang sama sekali tidak paham bagaimana merencanakan liputan LIVE. Siapapun angkatan baru, pasti akan “dijebloskan” di pulkam, inilah tempat latihan mereka yg “paling menakutkan”, bikin perut mulas. Hehehe.
Mereka semua akan diturunkan dititik yg sudah ditentukan pada hari H -7 hingga hari H +7 diruas jalan pantura dan titik vital lainnya.
Dihalaman samping lantai 3 (divisi News), sekarang tiap sore, dijadikan tempat latihan membuat siaran LIVE tektok dari 3 lokasi berbeda. Simulasi siaran LIVE dibuat mendekati aslinya dengan menyertakan isi dan rundown supaya keluar pressure-nya. Acuan teknis panjang lebar diruang rapat langsung dipraktekan.
Tidak ada pelajaran berharga kecuali mengalaminya sendiri, tidak ada hasil yg baik tanpa simulasi yg bagus, dan kesalahan sebagai bagian dari pembelajaran atas diri mereka sendiri juga *** hsgautama .
| Start: | Aug 15, '07 03:00a | | End: | Aug 17, '07 | | Location: | Istana Negara |
Haduh, masuk tujuh belasan lagi. Cek: Rundown acara Equipment LIVE Koordinasi dengan TS dan TX. Perijinan dan akses buat crew. Slot buat SNG truck ** menunggu, menunggu... .
Secara alamiah, kedua "mahluk" ini memang ngocol dan berisik. The ultimate disaster people :-D
Keduanya disatukan disatu program TV yg sama yakni Jelang Siang. Mahluk "suster ngesot" itu menjadi reporter, dan mahluk "drakuli" adalah cameraman. Keduanya jadi anchor (host, pembawa acara, presenter) yang dibawakan dengan cara edan, ngocol, rame, ancur.
Klop kan,... kayak malam ini, mereka taping untuk membuat satu segment lucu lucuan jadi "dua setan rese". Hehehe. Sama gilanya, sama edannya.
HSG *lokasi: ruang samping divisi News
. dua-setan-rese.3gp (1.9 MB)
Setiap senin malam ngobrol sambil dengerin blues di "wapres", warung apresiasi, yg ada di dekat GOR Bulungan barengan temen temen kantor. Kami kesana naik sepeda lalu duduk duduk dengerin musik. Wapres semacam klub musik (cafe musik), semi terbuka, non alkohol, teh poci, dan makanan enak. Murah meriah dan situasinya aman nyaman.
blues-night-w-friends.avi (2.3 MB)

|  | Funbike 480th Jakarta, start dari Monas menuju kekota lalu balik lagi ke Monas. Panitianya diisi oleh anak B2W juga kok. Pembagian kaos dan bike tag disertai imbauan kampanya B2W adalah jatah yg diterima setiap peserta.
Namanya funbike, jadi isinya seneng seneng aja (diusahakan begitu halaah susah juga). Pesertanya banyak, membludak ikutan acara ini. Banyak cewe cakepnya, cuma gak berani kenalan, padahal temen temen juga pengen kenalan hahaha... dasar jomblo akut. Cari cewe aja yg suka sepeda, biar kalo diajak jalan kemana mana bisa, daaaan yg terpenting, kalo beli sepeda baru gak ada protes keberatan (bukan begitu?) Hehehe. Ntar kalo kawin bisa diajak bulan madu pulak dengan touring sepeda, klop kan. Gagal kenalan, jadilah mereka keasikan motretin temen sendiri. Hehehe, gua sih enakan motretin sepeda sendiri. Bukti absah kita di event ini adalah dengan foto sepeda tunggangan, gitu kan.
Perjalanan funbike ini, khusus mencoba riding dengan DAHON Vitesse D7, merah ngejreng. Untuk review sepeda akan menyusul kemudian aja.
http://hsgautama.multiply.com/journal/item/140/Asem_Manis_Sepeda_Lipat_tipe_commuter_bike
HSG
Pesan moral: "pasang mata jika nyopir, mana ada orang buta nyopir, ntar nabrak org lain lagiii..." (gitu kan Oji?)
Foto: barengan rombongan lenong transtv.
Link lain DISINI
Link blog teman al: Oji Oji "gak ade matinye" http://ojifaroz.multiply.com/ Icus "hati Rinto, tampang serem" http://ichoez.multiply.com/ Sacha "Dahon Jakarta" http://svdshop.multiply.com/ Jaffar "The Prince of Love" http://theprincelove.multiply.com/
Daus Autis berat http://adauzzz.multiply.com/
.

. |
Perkenalkan orang gila ini namanya Benu Boeloe. Dan dia baru saja masuk menjadi warga di MP ini.U are welcome to add him but take him with your own risk
 hehehehe Silahkan add dia dilink ini.Foto sengaja dicolong dari blog dia zonder pemberitahuan lebih panjang HSG
| Start: | Mar 14, '07 01:00a | | End: | Mar 17, '07 |
Ngajar kelas "news room management system" Cek jadwal dg kepsek Agus. Cek jadwal dg koresponden Cek meeting program *** bete .... grrrrrr......
 Sore tadi ada perdebatan sengit dimeja rapat produser buletin "REPORTASE Sore" Ada usulan untuk meliput berita perkawinan Poligami dai kondang A.Gymnastiar kedalam listing berita di "REPORTASE" (baik untuk Reportase pagi, sore, atau malam). Saya dan beberapa teman langsung menentang keras. Itu tidak layak masuk dalam kriteria berita buletin/ berita spot news, bahkan masuk kriteria features pun menjadi gamang (apanya yg mau dibuat jadi berita fetures? AGym nya atau poligami?). Urusan poligami adalah wilayah pribadi Gymnastiar, dan dia ini bukan pejabat publik yang harus kita sorot perilakunya. Perkawinan diapun tidak membawa dampak kepada kepentingan publik secuilpun. Mau kawin sampe 5 kalipun itu urusan dia. Memberitakan perkawinan poligami yg non pejabat publik ini artinya membiarkan kita pers masuk kewilayah pribadi, dan kita terang terangan kalap mengejar rating dan share. Jika redaksi media lain masuk lantas memberitakan itu, biarlah mereka melakukan itu di program buletinnya, itu artinya kita punya pandangan beda, dan sah saja beda pendapat. Masyarakat yg menilai dan melihat sendiri siapa yg "sengaja masuk" diwilayah pribadi itu. Berita perkawinan poligami tidak tepat dimasukan dalam program berita buletin, lebih baik serahkan itu kepada program yg sesuai dengan kriteria itu, misal kupasan agama, atau inspiring stories (jika mmg dianggap inspiring lho). Pilihan lain adalah dimasukan ke infotainment gosip yg memang mengejar berita pribadi orang terkenal. Seberapapun populernya dia, jika memang tidak menyentuh wilayah publik, hendaknya program dengan karakter buletin itu tidak ikutan masuk "berbasah basahan". Buletin akan masuk jika muncul ekses akibat poligami itu misal munculnya demo yg secara kuantitatif masif shg membuat jalan macet total, timbul ekses sosial serius kepada lapisan tertentu dimasyarakat, atau demo yg berubah menjadi merusak akibat dai Gymnastiar mempunya istri dua orang. HSG ***** Perdebatan spt ini menjadi perlu dan merupakan jatah tiap sore dirapat untuk membahas apa yg perlu ditayangkan esok harinya, dan tentu saja masalah up to date terkini.Seringkali, ada yg "kalah" dalam berdebat, dan inipun biasa saja. Setuju gak setuju itu soal yg lumrah.Sama spt berdebat mana yg layak berita buletin untuk REPORTASE atau mana yg enga.
| |