HidÄÿÄt's posts with tag: vw mania

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag vw mania
ReviewReviewReviewReviewPelapis Silicon untuk Jaket Hujan dan SepatuMar 23, '08 10:55 PM
for everyone
Category:Other
Jika jaket Rain coat andelan kalian sudah tidak bisa menahan air hujan padahal brand nya bagus dan secara fisik masih tampak oke, coba lapisi dengan spray khusus dari bahan silicon ini.
Brand produk bernama SILICON WATER Guard ini akan memberikan lapisan lilin kuat di bahan jaket dan membuat air hujan akan meluncur turun mirip kepleset tanpa meresap. Janji produk yg diperuntukan bagi pemakaian heavy duty ini, bahan jaket akan tetap mampu breathable, dan tidak berbau.
Jadi jika masih ada jaket Lafuma, atau ada tas ransel bagus, dan sepatu kanvas boot yg oke, jangan keburu dibuang jika air hujan merembes masuk, coba dulu semprot dengan ini. Dijamin lapisan lilinnya akan kembali utuh. Mirip bulu angsa, air tidak akan meresap masuk.

Di Jakarta, barang ini kayaknya cuma ada di ESTA, salah satu toko penjual peralatan outdoor di Pangrango Mall, salah satu mall lawas yg ada didepan Kebun Raya Bogor samping PMI Bogor.
ESTA adalah milik salah satu jagoan pemetaan gua bawah tanah disini, yakni om Away.

Link: www.atsko.com






.

Photo AlbumVolkswagen Jambore Nasional 3 (14 photos)Dec 23, '07 6:11 AM
for everyone

Museum Satria Mandala.
Seru dan meriah.







.

EventJambore Nasional Volkswagen 3Dec 21, '07 3:16 PM
for everyone
Start:     Dec 22, '07
End:     Dec 23, '07
Location:     Satria Mandala, jakarta
> >>
> >> Dalam rangka* Jambore Nasional Volkswagen III, Volkswagen Van
> >> Club*mengundang seluruh Club VW,
> >> para pencinta, pemilik, penggemar, serta Asosiasi bursa,,Tamoci yang
> >> berada
> >> di Indonesia untuk hadir pada :
> >>
> >> Hari : *Sabtu dan Minggu*
> >>
> >> Tanggal : *22-23 Desember 2007 *
> >>
> >> Tempat : *MuseumSatria mandala*
> >>
> >> * Jl.Gatot Subroto-Jakarta Selatan*
> >>
> >> Besar harapan kami rekan rekan beserta keluarga untuk dapat hadir dan
> >> memeriahkan acara tersebut yang bertemakan *" Pesta Volkswagen Akhir
> >> Tahun"*
> >>
> >> Untuk kelancaran, Kami mengharapkan bantuan rekan rekan untuk segera
> >> mungkin
> >> menghubungi panita untuk melakukan pendaftaran.
> >>
> >> Untuk lebih jelasnya, terlampir kami sampaikan berbagai informasi
> >> penting
> >> mengenai acara tersebut diatas.
> >>
> >> Demikian disampaikan atas perhatiannya Kami ucapkan terima kasih.
> >>
> >> *LETS ROCK AND RUMBLE*
> >>
> >> * *
> >>
> >> Salam
> >>


Photo Album Super Dome Family Tent (13 photos)Nov 10, '07 9:09 AM
for everyone

Tenda dome raksasa, VANGO, untuk satu keluarga.
Dilengkapi dua kamar tertutup, bisa diisi hingga 6 orang (4 ideal).
Plus ruang tengah yg sangat lebar, bisa untuk meletakan 3 sepeda motor bebek, atau barang barang, atau memasak. Atau dapat dipakai tidur 4 orang ditengahnya.

REVIEW komplit disini








.

Photo AlbumSisa dari perjalanan cuti Mei (30 photos)Jun 1, '07 12:00 PM
for everyone

Fine shot, fine size.




HSG

** masih akan nambah...


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket



.
.

Photo AlbumShort Visit > Keep Bandung nice euy! (15 photos)May 24, '07 6:02 AM
for everyone

Penutup cuti liburan.
Masuk kota Bandung, lalu diajak Iwong rekan kami mengunjungi rumah keluarganya disebuah desa bernama Legok Huni, Wanayasa yg berada diketinggian 730m dari permukaan laut. Cerita ttg Legokhuni berlanjut besok aja.


.....

.....

.

Blog EntryShort Visit > Genjot Maning bapake!May 21, '07 11:21 AM
for everyone

Menuju ke Barat kembali, begitulah arah Combi ini bergerak.
Bukannya pengen menyamakan dengan cerita pendeta suci ditemani oleh dewa kera Sun Go Kong, dan
kedua kawannya menuju ke Barat untuk mencari pencerahan dalam hidup. Yang jelas, kembalinya kami mengarah ke Barat sama saja dengan cuti kami hampir habis alias masuk kerja lagi.

Rasanya engga rela cuti ini habis (sambil geleng kepala keheranan: kok cepet banget sih cuti habis?). Gua yakin sapapun yg membaca line diatas (apalagi teman kantor) pasti akan marah marah, hahaha. Jujur aja, liburan berikutnya sudah dirancang dikepala ini kok. Esa hilang, dua terbilang, … cuti abis, yaaa cepetan cari liburan lagi.

Kemarin lusa, dari Jogja dengan santai kita masuk ke Purwokerto. Kota ini berkembang luarbiasa pesat. Kaget juga liat isi kotanya begitu besar.

Apa yg terbayang mengenai kota ini adalah lawakan lucu. Iya betul. Lha  orang sini kalo ngomong “jawa ngapak-ngapak”. Pencitraan orang Banyumas dalam kacamata nasional adalah logat dan dialek mereka biasanya digunakan untuk artis lawak. Logat “ngapak-ngapak” dikenal luas di panggung srimulat atau melalui personifikasi mbak Cici  (dikenal dengan nama Cici Tegal ) salah satu artis lawak beken. Mau gak mau kita juga terpengaruh dengan cap begitu ketika jalan jalan dikota ini. Setiap orang yg ditemui disini ngomongnya yaaa begitu. Tawar menawar dengan tukang becak juga diselengi dengan senyum tertahan kami.

Kita: “Bapake, nyong arepe ke mall pira” (hey Pak, kalo aku ke mall berapa duit?”)
Becak: “Biasa bae laaah, patang ewuuu” (bisalah, empat rebu aja)
Kita: “Halah, parek kiye bapake, telung ewu bae laaah” (deket gitu kok, pak, tiga rebu aja).

It has no manner if we make a laugh, really. Hehehe.

Di Purwokerto, kami menyempatkan mampir di “Bendung Gerak Serayu” yang letaknya hanya 30 menit dari pusat kota. Bendungan ini menahan arus laju air dari Sungai Serayu.

Pemandangan disini lumayan apik. Lekukan lereng gunung dan hutan yg melingkupi area ini cantik. Gak kalah dengan pinggul perempuan yg kegenitan melenggok gak ada

capeknya. Barisan hutan mempunyai gradasi berlapis. Menggambarkan area ini persis dilukisan cina yg dipenuhi gradasi berlapis dari kumpulan kabut. Sayang area disini termasuk panas menyengat, bukan pegunungan sejuk.

Keasikan main ditepian S.Serayu kami akhirnya kesorean. Sepeda dilipat cepat dan segera menuju kota kecamatan terdekat yg hanya berjarak 15 menit untuk mencari hotel. Kota kecil ini bernama Wangon. Kota ini merupakan pertigaan vital yg menghubungkan Purwokerto – Cilacap – Tasikmalaya (ke Bandung). Karena merupakan pertigaan, gak heran kota kecil ini hidup dari jalur lintas utama. Hotel disini dipakai sebagai penginapan transit.

Nama Wangon mempunyai penafsiran berdasarkan legenda yg tumbuh diorang  setempat. Wangon diduga berasal dari kata “Wangun”. Artinya “pantas”. Arti lainnya, berarti aliran sungai irigasi. Mana yang benar gak tau. Kira kira begitulah maksudnya.

Lepas dari Wangon kami meluncur menuju Garut.
Tepat di kilometer 100 dari Purwokerto yakni perbatasan Mejenang, kami makan siang di resto Pringsewu. Ketika menjejakan
kaki masuk kedalam, mendadak saya ditegur ramah bersahabat dari sesorg: “Mas Gautama ya, apa kabar?”. Bengong sesaat, kaget juga ada yg menyapa disini. Ehh taunya kita kenal lama di milis sabtuminggu. Namanya mas Wicak. Email dan tulisan dia kerap terbaca didalam mailbox saya. Gak nyangka kita tatap muka disini, hampir 300 km dari Jakarta, hahaha. Mas Wicak adalah orang yg ramah dan menyenangkan. Chit chat pendek dipintu masuk resto biarpun singkat, toh terasa enak dan bersahabat, seperti teman lama yg hilang 5 tahun.

Malam kami menginap di Garut.
Disini, kami menginap dihotel mungil milik keluarga Meina. Perempuan cantik dan ramah ini adalah “kawan deket” dari koresponden kami diwilayah Tasik, Budi Pardiana. Yaa begitulah arti dari “kawan
dekat” hehehehe.

Ketika masuk kekota Garut, dia Meina menjemput kami didepan jalan Ciledug. Dari situ dia membantu kami masuk kearah Wisma Rengganis milik keluarga dia. Sepanjang sore kami banyak ditemani dia ngobrol panjang. Kami harus banyak tanya ini itu buat menyusun perjalanan besok mengitari wilayah ini. Mumpung masih di Garut, apa aja akan kita cobain deh.

Selain ketemu Meina, kita berdua juga ditemani oleh mahluk kecil bernama Jeihan. Sumpe, ini anak lucuuuu abis. Kekeke. I recently fall in love with this kid, her warm smile are trully touch my heart. Jeihan menemani gua mengetik naskah ini sambil tertawa tawa melihat fotonya didalam laptop. Hehehe.

Hsgautama.


Photo AlbumShort Visit > Ngapak Maning, kiye (24 photos)May 20, '07 10:02 AM
for everyone

Aaaah lepas dari Jogja...
melaju menuju Purwokerto, lantas menyusuri Sungai Serayu.
Buat yang suka mbolos ketika pejaran geografi saat masih SD, pasti gak tau dimana letaknya Sungai Serayu. Sungai ini besar sangat panjang. Debit aliran airnya lumayan kencang dan masive.

Dari kota Purwokerto jalanlah menuju Cilacap sejauh 30 menit, dilokasi ini dibuat sebuah dam penaham air yg dikenal dengan nama "Bendung Gerak Serayu". Maksudnya, bendungan ini untuk menahan laju arus air sungai Serayu.
Disini pemadangannya lumayan top. Treknya juga oke. Ada aspal, ada trek kampung. Melimpah dan variatif dengan tingkat kesulitan beragam.

Kami kesorean maen disini, akhrnya diputuskan menginap saja di Wangon, salah satu kota kecamatan terdekat darisini. Kota kecil yang dibelah oleh jalur urat nadi antara Jogja ke Bandung. Wangon adalah sebuah pertigaan dari Purwokerto, Cilacap, dan ke Bandung. Kalo masih bingung, coba kek liat peta biar tau dimana Wangon itu.

Neng Purwokerto iyong ngapak maning kiye, mumet mumeet duh duh...

:-D




.





Fun biking ringan disekitar Ratu Boko.
Setelah itu segera ke Kota Gede dan Kasongan.
Menginap dikotagede, ada hotel tua sangat "njawani" arsitekturnya, Hotel Sekar Kedathon. Rate semalam 400 ribuan bisa dikorting jadi 200 rebuan berkat hubungan baik dengan teman teman setempat, hak hak hak, we are a lucky bastard.

HSG





Jogja all arround, ngiterin wilayah disini.
Trus main kewilayah kompleks candi terbesar di jogja dan Jawa Tengah ini yakni desa Klurak dan diputaran Dukuh Plaosan.
Muterin desa yg teduh penuh dengan sawah luas. Nama populer wilayah ini disebut sebagai candi Prambanan, candi Plaosan Lor, Candi Asu, Candi Bubrah, Candi Sewu, dan kompleks besar candi Boko. Masih ada lainnya, banyak, banyak, disini memang gudang candi.

HSG



"Short Visit" adalah cerita ttg perjalanan cuti dari tgl 05-27 Mei 2007.
Maaf jika komentar engga sempat dibalas krn kami masih dalam perjalanan dimobil atau terhenti disatu sudut desa.
Foto dan blog akan diupdate terus sepanjang perjalanan







.

Blog EntryShort Visit > Menengok Desa DarumMay 9, '07 3:34 PM
for everyone

Kemiringan 30 derajat tanpa henti muncul didepan mata ketika menuju ke Desa Darum (1250m). Combi ini dengan isi fully loaded dijejali peralatan dan kami didalamnya, terus digenjot naik menuju desa terakhir dikelurahan Candi, kecamatan Bandungan, Ungaran, Jateng.


Derajat kemiringan jalan dilereng Gunung Ungaran ini memang membuat hati ciut dan bergetar mengingat sangat menukik naik. Nama desa ini dalam peta wisata dikenal dengan nama “Candi Gedong Songo”. Tidak banyak yang tahu jika disebut dengan nama aslinya yakni Darum.


Sore begitu tiba disini langsung mengeluarkan sepeda menjajal sisi samping lereng terjal melewati kebun penduduk. Puluhan ladang sayur mayur terbentang luas disini. Tidak besar besaran, skalanya masih tradisionil.

Jalannya dari tanah berbatu dan berlubang. Namanya jalan single trek digunung, yaa gitulah. Kemiringannya yg gila bikin fisik capek berkutat mengatasi tanjakan 15 ke 30 derajat (bervariasi), dan jaraknya yang tidak ada putus nanjak.

Gile, mampus napas ini kayak dipotong potong. Malam hari ketika makan membabi buta kayak kuli. Dua porsi disikat abis masuk perut. Duh, capek sesorean tadi jadi bikin perut lapaaaar berat.


Pesan moral sore ini: sekalipun didalam tubuh menjerit sakit, lebih baik dilawan sekuatnya. Cuma sebentar.. cuma sesaat.. lihat kepuncak sana dan harus mencapai sana.


Besok pagi, rencananya mencoba trek lain melipir lebih dekat ke kompleks candi Gedong Songo.

Cerita lanjutan di aplot besok aja…


HSG



"Short Visit" adalah cerita ttg perjalanan cuti dari tgl 05-27 Mei 2007.
Maaf jika komentar engga sempat dibalas krn kami masih dalam perjalanan dimobil
atau terhenti disatu sudut desa.
Foto dan blog akan diupdate terus sepanjang perjalanan










Perjalanan dari Pekalongan menuju Kendal.
Menginap di Semarang, lalu bergerak ke Ungaran, Bandungan, masuk ke Desa Darum di Gedong Songo (mentok diketinggian 1400m)

Sekarang masuk ke Jogja dan perjalanan masih berlanjuuut (.. to be continued).

http://hsgautama.multiply.com/journal/item/120





"Short Visit" adalah cerita ttg perjalanan cuti dari tgl 05-27 Mei 2007.
Maaf jika komentar engga sempat dibalas krn kami masih dalam perjalanan dimobilatau terhenti disatu sudut desa.
Foto dan blog akan diupdate terus sepanjang perjalanan








.

Photo AlbumShort Visit > Cirebon-Pemalang (28 photos)May 6, '07 12:33 PM
for everyone

"Short Visit" adalah cerita ttg perjalanan cuti dari tgl 05-27 Mei 2007.
Maaf jika komentar engga sempat dibalas krn kami masih dalam perjalanan dimobil atau terhenti disatu sudut desa. Foto dan blog akan diupdate terus sepanjang perjalanan


Blog: http://hsgautama.multiply.com/journal/item/117






Terpiuh piuh merasakan olahan Bu Mardjo penjual sate Blengong, dan kepanasan dihajar nasi Grombyang pak Warso adalah satu babakan pertama perjalanan kami (saya dan Icus) menuju Jateng. Ayuh aja, sapa yg mau menolak itu.

****

Sabtu siang telat banget kita menjejakan roda di tol, jam baru saja berdentang kepukul 13.00, roda ban menggilas diaspal panas Jakarta-Cikampek. Pikiran melayang, tau engga, minggu pertama dibulan Mei ini diperingati sebagai hari “ketawa sedunia”. Aneh, begitu buruknya dunia ini sampai ketawa saja dijadikan peringatan sedunia. Ini mending cuma dikonsumsi orang se RT, bayangkan semua isi dunia boleh tertawa gembira. (“Ketawa” mungkin jadi sulit dilakukan dalam seminggu ini biarpun sekarang adalah hari ketawa sedunia). Daripada mikirin susahnya ketawa, dan berusaha menikmati “kebebasan” sebisanya, gas VW Combi ini dibejek lumayan kenceng antara 80 sampai 120 km/jam.

Hampir empat tahun silam terakhir menikmati perjalanan dengan VW Combi.
Perjalanan terasa beda jauh dengan pakai Combi atau “bukan Combi”. M
embawa Combi secara alamiah menempatkan hati pada kondisi: “kami berlibur”, kami sedang cuti, kami senang senang. Memakai Combi adalah menempatkan rasa “suka” dan “sayang” kepada mobil ini untuk dipakai menikmati perjalanan. Jeleknya cuma satu, teman jalan adalah Icus yg gondrong bertampang preman, hahaha. Apa boleh buat, hanya dia yg tersedia dan mau ikut. Sapa lagi, masih lumayan ada temennya, daripada sendirian spt beberapa tahun silam. Sendirian tidak jelek, and im happy to stay still at that corner, tapi dengan adanya teman jalan paling engga ada yang diajak ngobrol membunuh kantuk.

Masuk jam makan siang yg udah telat banget, kita mencari makan setelah lewat Sukamandi. Banyak resto besar tempat pemberhentian bis kota, kita mampir disana dan mencari ganjal perut. Gak lama setelah semua isi piring amblas keperut, mobil dipacu lagi menuju Cirebon. Pokoknya kita mengejar waktu jangan sampai jatuh malam. Kondisi jalan sangat enak, gak ada macet, lancar dan nyaman. Udara terasa panas menyengat. AC memang tidak dinyalakan, jendela dibuka agar bebas merokok dan menikmati panasnya matahari luar kota. Kapan lagi, ini cuti, ini liburan, nikmati angin dan panas sepuasnya.

Sore hari kita menginjak kota Cirebon dan langsung menuju mall besar dipusat kota. Pengen cari makan ternyata gak ada yg enak disitu. Jadilah kami window shopping melihat etalase sambil membandingkan harga dengan Jakarta. Beberapa cewe cakep berseliweran didalam mall membuat Icus “menyesali” hidupnya, hiks. Cirebon ternyata punya banyak cewe oke, cakep, sleek, nice. Bandung dan Jakarta bisa dilibas deh sama cewe disini.
Ternyata memang nongolnya sore hari di mall. “Cuci mata” yang g
ak sia sia jika pilihan dijatuhkan di mall sekalipun makan yg kita mau gak ada satupun. Tadinya mau mencari nasi jamblang dekat dengan mall, sayang itupun sudah tutup. Apa boleh buat, setelah sejam disitu, Icus mengajak mampir kerumah saudaranya. Gak masalah, mampir sebentar  boleh aja.


Usai bertandang kerumah saudara, kami berdua masuk ke Hotel Apita di Tuparev.
Hote
l ini saya kenal dengan baik. Banyak cerita disini. Salah satunya, tim liputan arus mudik news Transtv setiap tahunnya masuk kemari, dan menyewa kamar disini. Mandi menyegarkan badan dan segera mencari tidur lebih kami butuhkan. Badan capek rasanya… udah lama gak merasa capek nyopir setelah sekian lamanya. Enak juga.


Rasa capek yg nyundul itu memang kenceng juga, tidur nyenyak kayak mati aja.
Bahkan paginya yg direncanakan mau naik sepeda ke Pelabuhan Cirebon mencari nasi Jamblang jam 6.00 pagi akhirnya batal total. Kita baru bangun jam 8.00 untuk makan dan tidur lagi sampai jam 10.30 siang. Hehehe, karakter liburan yg malas dan menjadi pemalas sudah mulai merasuk. Cuti jangan punya rencana fixed. Pamali pokoknya.

Begitu check out, saya menyempat diri mencek kondisi mesin Combi. Oli diperiksa dengan baik. Mesin VW yg terkenal tanpa radiator, kondisi oli yg penuh adalah mutlak. Oli itulah yg dipakai buat mendinginkan mesin. Karena dipakai sekian jam dalam kecepatan tinggi, oli menghilang karena menguap akibat hyper heating. Selain oli, komponen lainnya dicek satu persatu. Aman, tampaknya memang gak ada masalah. Mesin memang sehat, tapi masalahnya tape mobil gak bisa dipakai memutar kaset, cuma radio saja. Karena ada masalah ditape, kita meluncur keluar pertama mencari toko car audio, benerin dulu tapenya. Serasa mati kalo perjalanan jauh gini gak denger musik dari kaset. Radio lokal “beda selera” sama telinga gua, hehehe, gak ngerti lagu apa yg dinyanyikan pake bahasa lokalan yang gak nyambung blas.


Lepas Cirebon, kami masuk dilajur jalan yg rusak berat.

Ahhh, pasti ini Brebes. Kota
ini memang dikenal sebagai kota yg punya ruas jalan paling ancur, jalan jelek adalah sama dengan Brebes itu sendiri. Padahal penjualan sentra aspal terbesar di Jawa salah satunya di Cilacap, gak jauh amat dari Brebes kan. Tau deh apa kerjaan Bupati Brebes, ngurusin jalan aja gak becus. Gitu dia mau ikutan Pilkada lagi. Ruas jalan kota Brebes adalah jalan vital. Kota ini adalah penyambung jalan utama Jakarta ke Jawa Tengah bolak balik. Bupatinya memang “ajaib” mungkin,  jadi biarpun jalan gak beres juga, toh dia teteuuup nekat ikutan Pilkada lagi.

Di Brebes kami janjian ketemu dg salah satu koreponden news Transtv, namanya mas Imam. Di Alun alun kita janjian bertemu dan tertawa tawa saling sapa. Saya bilang, Imam kamu sudah janji mau ngajak saya makan sate Blengong, ayo sekarang kita cari. Janji adalah janji, sebisa mungkin harus dipenuhi. Itu kudu.


Sate Blengong adalah sate unik. Blengong sendiri adalah unggas hasil kawin campur antara entog dan bebek. Diseluruh Indonesia, cuma ada disini.
Warung makan sate ini hanya ada beberapa saja di Brebes. Itupun buka sore kemalam hari. Siang begini kita nyari sebetulnya belum buka, apalagi hari minggu. Tapi berhubung yg ng
ajak Imam, pemilik resto itu, Bu Mardjo “dipaksa” buka dan melayani pesanan kami. Hehehe emang top deh Imam, gak sia sia dia jadi koresponden disini.

Blengong disuguhkan dalam dua cara berbeda. Pertama disajikan mirip sate bakar. Dengan tusuk bambu sepanjang sejengkal tangan pria dewasa (sekitar 20cm), sate disajikan dengan bumbu kecap super-super pedas dan irisan bawang merah. Sepintas, cara ini gak beda bentuknya dengan sate umum yg kita jumpai dimana mana. Warnya hangus hitam ditusuk pendek pendek.

Cara kedua yakni beda lagi, kami kaget melihat ukuran panjang tusuk bambu sate itu hingga 40cm (dua jengkal tangan). Ajegileeee, sate dahsyat! Barukali ini makan sate sepanjang ini. Daging Blengong yg disajikan dengan cara kedua ini tidak dibakar tapi direbus lalu direndam dengan saus mirip saus kari yg amat pedas dicampur santan, warnanya buseeeet merah tua, tanda itu pedas banget. Daging diiris memanjang sehingga memenuhi seluruh tusuk bambunya.


Sore merambat malas. Akhirnya kita berpisah dengan Imam dari warung Bu Mardjo yg letaknya dipinggir sawah. Kami segera menuju Pemalang.

Tiba di Pemalang kami masuk ke hotel Murni ditengah kota, tepatnya jalan Urip Sumoharjo. Besok Icus akan mampir berobat dulu ketempat Bu Atun untuk membereskan batu empedunya yg membuat dia masuk RS dua minggu lalu. Mumpung lewat, kenapa engga sekalian mampir.

Sore ini kita bersepeda berkeliling kota Pemalang, menuju alun alun kota. Sepeda dari dalam mobil dirakit dan kami mengayuh pelan kesana sini. Rasanya enak banget, sungguh beda bumi langit ketika jalan memakai sepeda dikota kecil spt Pemalang ini dimana ada ratusan pesepeda lainnya juga memenuhi jalanan kota. Transportasi sepeda memang andalan utama penduduk disini selain sepeda-motor. Mungkin, bagi penduduk yg menyempatkan diri menoleh dan melihat kearah kami berdua adalah bentuk sepeda yg “berbeda” dengan sepeda umumnya dan kami memakai helm untuk safety. Kami keliatan mencolok dijalanan kota, memang.

Malamnya kami makan kesalah satu warung paling beken dikota ini yakni “nasi grombyang” milik H.Warso (dekat Ps.Anyar). Kita kesitu naik becak. Sekali lagi, kota kecil begini memang enak untuk naik becak. Kapan lagi? Becak cuma nyaman dipakai ketika kita ada dikota kecil. Udaranya bagus, segar, dan menyenangkan.

Nasi Grombyang disajikan nyampur kuah dan nasi. Sepintas, warnanya yg kehitaman dan rasanya penuh santan membuat teringat dengan coto makasar. Bedanya, di nasi grombyang ini ada rasa parutan srundeng kelapa yg sangat kuat. Manis dan sangat sangat panas. Makan ini dipadukan dengan sate khas dari daging kerbau. Unik juga, daging kerbau dijaman sekarang sudah susah didapat. Petani didesa lebih suka memelihara sapi dibanding kerbau karena soal mudah dan nilai ekonomis. Makanan ini satu waktu bisa “punah” karena bahan bakunya akan sulit didapat. Jika mau bertahan, mungkin harus berganti menjadi daging sapi, tapi itu tentu saja bukan grombyang namanya.


Masuk jam 20.00 malam, saya masuk kedalam kamar. Icus masih ngobrol dengan penjaga hotel didepan jalan.
Saya masih mengingat ingat, berapa kali saya bisa ketawa lepas sejak kemarin. Ini memang hari ketawa sedunia kan, harusnya saya merayakannya dengan ketawa ngakak terus… maybe later.





"Short Visit" adalah cerita ttg perjalanan cuti dari tgl 05-27 Mei 2007.
Maaf jika komentar engga sempat dibalas krn kami masih dalam perjalanan dimobil
a
tau terhenti disatu sudut desa. Foto dan blog akan diupdate terus sepanjang perjalanan




EventPesta Volkswagen Prambanan 30-31 Desember 2006Nov 21, '06 11:15 AM
for everyone
Start:     Dec 30, '06
End:     Dec 31, '06
Location:     Prambanan, Jogjakarta
Ketemuan miliser di Pesta Volkswagen Prambanan, was: Salam hangat...

Posted by: "Sopir Kombi" shartoko@yahoo.com shartoko
Mon Nov 20, 2006 6:59 pm (PST)

mas Eduw,
Peyeum-nya kemarin kalah "hot" dibanding dgn aircooled engine yg diusung kawan2 dari kota lain..... :D

Buat kawan2 milister yg kemarin kecewa karena tidak bisa ketemuan di Bandung,
Insya Allah, dengan rendah hati kami dari keluarga kecil Penggemar VW @ Semarang akan berusaha menyiapkan sebuah tenda sebagai tempat bertemu dan berjabat tangan di acara

Pesta Volkswagen Prambanan
yg akan di gelar tanggal 30-31 Desember 2006.

Kami akan mencoba memasang sebuah spanduk sederhana sehingga mudah dikenali, juga mohon dukungan dari rekan2 semua untuk mewujudkannya sehingga kita bisa saling mengenal baik di darat maupun di cyber space..... (mudah2an tendanya tidak disrobot lagi oleh Telkomsel ;) )

buat ibu/mba' Arlina Dewi yg kemarin kecewa karena tidak bisa ketemu dgn para miliser, kita tunggu kehadirannya di Prambanan......

salam jumpa artis miliser vw,
rio
SK77


Taman Nasional Halimun adalah satu cagar alam yang ada di Jawa Barat. Jaraknya cukup dekat dari Jakarta, hanya butuh 1 jam lewat jalan tol, sampailah kita diujung Lido, Sukabumi, dan belok masuk ke arah Kabandungan (Parakan Salak).

Seperti halnya sebuah Taman Nasional, maka wilayah ini merupakan satu wilayah luas berupa hutan sangat lebat dengan canopy pepohonannya yang berjejer seperti payung raksasa. Ketebalan canopy hutan disini sungguh luar biasa pekat, sinar matahari tak mampu tembus. Kita seharusnya gembira dengan keberadaan hutan konservasi disini, bayangkan di Jawa Barat ada wilayah hutan selebat ini, rasanya sulit dipercaya. Ditengah hutan disini dibangun sebuah wana riset bernama Balai Tamnas Gunung Halimun bekerjasama antara Dephut dan JICA jepang.

Disinilah benteng terakhir pertahanan Elang botak Jawa, monyet Owa Jawa dan belasan spesies langka, serta species kucing besar hutan spt macan tutul, dan macan kumbang yang masih hidup tenang diantara sela sela lereng dan lembah pegunungan Halimun yang luas (Halimun 1 dan Halimun 2).

Karena itu, jika masuk kemari, jangan kaget apabila berpapasan dengan macan kumbang. Area ini memang liar dan berbahaya dalam arti sesungguhnya buat manusia .


Dalam kalangan penganut kepercayaan Sunda Wiwitan, area ini dipercaya secara mistik sebagai wilayah dimana Prabu Siliwangi mukswa atau diartikan sbg “menghilang secara gaib atas keinginannya sendiri”. Raja besar dimasa lalu itu memutuskan meninggalkan kerajaannya diikuti oleh ribuan pengikutnya masuk kedalam rimba di jejeran pegunungan Halimun. Raja dan pengikutnya ini membangun satu kerajaan baru dipengasingan, dan wajah mereka berubah bentuk menjadi harimau (maung).

Dipunggung lereng G.Halimun masih ada perkampungan terisolasi dari kehidupan modern abad XX, mereka adalah penganut setia kepercayaan Sunda Wiwitan. Kaum inilah yang juga melarang dilakukan penelitian ilmiah mengenai “kucing besar” yang masih berkeliaran bebas di Halimun 1. Peneliti hanya diijinkan membuat penelitian dan sensus kucing besar diwilayah Halimun 2, yakni wilayah dimana pusat riset Gunung Halimun berada. Penduduk sekitar bahkan percaya, bahwa harimau jawa itu masih hidup dan belum punah. Wah! Seandainya itu benar, dan ada bukti absah berupa foto, tentunya ini akan merupakan kabar yg paling menghebohkan diabad ini.

Memasuki wilayah ini, seperti masuk kedalam sorga yang tak pernah ada diwilayah padat seperti Jawa Barat.

It’s a lost eden, like picnic into nirvana.


Balai Taman Nasional Gunung Halimun
Jl Raya Cipanas Kabandungan POBOX 02 Parung Kuda Sukabumi Telp 0266- 621.256/621.25

*Lewat Lido Sukabumi, lalu belok di Parung Kuda arah Kelapa Nunggal,

Disana berhenti dulu dikantor Dephut, minta ijin, bayar ongkos, lalu masuk kedalam hutan. Ingat jangan pakai mobil sedan karena mobil itu pasti jebol deck bawahnya kesangkut dijalan berbatu yang penuh lobang dalam. Jadi daripada bikin masalah "bisa masuk kesana tapi gak bisa pulang", mending jng pakai mobil rendah.


Aktifitas: area ini cocok untuk pengenalan burung dan serangga sebagai indicator lingkungan, kekayaan floranya juga luarbiasa. Selain itu, sisi dalamnya ada perkebunan teh Nirmala yang cocok buat tea walk atau menjajal dengkul pakai MTB. Aktifitas hiking juga sangat cocok dilakukan disini asal jangan merapat kewilayah hutannya karena berbahaya.




Penginapan: disini gak ada hotel mewah, namanya juga hutan. Menginap bisa dipusat wana riset tsb. Telp dulu kekantor mereke dan tanyakan apakah ada tempat menginap. Tempat lainnya bisa menginap di Perkebunan Teh Nirmala atau di desa Citalahab 2.


Makanan-Minum: bawa sendiri dari luar. Wilayah ini cukup masuk dalam dengan jalan berbatu yg rusak berat. Sekali masuk kedalam maka males untuk keluar lagi. Jadi, spy gak kelaparan, lebih baik bawa bekal cukup.


Club: what! are you nuts? Mana ada disco atau Cafe disini? Inilah tempat untuk mencari kesenyapan, rasa sepi yang luarbiasa menggigit. Saya pernah buka tenda disisi hutan Halimun, masuk kedalam sendirian saja tanpa teman. Rasa senyapnya sungguh mencekam. Mulut yang dipakai bicara selama 30 tahun lebih ini mendadak bungkam karena tidak ada manusia lain disana, dan tidak ada suara.


HSG


Website Tamnas Gunung Halimun

http://www.tnhalimun.go.id/index.htm

Tulisan saya mengenai wilayah ini disini.

http://www.navigasi.net/go.php?g=art&a=ggcikani






.


EventVolkwagen Fest 18-19 Nov di Hanggar IPTN Bdg.Nov 15, '06 10:39 AM
for everyone
Start:     Nov 18, '06 08:00a
End:     Nov 19, '06
Location:     Hanggar IPTN, Bandung
Volkwagen Festival adalah acara ngumpul akbar para pemakai mobil volkswagen. Acara ini akan diadakan di Hanggar IPTN, tepatnya 200m dari ujung jalan tol Pasteur.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help