HidÄÿÄt's posts with tag: tv

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag tv
Blog EntryPers > Doorstop RicuhJan 12, '08 10:15 AM
for everyone
20 tahun terakhir saat era pers TV modern ditanah air menggelembung, wartawan TV dilapangan nyaris tidak bisa membuat doorstop yg rapih dan teratur. Acara doorstop selalu berujung dengan keriuhan dan saling sikut. Citra buruk ini seakan semakin menjadi jadi dimana saat ini pertumbuhan media cetak dan elektronik kian banyak shg membuat jumlah wartawan membengkak makin besar dilapangan ketika liputan acara besar. Wartawan indonesia sepertinya memang sulit diatur, susah membentuk barisan sederhana yg rapih agar bisa mendapatkan gambar yg bagus. Visual dilayar kaca saat doorstop seakan tidak pernah ada yg bagus selama ini karena kericuhan dilapangan saat liputan.

Tulisan lain ttg ini silahkan klik ini.


 
Thanks to image shack.

.
 

Blog EntryFotografi : Cahaya SelektifDec 25, '07 5:21 PM
for everyone

Berapa ribu kali shutter kamera kalian ditekan saat memotret?
Tanpa sadar, ternyata 99% hasil foto dari kamera itu menghasilkan output yg sama saja tipe pencahayaannya, yakni foto dengan sinar terang benderang. “Foto biasa”, an ordinary picture coming from an ordinary shot, yakni foto dengan cahaya melimpah dimana mana (lihat foto kanan). Pertanyaan sederhana muncul, apakah tidak ingin mencoba hasil yg berbeda dari sebelumnya?

Ketika dulu mengajar dikelas foto (salah satunya,  6 tahun mengajar di Galeri Foto Jurnalistik Antara, kelas fotojurnalistik, foto essay, dan mentor kelas "hardcore" dark room teknik cuci-cetak hitam putih celluloid), banyak mantan murid yg gagal dibab bahasan “light and form”. Memahami konsep cahaya dan bentuk itu salah satu pemahaman penting bagaimana menciptakan “ilusi visual”. Disinilah maka akan muncul “rasa” misal: pria difoto itu tampak renta, kasihan, sedih, ilusi inilah yg memicu perasaan dihati org yg melihat kesana. Tanpa itu, foto itu bakalan datar saja tanpa greget.

 
Cahaya menciptakan sebuah bentuk tegas benda disekitarnya (namanya juga "Fotografos": melukis dengan cahaya). Pertanyaanya, kita mau pakai cahaya apa dan bagaimana?  Cahaya itulah yg akan memberi bentuk khas diobyek foto kita. Jika cahayanya asal jadi, maka hasilnya juga asal jadi saja. Salah satunya, membuat hasil ribuan foto dengan cahaya sama saja dari tahun ketahun. Cobalah buat sesuatu yg beda, yakni dengan merubah tipe cahayanya.

Konsep ini pernah dikenal dulu dengan nama “selective metering light”, ada yg bilang cahaya kreatif. Apalah nama itu, boleh sebut apa saja. Intinya, adalah memilih arah datangnya sinar, dan menyatukannya dengan karakter obyek tsb shg diperoleh hasil beda. Beberapa contoh hasil fotonya ada dibawah ini.


 




..

 







http://www.idfa.nl/Default.aspx

Film Festival: IDFA

IDFA 2007The International Documentary Film Festival Amsterdam is the largest documentary festival in the world. Every year since 1988, more than 250 international documentaries are screened for a huge number of film lovers and professionals. The festival is an exciting meeting place for directors, producers, buyers, financiers and audiences alike.

This year celebrating its 20th anniversary, IDFA takes place between 22 November and 2 December.

Film Programme
IDFA is unique for its international film programme, the variety of genres, its politically committed programme and the many European and world premieres featured each year. Add to that the presence of many filmmakers, sizeable audiences, all the discussions and debates, workshops, masterclasses and the experienced staff, and it's no wonder IDFA is the pre-eminent festival for creative documentaries.

To view this year's entire programme, click here.

Creative documentaries
During IDFA, creative documentaries take centre stage. This means that IDFA chooses films which express the filmmaker's point of view in a creative and cinematic manner. The selection takes place on the basis of clear criteria. IDFA searches for documentaries that are cinematically intriguing or innovative, are relevant or highly topical to society at large, and stimulate the viewer to reflect, discuss and ask questions. IDFA strives for an international, diverse, topical and politically committed programme.

International documentary institution
Aside from the festival, IDFA consists of three other components: the Jan Vrijman Fund, the FORUM and Docs for Sale. All of these were established in order to improve the international climate for creative documentaries.

The Jan Vrijman Fund offers support to documentary projects and festivals in developing countries, the FORUM is Europe's biggest co-financing market for international documentary productions, and Docs for Sale is an international documentary market where buyers, sales agents and distributors can see a selection from the best creative documentaries of the past year. Together, these activities have propelled IDFA to its current, top-ranked status within the world of creative documentary cinema.

Celebrating 20 years of IDFA
2007 is a special year for IDFA. It marks the 20th anniversary of the festival, which, together with the FORUM, Docs for Sale and the Jan Vrijman Fund, is now one of the most influential documentary institutes in the world. To celebrate this, a host of special programmes and events will be taking place during this year's festival.
Opening Film

The twentieth IDFA will open with Operation Homecoming: Writing the Wartime Experience by Richard Robbins. This film centres around the letters, poems, essays and diary fragments of American soldiers serving in Iraq. The film is based on a project by the National Endowment for the Arts, whereby soldiers in Iraq and Afghanistan and members of their families wrote down their thoughts and experiences.

The project resulted in some 1,600 poems, letters, stories, diaries and essays, a number of which form the heart of this film. Varying visual styles present the different types of text, and changing moods - which are usually sombre and violent, but on occasion also funny and consoling.
Masterclasses

This year IDFA presents several masterclasses and presentations by renowned filmmakers such as Maziar Bahari (Iran), Paul Fierlinger (USA) and Werner Herzog (Germany/USA).
Locations

Festival Theatres
Pathé Tuschinski | Reguliersbreestraat 26
Pathé de Munt | Vijzelstraat 15

Central Box Office
Pathé Tuschinski Arthouse (entrance next to Pathé Tuschinski)

Festival Café
Cineac | Reguliersbreestraat 31 - 35
Open 09.00 - 22.00 uur: café, breakfast and lunch, restaurant

Talk of the Day / Festival Lounge
Compagnietheater | Kloveniersburgwal 50

Dancenights
Studio80 | Rembrandtplein 17
Tickets

Ticket sales

    * From now on tickets for the special selections (see list in right column, amongst others Best of IDFA and the Lustrum Event) are available online
    * Regular festival tickets are also on sale online
    * As of Friday 16 November, tickets will be on sale at the Festival Box Office in Pathé Tuschinski Arthouse
    * Starting Friday 16 November, you can also reserve by phone: 020 427 2778

Opening hours Festival Box Office at Pathé Tuschinski Arthouse

    * 16 - 21 November 14:00 - 20:00
    * 22 November 14:00 - 22:00
    * 23 November - 2 December 09:00 until 15 minutes after the start of the last film

Opening hours Internet Box Office at Pathé de Munt

    * 23 November - 2 December 09:00 until 15 minutes after the start of the last film
    * At Pathé de Munt internet orders can be picked up

Phone reservations: 020 427 2778

    * 16 - 22 November 14:00 - 20:00
    * 23 November - 1 December 09:30-20:30

Additional information
The main Festival Box Office is located in Pathé Tuschinski Arthouse.
At Pathé de Munt, there will also be a box office for daily sales and reserved tickets.
Reservations are to be made by phone or online, not at the box office, and cannot be made the same day as the screening you wish to attend.
Reserved tickets must be picked up 45 minutes prior to show time.

IDFA Voordeelpas (Advantage Pass)
If you plan to attend multiple screenings, purchase a Voordeelpas at www.idfa.nl or the Main Festival Box Office. The Voordeelpas costs € 20,00, and each ticket you buy will then cost € 5,50 instead of € 8,00. The Voordeelpas also offers discounts on special selections such as The Best of IDFA and the Masterclasses.



Blog EntryTIPS > Wadah Bekas Permen Untuk EarphonesNov 29, '07 10:44 PM
for everyone


Earphones adalah salah satu alat yg harus dibawa oleh setiap camera person (disini lazim disebut sebagai cameraman, padahal profesi ini juga ada cewe nya, jadi kalo dikantor disebutnya: CAMPERS, atau camera person). Fungsinya, untuk mengecek dan merasakan kualitas suara yg dihasilkan ketika melakukan setup alat audio atau atau menjaga level suara ketika taping berlangsung.
Pilihan akan earphones adalah soal sisi praktis dibanding harus memakai headphones karena dimensinya yg mungil. Dan, tidak ada cara pengecekan audio yg bagus kecuali melalui dua cara: pertama mata melihat bars level, lalu telinga menilainya baik baik dengan menyimak kualitas audio yg dihasilkan. Jadi membawa earphones hukumnya mutlak, dan harus ada dikantong celana. Jangan jadi campers jika tidak mau membawa earphones, alat ini sama vitalnya dengan membawa utility tools dipinggang.

Selain dipakai untuk kerja, earphones bisa dipakai untuk mendengarkan musik. Jadi menjaga keutuhan fisik benda ini sama pentingnya dengan menjaga peralatan lain yg dibawa serta dalam perjalanan. Melindunginya dalam wadah keras tertutup akan menjaga dia tertindih atau rusak secara tidak sengaja. Tempat bekas permen ini juga bisa melindungi earphones dari air serta debu berlebih.

** Kotak didapatkan dari beli permen di mini market.





LinkShure - Mixers And DSPNov 29, '07 9:18 PM
for everyone
Link: http://www.shure.com/ProAudio/Products/MixersAndDSP/index.htm

Website mixer keluaran SHURE.
Keren, oke, hmmm....

Foto dari web tsb.


Blog EntryCemas menanti letusan besarOct 6, '07 6:07 PM
for everyone

Jika sekarang dikatakan bhw nyaris semua kantor redaksi tegang, itu tentunya menanti dengan cemas kapan G.Kelud akan meletus. Setiap kantor redaksi media massa ditanah air sudah  meminta semua awaknya yg bertugas di Jawa Timur, khususnya kota Kediri dan Blitar untuk tanpa henti mencermati pergerakan gunung Kelud.


Saya sendiri ikutan merasa “cemas” melihat pergerakan gunung ini dari hari kehari. Dikatakan cemas, karena sudah wanti wanti dengan bos dikantor, jika gunung itu akan meletus, saya sungguh bersikeras ingin kesana sambil membawa tim liputan LIVE untuk News Transtv.
Sebulan ini, aktifitas gunung ini kian meningkat. Bukannya tambah surut, tapi malahan menjadi jadi. Sehingga banyak yg mengatakan Kelud sudah tinggal mengitung hari saja dan jika telah tiba saatnya, maka itu sama dengan hanya mengitung jam untuk meledak. 

Saya cemas tidak bisa pergi kesana karena satu dan lain sebab, misal, rumah sekarang dalam kondisi kosong. Pembantu mudik dan tidak ada yg menjaga hewan pets dirumah (tentu saja rumah itu juga). Jika Kelud meletus hanya berselang 2 atau 3 hari setelah lebaran, dan saya gak bisa kesana, rasanya sungguh kecewa. Saya berharap cemas, bhw seharusnya ada disana, bekerja dititik dalam radius 7km  lebih dari pusatnya. Ini harapan terbaiknya.

Hati ini bersemangat pergi kesana karena ini kesempatan sekali dalam hidup. Rasanya, tidak seumur hidup akan melihat kejadian itu. Ini bakalan menjadi pengalaman jurnalistik “terbaik” dan mengesankan melihat dengan mata kepala bagaimana Kelud menggeliat dihari hari terakhirnya menjelang sebuah letusan hebat. Pengalaman itu berharga, dan tidak akan diperoleh dari buku pelajaran dikelas atau dimanapun.
Get there by yourself, and find some valuable lesson.

Meliput bencana alam itu berbeda dengan meliput area konflik berat. Saya mungkin kenyang pengalaman pergi kewilayah konflik berdarah yg penuh pembantaian manusia, tapi bekerja diarea bencana alam sungguh beda jauh. Dikantor, saya membuat protokol liputan dikondisi abnormal (hostile environment coverage), didalamnya terdiri acuan pokok cara menjaga keselamatan diri sendiri dan peralatan ketika bekerja meliput diarea berbahaya atau sangat berbahaya. Pengalaman di Kelud, akan menambah isi dari halaman itu secara rinci tentang bagaimana kondisi sebuah gunung 10 jam sebelum meletus hingga 3 hari setelah itu, bagaimana membuat persiapan alat alatnya (untuk siaran live), dan tentu saja bagaimana menjaga keselamatan serta bertahan   hidup dalam kondisi minus berat dan terkontaminasi.

Event ini menjadi sangat istimewa karena secara mendasar punya perbedaan besar.
Perbedaan terbesar disini adalah, kita
datang kelokasi gunung Kelud jauh hari sebelum dia meledak dahsyat. Datang sebelum bencana terjadi, lalu melihat bencana didepan mata sambil berusaha tetap selamat, dan kemudian bertahan hidup sekian minggu lagi dilokasi yg telah porak poranda untuk bekerja. Bayangkan, hari ini kita masih melihat Kelud menjulang tinggi, dan tau tau esoknya dia sudah meletus menjadi setinggi bukit saja. Kita bukan saja harus hidup diarea yg terkontaminasi hebat, tapi juga terus tanpa henti bekerja disana. Liputan bencana biasanya terjadi setelah bencana alam misal tsunami di aceh, ini bahkan sebelum kejadian harus sudah disana.


Buat org awam, tentunya bertanya, apa bedanya dengan bekerja disini atau dikondisi bencana alam lainnya misal gempa bumi?  Tentu saja beda jauh. Letusan gunung berapi mempunyai resiko terburuk yakni tumpahnya material
vulkanik yg sangat luarbiasa, bisa mencapai belasan ribu ton kubik   disemburkan keudara secara brutal. Sebagian material itu bukan debu halus. Ada yg berupa kerikil, batu sekepalan tangan atau batu sebesar rumah. Dan material itu bukan material dingin. Semua material yg meletup sejauh diatas 5km keudara adalah material panas.
Sebagai pembanding, ketika Merapi meletup lalu menimbun bunker hingga tertutup material vulkanik mendidih, ada salah satu pengamat gunung yg lari kedalam bunker itu dan tertimbun disana. Petugas Rescue tidak bisa segera  menolong dia karena panasnya material itu. Sepatu boot petugas Rescue bahkan sampai meleleh karena ternyata panasnya bisa mencapai 100*C. Pekerjaan ini tertunda hingga sekian hari lamanya menunggu material tsb dingin dan bisa digali.

Selain hal tsb diatas, membuat management kerja untuk siaran live sambil membawa 15 orang crew liputan dan 1 truk peralatan satelit (serta 5 mobil kijang) kewilayah ini jelas sebuah tantangan tersendiri. Tidak mudah memikirkan hal spt ini.
Kelud beda dengan Merapi. Kelud hanya meletus sekali, dan begitu hebatnya ledakan tsb
konon seperti sebuah bom atom yg menggelegar dahsat dan langsung habis total. Gempa bumi akibat letusan Kelud akan menghantam habis semua rumah disana tanpa ampun. Lalu aliran laharnya sebesar 3juta ton kubik akan lewat dengan suara meraung dengan kecepatan tinggi melalui sungai dan lereng, sebuah suara gemuruh terhebat yg pernah didengar manusia dalam hidupnya.  Hal ini jelas beda dengan Merapi yg cuma batuk batuk dan melelehkan lahar berkali kali. (Kondisi letusan Kelud diatas spt apa yg sudah terjadi diletusan beberapa tahun silam, spt yg dicatat oleh sejarah).
 

If I can make a wish, jika memang sudah kehendak Allah gunung itu harus meletus, saya berharap semoga saya diberi kesempatan kesana dan menjajal sendiri apa rasanya bekerja di Blitar atau Kediri, wilayah yang terdekat dg Kelud.
Sejarah mengatakan, bahwa sebagian Kediri dan Blitar pernah hancur lebur diluluh lantakan oleh terjangan lahar Kelud. Mungkin dijaman modern ini
manusia pintar telah mengerahkan semua upayanya dengan membuat kanal kanal raksasa untuk mencegah jatuhnya korban dan kerusakan. Sejarah mungkin tak akan terulang sama persis, tapi sebagian dari kebenaran yg terjadi dimasa silam pasti akan terulang lagi dijaman ini. Manusia dan waktunyalah yg berbeda.  *** hsgautama.multiply.com



Foto ilustrasi dari G.Merapi, Jateng.




.


Blog EntryKenalkan warga baru MP, si Benu BoeloeMar 22, '07 6:27 PM
for everyone
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Perkenalkan orang gila ini namanya Benu Boeloe.
Dan dia baru saja masuk menjadi warga di MP ini.


U are welcome to add him
but take him with your own risk

hehehehe


Silahkan add dia dilink ini.


Foto sengaja dicolong dari blog dia zonder pemberitahuan lebih panjang



HSG






Blog EntryPoligami AGym? No way !!Dec 5, '06 11:11 AM
for everyone

Sore tadi ada perdebatan sengit dimeja rapat produser buletin "REPORTASE Sore"
Ada usulan untuk meliput berita perkawinan Poligami dai kondang A.Gymnastiar kedalam
listing berita di "REPORTASE" (baik untuk Reportase pagi, sore, atau malam).

Saya dan beberapa teman langsung menentang keras.
Itu tidak layak masuk dalam kriteria berita buletin/ berita spot news, bahkan masuk
kriteria features pun menjadi gamang (apanya yg mau dibuat jadi berita fetures?
AGym nya atau poligami?).

Urusan poligami adalah wilayah pribadi Gymnastiar, dan dia ini bukan pejabat publik yang harus kita sorot perilakunya. Perkawinan diapun tidak membawa dampak kepada kepentingan publik secuilpun. Mau kawin sampe 5 kalipun itu urusan dia.
Memberitakan perkawinan poligami yg non pejabat publik ini artinya membiarkan kita pers
masuk kewilayah pribadi, dan kita terang terangan kalap mengejar rating dan share.
Jika redaksi media lain masuk lantas memberitakan itu, biarlah mereka melakukan itu di program buletinnya,
itu artinya kita punya pandangan beda, dan sah saja beda pendapat. Masyarakat yg menilai dan melihat sendiri siapa yg "sengaja masuk" diwilayah pribadi itu.

Berita perkawinan poligami tidak tepat dimasukan dalam program berita buletin, lebih baik
serahkan itu kepada program yg sesuai dengan kriteria itu, misal kupasan agama, atau
inspiring stories (jika mmg dianggap inspiring lho). Pilihan lain adalah dimasukan ke
infotainment gosip yg memang mengejar berita pribadi orang terkenal.

Seberapapun populernya dia, jika memang tidak menyentuh wilayah publik, hendaknya program
dengan karakter buletin itu tidak ikutan masuk "berbasah basahan". Buletin akan masuk jika
muncul ekses akibat poligami itu misal munculnya demo yg secara kuantitatif masif shg membuat
jalan macet total, timbul ekses sosial serius kepada lapisan tertentu dimasyarakat, atau demo
yg berubah menjadi merusak akibat dai Gymnastiar mempunya istri dua orang.


HSG

*****
Perdebatan spt ini menjadi perlu dan merupakan jatah tiap sore dirapat untuk membahas apa
yg perlu ditayangkan esok harinya, dan tentu saja masalah up to date terkini.
Seringkali, ada yg "kalah" dalam berdebat, dan inipun biasa saja. Setuju gak setuju itu soal yg lumrah.
Sama spt berdebat mana yg layak berita buletin untuk REPORTASE atau mana yg enga.





Blog EntryMaria Eva datang di redaksi.Dec 4, '06 1:14 PM
for everyone




















Maria Eva, penyanyi dangdut yang seminggu ini dihebohkan mempunyai hubungan seks dengan salah satu anggota DPR, datang ke redaksi news transtv untuk wawancara live diprogram buletin "Reportase Sore". Sorenya sebelum ke Transtv Tendean Jakarta, dia membuat konferensi pers ditempat lain. Dia datang tidak sendirian, Ruhut dan managernya juga ikut mendampingi.

Wwc Maria Eva selama kurang lebih 10 menit untuk menjelaskan kasus menyebarnya rekaman video hp hubungan gelapnya dengan anggota DPR tsb. Sepanjang wwc, beberapa kawan diredaksi langsung behenti bekerja dan menyimak isi pembicaraan tsb.

Saya tidak tahu harus berkomentar apa. Dan sejujurnya, saya gak pengen komentar apapun melihat dan mendengar apa yg dikatakan dia selama wwc live tsb (spt yg sudah kalian tonton juga sore tadi).

Nilai nilai dikepala saya gak penting diutarakan disini.

Hanya saja, saya katakan, dia adalah korban dari sikap gaptek teknologi.
Punya hp bagus dan canggih tapi sayang gak tau aspek teknisnya shg gambar itu bobol keluar. Dia bukan satu satunya perempuan yg gaptek. Saya yakin masih ada banyak org diluar sana yg gaptek juga dengan aspek teknis ini shg tidak sadar mereka menanam bom waktu.

Mungkin lain waktu akan saya bahas disini gimana caranya membuat keamanan data di HP dan bagaimana seluk beluk sebuah gambar pribadi (semacam itulah) bisa bobol keluar.
Kalo begini, urusan pribadi akhirnya menjadi konsumsi publik juga.
(Remember, we are not living in a nice society... )






Blog EntryNantikan, TV LCD plasma buatan CinaNov 28, '06 2:16 AM
for everyone

 



Satu siang disudut ngopi teman teman muncul pembicaraan bahwa TV LCD atau plasma super flat buatan Cina akan masuk kepasar Indonesia tidak lama lagi. Bisa jadi tahun depan, Glodok sudah akan memajang TV flat itu dengan harga super miring.  TV LCD super flat memang sedang naik daun. Nyaris semua toko elektronik memajang TV ini. Ditahap ini, tampaknya itu menjadi simbol status baru.  Harganya yg selangit membuat TV ini memang hanya bisa dibeli oleh kelompok yg punya duit berlebih. Punya itu, artinya yaaa kelas sosial “tajir”. Begitulah.  Nantinya ketika produk Cina itu masuk kemari, bisa dipastikan akan merontokan dominasi TV flat Jepang yang sudah merajalela.



Buatan Cina memang terkenal murmer. Memang ada kurangnya seperti diragukan daya tahannya yang tidak se awet Jepang, atau fungsinya yg tidak selengkap buatan Jepang.Tapi toh, TV LCD tetap godaan bagi konsumen yang ingin ruangan rumahnya tampak beda dengan memajang satu unit barang itu.



Produk Cina ini punya banyak nama. Ada yg mirip mirip dengan Jepang, misalnya TV Plasma TONI, asli uatan cina. Nama yg lucu, plesetan dari SONY jepang. Apapun namanya, toh itu tetap LCD plasma yg membuat mata adem dan teduh karena teknologi ini tidak lagi memakai tabung CRT di TV kuno.  Deretan produk TV LCD cina bisa dicek disini. 




Kemarin ketika jalan ke pameran Audio Visual di JHCC, deretan stand produk raksasa Jepang jor oran memajang TV flat ini. Promonya gencar dan bujukan rayuan promo girlnya juga semaut harga barangnya. Mereka memang berburu dengan waktu. Sebentar lagi produk Cina masuk, maka mereka cuma jadi barang tua teronggok digudangnya.







Ready for PLASMA TV ? Then wait until China product hit the market. Crazy price,  and cool stuff.




HSG




My Footprint     Kolom HSG




 




 



Blog Entry"FENOMENA" cari presenter/ host anyarNov 21, '06 10:51 AM
for everyone

THE NEW

FENOMENA

 

URGENTLY:
PRESENTER



Wanita, usia 25 – 30 tahun
-Smart/ Intelektual & Sensual
-Tinggi badan min 165 cm
-Bentuk Tubuh Proporsional & Penampilan menarik
-Bersedia bekerja dibawah tekanan
-Lulusan S1
•Melampirkan CV & foto 2 lbr (Close Up & Seluruh Tubuh)
•Deadline 24 November 2006
•Lamaran by e-mail:
       anie_rahmi@yahoo.com
       novari_yk@yahoo.com
•Or By Mail:
Redaksi Fenomena
PT. Televisi Tranformasi Indonesia
Jl. Kapt. P. Tendean Kav 12-14A
Jakarta 12790

Tim Fenomena

 

 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help